Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Berhasil menghindar


__ADS_3

Waktu sudah sore saja. Beberapa rekan Adam juga sudah pada pulang. Hanya ada Adam dan Andi saja di ruangan itu. Mereka masih belum menyelesaikan tugas mereka yang mungkin tinggal sedikit lagi.


"Selesai!" Seru Andi setelah mematikan layar komputernya lalu meregangkan otot di tubuhnya miring ke kiri dan ke kanan.


"Belum selesai juga Dam?" Tanya Andi menoleh pada sang sahabat.


"Belum, tinggal sedikit lagi." Jawab Adam dengan serius melihat layar komputernya.


"Ya sudah, lanjutkan saja aku akan tunggu kamu disini." Balas Andi sambil membuka ponselnya.


Andi berchating ria dengan sang kekasih yaitu Mila. Dia senyum-senyum sendiri saat membaca pesan masuk dari gadis pujaannya.


Karena sudah tak tahan untuk melihat wajah dari gadis yang terpaut jauh umurnya dengan dirinya itu. Andi langsung mendial tombol video untuk mengurangi rasa kangennya.


Sambungan video pun di terima dan nampak lah wajah ayu disana hingga membuat Andi tersenyum lebar mendapati sang kekasih tengah menatap dirinya di balik layar ponselnya.


"Sudah pulang kerja Dek?" Tanya Andi di panggilan video itu.


"Sudah Kak, ini baru mau pulang." Jawab Mila menunjukkan jika dia berada di parkiran tempat kerjanya untuk mengambil sepeda motornya.


"Capek nggak hari ini?" Tanya Andi lagi.


Mila tersenyum mendapat perhatian dari Andi yang begitu jelas di matanya. "Capek tapi cuma dikit kok." Jawab Mila membuat Andi tertawa dibalik ponselnya.


Mila bekerja di sebuah toko baju yang sangat ramai di setiap harinya karena baju-baju yang di jual disana adalah baju kekinian. Mulai dari baju pria, baju wanita hingga anak-anak dan harganya juga terjangkau.


"Dek, besok kan hari Sabtu. Kakak berencana untuk mengajak kamu pergi ke pantai." Ujar Andi memberitahu.


"Besok aku masih kerja Kak, bagaimana kalau hari Minggu saja." Kata Mila memberi usul.


Memang waktu liburnya Mila tidak menentu dia bisa mengambil hari apa saja untuk dia libur dalam satu Minggu itu.


"Kalau Minggu Kakak tidak bisa Dek, Kakak harus menghadiri acara pernikahan Bowo." Jelas Andi.


"Begitu ya," Mila masih menimbang sejenak ajakan dari Andi.


"Iya deh, besok aku mau pergi sama Kak Andi ke pantai." Jawab Mila kemudian.


"Ah, senangnya hati Kakak, Dek.. kamu mau." Ucap Andi dengan wajah senangnya.


"Ndi.." Panggil Adam.


Andi langsung mengalihkan pandangan nya pada Adam. "Ada apa Dam?" Tanya Andi.

__ADS_1


"Aku sudah selesai." Jawab Adam singkat.


"Ah iya, tunggu sebentar." Sahut Andi.


"Sudah dulu ya Dek, nanti Kakak kabari lagi. Pulangnya hati-hati ya, Assalamu'alaikum." Ucap Andi mengakhiri panggilan video itu.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Mila.


Andi langsung mematikan video call nya dan memasukkan ponselnya ke dalam saku.


"Ayo Dam, kita pulang." Ajak Andi sambil berdiri.


Adam mengangguk dan mereka berjalan ke parkiran.


***


Adam mengajak Andi untuk mampir ke toko kue lebih dulu. Dia tidak mau mengabaikan keinginan sang istri yang merengek minta di belikan sekotak kue.


Namun sayang, lagi-lagi dia harus bertemu dengan Citra disana. Adam menghela nafas dalam melihat Citra yang sedang duduk di kursi sambil bermain ponsel.


"Wah Dam, cewek ganjen itu ada disini." Bisik Andi setelah mereka turun dari motor.


Adam mengangguk. "Iya, sepertinya dia sengaja datang ke tempat ini. Kamu lihat.." Tunjuk Adam dengan dagunya. "Dia hanya duduk sendiri di kursi itu, dia juga tidak memesan apa-apa." Kata Adam.


