Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Sepak terjang Master Mu


__ADS_3

"Lian'er, awas di depanmu ada pintu!" kata Meimei.


"Oh," kata Mu Lian terkejut.


"Kau ini, sudah satu bulan berlalu masih saja memikirkannya," kata Meimei.


"Hah, bagaimana aku bisa melupakannya? Sekarang Xiaoxiao tidak bisa ditemui sama sekali," kata Mu Lian sedih.


"Sudahlah, dia ingin sendirian bukan?" kata Meimei.


"Ya," kata Mu Lian. Mu Lian kemudian pamit untuk yang ketigakalinya dan menutup pintu kamar.


Meimei hanya menggelengkan kepala.


Mu Lian keluar penginapan sambil melamun. Kakinya melangkah tanpa tujuan, melewati kawasan perdagangan kemudian melewati jembatan.


Saat tersadar Mu Lian sudah berada di pekarangan. Chu Minishen sedang melatih beberapa gerakan jurus miliknya. Tangannya memainkan *qiang dengan anggun.


"Wuussh," suara *qiang membelah udara sekitar.


Gelombang demi gelombang udara dirasakan Mu Lian ketika *qiang diayunkan. Mata qiang kadang menebas kadang menusuk lawan tak kasat mata di depannya.


Mu Lian terpana melihat seni qiang Chu Minishen yang tampak seperti gelombang di lautan. Terlihat lembut tetapi mematikan.


"Pulang lebih awal?" tanya Chu Minishen sambil meletakkan qiang di sisi tubuhnya. Mata qiang terlihat sedikit lebih tinggi dibandingkan Chu Minishen.


"Aku meliburkan diri, master," jawab Mu Lian.


"Hoho! Ya kita tidak boleh keras pada diri sendiri. Istirahatlah jika kau merasa lelah," kata Chu Minishen.


Mu Lian yang menyadari matahari sudah tepat di atas kepala menanyakan apa yang ingin Chu Minishen makan.


Dia kemudian pergi ke toko yang menjual lauk pauk di seberang jembatan.Karena melamun kini dia harus bolak-balik hanya untuk membeli makanan.


Mu Lian membeli berbagai macam ikan bakar dan sayur mayur yang porsinya melebihi porsi sepuluh orang.Satu jam kemudian Mu Lian kembali ke rumah Master Mu dan memindahkan lauk pauk ke piring.


"Lian'er!"


"Huwa! Berhenti meronta kakek tua!"


"Haoucun, kau masih sakit berhenti meronta! Kami antarkan dulu ke kamar,"


"Tidak! Aku mau bertemu Lian'er!"


"Tunggu sebentar, aku panggilkan dulu,"


Tangan Mu Lian berhenti saat sedang membuka bungkusan sayur. Mu Lian mengenali suara kakek-kakek yang memanggilnya.


Mata Mu Lian terbelalak tak percaya. Namun belum sempat Mu Lian mencerna kejadian di hadapannya, Chu Minishen menarik Mu lian ke pekarangan.


"Lian'er!" kata Mu Haoucun sambil membebaskan diri dari dua orang yang berada di samping kiri dan kanan nya.


"Master Mu!" kata Mu Lian. Tangannya yang masih memegang bungkusan sayur refleks memeluk Mu Haoucun yang menghambur ke dalam pelukan Mu Lian menyebabkan bungkusan terjatuh dan pecah di tanah.


"Oh, aku sangat khawatir saat mendengar Lembah Ufuk Timur diserang aliran sesat. Kau baik-baik saja? Kau tidak terluka?" kata Mu Haoucun sambil memegang wajah Mu Lian dengan kedua tangannya.


"Aku baik-baik saja. Paman Dongshan dan Xiaoxiao diculik, master," kata Mu Lian melanjutkan "Tapi mereka berhasil diselamatkan. Kini mereka baik-baik saja,"


"Bagus. Bagus," kata Mu Haoucun masih memeriksa Mu Lian dan tidak peduli dengan Dongshan.


"..."


"Tolong ya, Lian'er. Sepanjang perjalanan dia sangat ingin bertemu denganmu hingga akhirnya jatuh sakit," kata Master Yi.


"Baik Master Yi. Lebih baik kita bawa Master Mu ke kamar," kata Mu Lian.


Mu Lian dan Master Yi bahu membahu membawa Master Mu ke kamar. Ketika Mu Lian hendak membawa air untuk digunakan Master Mu membersihkan diri, Master Mu tidak mau melepaskan Mu Lian dan merajuk.


Pemuda bertampang jahat lah yang akhirnya disuruh-suruh oleh Master Yi.


Dari membawakan air, membantu Master Mu membersihkan diri (setelah lama dibujuk akhirnya Master Mu melepaskan Mu Lian karena Master Mu harus mengganti pakaian) hingga mengganti pakaian.


