Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Dibuat pusing


__ADS_3

Ceklek..


Citra membuka pintu ruang inap sang ibu sambil membawa kantong plastik berisi dua botol minuman dingin dan juga nasi bungkus, siapa tahu laki-laki tampan itu sudah lapar.


"Loh, Adam mana?" Citra tidak mendapati keberadaan Adam di kamar rawat sang ibu.


Padahal tadi dia sudah mengatakan akan pergi ke kantin sebentar dan menyuruh laki-laki itu untuk menjaga ibunya dan jangan pergi sebelum dia kembali. Ini malah sudah tidak ada di sini.


"Mungkin Adam sedang keluar kali." Gumamnya sambil meletakkan bawaannya di atas meja.


Citra akan menunggu Adam dan mengajaknya makan bersama. Gadis itu lalu mendekat ke arah sang ibu dan duduk di kursi di dekat ranjang. Tangannya pun mengelus tangan sang ibu yang masih tertidur pulas. Dia juga memijit lembut kaki ibunya. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu perlahan-lahan membuka kedua matanya, menoleh ke arah sang anak, ia tersenyum anaknya sudah kembali.


Citra juga turut tersenyum melihat ibunya sudah bangun dari tidurnya.


"Ibu mau makan?" Tanya Citra.


Ibu Citra menggeleng pelan. "Tidak sayang.." Jawabnya lirih.


"Aku sudah mengabari Ayah tapi Ayah baru bisa pulang besok." Ucap Citra.


"Tidak apa-apa. O ya, teman kamu tadi yang di sini sudah pulang. Dia berpamitan pada Ibu, menyuruh ibu untuk memberitahu kamu." Ucap Ibu Citra pelan.


"Pantas saja tadi aku cari-cari tidak ada." Jawab Citra.


Dalam benak Citra kenapa Adam harus pulang segala sih. Pulangnya juga tidak mengabarinya, kalau dia tahu Adam akan segera balik, lebih baik ia tidak pergi ke kantin tadi. Baru juga satu jam Adam menemaninya sekarang di tinggal pulang.


"Dia siapa kamu Nak?" Tanya Ibu Citra.


Ibu Citra cukup penasaran dengan adanya Adam yang sudah menolong dan membawanya ke rumah sakit ini. Terlebih lagi Adam juga bersedia menemaninya walau hanya sebentar saat di tinggal anaknya pergi mencari minuman tadi.


Citra tersenyum. "Dia itu laki-laki yang aku sukai Bu." Jawab Citra tersenyum lebar.


"Sepertinya dia laki-laki yang baik Nak." Ibu Citra memuji Adam.


Citra mengangguk.


"Bukan hanya baik, tapi juga bertanggung jawab. Apa Ibu menyukainya?" Tanya Citra.


Ibu mengangguk pelan. "Iya, Ibu suka." Jawabnya sambil tersenyum.


***


"Nah, ini baru pas rasanya!" Seru Zahira setelah Adam menyajikan nasi goreng yang kedua. Zahira pun menyantap nasi goreng itu tanpa menawari teman-temannya.

__ADS_1


Adam menghembuskan nafas lega. Untung rasanya sudah pas di lidah sang istri.


"Enak Mbak?" Tanya Akmal kepada Zahira.


Zahira mengacungkan jari jempolnya. "Enak banget Dek." Jawab Zahira dengan mulut terisi penuh makanan.


"A' Mas, aku mau suapi kamu sebagai tanda ucapan terimakasih aku." Ucap Zahira sambil mengulurkan sendok ke mulut Adam.


Adam menerima suapan itu tanpa protes.


"Asin Yank." Ucap Adam, lalu ia muntahkan di tisu setelah itu meneguk jus jeruk untuk menghilangkan rasa asin di lidah.


"Haha.. emang sebelumnya tidak kamu cicipi dulu Bro?" Tanya Andi kepada Adam.


"Tidak, yang penting nasi gorengnya sudah jadi saja." Jawab Adam sambil memandang Zahira.


Zahira saja tidak merasa keasinan, buktinya wanita hamil ini begitu lahap menikmati nasi goreng itu.


"A' lagi Mas." Zahira menyuruh Adam untuk membuka mulutnya kembali.


