
Setelah memarkirkan sepeda motor di halaman parkir. Adam dan Zahira memasuki tempat tersebut. Mereka segera mencari tempat duduk.
Seorang pramusaji perempuan datang menghampiri mereka.
"Permisi Mbak, Mas mau pesan apa?" Tanya si pramusaji dengan ramah sambil memberikan buku menu.
"Kamu mau makan apa?" Tanya Adam sambil membolak-balik daftar buku menu.
"Emm.. Nasi putih sama Ayam bakar aja deh Kak." Jawab Zahira setelah menemukan makanan yang ia inginkan.
"Minumnya?" Tanya Adam lagi.
"Es jeruk." Jawab Zahira.
"Ya sudah. Kami pesan nasi putih, ayam bakar dan es jeruk masing-masing dua." Ucap Adam.
Perempuan itu mengangguk. "Baik silahkan di tunggu Mbak, Mas." Ucapnya lalu pergi.
Adam memandang lekat wajah Zahira yang hanya memakai riasan tipis tapi begitu manis menurutnya.
"Pernikahan kita tinggal beberapa hari lagi. Apa kamu sudah mengajukan libur pada atasanmu?" Tanya Adam.
__ADS_1
"Emm.. b-belum Kak. Rencanaku pas pulang kerja ini, aku baru mau menyampaikan pada Bosku." Jawab Zahira kikuk.
"Kenapa belum? Zahira.. aku tidak mau berbasa-basi. Aku ingin kamu tidak usah bekerja lagi mulai saat ini. Apa bisa, apa kamu bersedia?" Tanya Adam dengan nada serius menatap kedua netra Zahira.
"T-tapi kenapa Kak? A-aku masih ingin bekerja." Jawab Zahira pelan sambil menundukkan kepalanya. Takut melihat wajah datar Adam yang di tampakkan lagi.
Adam menghela nafas. "Cukup aku saja yang bekerja. Kamu di rumah menemani Ibu, menjaga dan membantu merawat Ibu. Tugas seorang istri itu mengurus rumah tangga." Ungkap Adam dengan nada yang mulai biasa.
Tanpa membantah Zahira menganggukkan kepala. "Iya aku mau Kak, aku akan menuruti permintaan Kak Adam." Putusnya meski sebenarnya berat.
Adam bernafas lega. "Terima kasih, aku cuma tidak ingin kamu sampai kelelahan." Jelas Adam. Ternyata gadis yang ada dihadapannya ini orang yang sangat penurut.
Zahira tersenyum, ia cukup terharu. Benar yang dikatakan Eko, Adam tipe laki-laki yang memiliki pemikiran dewasa.
"Terima kasih." Ucap Adam dan Zahira berbarengan.
Kini mereka menikmati hidangan yang di pesan tadi.
"Makanan apa yang paling kamu sukai?" Tanya Adam.
"Aku paling suka sama bakso Kak, kalau Kakak sendiri suka makanan apa?" Zahira balik bertanya.
__ADS_1
"Aku tidak punya makanan favorit, semua jenis makanan aku suka. Tapi jika sayur yang bersantan aku tidak terlalu suka." Jawab Adam.
"Kenapa? Pantas saja waktu itu aku masak sayur sop Kakak lahap bener." Kekeh Zahira.
Adam tersenyum tipis sambil mengelap mulutnya dengan tisu. "Terlalu enek saja menurutku. Sudah kan makannya. Apa mau bungkus juga untuk kamu bawa pulang?" Tanya Adam.
"Boleh deh, bungkus ayam bakar lagi aja Kak.. tiga porsi." Ucap Zahira dengan cepat karena di traktir Adam.
***
Zahira hendak bersiap-siap untuk pulang. Tetapi sebelum itu ia menemui sang Bos terlebih dahulu di ruang kerjanya. Untuk menyampaikan pengunduran dirinya. Zahira tidak ingin membuat Adam kecewa. Sebagai seorang istri nantinya, ia akan berbakti pada perintah sang suami, itulah nasehat yang ia dapat dari sang Ibu tercinta.
Sang Bos sudah menerima pengunduran diri Zahira. Dia cukup mengerti dengan posisi Zahira yang sebentar lagi akan menikah dan menjadi seorang istri. Dia juga memberikan gaji terakhir Zahira. Zahira sangat senang, ia sudah tidak sabar untuk memberitahu Adam.
Setelah keluar dari ruangan mantan bosnya. Zahira kini berpamitan pada rekan-rekan kerjanya bahwa dia sudah mengundurkan diri dan akan menjadi seorang istri nanti. Zahira juga mengundang mereka semua agar hadir di acara Akad nikahnya nanti.
"Alhamdulillah.. tinggal beritahu Kak Adam kalau aku udah rasign sekarang." Gumam Zahira. Akhirnya pengunduran dirinya tidak terlalu ribet.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...