Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Apa yang membuat dirimu menjadi dirimu yang sekarang


__ADS_3

Sayangnya, ditunggu berapa hari pun Master Yi tidak kunjung datang. Ling Zizhou menatap langit-langit malam.


"Hah...aku bisa gila..."


"Ah Zhou, masuk nak, sudah malam," kata ayahnya kemudian melanjutkan "Apa kau belum mau pulang?"


"Aduh! Sebentar lagi ayah! Kau tahu kan ini sangat penting bagiku! Tinggalkan aku sendiri!" kata Ling Zizhou segera berlari meninggalkan ayahnya.


Satu minggu berlalu. Ling Zizhou tidak bisa menunda-nunda kepulangannya lebih lama lagi. Dia harus bekerja di ladang agar keluarganya dapat bertahan hidup karena kini hanya ia tulang punggung keluarga.


Ayahnya sebenarnya bekerja berbagai macam pekerjaan kecil-kecilan namun penghasilannya tidak dapat memenuhi kebutuhan seluruh keluarga. Apalagi untuk tabungan sekolah putrinya.


Ling Zizhou mungkin bisa mendapatkan beasiswa kalau rajin berlatih, jadi ayahnya tidak terlalu memusingkan masa depannya.


Dengan berat hati, Ling Zizhou membawa ayahnya kembali ke desa. Bu Kepala Panti mengantarkan kepergian Ling Zizhou dan ayahnya bersama seluruh penghuni panti asuhan.


Ling Zizhou tidak berbicara sepatah kata pun kepada ayahnya di sepanjang perjalanan mereka kembali ke desa. Pikirannya penuh dengan bagaimana cara keluar dari ilusi ini.


Tak terasa, satu bulan perjalanan berlalu dan mereka tiba di rumah. Ling Zizhou akhirnya menyadari satu hal. Bahwa waktu terasa sangat cepat di dalam ilusi ini.


Contohnya saja sekarang, baru sebentar Ling Zizhou mengalihkan pandangannya dari kejadian di sekelilingnya, tahu-tahu sudah waktunya bekerja.


Mengalihkan pandangan lagi, tahu-tahu dia sudah pulang kerja dan sedang makan malam bersama keluarganya.


Ling Zizhou hanya bisa bergidik. Dia akhirnya memilih untuk menaruh perhatiannya untuk mencari cara keluar dari ilusi.


Lebih baik menyibukkan diri memikirkan hal yang produktif daripada takut kepada hal yang misterius yang tidak dapat dipecahkan saat ini.


Meski begitu, Ling Zizhou tetap ulet bekerja agar keluarganya tidak kelaparan dan bisa hidup dengan tenteram.


Mereka sangat nyata, hidup dan bernapas. Mana mungkin Ling Zizhou tega meninggalkan mereka begitu saja.


Tetap saja, semakin lama keluarga Ling Zizhou akhirnya menyadari bahwa pemuda itu membatasi diri dengan mereka. Interaksinya pun terhitung jari dalam satu hari. Hanya mengobrol seperlunya.


Belum lagi setelah Ling Zizhou direkrut menjadi kandidat elit junor yang memiliki hak istimewa belajar langsung dibawah arahan seorang mentor dari klan Zhuque. Ling Zizhou jadi jarang pulang.


Murid istimewa seperti Ling Zizhou mendapat 'beasiswa' yang sangat banyak. Sehingga sisa beasiswanya dapat dikirimkan kepada keluarganya.


Ling Zizhou sengaja mengirimkan biaya hidup untuk keluarganya tersebut melalui pos agar dia tidak bertemu dengan keluarganya.


Hatinya selalu goyah ketika melihat wajah orang-orang yang disayanginya itu. Rasanya Ling Zizhou ingin menetap di dunia ini meski ia tahu kalau dunia ini hanya ilusi.


Ling Zizhou bekerja sangat keras dibawah mentornya yang baru itu. Ketika pertama masuk, Ling Zizhou dicap sebagai salah satu jenius pada generasinya.


