Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Keras kepala


__ADS_3

Acara sudah selesai, para tamu undangan berangsur pulang dengan membawa bingkisan masing-masing yang telah di sediakan oleh Ibu. Para teman kantor Adam juga turut pulang mereka tidak bisa berlama-lama di rumah Adam.


"Kami pamit pulang ya Dam." Ucap Roni menyalami tangan Adam dan Zahira. Begitu juga Hadi.


"Iya hati-hati pulangnya dan terimakasih kalian sudah datang." Balas Adam.


"Sama-sama Dam." Jawab Roni dan Hadi.


"Semoga nanti lahirannya lancar ya." Do'a Citra kepada Zahira sebelum meninggalkan rumah Adam.


"Amin.. Makasih lho udah menyempatkan waktunya kemari." Ucap Zahira sembari cipika-cipiki dengan Citra.


"Sama-sama Ra." Jawab Citra tersenyum.


"Kami pulang ya, Assalamu'alaikum." Pamit Tholib.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Zahira dan Adam.


Ibu menghampiri Adam dan Zahira setelah melihat semua teman kantor Adam sudah keluar dari rumahnya.


"Nak, itu tadi Citra kan?" Tanya Ibu kepada Adam yang masih ingat dengan wajah Citra meski sudah lama tidak bertemu.


"Iya Bu." Jawab Adam singkat.


Ibu menghela napasnya. "Kenapa dia bisa ada di sini? Siapa yang mengundangnya, dia tidak menganggu kamu lagi kan Nak?" Tanya Ibu lagi.


Sedari acara berlangsung, ibu tidak henti-hentinya memandang Citra yang dengan herannya kenapa bisa datang ke rumahnya apalagi sangat akrab dengan menantunya.


Adam tersenyum begitu juga Zahira. Adam merangkul pundak sang ibu dari samping. Ia memaklumi pasti ibunya ini berpendapat yang tidak-tidak mengenai kedatangan Citra di acara tadi.


"Dia itu teman kantor Adam Bu, lagi pula Citra juga sudah punya kekasih." Jawab Adam hanya sekenanya.


Adam tidak ingin membongkar masalah rumah tangganya kepada ibunya karena ia dan Zahira juga sudah sepakat untuk melupakan kejadian itu. Kejadian yang mereka jadikan sebagai pembelajaran juga pengalaman.


"Bu.." Panggil Ayah yang sedang menggulung beberapa karpet dibantu oleh Bapak, Andi dan juga Akmal.


Ibu pun menoleh. " Iya, ada apa Yah?" Tanya Ibu berjalan mendekati suaminya.


"Ibu kenapa berdiri saja tidak membantu yang lainnya mengangkat piring-piring kotor ke dapur." Tegur Ayah.

__ADS_1


Karena ibunya Andi, ibu Zahira dan Uwak Sari sibuk membersihkan sisa makanan yang ada di meja. Sementara Mila dan Risma membawa piring-piring dan gelas ke dapur lalu mereka cuci.


"Eh, iya Yah." Jawab Ibu lalu menuju dapur membantu Mila dan Risma.


"Kamu mau ngapain Nduk?" Tanya Ibu Zahira ketika mendapati sang putri yang akan mengangkat piring kotor.


"Hira juga mau bantu kalian Mak." Jawab Zahira.


"Udah, kamu duduk aja temani anaknya Risma yang tidur di sofa. Kamu tidak usah membantu pekerjaan ini." Larang sang ibu dengan tegas.


"Iya Nak, benar kata ibumu lebih baik kamu istirahat. Ibu hamil tidak boleh kecape'an." Timpal Uwak Sari.


"Ya udah deh." Zahira pun menurut lalu berjalan ke sofa dimana Mikha tidur di sana.


Adam hanya melirik sang istri sekilas lalu membantu Akmal dan Andi mengangkat karpet permadani kemudian meletakkan nya di kamar khusus penyimpanan barang.


Zahira menemani Mikha yang tertidur pulas. Sebenarnya ia bosan karena tidak ngapa-ngapain. Yang lain pada sibuk sementara dirinya hanya berdiam diri.


"Lebih baik aku ke dapur saja deh." Gumamnya.


Di dapur ia bisa mendengar celotehan Mila dan Risma. Kedua perempuan itu tertawa entah sedang membicarakan apa.


Mila dan Risma sama-sama memutar kepalanya.


"Kamu Ra, kirain siapa. Ini Mila lagi nyeritain tentang kekonyolan Kak Andi." Jawab Risma.


"Haha.. iya Mbak. Mbak Hira kok kemari?" Tanya Mila.


"Mau bantu kalian, bosen aku duduk-duduk aja tidak ada temannya." Jawab Zahira lalu membantu meletakkan piring yang selesai di cuci ke dalam rak.


"Zahira mana Mak?" Tanya Adam kepada ibu mertuanya karena tidak melihat keberadaan sang istri di ruangan ini.


"Di sofa Nak." Jawab Ibu Zahira singkat tanpa memandang ke arah sofa.


"Nggak ada tuh Mak." Ucap Adam.


"Tadi putri Emak duduk disitu, sekarang mana ya kok tidak ada?" Ibu juga bertanya-tanya.


"Cari siapa Nak?" Tanya ibu yang kebetulan mendengar pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Zahira Bu." Jawab Adam kepada ibunya.


"Istrimu ada di dapur." Kata Ibu.


Zahira, Risma dan Mila belum selesai mencuci gelas dan piringnya karena saking banyaknya. Mereka juga tertawa cekikikan bahkan mereka tidak sadar jika ada air yang tumpah ke lantai karena gelas yang masih ada sisa minumannya tidak sengaja ke senggol lengan Zahira.


"Yank.." Panggil Adam begitu ia masuk ke dapur.


Mereka bertiga sama-sama menoleh.


"Ya. Kamu perlu sesuatu Mas?" Tanya Zahira langsung.


"Tidak.. harusnya kamu tuh istirahat Yank tidak usah membantu juga." Ujar Adam sambil geleng-geleng kepala. Keras kepala sekali istrinya ini sudah di larang tapi tetap ngeyel, Adam tidak ingin Zahira terlalu lelah nantinya.


"Tadi juga sudah aku larang Kak." Sahut Risma.


"Nanggung ini Mas, bentar lagi juga selesai." Jawab Zahira.


"Sudah Ra, lebih baik kamu balik ke ruang tamu aja. Ini biar kami yang teruskan hanya tinggal dikit kok." Ucap Risma.


"Iya Mbak.." Timpal Mila.


"Baiklah.." Jawab Zahira pada akhirnya, juga tidak ingin membuat sang suami marah lalu ia mencuci tangannya.


Zahira pun membalikkan badannya dan menghampiri Adam namun baru melangkahkan kakinya tiba-tiba Zahira terpeleset.


"Aaaa...." Teriak Zahira.


"ZAHIRA.."


"YANK..."


.


.


Bersambung...


.

__ADS_1


__ADS_2