
Pembicaraan mereka terus berlanjut tapi hanya di antara Zahira dan Haikal saja. Mereka membahas masa lalu yang menurut mereka sangat konyol hingga mengundang gelak tawa bagi keduanya. Sementara Adam, ia sama sekali tidak terlibat, hanya menyahuti saja jika Zahira bertanya. Sebenarnya Adam malas mendengarkan pembahasan mereka yang menurutnya tidak penting karena membuatnya kesal saja.
Dua jam sudah lamanya Haikal bertamu di rumah Zahira. Ia pun memutuskan untuk pulang setelah berpamitan kepada ibu Zahira juga.
Adam dan Zahira saat ini sedang berada di dalam kamar. Mereka berencana untuk pulang nanti, sambil menunggu Bapak yang lagi keluar dengan salah satu tetangga.
Adam melihat-lihat kamar istrinya yang menurutnya rapi dengan dinding bercat warna ungu pastel. Ranjang yang tidak terlalu besar meski begitu tapi masih muat untuk dua orang.
"Kamu tadi senang sekali setelah berjumpa dengan Haikal." Ucap Adam dingin sambil duduk di tepi kasur.
"Iya dong.. seneng banget." Jawab Zahira mendudukkan dirinya di samping Adam.
Adam tersenyum sinis. "Ya, dia juga tidak henti-hentinya membahas saat kamu merengek minta dibelikan martabak telur karena waktu itu si penjualnya sudah pulang."
"Hehe.. sudah ah jangan dibahas lagi." Zahira tahu jika suaminya ini tengah kesal.
"Kenapa? kamu takut atau ada yang kamu tutupi mengenai kedekatan kalian dulu yang tidak aku ketahui?" Tanya Adam datar.
"Ihh, nggak ada. Mas Adam dengar sendiri kan tadi kita cuma obrolin seputar jaman sekolah. Lebih parah Mas Adam tuh yang pernah pacaran." Ketus Zahira.
"Mas nggak pernah pacaran Hira!" Tegas Adam.
Zahira langsung mencebikkan bibirnya.
"Bohong, ngaku nggak pernah pacaran. Tapi tuh cewek sering banget main ke rumah Mas. Dan juga pernah tuh dia upload di sosial medianya tentang foto berdua kalian yang mesra banget, di mana dia menyandar di bahu Mas." Zahira menjadi kesal mengingat Citra sang mantan pacar suaminya memamerkan hubungannya dengan Adam.
"Memang Mas selama ini tidak pernah pacaran. Mas juga tidak pernah dekat-dekat dengan wanita lain. Wanita itu saja yang terlalu obsesi biar bisa menjadi pacar Mas. Tiap hari dia tidak ada henti-hentinya mengganggu Mas di kampus, dengan mengaku-ngaku kalau Mas dan dia itu pacaran. Sampai akhirnya Mas jengah dengan kelakuannya dan Mas beri peringatan tegas agar tidak lagi menganggu Mas atau dia akan menyesal nantinya." Jawab Adam panjang lebar agar istrinya itu percaya.
"Terus, yang dia sering kali datang ke rumah Mas itu?"
"Kamu tahu saat dia datang ke rumah Mas? Mas sama sekali tidak pernah keluar kamar untuk menemuinya. Hanya ibu saja yang menemaninya, itu pun juga terpaksa." Ungkap Adam.
"Kenapa?" Zahira memiringkan badannya menghadap Adam.
__ADS_1
"Karena ibu dan ayah sama sekali tidak suka dengan dia." Jawab Adam.
"Cuma itu? Padahal dia cantik lho." Pancing Zahira.
"Sudah tidak usah membahas dia yang nggak penting buat kita." Sela Adam dingin karena Adam sangat tidak suka jika membahas gadis lain selain Zahira.
Zahira mengangguk, sangat lega sekarang karena Adam tidak pernah pacaran sama sekali.
"Ah senangnya... jadi aku yang pertama dong." Batin Zahira tidak menyangka.