Namun gelar tersebut tak bertahan lama, karena Ling Zizhou akhirnya menemukan kebuntuan dan tidak dapat berkembang lagi.


Perkembangan kultivasinya tergolong cepat saat ditahap pemula namun ketika masuk ke jenjang yang lebih tinggi, Ling Zizhou mulai ketinggalan dengan teman-teman sebayanya.


Hal tersebut disebabkan karena adanya perbedaan mendasar dalam metode kultivasi dari seorang pengguna asura.


Ling Zizhou yang sudah terbiasa 'mengkonversikan' chi yang diserapnya terlebih dahulu menjadi energi ledak yang sering digunakan oleh pengguna asura, bersikeras untuk tetap menggunakan metode tersebut.


Sayangnya, sebelum diangkat menjadi anak didik, seorang pengguna asura harus ditandai dengan diberikan benih asura ke dalam dantiannya.


Dalam kasusnya, seharusnya Ling Zizhou mendapatkannya langsung dari Master Yi. Sejak masuk ke dalam ilusi, Ling Zizhou tidak merasakan keberadaan kultivasinya, chi dalam dantiannya apalagi benih tersebut.


Saat masih di tingkat pengkondensasian chi, Ling Zizhou masih berani menyerap chi langsung dari lingkungan sekitarnya namun seperlunya saja. Seperti ketika chi tersebut digunakan saat sedang memanen Bunga Api 100 Tahun.


Karena chi yang diserapnya tidak pernah disimpan di dalam dantiannya terlalu lama, maka Ling Zizhou tidak pernah takut akan terjadi hal buruk pada dirinya.


9 tahun menjadi pengguna asura menjadikannya sangat waspada pada keadaan tersebut. Sehingga, saat benih miliknya tidak dapat diketahui keberadaannya, Ling Zizhou tetap mempraktekan apa yang sudah dilakukannya selama 9 tahun itu.


"Dasar bodoh! Sudah kubilang untuk rajin-rajin bermeditasi dan mengumpulkan chi dalam jumlah yang banyak, kau masih saja tidak mau menurut. Meski kamu jenius kalau begini caranya, bakatmu jadi sia-sia!" kata si mentor.


Tubuhnya tinggi dan ramping namun tidak menunjukkan kesan feminim. Tubuhnya sangat ideal untuk bergerak dengan lincah.


Seperti seekor Cheetah yang memiliki tubuh aerodinamis hingga dapat bergerak sangat cepat dan menghiraukan angin yang menerpa.


Namun hal yang paling mencolok dari mentornya adalah rambutnya yang berwarna merah membara. Meski rambutnya diikat, karena sangat panjang, rambutnya yang tersibak angin terlihat seperti api yang menjilat-jilat.

__ADS_1


Pada sisi kanan dan kiri kepalanya, yang seharusnya terlihat telinga, hanya tertutup bulu-bulu burung berwarna merah menyala. Bulu-bulu tersebut terlihat dari tulang selangka terus menutupi tempat dimana telinga seharusnya terlihat.


Hal tersebut menyebabkan si mentor terlihat seperti mengenakan pakaian berkerah tinggi. Tak hanya itu saja, Alisnya juga berupa bulu-bulu halus berwarna merah menyala. Sedikit mencerahkan matanya yang berwarna merah gelap.


Ling Zizhou mendengarkan ceramahan mentornya karena dia dikira malas bermeditasi. Buktinya saja, hingga saat ini, Ling Zizhou masih ada di tingkat awal pengkondensasian chi.


Beberapa murid yang ada di sana berbisik-bisik membicarakan Ling Zizhou. Betapa menyedihkannya, salah satu jenius pada generasi mereka sudah jatuh semakin dalam karena kesombongannya sendiri.


Teman-temannya bergosip kalau Ling Zizhou merasa dirinya hebat dan tidak mau berlatih untuk meningkatkan kultivasinya.


