
"Suamimu pergi ke mana Nak, kenapa kamu nggak ikut?" Tanya Ibu.
Kini mereka sedang menikmati makan malam tanpa adanya Adam.
"Mas Adam katanya lagi kumpul sama Kak Andi dan Kak Haikal Bu." Jawab Zahira.
"Oh.. iya Ibu juga dengar jika Haikal dan keluarganya ada di sini tapi kenapa Haikal tidak main ke sini ya?" Heran Ibu karna Haikal juga termasuk sahabat sang anak.
"Aku juga nggak tahu Bu?" Jawab Zahira sambil mengendikkan kedua bahunya.
"Sudah.. jangan bicara terus, makanan kalian belum pada habis tuh. Malah Ayah sudah selesai dari tadi." Tegur Ayah untuk menghentikan obrolan mereka di depan makanan yang mereka santap.
"Hehe.. maaf Ayah." Jawab Zahira merasa tidak enak pada Ayah mertuanya.
Kedua wanita berbeda usia itupun menghabiskan makanan mereka. Setelah selesai Zahira membawa piring-piring kotor ke dapur untuk di cuci. Ketika menyalakan kran air tiba-tiba saja perasaannya tidak enak, Zahira pun mematikan kran airnya dan memegangi dadanya.
"Ada apa ini.. kenapa perasaanku tiba-tiba nggak enak ya? Ya Allah semoga tidak ada sesuatu yang terjadi.. amin!" Lirih Zahira seraya menepis prasangka buruk yang tidak ia inginkan.
Zahira melanjutkan kembali mencuci piringnya dengan membaca istighfar dan juga sholawat nabi agar pikirannya menjadi tenang.
***
Andi dan Haikal sudah datang lebih dulu, mereka sudah memesan minuman yang mereka inginkan. Tidak berapa lama Adam sudah tiba di depan mereka lalu menjabat tangan Haikal dan mengambil tempat duduk di sebelah Andi.
"Sorry terlambat, sudah lama kalian datangnya?" Adam bertanya pada keduanya.
"Santai aja Dam, kami juga baru tiba." Jawab Haikal.
"Kamu mau minum apa bro?" Tanya Andi.
"Cappucino hangat saja." Jawab Adam.
__ADS_1
Tangan Andi melambai, pramusaji pun menghampiri mejanya kemudian Andi memesan minuman yang di inginkan oleh Adam dan langsung di iyakan oleh pramusaji tersebut.
"Nah.. sekarang kita sudah lengkap nih, dan kamu Kal katanya ada yang ingin kamu sampaikan kepada Adam." Seperti biasa Andi yang tidak sabaran orangnya menyuruh Haikal untuk langsung pada intinya.
Haikal tersenyum tipis, mengangguk menyetujui ucapan Andi.
"Ya, aku memang ingin bicara serius pada Adam." Ucap Haikal menatap Adam seolah-olah seperti ada permusuhan di antara keduanya.
Adam menaikkan sebelah alisnya menunggu kata yang akan keluar dari mulut kawan lamanya ini. Adam juga santai tidak penasaran sama sekali dengan maksud Haikal yang mengajaknya bertemu.
"Wih, aku jadi penasaran nih, apa ada suatu hal yang tidak aku ketahui?" Tanya Andi heran melihat Haikal yang segitunya menatap Adam.
Sesaat kemudian pramusaji datang mengantarkan segelas Cappucino hangat pesanan Adam.
"Terima kasih." Ucap Adam, pramusaji itu tersenyum dan berlalu.
Adam menyeruput minumannya.
"Kamu sudah tau dari dulu kan, jika aku dan Zahira sangat dekat sekali bahkan semua warga kampung juga tahu akan hal itu?" Tanya Haikal menatap tajam Adam.
Di sini Andi hanya sebagai pendengar setia, tidak mau ikut campur. Ternyata cukup serius sekali hingga Haikal menyangkut pautkan Zahira di pembicaraan mereka.
"Lalu kenapa harus kamu yang menikah dengan Zahira! Harusnya aku yang nikahi dia. Kamu tahu, kenapa aku datang ke kampung ini. Karena aku ingin meminangnya untuk menjadi istriku setelah aku dengar jika dia masih sendiri dan belum menikah. Untuk itu aku meminta kedua orang tuaku untuk pulang kampung dengan dalih aku rindu tempat ini." Sengit Haikal panjang lebar. Ia tidak terima jika Adam lah yang menjadi suami Zahira.