Pemuda itu melakukan semua hal yang disuruh gurunya sambil menggerutu. Mu Lian membawakan makanan ke kamar Master Mu.


Master Mu pun merajuk ingin makan bersama dengan Mu Lian sehingga Mu Lian kembali ke bawah membawa porsi miliknya.


Mu Haoucun terbaring di tempat tidurnya selama seminggu. Meimei yang mendengar kedatangan Mu Haoucun segera datang menjenguk.


Mu Haoucun dan Meimei berbincang ditemani Mu Lian. Mu Haoucun tidak mengijinkan Mu Lian kemana-mana selain beraktifitas di dalam rumah.


Changyi, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi datang menjenguk diikuti Dongshan dan Yi Xue. Mereka datang bergantian agar Mu Haoucun tidak terlalu lelah menerima tamu.


Chu Minishen serta anggota Rajawali Agung memutuskan untuk kembali ke sekte mereka setelah Mu Haoucun pulih.


"Master Chu, kami tidak bisa melupakan kebaikanmu karena menolong Lembah Ufuk Timur dan Embun Pagi," kata Mu Haoucun.


Chu Minishen serta Anggota Rajawali Agung berdiri di depan perbatasan kawasan permukiman.


Padang rumput dan barisan gunung menghampar luas dibelakang mereka. Seluruh anggota mengepak dan memanggul oleh-oleh dari penduduk lembah.


Mu Lian berdiri di samping Mu Haoucun dan Master Yi, mengantarkan Chu Minishen serta anggota Rajawali Agung.


Beberapa pemuda anggota Rajawali Agung yang Mu Lian kenali melambaikan tangan mereka kepada Mu Lian sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


Han Tengfei berdiri disebelah Chu Minishen menatap Mu lian dengan pandangan khawatir. Namun Mu Lian memberikan wajah 'Aku baik-baik saja' pada Han Tengfei.


Chu Minishen, Mu Haoucun serta Master Yi berbincang sebentar kemudian bersiap pergi.


"Master aku pulang dulu," kata Han Tengfei.


"Ya, Jangan bermalas-malasan. Kau adalah penerus kebanggaan ku," kata Master Yi.


"Baik, Master," kata Han Tengfei melanjutkan "Lian'er sering-seringlah mengirim surat denganku. Kalau kau butuh lilin aromaterapi, aku akan mengirimkannya padamu,"


"Baik Senior Han, terimakasih," kata Mu Lian sambil tersenyum.


"Ehem! Baiklah hati-hati dijalan," kata Mu Haoucun sambil berdiri diantara Mu Lian dan Han Tengfei.


"..."


Mu Lian mengamati sekumpulan orang-orang berjubah hitam menjauh hingga menjadi titik hitam sebelum akhirnya berbalik dan menyusul Mu Haoucun yang sudah masuk ke kawasan permukiman.


Ketiganya kembali ke rumah Mu Haoucun dan mendapati murid master Yi, si tampang penjahat sedang duduk bersila di pekarangan.


"Anak ini, dia sangat termotivasi setelah pulang mencari teratai api," kata Master Yi.


"Masa muda memang harus begitu, biarkan saja, Yi," kata Mu Haoucun.


"Ah, Lian'er bagaimana kalau kita membuat pil untuk Meng Zhi?" kata Mu Haoucun.


Akhir-akhir ini Mu Haoucun selalu mengajak Mu Lian kemana-mana. Seperti tidak bisa jauh meski hanya satu meter saja.


"Master, jangan memaksakan diri. Anda baru pulih, lebih baik istirahat lagi," kata Mu Lian.


"Tidak. Aku sudah pulih total karena Lian'er merawatku," kata Mu Haoucun sambil tersenyum lebar.


Mu Lian menoleh ke arah Master Yi tapi Master Yi pura-pura tidak melihat dan tidak mendengar. Mu Lian kemudian mengangguk pada Mu Haoucun.


"Kalau lelah, bilang padaku. Jangan memaksa," kata Mu Lian mengingatkan lagi.


Mu Haoucun membawa Mu Lian ke gudang penyimpanan. Di lantainya tergeletak tas kain berukuran besar.


Mu Haoucun berjalan mendekati tas itu dan mengeluarkan isinya. Tanaman-tanaman herbal itu tidak pernah Mu Lian temukan di bukit selatan.


"Aku sudah jauh-jauh datang mengumpulkan tanaman ini jadi sekalian saja aku kumpulkan sebanyak-banyaknya," kata Mu Haoucun.


"Kemana Master pergi," tanya Mu Lian.


"Ke negara Wu," jawab Mu Haoucun.


"Aku tidak tahu dimana itu," kata Mu Lian jujur.


"Hmm. Aku tidak punya peta dunia ini. Bukankah kau akan ke ibu kota untuk melihat peta dunia ini?" kata Mu Haoucun memastikan.


