
Adam lupa jika di ranjangnya ada Mikha yang tertidur sangat pulas sambil memeluk guling. Dengan terpaksa Adam mengangkat tubuh batita kecil itu ke samping kanan dengan guling yang ia letakkan di pinggir kasur agar Mikha tidak sampai terjatuh.
Kini Adam bisa leluasa memeluk tubuh sang istri dengan posisi Zahira yang berada di tengah-tengah. Bahkan dengan jailnya Adam memberi kecupan bertubi-tubi di leher Zahira hingga membuat sang empu merasa kegelian.
"Mas.. aku mau tidur jangan di ganggu." Protes Zahira sambil menjauhkan kepala Adam yang tidak berpindah dari lehernya.
"Bentar.. Mas belum selesai. Kamu diam saja." Jawab Adam masih di ceruk leher sang istri.
"Aduh." Keluh Zahira saat Adam menggigit lehernya.
"Mas.. kamu ini, sudah di bilangin jangan digigit sakit tau!" Seru Zahira kesal sambil meraba bagian lehernya bekas gigitan sang suami.
"Dasar monster mesum." Lanjut Zahira membuat Adam terkekeh.
Zahira pun membalikkan badannya memunggungi Adam lalu memeluk tubuh Mikha. Untung saja batita kecil itu tidak terbangun akibat suaranya yang cukup keras tadi.
"Yank.. kamu malah meluk Mikha. Hadap sini dong jangan munggungi Mas." Protes Adam tidak suka.
"Syuutt.. jangan berisik kamu Mas, nanti Mikha bangun." Zahira kini membalik badannya menghadap Adam.
"Iya iya maaf, Mas lupa Sayang. Sekarang ayo tidur." Ucap Adam menarik Zahira ke dalam dekapannya.
***
"Assalamu'alaikum.." Risma memasuki rumah Adam berniat untuk mengajak sang putri pulang.
"Wa'alaikumsalam. Eh, Nak Risma pasti cari Mikha ya?" Tanya Ibu.
Risma mengangguk. "Iya, Mikha mana ya Bi?" Tanya Risma juga mencari keberadaan anak imutnya itu.
"Lagi tidur sama Adam dan Zahira." Jawab Ibu mengajak Risma untuk duduk.
"Padahal mau saya ajak pulang Bi." Ujar Risma.
__ADS_1
"Udah biarkan saja Mikha di sini, nanti juga anakmu diantar Zahira pulang. Kamu jangan khawatir." Sahut Ibu.
"Iya sih, memang jam segini sudah waktunya Mikha tidur siang." Jawab Risma mengingat jika jam setengah satu siang maka Mikha akan langsung tertidur.
"Ya sudah kalau gitu saya pamit ya Bi.. takut suami saya di rumah mencari saya. Tolong juga kasih tau Zahira kalau tadi saya ke sini." Kata Risma.
Ibu mengangguk. "Iya, pasti Bibi sampaikan kedatangan kamu kemari." Jawab Ibu.
"Assalamu'alaikum." Ucap Risma.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Ibu.
***
"Hiks.. hiks.. Mama.." Mikha menangis mencari keberadaan sang Ibu setelah matanya terbuka.
Adam dan Zahira yang tadinya belum bangun terpaksa membuka kedua matanya saat mendengar tangisan Mikha.
"Mama.." Jawabnya masih menangis.
"Mama kamu ada di rumah. Sekarang ini kan Mikha lagi ada di rumah onty Hira, jangan nangis ya sayang.. cup.. cup.. cup.." Dengan suara lembut Zahira membujuk Mikha agar berhenti menangis.
Tangis Mikha langsung terhenti, batita cantik itu menduselkan kepalanya ke dada Zahira sambil memeluk dirinya.
"Eh.." Zahira kaget saat tangan Mikha tiba-tiba masuk ke dalam dadanya yang kancingnya memang sudah terbuka semua.
"Ini pasti ulah Mas Adam.." Gerutu Zahira dalam hati karena dengan mudahnya tangan Mikha sudah berada di sana.
"Onty.. adek mau mimik.." Kata Mikha dengan suara cadelnya sambil memandang Zahira.
Zahira pun memposisikan dirinya menjadi duduk, Mikha juga ikutan duduk di pangkuan Zahira.
"Mimik onty.." Rengek Mikha sambil tangannya tidak tinggal diam.
__ADS_1
"Mikha sayang.. kamu kan sudah besar jadi tidak boleh mimik ini ya.. Mikha mau minum susu rasa coklat tidak?" Bujuk Zahira menghentikan tangan Mikha yang menepuk-nepuk dadanya.
Adam yang melihat tangan Mikha bergerilya di dada sang istri langsung menyahut.
"Sayang.. itu bukan punya kamu, itu punya Om ya.. jadi Mikha tidak boleh pegang-pegang." Tegur Adam dengan lembut.
"Mas.. kamu itu bicara apa sih. Bukannya bantuin malah bicara ngawur." Zahira memukul lengan Adam yang ngomongnya tidak disaring.
"Kan memang benar Yank.. itu punya Mas." Jawab Adam dengan entengnya.
Zahira berdecak kesal. "Di depan anak kecil kok ngomong seperti itu." Ujar Zahira sambil memelototi Adam.
Adam hanya tertawa kecil tidak takut dengan tatapan sang istri.
"Onty.. mimik cucu.." Mikha masih merengek.
"Tolong Mas, kamu gendong Mikha. Kita ajak main di ruang tengah." Titah Zahira yang sudah tidak bisa membujuk batita kecil itu lagi.
Dan Adam langsung mengiyakan.
"Ayo sayang kita main di ruang tengah ya.." Ajak dengan mengangkat tubuh gembul Mikha.
Dengan gerakan cepat Zahira langsung mengacingkan semua kancing di dasternya lalu menyusul Adam dan Mikha.
.
.
.
Bersambung...
Author masih minta sumbangan nih berupa like, komen, vote dan hadiah biar Author tambah semangatš¤£š¤£
__ADS_1