Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Haikal


__ADS_3

Zahira membalikkan badannya menghadap Adam yang berdiri di hadapannya.


"Aku mau tanya sekali lagi, kenapa Mas Adam bisa menyimpulkan hal itu?" Tanya Zahira memaksa Adam untuk mengatakan yang sejujurnya.


"Tidak ada alasan apa-apa." Jawab Adam.


"Mas Adam pasti cemburu kan? Makanya nggak mau ngaku?" Zahira tersenyum lebar.


"Tidak sama sekali." Bohong Adam sambil mengacak-acak kerudung Zahira.


"Ish.. jangan di rusak kerudungku, tuh kan.. jadi berantakan." Zahira kesal melihat kerudungnya tidak beraturan lagi.


Adam tersenyum tipis melihat sang istri kesal seperti itu. Menggerutu sambil membenarkan kerudung segi empatnya.


"Makanya jangan banyak tanya." Ucap Adam sedikit gemas.


"Sudah kan, ayo kita pergi." Ajaknya setelah Zahira selesai dengan kerudungnya.


Mereka berangkat menuju rumah orang tua Zahira setelah berpamitan kepada ibu. Karena Ayah Adam sudah berangkat mengajar dari setengah jam yang lalu.


"Assalamu'alaikum." Ucap mereka bersamaan memasuki rumah Zahira.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Ibu Zahira.


Tiba-tiba langkah mereka terhenti ketika melihat sosok pemuda tampan sedang bertamu di rumah Zahira. Pemuda itu juga tersentak kaget melihat siapa yang baru saja datang.


"Kak Haikal..." Zahira memekik senang melihat Haikal berada di rumahnya.


Ia bergegas menuju kursi yang masih kosong meninggalkan Adam begitu saja. Adam hanya bisa menghela napas dalam, melihat betapa antusiasnya istrinya begitu melihat kawan lamanya.

__ADS_1


"Nduk.. kamu ini gimana. Suami sendiri dilupain." Sang ibu menegur Zahira. "Ajak dia duduk juga!" Perintahnya.


"Eh iya, maaf ya Mas aku sampai lupa." Ucap Zahira lalu berdiri mengandeng tangan Adam agar duduk di sampingnya.


Haikal yang melihat Zahira begitu perhatian kepada Adam seketika hatinya menjadi perih. Ia tidak menyangka jika gadis yang selalu bersamanya sedari dulu, kini sudah menikah dengan kawan lamanya yaitu Adam.


Salahnya sendiri kenapa ia tidak mencoba untuk mencari nomor kontak orang-orang terdekatnya di kampung lewat ayahnya yang masih berkomunikasi dengan pak RT.


"Hai Ra.. apa kabar? makin cantik aja kamu." Ucap Haikal mengagumi kecantikan gadis yang di sukainya sejak masa remaja.


"Hehe.. kabarku baik Kak dan kenalkan ini Mas Adam suamiku." Jawab Zahira seraya menyenderkan kepalanya di lengan Adam.


Haikal tersenyum kecut di balik sakit hatinya. "Aku nggak nyangka kamu menikah dengan Adam." Ucapnya. Ada rasa ketidak relaan.


"Namanya juga jodoh jadi tidak akan ke mana."


Bukan Zahira yang menjawab melainkan Adam dengan nada dinginnya. Tangannya pun menggenggam erat tangan Zahira membuktikan bahwa Zahira hanya miliknya seorang.


"Kamu juga apa kabar Dam?" Tanya Haikal tersenyum tipis melihat reaksi Adam yang dingin padanya.


"Aku baik." Jawab Adam singkat.


"Kak.. kenapa selama ini nggak pernah menghubungi kami?" Tanya Zahira yang sangat penasaran dengan keadaan Haikal di sana.


"Maaf Ra, karena saat itu ponselku hilang. Aku juga tidak ingat dengan nomor kontak kalian." Ucap Haikal dengan nada menyesal.


Zahira manggut-manggut tanda mengerti. "Terus berapa lama kakak akan di sini?" Tanya Zahira lagi.


"Entahlah, Kakak juga tidak tahu semua keputusan ada di tangan ayah." Jawab Haikal.

__ADS_1


"Kamu sekarang bekerja di mana Dam?" Haikal beralih pada sang kawan lama, karena Adam hanya diam saja enggan untuk berkata.


"Aku bekerja di kantor swasta bersama Andi." Jawab Adam.


Tiba-tiba ibu Zahira menyela pembicaraan mereka dengan menyuguhkan minuman dan beberapa cemilan di meja.


"Ini silahkan di minum, Emak tinggal dulu ya... kalian lanjutkan saja, pasti kalian masih kangen." Ucap ibu tidak mau mengganggu reuni mereka bertiga.


Ketiganya mengangguk dan mengucapkan terima kasih pada Ibu Zahira.


"Andi.. aku juga merindukan dia. Apa anak itu sudah menikah?" Tanya Haikal.


"Belum dia masih sendiri." Jawab Adam, Haikal hanya mengangguk.


"Berapa lama kalian pacarannya?" Haikal mencari tahu kedekatan antara Adam dan Zahira.


"Kami tidak pacaran Kak tapi kami dijodohkan." Jelas Zahira.


"Ah, sayang sekali. Rupanya aku kalah start." Ucap Haikal menatap dalam mata Zahira.


"Maksudnya?" Tanya Zahira dengan kening mengkerut.


Zahira bingung dengan ucapan Haikal sedangkan Adam, ia mencoba menguasai dirinya agar tidak terpancing emosi melihat Haikal yang menatap penuh damba pada istrinya.


Haikal tersenyum tipis. "Tidak apa-apa lupakan saja." Jawabnya seraya mengibaskan tangan di depan Zahira.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2