
Zahira membongkar semua pakaian di lemarinya. Dikeluarkan satu persatu pakaiannya itu yang sudah tidak muat ia kenakan. Memilah-milah mana yang masih bagus dan yang sudah usang.
"Kamu sedang apa Yank, kenapa bajumu kamu keluarkan semua?" Tanya Adam mendekat ke arah ranjang lalu duduk di tepi.
"Ini Mas, aku lagi memilah baju yang udah nggak muat di badanku." Jawab Zahira.
Ternyata banyak juga baju-bajunya yang sudah pudar warnanya lalu ia masukkan ke dalam kardus. Sementara baju yang kekecilan tapi masih bagus, ia masukkan lagi ke dalam lemari nanti kalau berat tubuhnya sudah seperti semula sehabis melahirkan masih bisa ia pakai lagi.
"Ini yang di kardus mau kamu taruh dimana?" Tanya Adam setelah sang istri menyelesaikan menata kembali baju di lemari.
"Tolong kamu letakkan di gudang ya Mas." Pinta Zahira.
Adam mengangguk dan mengangkat kardus berisi pakaian sang istri yang sudah tidak layak pakai itu lalu ia bawa ke gudang.
Zahira masuk ke kamar mandi untuk membasuh mukanya sebelum tidur juga ingin buang air kecil. Adam sudah kembali ke kamar, ia juga masuk ke kamar mandi untuk mencuci tangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Mas.." Protes Zahira saat hendak memakai celana pendeknya kembali.
Adam tersenyum simpul melihat sang istri yang masih saja malu-malu. Ia pun mencuci tangannya tanpa membalas protesan Zahira. Mereka sama-sama keluar dari kamar mandi lalu naik ke atas ranjang.
Zahira ingin bermanja kepada Adam, ia bahkan merebahkan punggungnya di tubuh kekar sang suami yang lagi bersandar di kepala ranjang sambil bermain ponsel. Zahira memiringkan badannya melihat Adam yang sibuk dengan benda persegi panjang itu.
"Mas.." Panggil Zahira karena diabaikan.
"Hmm.." Jawab Adam masih sibuk dengan ponselnya.
"Kamu lagi chattingan sama siapa sih Mas?" Tanya Zahira dengan raut wajah cemberut.
"Sama teman-teman, Mas lagi balas pesan di grup nih." Jawab Adam.
"Aku mau lihat." Ucap wanita hamil itu.
Zahira pun penasaran sehingga ia meraih ponsel di tangan sang suami. Ia membaca satu persatu isi pesan itu lalu ia kembalikan lagi ke tangan Adam setelah selesai membaca semuanya. Adam lantas mengacak-ngacak rambut Zahira karena sudah mengganggunya.
"Mas, bajuku kan banyak yang kekecilan tuh semenjak aku hamil. Besok kita pergi ke Mall yuk." Ajak Zahira begitu semangat.
"Iya." Jawab Adam singkat yang matanya tetap tertuju sama layar ponselnya.
"Hmm.. istri dianggurin." Cebik Zahira.
__ADS_1
Mendengar gumaman dari sang istri, Adam lantas meletakkan ponselnya di atas nakas lalu dirinya ia pusatkan pada sang istri yang minta dimanja itu.
***
Biasanya kalau di hari Minggu seperti ini Akmal akan bangun di jam setengah sembilan pagi. Tapi kali ini tidak, remaja itu sudah bangun di pukul setengah tujuh. Ia bersiul-siul sambil membawa handuk untuk mandi.
"Tumben, anak bandel Emak jam segini sudah bangun. Biasanya juga masih ngiler di kamar." Ucap sang Ibu yang sedang memasak di dapur.
"Hari ini Akmal mau pergi Mak, Akmal udah janjian sama teman-teman." Jawabnya tersenyum misterius sambil menaik turunkan alisnya lalu masuk ke kamar mandi.
Ibu pun geleng-geleng kepala. Tak lama memasaknya pun sudah matang semua, lalu memanggil Bapak dan Akmal untuk sarapan bersama.
***
Satu setengah jam perjalanan Adam sudah sampai di pusat perbelanjaan yang dituju itu. Ia segera memarkirkan kendaraan roda empatnya lalu mengajak sang istri turun. Adam menggandeng tangan Zahira begitu memasuki Mall besar itu.
