
Di sela-sela aktifitasnya bekerja, Adam senyum-senyum sendiri di depan layar komputer. Ia teringat dengan tingkah sang istri sebelum berangkat bekerja tadi.
~Flashback~
"Mas.. hari ini kamu nggak usah kerja ya, libur aja dulu." Zahira bergelayut manja di lengan Adam saat laki-laki itu sudah selesai sarapan.
"Mas, nggak bisa seenaknya libur Yank.. harus ada surat izinnya dulu." Jawab Adam memberi pengertian pada ibu hamil itu.
"Kalau gitu, sekarang Mas buat surat izinnya aja, gampang kan." Zahira menjawab dengan begitu mudahnya.
Adam mencubit hidung Zahira.
"Nggak semudah itu juga Yank, apalagi saat ini di kantor lagi sibuk-sibuknya. Mas nggak bisa lepas tanggung jawab gitu aja." Ucap Adam.
Bibir Zahira mengerucut.
"Terus kalau aku kangen sama Mas, gimana dong?" Tanya Zahira manja.
Adam tersenyum tipis. "Gampang lah nanti jam makan siang, kamu kan bisa video call ke Mas." Jawab Adam sambil mengelus pipi sang istri.
"Ah, nggak asyik." Ucap Zahira sembari melipat kedua tangan di dada. Apalagi ponselnya masih disita sama laki-laki itu.
Zahira seperti tidak rela jika harus ditinggal Adam pergi bekerja, padahal biasanya juga tidak seperti ini.
~Flashback selesai~
"Tuh anak kenapa senyum-senyum sendiri?" Gumam Andi melihat Adam di balik meja kerjanya.
"Jangan-jangan tuh anak lagi ngehayal yang enggak-enggak. Wah.. parah juga pikiran Adam." Tebak Andi sambil geleng-geleng kepala.
Karena sangat penasaran dengan apa yang di lamunin Adam. Andi beranjak dari duduknya meninggalkan kerjaannya sejenak untuk menghampiri laki-laki tampan itu.
Andi menepuk bahu sang sahabat yang mana membuat Adam langsung tersadar dari lamunannya.
"Lagi ngebayangin apa? Pake senyum-senyum nggak jelas?" Tanya Andi memicing.
__ADS_1
"Nggak ngebayangin apa-apa." Jawab Adam santai, lalu mengerjakan berkas. Mengabaikan Andi yang berdiri di sampingnya.
"Ck, ngaku aja deh Dam. Pasti kamu lagi bayangin yang tidak-tidak kan?" Andi mendesak Adam untuk jujur.
"Mana ada, sudah sana kamu kerja lagi. Jangan menggangguku!" Usir Adam seraya mengibas tangan.
"*ialan kamu Dam." Kesal Andi kembali ke meja kerjanya karena tidak berhasil mendapatkan jawaban dari Adam.
***
Jam istirahat makan siang pun tiba. Adam dan rekan-rekannya memutuskan untuk makan di luar kantor. Kali ini mereka makan di warung makan yang menyediakan menu Soto Lamongan.
Mereka pun segera duduk dan memesan soto tersebut. Tidak berapa lama pesanan mereka sudah tersaji. Tiba-tiba ponsel Adam di saku celana bergetar tanda jika ada panggilan masuk. Tertera nama sang ibu di layar ponselnya.
"Hallo, Assalamu'alaikum. Ada apa Bu?" Tanya Adam.
"Wa'alaikumsalam. Mas.. ini aku, kamu udah makan siang belum?" Tanya Zahira. Ia meminjam ponsel sang ibu mertua.
"Oh kamu, kirain ibu. Ini Mas lagi makan siang." Jawab Adam.
"Soto Lamongan." Jawab Adam singkat dengan tangan satunya mencampur nasi ke dalam kuah soto.
Zahira yang disebrang sana tiba-tiba jadi kepengen makan soto juga.
"Mas, kita video call ya." Zahira langsung mengganti panggilannya menjadi panggilan video dan sekarang nampak lah wajah Adam yang tersenyum di balik layar ponselnya.
"Coba Mas, aku mau lihat soto yang kamu makan itu." Pinta Zahira.
Adam langsung menunjukannya sambil makan juga.
"Kayaknya enak banget ya Mas." Ucap Zahira sampai dia menelan ludahnya sendiri.
Andi yang kebetulan duduk di sebelah Adam tiba-tiba menyahuti Zahira.
"Enak banget Ra.. kenapa? Kamu mau juga ya." Sahut Andi menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"Iya, mau banget Kak Andi." Angguk Zahira cepat dengan mata berbinar.
"Kamu ke sini aja." Ucap Andi enteng sambil menyeruput kuah sotonya bermaksud menggoda Zahira.
"Kalian dimana Kak? Aku akan ke sana kalau gitu." Ujar Zahira begitu semangat.
"Ndi.." Tegur Adam.
"Yank.. jangan ke sini. Kalo kamu mau, nanti Mas belikan saat pulang kerja." Cegah Adam supaya Zahira tidak datang ke warung yang ia tempati.
"Yah Mas.. padahal aku udah pengen banget siang-siang makan soto." Rajuk Zahira.
"Boleh ya.. aku ke sana?" Pinta Zahira memelas.
"Tidak boleh, ingat saat ini kamu sedang hamil jadi Mas larang kamu keluar rumah!" Ucap Adam tegas.
"Ini juga kemauan anak kamu Mas.." Lirih Zahira.
"Hah.. Zahira hamil Dam?" Tanya Andi karena dia tidak tahu.
Adam mengangguk. "Iya." Jawab Adam singkat.
"Sorry Ra.. aku nggak tahu kalau kamu sedang hamil. Niatanya aku cuma goda kamu aja tadi." Ujar Andi dengan tidak enak hati.
"Mas.. boleh ya, aku ke sana?" Bujuk Zahira sekali lagi.
"Sepertinya istri kamu ngidam Dam." Timpal salah satu teman Adam.
.
.
.
Bersambung... Makin hari like nya makin dikit ya.. Ayo dong.. beri Author semangat
__ADS_1