Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Pantai


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai di pantai yang mereka tuju. Adam segera mencari tempat parkir. Dan setelah itu mereka masuk ke dalam dan ternyata banyak sekali pengunjungnya.


Adam sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Zahira. Begitu juga dengan Andi, dia juga menggenggam erat tangan Mila.


"Akhirnya sampai juga." Ucap Andi tersenyum lebar melihat keindahan di pantai itu


"Bagaimana apa kalian senang?" Tanya Adam, memandang Zahira lebih tepatnya.


Zahira mengangguk cepat. "Senang, aku sangat senang Mas." Jawabnya sembari tersenyum.


"Kalau gitu, ayo kita nikmati ombak di pinggir pantai!" Ajak Andi dengan semangat.


Mereka pun menyusuri bibir pantai dengan bergandengan tangan. Tertawa bersama bila kaki mereka terkena ombak yang melintas. Zahira dan Mila bermain air sambil saling bercanda juga saling kejar-kejaran untuk melempar air.


Adam dan Andi juga tidak mau ketinggalan mereka langsung ikut mengerjai Zahira dan Mila dengan menyipratkan air di tubuh mereka. Zahira dan Mila berlari menghindar, mereka tertawa riang saat pasangan mereka mengejar dan bercanda.


"Haha.. asiinn." Zahira tertawa saat Adam menyipratkan air laut ke wajahnya.


Zahira juga membalas Adam dan jadilah mereka bermandi air laut bersama lalu saling kejar-kejaran.


"Ayo Kak.. kejar aku!" Seru Mila ketika ia berhasil menghindar dari Andi.


Dengan gesit Andi langsung mengejar Mila. Dan Hap.. Andi berhasil menangkap tubuh Mila lalu ia angkat dengan cara diputar seperti di film-film. Keduanya tertawa bahagia.


"Haha.. sudah sudah, aku capek. Berhenti dulu." Pinta Zahira dengan mengatur nafasnya akibat kebanyakan tertawa dan berlari.


"Tapi seru kan?" Tanya Adam mendekati sang istri.


"Seru banget." Jawab Zahira sambil ngos-ngosan.


Adam mengajak Zahira duduk di pinggir pantai sambil melihat keseruan antara Andi dan Mila. Serta melihat keceriaan pasangan lainnya yang bermain air laut.


Zahira merebahkan kepalanya di pundak Adam. Sungguh ia begitu sangat lelah, padahal dia masih ingin bermain air laut lagi, tapi tubuhnya sudah tidak kuat.


"Yank.." Panggil Adam pelan dengan pandangan lurus ke depan.


"Hmm.." Jawab Zahira dengan deheman.


"Capek banget ya?" Tanya Adam menunduk melihat wajah sang istri.


"Banget Mas, padahal cuma main air saja dan berlari tadi. Tapi badanku langsung pegal-pegal semua." Jawab Zahira dengan suara malas.


Adam tersenyum. "Itu karena kamu yang kurang olahraga. Makanya baru lari sebentar aja udah ngos-ngosan." Ujar Adam terkekeh kecil.


"Iya, kali ya." Sahut Zahira membenarkan.

__ADS_1


"Terus sekarang kamu mau apa? Mau makan atau gimana?" Tanya Adam lagi.


"Makan aja deh Mas." Jawab Zahira dengan semangat.


"Tadi aja loyo banget, sekarang diajak makan langsung semangat." Imbuh Adam mencubit hidung bangir Zahira.


"Hehe.. nggak tau juga, kenapa kalau soal makanan aku langsung tanggap gitu." Jawab Zahira.


Adam langsung membantu Zahira berdiri. Kemudian memanggil Andi dan Mila agar mereka menyudahi bermain ombak pantainya. Andi dan Mila pun menghampiri sahabatnya itu, setelah mendengar suara Adam yang memanggil mereka.


"Kenapa kalian malah duduk-duduk di sini?" Tanya Andi.


"Zahira mengeluh capek." Jawab Adam.


"Payah kamu Ra.. baru juga bermain sebentar udah mengeluh capek. Manja kamu." Kata Andi mengejek.


Zahira mendelik lalu memukul lengan Andi cukup keras.


"Sakit Ra.. kuat amat pukulan kamu." Andi mengelus lengannya.