"Tidak Yank.. Mas tidak mau, asin banget rasanya." Tolak Adam dengan keras.


Zahira menatap Adam tajam, dia tidak suka di bantah. Adam harus makan nasi goreng ini juga.


"Mas Adam nggak boleh nolak.. Ini itu kemauan anak kamu, kita sama-sama habiskan nasi goreng ini ya." Tutur Zahira lembut disertai senyuman manis.


"Mas sudah kenyang kok Yank, kamu habiskan sendiri ya." Sangkal Adam tetap tidak mau makan.


"O ya udah, kalau nggak mau. Berarti kamu udah nggak cinta lagi sama aku." Ucap Zahira pura-pura sedih.


"Menuruti kemauan ibu hamil itu wajib lho Kak." Sahut Mila.


"Iya..." Jawab Akmal, Dini dan Eko kompak.


Mau tidak mau Adam kemudian membuka mulutnya, tentu saja Zahira langsung antusias menyuapi suaminya lagi. Susah payah Adam mengunyah dan ia telan begitu saja demi menuruti ibu hamil di sampingnya ini. Sementara Andi dan Risma terkikik geli.


Hingga seporsi nasi goreng itu sudah habis tak tersisa.


"Alhamdulillah kenyang. Enak banget kan Mas?" Tanya Zahira senang.


"Iya." Jawab Adam dingin.


"Ra, aku pamit pulang ya, suamiku udah kirim pesan nih." Kata Risma mengakhiri acara kumpul-kumpulnya.

__ADS_1


Zahira mengangguk meski sebenarnya tidak rela. "Iya, terimakasih ya Ris sudah datang ke sini." Jawab Zahira.


Risma pun berdiri sambil menggendong anaknya. Dini dan Eko juga berpamitan pulang. Kini hanya tinggal Andi, Mila dan Akmal yang membantu Adam dan Zahira membersihkan sisa-sisa makanan mereka.


***


Selesai makan malam seperti biasa Zahira membantu ibu mertua membawa piring-piring kotor ke dapur lalu ia cuci.


"Tadi pagi Ibu sama Ayah pergi ke mana?" Tanya Zahira mendadak kepo.


"Kami pergi jalan-jalan." Jawab Ibu sambil meletakkan piring di rak.


"Sudah kan, ayo kita ke ruang tengah." Ajak Ibu.


Zahira duduk di samping Adam sambil bersandar manja di pundak sang suami. Adam dan Ayah menonton berita yang sedang trending saat ini. Hingga waktu menunjukkan pukul setengah sepuluh Adam mengajak Zahira masuk kamar.


"Mas lupa belum buatkan kamu susu." Adam keluar lagi untuk membuatkan susu ibu hamil.


Lima menit Adam sudah kembali ke kamar dan memberikan kepada Zahira. Zahira hanya meneguknya separuh.


"Kenapa tidak dihabiskan semua?" Tanya Adam yang masih berdiri.


"Separuhnya lagi buat Mas Adam." Jawab Zahira mengulurkan kepada laki-laki itu.


"Yang hamil kan kamu, kenapa Mas harus minum juga." Balas Adam dengan raut dingin.


Lalu meletakkan gelas susu itu di atas meja. Adam dibuat pusing dengan tingkah Zahira seharian ini. Yang minta inilah minta itulah, untungnya Cinta kalau nggak sudah ia marahi ibu hamil itu.


Zahira bisa merasakan jika suaminya ini menahan kesal. Buktinya Adam langsung tidur begitu saja tanpa memeluk dirinya. Posisi tidur Adam terlentang dengan menyilangkan kedua tangan di dada.


Zahira pun menggeser tubuhnya agar menempel di tubuh Adam.


"Tidur.. sudah malam!" Dengan mata terpejam Adam bersuara.


Zahira pun berdecak dan menggeser lagi tubuhnya menjauh dari tubuh Adam. Karena tidak bisa tidur Zahira pun duduk dan bersandar di kepala ranjang. Menoleh ke arah Adam yang sudah tertidur pulas.


"Nyenyak banget tidurnya Mas Adam, aku aja nggak bisa tidur." Keluh Zahira.


Karena bosan ditambah mata tidak bisa terpejam Zahira membuka ponsel Adam, melihat isi chat di dalam sana.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2