Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Menjahili suami


__ADS_3

Zahira pun mendongak melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Matanya memicing terhadap laki-laki itu.


"Kenapa Mas di sini juga?" Tanya Zahira kepada Adam.


"Nyusul kamu." Jawab Adam singkat sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.


Zahira mencebikkan bibirnya. "Emang aku anak kecil apa, pake disusul segala." Gerutu Zahira. Zahira tidak suka lantaran di sekelilingnya banyak gadis-gadis yang juga antri membeli siomay. Karena ia tahu suami tampannya ini mampu membuat mereka terpikat oleh wajah rupawan Adam.


Sementara para gadis-gadis yang tadi tebar pesona sama Adam menjadi heran dengan Zahira yang begitu akrab dengan lelaki tampan ini.


"Mbak kenal ya, sama Mas ganteng ini?" Tanya seorang gadis yang tadi bertanya kepada Adam.


"Iya kenal." Jawab Zahira sambil mengangguk.


Seketika wajah gadis itu menjadi sumringah, dia ingin berdekatan sama Adam melalui Zahira.


"Emm.. siapanya Mbak ya Mas ini. Apa Kakaknya Mbak?" Tanya gadis itu lagi yang sangat penasaran.


Zahira pun merasa curiga terhadap gadis yang berdiri di samping Adam. Pasti gadis ini ingin mengenal lebih dekat sama Adam. Tapi seketika Zahira mempunyai ide yang briliant untuk mengerjai Adam. Zahira ingin membalas Adam karena sudah membuatnya sakit hati gara-gara Adam pernah membentaknya tempo hari yang lalu. Biarlah biar tahu rasa suaminya itu. Sesekali tidak apa-apa kan, pikir Zahira tertawa geli.

__ADS_1


Zahira pun tersenyum. "Ah, iya Mbak.. dia ini memang Kakak saya." Jawab Zahira sambil melirik Adam. Tersenyum usil membuat Adam menatap datar wajah Zahira. Sementara gadis itu langsung heboh sendiri.


"Benarkah, wah.. boleh nggak kalau saya kenalan sama Kakaknya." Pintanya kepada Zahira.


Zahira mengangguk. "Boleh banget dong Mbak.. kebetulan Kakak saya ini masih jomblo lho." Jawab Zahira mengulum senyumnya.


Adam mengeraskan rahangnya dan menatap dingin wajah sang istri. Zahira merasa puas sudah berhasil membuat sang suami marah. Tanpa perduli dengan gadis lainnya yang berebut minta kenalan sama Adam. Adam langsung menarik tangan Zahira untuk menjauh dari tempat itu.


"Haha..." Zahira sudah tidak bisa menahan tawanya begitu melihat wajah kesal Adam.


"Senang sekali kamu! Dan apa maksud kamu tadi, bilang kalau suamimu ini Kakak kamu?" Tanya Adam tajam.


"Nggak ada maksud apa-apa kok Mas." Jawab Zahira dengan kebohongan setelah tawanya terhenti.


"Naik!" Perintah Adam dingin kepada Zahira.


Zahira pun naik ke atas jok motor lalu memeluk tubuh sang suami. Tapi kedua tangan Zahira langsung dilepas begitu saja oleh Adam. Zahira tidak mau, ia tetap memeluk tubuh sang suami yang lagi marah ini.


"Dek, kita berhasil mengerjai Papa, hehe..." Kikik Zahira dalam hati.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan sama sekali dari kedua insan itu. Begitu sampai rumah, Adam hendak meninggalkan Zahira untuk masuk ke dalam. Namun langsung di hadang oleh perempuan itu.


"Eh mau ke mana, ini buah-buahannya tolong dibawa masuk juga dong." Ucap Zahira.


"Mas capek." Jawab Adam singkat tanpa melihat sang istri.


Zahira tersenyum.


"Uluh.. uluh.. suami tampanku marah ya." Rayu Zahira sambil menggelitik dagu Adam. Lalu memeluk tubuh kekar itu kemudian mencium singkat pipinya supaya marahnya hilang.


"Muach.." Adam lantas tersenyum dan ia mengacak-acak kerudung Zahira.


"Jahil sekali ya kamu.." Gemas Adam.


"Hehe.. sengaja." Zahira menggandeng lengan Adam memasuki rumah.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2