"Sudah biarkan saja dia. Ayo kita masuk." Ajak Adam.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam toko, Andi juga berniat membeli kue untuk di kasihkan pada orang tercinta.


"Hufft.. sudah sejam aku disini tapi Adam kok nggak kesini lagi ya.." Gumam Citra mencari-cari keberadaan laki-laki tampan itu.


Seketika mata gadis itu berbinar melihat adanya orang yang sudah dia tunggu-tunggu akhirnya mendatangi tempat ini juga.


"Itu dia.." Pekik Citra senang melihat Adam. Ternyata usahanya tidak sia-sia menunggu Adam di toko kue ini agar bisa berjumpa lagi dengan orang yang di incarnya.


Cepat-cepat Citra bangun dari duduknya dan menghampiri Adam yang akan masuk ke dalam toko.


"Adam.." Panggil Citra dengan senyum lebarnya.


Membuat Andi bergidik ngeri dan ingin muntah rasanya. Sedangkan Adam tetap melangkah dan masuk ke dalam toko diikuti Andi di sampingnya.


Mereka berdua memesan kue yang di inginkan masing-masing. Andi bak seorang bodyguard menjaga Adam dari gangguan Citra. Citra sangat kesal karena tidak bisa mendekati Adam.


"Kamu lagi.. kamu lagi." Tunjuk Citra geram pada Andi.

__ADS_1


Hingga membuat beberapa pengunjung mengalihkan pandangan mereka pada Andi dan Citra. Tak kecuali pemilik toko kue itu yang juga merasa marah pada Citra.


"Mbak.. jika anda ingin membuat keributan jangan disini. Anda bisa mencari tempat lain." Tegur seorang perempuan yang masih muda dia adalah pemilik toko kue itu.


"Siapa kamu? Berani sekali memarahiku." Sinis Citra memandang remah perempuan itu sambil bersedekap dada.


Beberapa pengunjung berbisik-bisik satu sama lain melihat kesombongan Citra.


"Saya adalah pemilik tempat ini." Jawabnya tegas.


"Baru juga punya tempat seperti ini saja sudah sombong." Angkuh Citra tidak punya rasa takut.


Andi geleng-geleng kepala dengan kelakuan Citra. "Dasar gadis tidak wa*as." Ucapnya.


Setelah pesanan mereka selesai, Adam mengajak Andi untuk segera keluar dari tempat itu. Adam juga tidak memperdulikan perdebatan antara Citra dengan pemilik toko itu. Malah menjadi keuntungan tersendiri bagi Adam karena tidak dapat gangguan lagi dari Citra.


Citra belum menyadari jika Adam sudah keluar dari situ.


"Bener-benar parah tingkat Dewi tuh Citra. Dari dulu tidak berubah masih saja sombong, suka merendahkan orang lain. Sebenarnya dulu ibunya itu ngidam apa sih, punya anak kok tidak punya aturan banget." Kata Andi bicara panjang lebar di parkiran motor.


"Nih, kue-mu." Adam mengulurkan sekotak kue pada Andi.


"Ah iya, tadi berapa Dam harganya?" Tanya Andi karena kue yang dia pesan di bayari oleh Adam. Gara-gara dia asyik melihat perdebatan antara Citra dan pemilik toko.


"Ambil saja, tidak usah di ganti uangnya." Kata Adam sambil naik ke motornya lalu memasang helm.


"Terima kasih Dam, lagi-lagi kamu mentraktirku." Ujar Andi dan Adam hanya mengangguk.


"Ayo pulang." Sahut Adam. Mereka pun mengendarai motor masing-masing meninggalkan toko kue itu.


"Loh Adam kemana?" Citra mencari-cari keberadaan Adam.


"Gara-gara kamu ya.. kekasihku sudah pergi." Marah Citra pada pemilik toko kue itu sambil menunjuk dengan jari telunjuknya.


Perempuan itu langsung menepis jari telunjuk Citra. "Heh, dasar cewek tidak jelas. Sudah pergi sana! Ganggu orang saja." Gadis itu mengusir Citra.


"Awas saja kamu." Balas Citra tidak terima lalu keluar karena Adam sudah pergi.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2