Ya, saat Ayah Haikal sedang berkomunikasi dengan Pak RT. Ayah Haikal bertanya bagaimana dengan kondisi kampung halaman mereka sudah ada perubahan apa. Dan entah kenapa saat itu Pak RT juga berkata jika Zahira masih sendiri dan belum menikah, mungkin karena dulu Haikal dan Zahira sangat dekat sekali sehingga Pak RT mengatakan hal tersebut dan kebetulan juga Ayah menelpon Pak RT dengan loud speaker aktif sehingga Haikal dan Ibunya bisa mendengar dengan jelas karena saat itu mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Ya Tuhan.. jadi Haikal selama ini menyukai Zahira." Batin Andi.
Adam dan Andi sama-sama terkejut dengan penuturan Haikal, jika dia ingin menjadikan Zahira sebagai istrinya. Jadi ini alasannya kenapa Haikal ingin pulang kampung setelah sekian lama tidak ada kabar. Tapi sayang keinginan Haikal tidak bisa di gapai karena Zahira sudah memilih Adam sebagai suaminya.
"Itu salah kamu sendiri kenapa harus meninggalkan gadis yang kamu cintai untuk sekian lamanya hingga dia sudah menikah dengan orang lain, tapi maaf aku tidak bisa memberikan Zahira kepada kamu karena aku juga mencintainya, dia cinta pertamaku dan wanita satu-satunya yang aku inginkan dalam hidupku." Jawab Adam mencoba bersikap tenang tidak mau terbawa emosi mengingat mereka kini berada di tempat umum.
__ADS_1
"Heh, omong kosong.. kalian cuma dijodohkan kan? Dan Zahira juga sepertinya terpaksa menyetujui permintaan dari kedua orang tuanya." Balas Haikal tidak percaya.
"Terserah, kamu mau percaya atau tidak yang jelas sekarang Zahira adalah istriku dan kamu tidak bisa berbuat apa-apa karena kita saling mencintai. Zahira sendiri yang mengakatan padaku jika dari dulu dia sudah menyukaiku tapi karena dia seorang wanita jadi dia hanya bisa memendam rasa sukanya itu padaku. Tapi yang tidak aku sangka ternyata takdir malah menyatukan kami dengan cara perjodohan ini." Jelas Adam tersenyum menang.
Haikal mengepalkan kedua tangannya menahan amarah. Bagaimana bisa Zahira yang sedari dulu selalu bersamanya malah menyukai sahabatnya sendiri.
Andi yang melihat Haikal sudah terbakar emosi pun mencoba untuk menenangkan.
"Kal tahan emosimu, ini tempat umum. Kamu dan Adam sahabatan Kal.. kamu lupakan saja rasa cintamu pada Zahira karena dia sudah jadi istri Adam." Ucap Andi mengingatkan.
"Omong kosong, aku tidak percaya jika bukan Zahira sendiri yang mengatakan padaku langsung." Ucap Haikal geram.
"Percuma saja aku bicara padamu jika kamu tidak mempercayainya. Aku pergi dan kamu jangan pernah mengusik Zahira lagi!" Tegas Adam lalu bangkit dari kursinya meninggalkan Haikal yang masih menahan amarah.
Dan Andi, laki-laki itu hanya bisa menghela nafas kasar kenapa jadi rumit seperti ini persahabatan mereka. Hanya karena Zahira sudah menjadi istri Adam.
***
Adam mengendarai sepeda motornya dengan pikiran kacau. Tak habis pikir dengan Haikal yang ingin sekali mendapatkan Zahira meski sekarang sudah menjadi istrinya. Dia tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi karena Zahira adalah hidupnya juga jiwanya.
Zahira juga bukan barang yang seenaknya bisa di perebutkan. Adam akan mempertahankan Zahira untuk tetap berada di sisinya, menemaninya dalam suka maupun duka.
"Zahira hanya milikku dan akan selalu bersamaku." Gumamnya. Tapi tiba-tiba..
Brak....
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa untuk terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan hadiah ya..😊😊