
"Tapi, bagaimana kalau belum?" Tanya Risma dengan senyum jailnya.
Mata Zahira mendelik pada Risma. Dia tidak suka saja jika Risma mengolok-olok dirinya gara-gara laki-laki itu. Laki-laki yang sama sekali tidak mau Zahira ingat. Bagaimana jika nanti Adam mendengar bahwa selain Haikal masih ada laki-laki lain yang memuja dirinya. Haduh.. bisa gawat ini?
Zahira hanya bisa berharap, semoga saja nanti laki-laki itu tidak datang jika dia beneran masih sendiri dan belum memiliki pasangan.
"Ya, kalau belum itu kan bukan urusanku. Lagian aku juga tidak pernah menyukainya." Jawab Zahira sesantai mungkin.
Risma tersenyum simpul. "Dulu saat kita masih SMA kamu terkenal pendiam ya.. tapi eh tapi ada juga yang suka sama kamu." Ucap Risma dengan sebuah candaan.
"Haha.. aku juga tidak tahu." Jawab Zahira dengan kekehan kecil. Risma juga ikutan tertawa.
"Hmm Ris.. aku sampai lupa untuk memberitahu mu." Ucap Zahira setelah tawa mereka berhenti.
"Beritahu apa Ra?" Tanya Risma lalu meminum jus nya.
"Aku dan Mas Adam pernah bertemu Citra." Jawab Zahira.
"Hah.. benarkah! Di mana kalian bertemu wanita itu?" Seru Risma bertanya pada sang sahabat.
"Di alun-alun, waktu itu aku dan Mas Adam sedang berada di sana dan secara kebetulan Citra melihat kami lalu dia memanggil nama Mas Adam." Jelas Zahira.
"Lalu.. lalu." Kepo Risma dengan tidak sabarnya.
Zahira tersenyum melihat kekepoan sahabatnya ini jika menyangkut tentang Citra gadis yang pernah dekat dengan Adam.
"Dia menyapa Mas Adam, tapi sayang Mas Adam tidak memberi respon. Mas Adam juga memberitahu pada Citra bahwa kami adalah pasangan suami istri. Karena saat itu Citra memandang kami dengan heran." Jelas Zahira.
"Wah.. pasti dia sakit hati tuh, setelah tahu kalau kalian sudah menikah." Ujar Risma dengan antusias.
"Haha.. benar sekali. Citra seperti menahan kesal saat Mas Adam bersikap romantis padaku." Jawab Zahira menampilkan senyumnya.
"Ah ya, ada satu hal lagi yang belum aku ceritakan sama kamu Ris." Ucap Zahira lagi sambil menaik turunkan alisnya hingga membuat Risma langsung memicingkan kedua matanya.
"Apa itu Ra.. kamu ini suka sekali buat aku makin penasaran." Jawab Risma.
"Ini menyangkut hubungan antara Citra dan Mas Adam dulu. Ternyata selama ini kita salah mengartikan. Citra itu bukan lah kekasih Mas Adam tapi dia cuma seorang yang sangat terobsesi sama Mas Adam. Bahkan dengan beraninya dia sampai bilang pada setiap teman Mas Adam yang ada di kampus, kalo dia dan Mas Adam sudah pacaran." Terang Zahira.
"Hah.. benarkah? dari mana kamu tahu semua itu?" Tanya Risma merasa tidak percaya dengan apa yang diungkapkan Zahira.
"Aku pernah bertanya langsung sama Mas Adam terkait hubungan dia dengan Citra. Dan Mas Adam langsung menjawab dengan tegas bahwa dia tidak ada hubungan apa-apa sama Citra." Jawab Zahira.
__ADS_1
"Tapi jika tidak ada hubungan apa-apa kenapa Citra sering kali datang ke rumah Kak Adam?"
"Oh.. itu karena dia ingin lebih dekat dengan kedua orang tuanya Mas Adam. Makanya dia cari muka supaya dapat restu dari Ibu. Tapi malah di tolak mentah-mentah sama Ibu." Ungkap Zahira.
"Haha.. kasihan sekali dia. Berarti Citra itu termasuk gadis yang tidak punya malu ya."
Zahira mengangguk membenarkan. Tiba-tiba ponsel Risma berdering, dia mendapat telpon dari mertuanya jika anaknya menangis mencari-cari dirinya. Dengan terpaksa mereka harus pulang dan Zahira langsung mengantarkan Risma untuk menjemput anaknya.