"Biarin." Balas Zahira sinis.


"Sudah sudah, sekarang ayo kita cari makan." Lerai Adam dengan menggandeng tangan Zahira menuju tempat makan di sekitar pantai.


"Sakit ya Kak?" Tanya Mila dengan tersenyum lucu.


***


"Mau makan apa Yank?" Tanya Adam setelah mengambil tempat duduk.


"Bakso ya Mas dua porsi, sama minumnya es kelapa muda." Jawab Zahira.


"Buset.. banyak amat Ra sampai dua porsi. Emang kamu kelaparan banget apa." Ujar Andi geleng-geleng kepala.


"Di larang komen." Cetus Zahira membuat Andi langsung berdecak kesal.


"Haha.." Suara tawa Mila mengudara mendengar perdebatan antara Zahira dan Andi.


"Kalau kamu mau makan apa Dek?" Tanya Andi kepada Mila.


"Sama seperti Mbak Zahira saja Kak." Jawab Mila karena dia bingung mau milih yang mana.


"Baiklah, karena kamu juga mau bakso maka Kakak juga akan pesen sama seperti kamu." Sambung Andi.


Adam memesan lima porsi bakso dan es kelapa muda. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya makanan mereka sudah terhidang di meja.

__ADS_1


Lagi-lagi Andi menggoda Zahira. Tapi Zahira tidak menanggapi nya, bodo amat sama Kak Andi pikir Zahira. Lebih baik ia makan sampai kenyang, karena perutnya sangat-sangat lapar.


"Dam, istrimu aneh banget. Makan bakso sampai dua mangkuk, apa tidak sakit perut nanti." Bisik Andi.


Adam mengangkat kedua bahunya dia juga tidak tahu. "Sudah biarkan saja." Bisik Adam membuat Andi langsung mengangguk.


Setelah mereka selesai makan dan membayar. Mereka memutuskan untuk melihat-lihat baju yang dijual di toko-toko yang berjajar rapi. Baju yang mereka pakai sedikit basah tentu tidak enak jika tidak di ganti, nanti malah bisa masuk angin.


Belanja adalah surga dunia para wanita. Zahira dan Mila sangat antusias untuk memilih barang apa saja yang akan mereka beli. Ada tas, baju, celana, kerudung, sandal dan lain sebagainya yang mereka beli dan tentunya yang membayar adalah para pasangan mereka.


Zahira juga membelikan banyak oleh-oleh untuk keluarganya, tidak ketinggalan ia juga membelikan baju untuk Risma dan putrinya. Hingga total uang yang di keluarkan Adam mencapai satu juta lebih.


Setelah mereka berganti baju di toilet. Mereka kembali lagi ke pantai dengan barang yang cukup banyak yang dibawa Adam dan Zahira. Sementara Andi dan Mila mereka hanya membeli barang yang seadanya.


"Dam, ada yang bermain bola voli tuh. Kita gabung yuk." Ajak Andi melihat beberapa laki-laki yang bermain bola voli di dekat pantai.


"Boleh juga." Jawab Adam menyetujui.


"Kalian di sini saja jangan kemana-mana!" Titah Andi kepada Zahira dan Mila yang duduk di kursi.


"Iya.." Angguk Zahira dan Mila bersamaan.


Kini Adam dan Andi sudah bergabung dengan para laki-laki bermain bola voli. Banyak sekali para gadis yang menonton sambil berteriak histeris ketika Adam berhasil memukul bola memasuki lantai di daerah lawan.


"Wah.. lihat, dia tampan banget?"


"Ah, aku ingin sekali mengenalnya, mudah-mudahan dia belum punya pacar."


"Kira-kira namanya siapa ya?"


"Aduh.. sudah tampan, keren, jago lagi main volinya."


"Pokoknya nanti aku mau minta nomor ponselnya."


Begitulah pujian dari para gadis-gadis kepada Adam. Hingga Zahira dibuat kesal sendiri mendengar para gadis yang memuji ketampanan suaminya itu karena Zahira juga ikutan menonton.


"Lihat Mil.. mereka semua ganjen-ganjen banget?" Ujar Zahira melirik sinis para gadis-gadis itu sambil melipat tangan di dada.


"Iya Mbak." Sahut Mila.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2