Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Dia akan kembali


__ADS_3

Sontak membuat Andi kaget. Haikal sang kawan lama yang sudah tidak ada kabarnya selama 10 tahun kini akan kembali lagi ke kampungnya. Tentu saja ini menjadi berita yang menggembirakan bagi Andi. Sudah lama mereka tidak pernah berkomunikasi. Dari awal saat Haikal berangkat ke pulau Sumatra sampai saat ini pun tidak pernah memberi kabar. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Dan tiba-tiba kini Adam memberitahunya jika Haikal akan pulang. Andi sungguh tidak sabar untuk bertemu sang kawan lama.


"Beneran Dam? Kamu tahu kabar itu dari mana jika Haikal bakal kembali?" Tanya Andi dengan wajah kagetnya.


"Aku dengar dari Pak RT bahwa Haikal dan kedua orang tuanya akan berkunjung ke kampung ini. Tapi mereka tidak akan lama di sini." Jawab Adam.


"Benar-benar ya tuh anak, menghilang bagai di telan bumi. 10 tahun tidak pernah menghubungi kita." Kesal Andi.


"Entahlah, aku juga tidak tahu." Jawab Adam.


"Aku sampai lupa belum memberimu minum," Adam bangkit dari duduknya menuju dapur membuat dua gelas es jeruk. Juga membawa beberapa cemilan dalam toples.


"Ini minum lah, maaf sampai lupa belum menyuguhkan apa-apa." Ucap Adam meletakkan dua gelas minuman dan cemilan di meja.


Andi langsung meminum es jeruk yang di suguhkan Adam. Ia sangat haus dengan obrolan panjang mereka. Adam juga turut meminum es yang ia buat tadi.


"Ah... segarnya.." Ucap Andi setelah tenggorokannya basah oleh minuman kemudian meletakkan gelasnya di meja.


"Eh iya, kamu sudah ngurus surat-surat pernikahan kalian?" Lanjut Andi.

__ADS_1


"Sudah, tapi Ayah yang mengurus semuanya. Aku dan Zahira cuma terima beresnya saja." Jawab Adam.


"Kalian bener-bener bakal segera nikah. Sedangkan aku, sama sekali belum menemukan pendamping." Keluh Andi dengan raut sedih.


Adam tertawa kecil. "Minta sama kedua orang tuamu biar segera dicarikan istri." Candanya.


"Haha... ada benarnya juga omongan kamu." Kekeh Andi sedetik kemudian geleng-geleng kepala.


***


Sore hari Zahira lagi asyik menyiram tanaman. Sambil bersenandung ria, gadis itu menyanyikan sebuah lagu dari negeri Jiran berjudul *Dunia Batinku by: Ella*. Sampai-sampai tidak menyadari jika Akmal sang adik tercinta telah berdiri di belakangnya untuk menjahilinya.


"Hahaha..." tawa Akmal menggema melihat sang Kakak terkejut bukan main hingga terkena cipratan air.


Zahira menoleh pada sang pelaku yang telah berbuat jahil. Dengan wajah kesal menahan amarah, Zahira berjalan mendekati Akmal yang masih tertawa keras sambil memegangi perutnya.


"AKMAL.." Geram Zahira memandang Akmal tajam.


Melihat sang kakak dalam mode singa mengamuk, Akmal menghentikan tawanya. Sejurus kemudian, ia mengambil ancang-ancang. Berlari menghindar sebelum kena amukan sang kakak.

__ADS_1


Zahira juga tak kalah diam, ia langsung berlari mengejar sang adik. Mereka main kejar-kejaran di halaman depan. Akmal masih tidak bisa membendung tawanya meskipun masih di kejar sang kakak. Zahira meneriaki nama Akmal di sela-sela larinya.


"Akmal.. berhenti kamu!!" Teriak Zahira.


"Nggak mau!!" Akmal juga berteriak.


"Berhenti NGGAK!!"


Ibu Zahira yang mendengar suara keributan dari depan rumah langsung keluar melihat apa yang terjadi. Ia menghela nafas dalam melihat Akmal di kejar Zahira. Ibu sudah bisa menebak pasti Akmal berbuat jahil lagi pada putrinya itu. Anak bungsunya itu memang tidak ada bosennya menjahili kakaknya.


Tetangga depan rumah yang melihat Akmal di kejar Zahira pun ikut tertawa. Apalagi beberapa anak kecil yang sedang bersepeda di gang rumah mereka, juga meneriaki Zahira supaya bisa menangkap Akmal.


"Ayo Mbak Hira.. ayo Mbak Hira. Kejar terus Kak Akmal.." Beberapa anak kecil bersorak riang menyemangati Zahira.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2