Masalah lain pun datang. Seseorang yang mengaku sebagai rivalnya, menantang Ling Zizhou untuk bertanding.


Ling Zizhou yang sudah terbiasa dengan jurus-jurus pengguna asura yang telah diajarkan Master Yi, menggunakan jurus tersebut. Namun tentu saja jurus tersebut tidak keluar sesuai yang Ling Zizhou pikirkan karena tidak memenuhi syarat.


Dia tidak memiliki 'benih' sebagai sumber energinya, sehingga gerakan-gerakan yang keluar adalah gerakan-gerakan canggung di mata teman-temannya yang menonton langsung pertandingannya dengan rivalnya.


"Pfft, aku sempat kaget karna dia menggunakan gerakan yang baru pertama kulihat. Aku kira dia benar-benar jenius sehingga menciptakan jurus baru. Ternyata dia hanya membuat dirinya sendiri malu,"


Kata salah seorang yang menonton. Hari itu, Ling Zizhou si bodoh pun menjadi panggilannya. Namun Ling Zizhou tidak peduli dengan hal tersebut.


"Mentor, kalau aku sudah tidak berguna lagi, sebaiknya dikeluarkan saja. Masih ada anak-anak yang lain bukan?" kata Ling Zizhou datar.


"$^$^&%^%&! Kau kira ini hal yang sesederhana itu? Aku sudah menjilat seorang Zhuque dan menjamin bahwa dirimu adalah kandidat paling cemerlang tahun ini! Beliau sudah memberimu sponsor yang tak terkira!" kata mentornya.


"Aku tidak memintanya! Lagipula itu kan salah anda sendiri mengapa anda melakukan hal tak perlu seperti itu tanpa sepengetahuanku?!" kata Ling Zizhou tak percaya bahwa dirinya dijual oleh mentornya sendiri.


"Apa yang harus kulakukan agar bisa keluar? Aku pusing sekali dengan masalah disini," kata Ling Zizhou setelah lama diam.


"Ya, itu kan salahmu sendiri?! Kenapa kau tidak mendengarkanku dan segera meningkatkan kultivasimu? Sekarang kau dicap bodoh oleh teman-temanmu," kata si mentor kemudian berkata,


"Begini saja, bagaimana kalau kau mencobanya sekali lagi. 3 bulan, coba setidaknya 3 bulan untuk bermeditasi dan lihat sejauh apa perkembanganmu, ya?"


"Astaga mentor! Aku benar-benar tidak bisa!"


"Astaga anak ini! Aduh, leherku! Aku tidak percaya kau tidak bisa! Pengendalian chi mu jauh diatas rata-rata, apa yang menjadi masalahmu?" kata si mentor sambil memegang lehernya.


Setelah cekcok selama 2 jam, akhirnya Ling Zizhou mengetahui alasan mentornya menyarankan untuk tidak berhenti sekolah ditengah jalan.


Jika Ling Zizhzou keluar, dia harus mengembalikan 'beasiswa' yang telah diterimanya selama ini tanpa kurang sedikitpun.


Karena dalam kasus Ling Zizhou, ternyata Ling Zizhou gagal memenuhi semua syarat yang telah diberikan bersamaan dengan diberikannya beasiswa.


Ling Zizhou jadi memiliki hutang yang sangat banyak. Belum lagi dia harus menghidupi keluarganya. Kini dia dihadapkan kembali kepada dua pilihan sulit dalam hidupnya.


Apakah dia akan membuang prinsip yang digunakannya selama ini sebagai pengguna asura ataukah dia tetap berpegang teguh pada prinsipnya?


Ling Zizhou harus memilih dengan hati-hati karena hal tersebut menyangkut hidupnya. Masalahnya adalah, dia takut bahwa ilusi ini menyembunyikan keadaan asli tubuhnya, semua kultivasinya.


