Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Rekan baru


__ADS_3

Tengah malam Adam terbangun dari tidurnya, ia menoleh ke arah sang istri yang tidurnya sangat lelap. Adam menyangga kepalanya dengan satu tangan, ia tersenyum tipis melihat cara Zahira yang tidur dengan mulut sedikit terbuka. Dengan hati-hati ia mengambil dua buah guling yang dijadikan sang istri sebagai pembatas tidur.


Ternyata saat malam hari Zahira tidak mau dia dekati tetapi anehnya saat di pagi hari Zahira justru menempeli dirinya seperti lem perangko. Pelan-pelan Adam mulai mendekatkan tubuhnya pada tubuh sang istri agar tidak sampai mengusik tidur Zahira.


Cup


Adam mengecup kening sang istri sekilas lalu memeluk tubuh Zahira untuk masuk ke dalam dekapannya.


"Hmm.." Gumam Zahira lirih dalam tidurnya saat Adam menarik pelan dirinya.


Adam langsung mengelus lembut punggung Zahira agar tidak terbangun. Jika sampai sang istri membuka kedua matanya sudah dapat dipastikan Zahira akan memarahi dirinya nanti.


***


Pagi hari.


Zahira teringat jika ia pernah membelikan oleh-oleh untuk keluarganya dan sama sekali belum ia berikan kepada kedua orang tua dan adiknya itu. Jadi sebelum ke rumah orang tuanya Zahira mengambil oleh-oleh itu di dalam lemari lalu memasukkan ke dalam paper bag.


Zahira keluar kamar menjumpai sang suami yang sedang memanaskan sepeda motor di depan. Ia juga berpamitan pada ibu mertuanya.


"Bu, aku akan nginap di rumah Emak. Nggak papa kan Bu kalo aku tidur di sana?" Tanya Zahira kepada ibu mertuanya yang sedang menyiram tanaman di teras.


Ibu tersenyum lalu meletakkan semprotan airnya.


"Ya nggak masalah Nak. Mereka juga kan orang tua kamu." Jawab Ibu.


"Kamu bawa apa?" Tanya Ibu melihat paper bag yang di pegang Zahira.


Zahira pun mengangkat paper bag itu.


"Pakaian, ini oleh-oleh waktu aku pergi ke pantai kemarin itu. Aku belum sempat ngasih ini untuk mereka, Bu. Jadi baru sekarang deh aku membawanya." Jawab Zahira sambil tersenyum.


"Oh.." Ibu mengangguk paham.


"Yank, sudah kan!!" Teriak Adam memanggil Zahira.


Zahira dan Ibu sama-sama menoleh.


"Ya sudah sana, suami kamu sudah manggil." Ucap Ibu lembut. Zahira mencium tangan sang ibu mertua.


"Aku pergi dulu ya Bu, Ibu baik-baik di rumah. Assalamu'alaikum." Pamit Zahira.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Ibu melihat Zahira yang berjalan mendekat ke arah Adam.


Adam sudah duduk di atas sepeda motornya. Zahira langsung naik di jok belakang lalu memeluk pinggang sang suami, setelah itu Adam melajukan motornya ke rumah mertuanya.


Begitu sampai di rumah orang tuanya, Zahira tidak henti-hentinya menampilkan sebuah senyuman. Ia sangat senang akhirnya bisa memberikan hadiah terindah untuk kedua orang tuanya yaitu seorang cucu meskipun sekarang masih berada di kandungan.


Mereka berdua pun masuk ke dalam.


"Assalamu'alaikum, Emak!!" Zahira berteriak memanggil sang Ibu.

__ADS_1


"Yank.." Tegur Adam sambil menggelengkan kepalanya.


"Hehe.. aku udah nggak sabar Mas, mau ngasih tahu Emak kalo Emak bakal jadi nenek." Jelas Zahira sambil mengelus perut ratanya.


Ibu Zahira yang berada di belakang langsung keluar begitu mendengar teriakan dari anak sulungnya.


"Nduk.." Panggil sang Ibu sambil tersenyum.


Adam dan Zahira sama-sama menoleh.


"Emak.. Hira kangen." Zahira memeluk tubuh ibunya dengan sangat manja.


Ibu juga membalas pelukan Zahira dengan penuh kasih sayang.


"Sama, Emak juga kangen sama kamu. Seminggu kamu tidak main ke sini." Jawab Ibu setelah melepas pelukannya.


"Maaf ya Mak, kita duduk dulu yuk." Ajak Zahira.