Adam menarik Zahira agar tidur bersamanya. Zahira tidak menolak malah langsung memeluk tubuh Adam. Ia sudah tidak canggung lagi karena Zahira ingin membuktikan pada Adam jika dia sangat-sangat mencintai suaminya itu. Tapi Zahira tidak mau mengungkapkan lebih dulu, ia ingin Adam sendiri yang memulainya. Zahira pun menduselkan kepalanya mencari tempat ternyaman, di mana lagi jika bukan di dada bidang Adam.
Adam juga membalas pelukan Zahira, mereka sama-sama memejamkan kedua mata.
***
Pukul dua sore Bapak sudah pulang dari perginya bersama tetangganya. Zahira dan Adam juga sudah bangun dari tidurnya saat ibu Zahira mengetuk pintu kamar sang anak. Setelah Adam dan Bapak berbincang-bincang sejenak mereka pun memutuskan untuk pulang.
Banyak sekali tetangga yang menyapa mereka berdua sebagai pengantin baru untuk mampir ke rumah mereka. Tapi dengan sopan Zahira menolak dan berkata kapan-kapan saja. Beberapa gadis yang melihat Adam dan Zahira berboncengan pun menjadi iri. Betapa beruntungnya seorang Zahira bisa menjadi istri dari Adam Pratama yang terkenal tampan dan kaya di kampung ini.
Melihat istrinya yang membersihkan halaman depan Adam turut membantu Zahira dengan membuang sampah ke belakang rumahnya yang nanti akan di bakar Ayah.
"Sini biar Mas yang buang sampahnya ke belakang. Kamu mandi sana sudah sore ini." Kata Adam.
Dengan senang hati Zahira mengiyakan perintah Adam.
"Hehe, terima kasih pak suami." Ucap Zahira senang. Kemudian berlari kecil masuk ke dalam rumah.
Adam juga turut senang melihat keceriaan di wajah istrinya. Zahira yang pemalu terkadang juga dengan selera humornya yang lucu, menurut Adam.
Adam juga memutuskan untuk mandi setelah membuang sampah di belakang. Zahira belum keluar dari kamar mandi membuat Adam harus menunggu.
Ting
__ADS_1
Terdengar suara notifikasi pesan masuk di ponsel Zahira. Adam yang penasaran, melihat siapa yang mengirimi pesan pada istrinya. Beruntung ponsel Zahira tidak di kunci jadi Adam bisa leluasa melihat isi ponsel tersebut.
π©
"Hai Ra, ini nomor kontak Wa ku tolong kamu simpan ya dari Haikalππ." Ternyata Haikal yang mengirim pesan untuk istrinya di tandai dengan emot senyum juga.
Adam tidak membalas isi pesan tersebut ataupun menghapusnya ia biarkan saja, biar nanti istrinya tahu sendiri.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka. Zahira sudah selesai dengan ritual mandinya. Adam menyerobot masuk ke dalam dan menutup pintu kamar mandi dengan kasar.
Brak..
Zahira tersentak kaget. "Ada apa dengan Mas Adam, kayaknya lagi marah?" Gumam Zahira bertanya-tanya.
"Sudahlah nanti aku tanya saja setelah dia selesai mandi."
Sambil memoles wajahnya dengan bedak tipis dan juga pemerah bibir berwarna piech. Kemudian melaksanakan sholat ashar. Tidak lama setelah itu Adam sudah keluar dengan rambut tampak basah. Adam tidak menghiraukan Zahira sama sekali.
"Kamu ada masalah ya Mas?" Tanya Zahira saat Adam telah selesai dengan sholatnya.
"Tidak ada." Jawab Adam dingin.
"Tidak ada? Terus kenapa pintu kamar mandi kamu tutup kasar?"
Adam menghela nafas dalam, pusing dengan pertanyaan Zahira. Ingin sekali ia berkata jika ada chat masuk dari Haikal.
"Ya udah kalau nggak mau jawab, aku keluar mau ketemu ibu." Zahira berucap ketus melangkah keluar meninggalkan Adam.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa beri like, vote dan hadiahnya ya... biar author tambah semangat ππ