***
Sedang di kantor Adam, waktu sudah menunjukkan istirahat tiba. Adam dan Andi melaksanakan sholat Dzuhur berjama'ah di musholla kantor. Setelah itu Andi mengajak Adam untuk makan di kantin saja karena ada sesuatu yang mau ia bicarakan.
"Dam, nanti malam aku mau bertemu Mila." Kata Andi saat ini mereka sudah berada di kantin.
"Bertemu di mana?" Tanya Adam sambil mengirim pesan pada Zahira.
"Menurut kamu enaknya di mana?" Andi meminta pendapat Adam.
"Karena Mila anaknya pendiam lebih baik kamu datang ke rumahnya saja." Jawab Adam.
"Tapi kamu ikut ya Dam, aku malu kalo harus datang sendirian." Pinta Andi.
Adam mengangguk. "Oke, nanti malam aku dan Zahira akan menemani kamu ke rumahnya Mila." Jawab Adam.
"Kira-kira gimana respon Mila ya Dam, jika kita datang ramai-ramai ke rumahnya." Ucap Andi kemudian.
"Ya, pastinya dia akan terkejut lah. Apalagi kamu menyampaikan niat kamu itu." Sahut Adam.
"Aku takut di tolak sama Mila, Dam.." Jawab Andi, merasa tidak percaya diri jika gadis yang ia sukai akan menolak dirinya saat Andi jujur mengenai perasaannya.
"Di coba dulu Ndi.. aku akan selalu mendukung mu." Kata Adam menepuk bahu sang sahabat.
"Lebih baik kita makan dulu." Ucap Adam setelah makanan mereka sudah di sajikan.
***
Adam langsung mematikan komputernya setelah jam pulang kantor usai. Begitu juga dengan Andi dia membereskan berkas-berkas yang sudah selesai ia ketik.
"Dam, aku balik dulu ya, mau beli kue dulu untuk di bawa ke rumah Mila nanti." Andi menghampiri Adam yang masih di meja kerjanya.
Adam mengangguk. "Ya sudah, pergilah." Jawabnya.
__ADS_1
Andi berlalu dari hadapan Adam dan langsung menyalakan motornya untuk mampir dulu ke toko kue.
Dert.. dert.. dert..
Tiba-tiba ponsel Adam bergetar, ternyata Zahira yang menelpon dirinya dan dengan sigap Adam langsung menjawab nya.
"Hallo, Assalamu'alaikum Sayang.. ada apa?" Tanya Adam sambil berjalan menuju halaman parkir.
"Wa'alaikumsalam. Mas.. kamu masih ada di kantor kan?" Tanya Zahira yang sedang duduk di teras bersama ibu mertuanya.
"Iya, tapi sekarang Mas sudah ada di parkiran mau pulang. Ada apa?" Tanya Adam sekali lagi sambil mengeluarkan kunci motornya dari dalam tas.
"Tolong belikan Ibu kue bolu ya Mas.. tadi aku nggak sempat beli." Jawab Zahira.
"Iya, Mas belikan. Mau rasa apa emangnya?" Tanya Adam.
"Rasa coklat aja ya Mas." Ucap Zahira.
"Ada lagi yang ingin di beli mumpung Mas masih ada di sekitar kantor." Ucap Adam.
"Nggak ada kok Mas cuma itu aja. Hati-hati ya pulangnya aku tunggu di rumah. Assalamu'alaikum..." Ujar Zahira sambil tersenyum.
"Iya, Wa'alaikumsalam Sayang." Adam langsung mematikan sambungan telfonnya. Kemudian menyalakan motornya menuju toko yang menjual berbagai macam kue.
Adam yang sudah berada di toko kue tak sengaja melihat Andi sudah keluar dengan membawa satu kotak berisi kue, tapi sayang Andi sudah menaiki sepeda motornya hingga tidak melihat keberadaan Adam.
Belum sempat Adam masuk ke dalam, tiba-tiba di sapa oleh seseorang.
"Hai Adam, kita berjumpa lagi." Ucapnya dengan tersenyum manis lalu mendekat ke arah Adam.
Adam hanya menatapnya dengan raut wajah datar. "Hah, dia lagi." Batinnya kesal.
.
.
.
Bersambung...
Selamat Hari Raya Idul Adha bagi kita semua.
__ADS_1
Mohon maaf lahir dan batin ya 🙏🙏😄😄