Kalau dia ceroboh dalam mengambil pilihan, bisa-bisa kultivasinya hancur dan nyawanya dalam bahaya.


Akhirnya Ling Zizhou memilih untuk mempercayai masternya sampai mati. Lebih baik Ling Zizhou berhutang banyak daripada kehilangan kultivasinya selamanya.


Saat ini saja, ketika dirinya didalam ilusi, Ling Zizhou merasa separuh dirinya telah hilang. Dia merasa kehilangan jati diri tanpa kultivasinya. Meski dirinya tahu bahwa perasaan tersebut hanya sesaat jadi dia tidak terlalu memikirkannya.


Namun bayangkan jika hal yang dirasakannya itu menjadi kenyataan. Bisa-bisa dia menjadi orang gila betulan!


Dapat dikatakan, perjalanannya menjadi pengguna asura lah yang membuat Ling Zizhou menjadi Ling Zizhou saat ini. Dia tidak akan bisa menahan dirinya sendiri apabila kehilangan semua yang telah ia perjuangkan.


"Aku akan keluar!" kata Ling Zizhou tegas.


Awalnya, Ling Zizhou kira akan mudah pergi kemana saja untuk mencari petunjuk mengenai dunia ini. Namun jangankan pergi kemana-mana, jadwalnya saja diatur-atur oleh orang lain!


Ling Zizhou tidak dapat melihat keuntungan lagi ketika dirinya berada di sekolah ini selain dapat mengancam nyawanya.


"Kau yakin? Hmmph. Aku sudah melakukan yang terbaik sebagai mentormu agar kau tidak terjebak ke dalam kontrak menjijikkan ini!" kata mentornya sambil menyerahkan selembar kertas.


Ling Zizhou membacanya sejenak, kemudian pupilnya bergetar. Wajahnya merah padam. Dia tidak menyangka bahwa di dunia ini, nasibnya akan seperti ini!


"KONTRAK HIDUP PEMBUDIDAYA BUNGA API 100 TAHUN"

__ADS_1


Pada kertas tersebut terdapat pilihan 10 tahun, 10 tahun hingga yang paling lama adalah 70 tahun. Sesuai dengan jumlah hutang yang dimiliki si penghutang.


...


Sementara kelompok Ling Zizhou masih terjebak di dalam ilusi yang sedikit demi sedikit menyiksa mereka, kelompok Zhi Yuefeng sedang berpacu dengan waktu dalam mengintervensi array yang sedang menjebak mereka.


Setelah serpihan-serpihan kaca berhasil memisahkan mereka dengan Mo Fan, serpihan-serpihan tersebut mulai berubah menjadi berbagai bentuk dan menyerang mereka.


Dari kelima Makhluk Agung, klan Xuanwu memiliki bakat paling tinggi dalam bidang array. Jadi tentu saja kekuatan tempur mereka tidak bisa dibandingkan dengan empat Makhluk Agung lainnya.


Mereka bertempur dengan cara mereka sendiri, dengan menggunakan array. Bukannya array itu harus digambar menggunakan kapur khusus di atas tanah? Bagi klan Xuanwu tidak demikian.


Sejak kecil klan Xuanwu belajar berbagai macam array dari yang paling dasar yang sering dipelajari oleh manusia hingga array klan yang hanya dipelajari turun-temurun dari kla mereka.


Array-array tersebut mereka latih dan kembangkan pada punggung mereka sendiri. Benar, jika semua makhluk dari dunia ini memiliki karakteristik khusus yang nampak oleh mata, Xuanwu adalah makhluk yang karakteristiknya tidak nampak oleh mata.


Karakteristik khas para Xuanwu ada pada punggung mereka yang persis seperti tempurung kura-kura dengan permukaan halus berwarna hitam.


Untungnya, ketika bertransformasi menjadi manusia, tempurung tersebut tidak sama persis seperti kura-kura.


Kalau tidak, mungkin saja semua klan Xuanwu terlihat seperti kakek-kakek dengan punggung yang bungkuk.