Mereka bertiga duduk di kursi ruang tamu.


"Kamu bawa apa itu Nduk?" Ibu menunjuk paper bag yang di letakkan Zahira di atas meja.


"Itu oleh-oleh buat Emak, Bapak sama Akmal. Maaf ya, baru hari ini Hira bisa ngasihnya." Jawab Zahira.


"Oleh-oleh apa?" Ibu masih belum paham.


"Pas Hira jalan-jalan ke pantai itu loh Mak." Jelas Zahira.


"Dan ada satu lagi yang aku mau kasih tahu sama Emak." Ucap Zahira dengan menampilkan senyum lebarnya sambil memeluk lengan Adam.


"Apa Nduk?" Tanya Ibu yang begitu penasaran karena Adam dan Zahira sama-sama tersenyum ke arahnya.


"Zahira saat ini hamil Mak.. dan usia kandungan Zahira sudah dua Minggu." Jawab Zahira begitu antusias.


"Alhamdulillah.. jadi saat ini kamu sudah hamil Nduk?" Tanya Ibu lagi dengan suka cita.


Zahira mengangguk membenarkan. "Iya Mak." Jawabnya.


"Nduk.. Emak sangat bersyukur, bentar lagi Emak akan punya cucu. Dijaga baik-baik ya kandungan kamu." Ucap Ibu yang sangat bahagia.


"Pasti Mak." Jawab Zahira.


"Yank, Mas harus berangkat kerja." Sahut Adam setelah melihat jam melingkar di tangan kirinya yang sudah pukul setengah delapan.


Adam bangkit dari duduknya diikuti oleh Zahira dan Ibu juga.


"Mak, Adam pamit. Titip istri Adam ya." Ucapnya sambil mencium tangan sang ibu mertua.


"Iya Nak, tanpa kamu suruh pun Emak akan tetap jaga putri Emak ini." Jawab Ibu. Membuat Adam tersenyum tidak enak, sepertinya ia salah dalam berucap.


"Ayo Mas, aku antar ke depan." Zahira menggandeng lengan Adam.

__ADS_1


"Oh iya Mas, aku sampai lupa. Nanti malam aku mau nginap di rumah Emak selama dua hari." Izin Zahira terlebih dahulu kepada Adam.


"Iya, terserah kamu saja. Apa kamu sudah bawa vitamin sama susu ibu hamilnya?" Tanya Adam, ia mengizinkan asalkan sang istri selalu bahagia.


Zahira mengangguk.


"Sudah Mas. Tadi aku masukkan ke dalam paper bag." Jawab Zahira.


"Ya sudah, Mas berangkat ya. Ingat, kamu tidak boleh melakukan kegiatan apapun di rumah Emak selama Mas pergi kerja." Ujar Adam memperingati Zahira.


"Jangan khawatir Masku sayang.. aku akan selalu istirahat, Mas tenang aja." Balas Zahira meyakinkan lalu mencium tangan Adam.


Adam mengangguk kemudian mengecup kening Zahira.


"Assalamu'alaikum." Ucapnya meninggalkan Zahira.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Zahira sambil melambaikan tangan.


***


"Dam.." Panggil Andi yang sudah berdiri di samping Adam.


"Hemm." Jawab Adam yang begitu fokus mengetik kata-kata di layar komputer.


"Kamu sudah dengar belum kalau di bagian kita ini bakal ada anak baru?" Tanya Andi.


"Belum." Jawab Adam singkat.


"Katanya sih dia perempuan." Ujar Andi memberitahu.


"Kamu tahu dari mana?" Tanya Adam yang matanya tidak beralih dari layar komputernya.


"Saat aku mengantar berkas pada atasan kita tadi, aku nggak sengaja mendengar pembicaraan beliau." Jawab Andi.


Tiba-tiba sang atasan masuk ke ruangan mereka dengan seorang wanita cantik yang berpakaian sangat sopan meski tidak memakai kerudung.


"Mohon perhatiannya!" Suara sang atasan yang begitu lantang.


Seketika semua orang yang berada di ruangan itu langsung menoleh pada sumber suara termasuk Adam dan Andi juga.


Mata Adam dan Andi terbelalak melihat seorang wanita yang berdiri di samping atasan mereka itu. Sedang rekan mereka yang lain menatap penuh kagum pada wanita itu.


"Dam.. apa aku tidak salah lihat?" Tanya Andi dengan suara pelan.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2