Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Pernah di belikan apa?


__ADS_3

"Mas, aku lapar kita makan dulu yuk." Bisik Zahira di telinga Adam.


Adam mengangguk. "Baiklah, ayo ke sana." Jawab Adam.


"Kami permisi dulu ya.. aku mau makan, tidak apa-apa kan kalau aku tinggal?" Tanya Zahira.


Mereka semua serempak mengangguk.


"Tidak apa-apa kok Ra." Jawab Risma mewakili. "Sini sayang, Om Adam sama onty Hira mau ambil makanan. Kamu sama Mama aja." Risma merentangkan kedua tangannya.


Namun Mikha menggeleng. "Endak mau, mau cama onty Hila aja." Tolak Mikha mengeratkan rangkulan nya di leher Adam.


"Udah Ris, biar Mikha sama kita. Kamu lanjutin aja obrolan kamu." Zahira tidak masalah bila Mikha ikut dengannya.


"Nanti malah ngerepotin kamu Ra." Ucap Risma.


"Tidak akan, aku tinggal ya?" Pamit Zahira sekali lagi.


Adam dan Zahira beranjak dari duduknya menuju meja prasmanan untuk mengambil makanan. Namun sampai di tempat mereka harus mengantri terlebih dahulu.


"Kamu mau ambil yang mana Yank?" Tanya Adam.


Zahira melihat-lihat menu yang tersedia. "Tahu Campur saja Mas sepertinya enak tuh." Jawab Zahira sambil menelan ludahnya.


"Kalau Mikha mau makan apa?" Kini giliran Adam bertanya kepada gadis kecil yang berada dalam gendongannya.

__ADS_1


Mikha berbisik di telinga Adam membuat Adam tersenyum tipis dan mengangguk. Hal itu membuat Zahira penasaran.


"Kenapa bisik-bisik sih, onty kan mau dengar juga?" Tanya Zahira.


"Katanya minta di belikan balon sama es krim." Jawab Adam.


"Iyya." Angguk Mikha cepat.


"Haha.. jadi karena itu kamu nggak mau sama Mama kamu. Pinter ya kamu?" Zahira mencubit gemas pipi gembul Mikha.


"Tapi nanti aja kita belinya, sekarang kita makan dulu onty udah lapar banget." Imbuh Zahira sambil mengelus perutnya.


Setelah mengantri sekitar lima menit, kini giliran mereka mengambil makanan yang mereka pilih. Zahira mengambil makanan yang ia suka, sementara Adam memilih Bakso tidak lupa dengan minumannya juga. Mikha terpaksa Adam turunkan, karena tidak bisa mengendong Mikha sambil membawa semangkuk bakso dan segelas minuman dingin.


"Ayo sayang kita duduk sama Om Andi dan onty Mila." Ajak Zahira kepada Mikha, menghampiri dua sejoli yang duduk berdua melihat penyanyi dangdut di atas panggung.


"Sorry." Jawab Adam singkat.


"Kami makan dulu ya Kak Andi, Mila." Setelah mengaduk rata tahu campurnya Zahira pun menyantap makanan yang sejak tadi menggugah seleranya itu.


Adam sendiri tidak ikut makan karena lebih mementingkan Mikha. Lebih baik ia yang kelaparan.


"Sepertinya enak ya Ra, Tahu Campur kamu." Tiba-tiba Andi juga merasa lapar.


"Enak banget Kak, gih.. ambil sana." Jawab Zahira sambil menyeruput kuahnya.

__ADS_1


"Ayo Dek, kita ambil makanan juga." Ajak Andi kepada Mila.


Mila mengangguk, mereka menuju meja prasmanan.


"Yank.. Guru olahraga kamu yang di sebutkan sama teman kamu. Siapa namanya tadi, Mas lupa?" Tanya Adam.


Ternyata Adam benar-benar penasaran dengan sosok guru yang pernah menyukai istrinya.


"Oh.. namanya Pak Jimmy, Mas." Jawab Zahira tanpa memandang Adam karena Zahira begitu menikmati kikil sapi sama perkedel singkong.


"Dulu, pernah dibelikan apa saja kamu sama dia?" Adam memandang Zahira dengan wajah datar dan suara dingin.


"Nah kan.. sudah dalam mode cemburu nih." Zahira sudah menduga, Adam tidak akan diam saja. Suaminya itu akan bertanya bila hanya ada mereka berdua.


Zahira terpaksa menghentikan makanannya lalu minum es buahnya.


"Apa ya.. banyak banget pokoknya." Jawab Zahira sambil mengingat-ingat.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


Like, komen, vote dan hadiah dong..


__ADS_2