"Pelan-pelan jalannya." Tegur Adam pada sang istri yang sudah tidak sabaran untuk berbelanja baju-bajunya.
Zahira hanya nyengir. "Maaf Mas." Ucapnya lalu berjalan pelan-pelan.
"Kita ke lantai tiga saja." Kata Adam.
Zahira mengangguk dan mereka pun masuk ke dalam lift yang hanya ada tiga orang saja namun saat pintu lift akan menutup banyak sekali orang yang masuk sehingga Adam menarik tangan Zahira untuk merapat ke tubuhnya. Cukup berdesak-desakan juga hingga Zahira merasakan pengap.
"Huft, rasanya sesak banget di dalam." Ucap Zahira setelah keluar dari lift.
Adam menghentikan langkahnya. "Capek?" Tanya Adam dengan menolehkan kepalanya.
Zahira menggeleng sambil tersenyum. "Enggak kok Mas. Ayo kita ke sana." Zahira menunjuk salah satu tempat penjual busana muslim.
Adam mengangguk dan mereka memasuki toko itu. Zahira dibantu Adam memilih baju yang menurutnya cocok untuk sang istri.
"Kayaknya ini bagus Yank." Adam mengambil salah satu gamis berwarna hijau tosca lalu ia tempelkan ditubuh Zahira.
Zahira mengangguk. "Bagus Mas, aku pilih ini juga deh." Ucapnya.
Setelah mendapatkan beberapa gamis yang ia mau kini Zahira menarik tangan Adam ke bagian pakaian pria. Zahira ingin agar Adam membeli baju juga, bukan hanya dirinya saja.
"Baju Mas masih banyak Yank. Lagian kemarin Mas baru beli baju juga." Adam menolak.
__ADS_1
"Beli kemeja aja Mas kalau gitu, warnanya kamu padu padankan sama warna gamisku tadi. Sekalian bisa kamu pakai untuk kerja juga." Ucap Zahira.
"Ya sudah, terserah kamu saja." Jawab Adam pasrah.
Zahira semangat sekali memilihkan beberapa kemeja buat Adam dari yang lengan pendek sampai lengan panjang. Puas berbelanja pakaian mereka pun makan di salah satu food court.
Adam menarik kursi untuk Zahira duduk lalu ia meletakkan paper bag di kursi lain. Tak lama pramusaji menghampiri mereka menanyakan mau pesan apa.
"Sop iganya dua, Ayam panggang bumbu petis satu. Nasinya juga jangan sampai lupa." Ucap Zahira.
Perempuan itu mengangguk.
"Minumnya?" Tanya pramusaji itu sambil mencatat pesanan Zahira.
"Jus jeruk dua." Jawab Zahira.
"Baiklah, mohon ditunggu pesanannya." Ucapnya sopan.
"Lapar banget ya Yank sampai pesen ayam panggang segala?" Tanya Adam dengan senyum tipisnya.
"Hehe.. iya Mas. Anak kamu dari tadi udah nendang-nendang minta dikasih makan." Jawab Zahira.
Tak lama pesanan mereka sudah tersaji, Adam dan Zahira menikmati hidangannya. Di sela-sela makannya Zahira melihat ke sekeliling food court itu. Pandangannya pun tertuju pada seseorang yang sangat ia kenal. Orang itu tidak sendiri melainkan dengan seorang perempuan juga.
"Kenapa dia bisa berada di sini?" Gumam Zahira bertanya-tanya.
"Dia siapa Yank?" Tanya Adam mendengar gumaman sang istri.
"....."
"Yank.." Panggil Adam lagi sambil tangannya ia kibaskan di depan wajah Zahira.
"Eh, ada apa Mas?" Zahira balik bertanya setelah dia tersadar.
"Kamu lihat apa?" Adam begitu penasaran hingga ia membalikkan badannya turut melihat seseorang yang sedari tadi menjadi objek pandangan istrinya.
"Mas, aku mau ke sana bentar." Zahira bangkit dari duduknya untuk menemui seseorang itu namun tangannya langsung di tahan oleh Adam.
.
__ADS_1
.
Bersambung...