Dengan menggunakan energi spiritual, Zhi Yuefeng dan kedua pendekar bayangannya menggambar sebuah pola array pada punggung masing-masing.


Array yang mereka gambar pada punggung mereka berfungsi untuk menangkis serta membalas serangan serpihan-serpihan kaca tersebut.


Seberkas cahaya teredam pakaian, nampak di punggung Zhi Yuefeng dan kedua pendekar bayangannya


"Tuan muda, serahkan serpihan-serpihan kaca ini pada kami. Anda bisa segera mencari titik lemah array ini!" seru Saudara Chao.


Tanpa basa-basi, Zhi Yuefeng menghapus array sebelumnya kemudian menggambar pola array baru dengan sangat cepat.


Mata Zhi Yuefeng dengan cepat menyapu setiap sudut ruangan sambil terus menggambar pola array pada punggungnya sendiri.


Kalau saja tidak banyak serpihan-serpihan kaca yang menghalangi pandangan Zhi Yuefeng, mungkin saja saat ini dia sudah menemukan titik lemah array ruangan ini.


"Aneh, padahal tadi aku sudah menemukannya. Kenapa sekarang tiba-tiba menghilang?" kata Zhi Yuefeng kepada Saudara Chao.


Akhirnya Saudara Chao mengerti kenapa sejak tadi Zhi Yuefeng berjalan berganti-ganti arah. Ternyata lokasi titik lemah berubah.


"Tidak apa, tuan muda. Anda fokus saja pada titik lemah itu, kami tidak akan membiarkan satu pun serpihan ini mengenai anda," kata Saudara Chao meyakinkan Zhi Yuefeng.


Zhi Yuefeng mengamati ketiga pendekar bayangannya yang semakin dipenuhi luka pada sekujur tubuh mereka.


Darah terlihat mengalir dari beberapa luka sayatan. Zhi Yuefeng semakin gencar melakukan pencariannya.


Satu waktu dia menemukannya, ketika dikejar tiba-tiba titik lemah itu menghilang. Begitu seterusnya.


Tidak bisa. Zhi Yuefeng merasa metodenya saat ini tidak akan berhasil. Dia mengingat kembali pada saat Mo Fan mengaktifkan inti rumah.


Apa fungsinya array pada ruangan ini? Zhi Yuefeng mengingat bahwa waktu itu Saudara Chao berusaha mendekati Mo Fan, sehingga membuat Mo Fan ketakutan dan mengaktifkan inti rumah.


"Waktu itu, Mo Fan berniat menjauhkan kita darinya bukan?" kata Zhi yuefeng kepada Saudara Chao.


"Gimana tuan muda?" kata Saudara Chao yang sedikit sibuk dengan pola arraynya kemudian berkata,


"Oh, iya. Kalau tuan muda ttidak cepat-cepat menarikku, bisa-bisa lenganku buntung,"


"Ikuti aku menuju pintu keluar," kata Zhi Yuefeng.


Ketika array diaktifkan, sebenarnya pintu keluar-masuk akan terkunci. Jadi tetap saja, seseorang harus melakukan intervensi agar bisa terbebas dari sebuah array.


Namun setelah mengingat fungsi array pada ruangan ini, yaitu untuk menjauhkan mereka dengan Mo Fan, Zhi Yuefeng berniat menggertak array pada ruangan ini.


Benar saja, ketika Zhi Yuefeng berjalan kearah pintu keluar-masuk ruangan, serpihan-serpihan kaca memadat kembali membentuk cermin utuh dan memotong jalan mereka.


Pada saat itu, Zhi Yuefeng dapat merasakan titik lemah array. Zhi Yuefeng segera memberitahu Saudara Chao untuk berpencar dan masing-masing dari mereka meski lari ke berbagai arah harus kembali mencari cara untuk menuju pintu.


"Berpencar!" seru Saudara Chao.

__ADS_1


__ADS_2