Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Karena tidak bisa


__ADS_3

"Mata kamu yang nggak bisa bo'ong. Diam-diam kamu memandangi Zahira kan, saat Zahira tidak menyadarinya. Juga sifat dingin berlebihan yang selalu kamu tunjukkan padanya seorang." Ucap Andi.


"Cuma sama Zahira aja loh Dam, dengan yang lainnya kamu akan biasa aja!" Tekan Andi dengan kata Cuma.


Andi selama ini selalu mengawasi tingkah Adam, bagaimana dengan jelas tatapan mata Adam pada Zahira saat gadis itu tidak menyadari bahwa sedang di perhatikan. Tapi jika Zahira melihat dan menyapa, maka Adam akan memberikan sorot mata tajam dan tidak menjawab sama sekali sapaan dari gadis itu. Yang mana jika ada orang yang melihat, maka akan kebingungan dengan respon Adam, seolah mereka itu sedang bermusuhan. Padahal mereka sama sekali tidak ada masalah.


Adam masih diam.


"Kenapa diam Dam, apa kamu nggak mau jujur dengan hatimu sendiri? Kalau kamu emang menyukai Zahira?" Tanya Andi dengan nada serius.


Adam menghela nafas dalam. Tidak tahu harus berkata apa. Ucapan Andi memang benar adanya, jika dia dari dulu memang sudah menyukai Zahira.Tepatnya saat Adam sudah lulus SMA sedang Zahira baru mulai masuk di bangku Menengah Atas. Tapi terlalu sulit bagi Adam untuk mengakuinya.


"Ya kamu benar, aku memang sudah lama menaruh hati sama Zahira." Jawab Adam dengan pandangan lurus ke depan.

__ADS_1


"Terus kenapa tidak pernah kamu ungkapkan? Kalo kamu benar-benar menyukainya?" Tanya Andi yang sangat-sangat penasaran.


Ini yang menjadi pertanyaan besar bagi seorang Andi. Jika sahabatnya ini telah lama jatuh hati pada seorang Zahira, gadis manis yang selalu memakai kerudung itu.Tapi sang sahabat terlalu pintar menjaga rahasia hatinya selama ini.


Adam menghela nafasnya dalam. "Karena aku tidak bisa." Jawab Adam tanpa memberitahu alasannya.


Kening Andi mengkerut mendengar jawaban Adam.


"Apa alasannya? Kamu itu, buat penasaran aja." Kini Andi mulai kesal. Lagi-lagi Adam memberinya teka-teki.


"Kenapa harus takut di tolak? Zahira saja nggak punya kekasih. Pacaran aja dia nggak pernah tuh." Jelas Andi dengan ekspresi bingung.


Ya benar, Zahira sampai saat ini memang belum pernah merasakan apa itu yang namanya pacaran. Dari masuk SMA sampai bekerja pun Zahira tidak pernah membawa seorang laki-laki untuk di perkenalkan pada kedua orang tuanya. Padahal banyak sekali laki-laki teman sekolahnya dulu yang naksir padanya. Namun Zahira selalu menolak dan mengelak setiap kali ada yang menyatakan cinta padanya. Dengan alasan ia tidak mau pacaran dulu. Sampai akhirnya Zahira dijodohkan orang tuanya dengan Adam yang menjadi cinta pertama bagi Zahira.

__ADS_1


"Kamu masih ingat dengan Haikal." Kata Adam.


"Tentu saja aku masih ingat. Dia kan teman kita meskipun saat ini dia nggak ada di sini. Kenapa tiba-tiba kamu membicarakan Haikal?" Tanya Andi karena Adam mengalihkan pembicaraan.


Haikal adalah teman dekat Adam dan Andi dari mulai TK sampai SMA. Mereka bertiga selalu di sekolah yang sama. Sampai saat lulus SMA, di mana Haikal harus pindah ke pulau Sumatra mengikuti kedua orang tuanya, juga untuk berkuliah di sana. Sudah 10 tahun ini mereka tidak pernah berkomunikasi. Tapi sekarang Adam mendengar jika Haikal akan berkunjung ke kampung ini bersama kedua orang tuanya.


"Aku dengar dia bakal kembali." Jawab Adam begitu dingin.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2