"Kemarilah Lian'er, aku membawakan oleh-oleh untukmu," kata Mu Haoucun.


"Ya?" kata Mu Lian sambil mendekati Mu Haoucun.


Mu Haoucun menyerahkan sebuah kipas lipat berwarna hitam, ukurannya lebih besar dari kipas yang pernah Mu Lian lihat tapi tidak terlalu besar juga.


Mu Haoucun membuka kipas tersebut diiringi suara keras. Mu Lian terkejut mendengarnya tapi lebih terkejut melihat desain yang terukir di daun kipas tersebut.


Dua naga berwarna keemasan terbang bebas di permukaan daun kipas. Mata Mu Lian berbinar melihat kipas itu. Ketika hendak menerimanya tiba-tiba kipas itu ditarik kembali. Mu Lian menatap Mu Haoucun bingung.


"Kalau kau menerima kipas pemberianku ini. Jadilah cucuku, hmm?" kata Mu haoucun sambil mengipasi dirinya dengan kipas itu. Mu Lian membelalakkan matanya.


"Master, sudah lama aku ingin bertanya pada anda. Mengapa anda bilang pada orang-orang sekitar bahwa aku cucu mu?" kata Mu Lian.


"Karena aku ingin kau menjadi cucu ku. Aku merasakan ada chemistry diantara kita," kata Mu Haocun. Mu Lian bergidik.


Mu Haoucun mengeluarkan semua yang ada dalam tas kain sambil bercerita perjalanan Mu Haoucun, Ling Zizhou dan Master Yi mencari teratai api.


Ling Zizhou adalah murid Master Yi yang memiliki tampang antagonis. Baru saja dibicarakan, Ling Zizhou datang menggedor pintu kayu dengan keras.


Ternyata waktu sudah menunjukkan waktu makan siang. Mu Lian dan Mu Haoucun tidak sadar waktu berjalan dengan cepat karena asik bercerita.


"Hei kakek! Master memanggil untuk makan bersama!" kata Ling Zizhou.


"Ayo kita makan dulu, Lian'er," kata Mu Haoucun.


Beberapa menit kemudian Mu Lian, Mu Haoucun, Master Yi serta Ling Zizhou duduk di hadapan berbagai jenis hidangan.


Mu Lian melirik Master Yi dan Ling Zizhou yang duduk di seberang. Master dan murid satu itu terlihat sangat kontras.


Masternya makan dengan tenang dan anggun sedangkan muridnya makan seperti sedang tergesa-gesa. Pemuda itu mendorong sumpit ke dalam mulutnya dengan sekuat tenaga. Mu Lian mengernyit melihat pemuda itu.


Mu Haoucun yang duduk di sebelah Mu Lian, tanpa lelah memasukkan lauk-pauk ke dalam mangkuk Mu Lian. Membuat Ling Zizhou protes karena dia tidak kebagian.


Makan siang hari itu pun berakhir dengan Master Yi yang memukul kepala Ling Zizhou agar menjaga tingkah lakunya.


Mu Haoucun terus membujuk Mu Lian agar mau menjadi cucu nya selama beberapa hari ke depan. Mu Lian dibujuk dengan barang-barang indah, perhiasan, pil yang dibuat Mu Haoucun, obat racikan Mu Haoucun, hingga ginseng berumur ratusan tahun.


Merasa terdesak dengan bujukan Mu Haoucun, Mu Lian mencari kesempatan untuk kabur ke klinik.


"Paman Dongshan," kata Mu Lian setelah seorang pelanggan selesai berurusan dengan Dongshan.


"Lian'er. Bagaimana kabarmu? Sudah makan?" kata Dongshan.

__ADS_1


Dongshan dan Mu Lian tidak bertemu selama beberapa hari. Dongshan mengetahui alasan dibalik tidak *masuknya Mu Lian dikarenakan Mu Haoucun tidak mengijinkan Mu Lian kemana-mana.


"Sudah paman, terimakasih," kata Mu Lian.


"Sebaiknya kau jangan bekerja dulu. Temani saja Master Mu, dia terlihat sangat merindukanmu," kata Dongshan.


"Paman Dongshan. Dimana keluarga Master Mu? Maaf bila aku kelewatan bertanya nya," kata Mu Lian.


"Tidak apa. Master Mu sudah memutuskan untuk menjadikanmu cucu nya jadi sebaiknya aku jujur saja," kata Dongshan melanjutkan "Master Mu memiliki seorang anak laki-laki. Anak laki-lakinya memiliki bakat hebat dalam *Alkimia seperti Master Mu. Bisa dibilang dia adalah penerus Master Mu. Tapi pada suatu hari anak laki-lakinya beserta istrinya yang sedang mengandung dikejar sorang kultivator serakah dan pada akhirnya mereka menghilang bersama si kultivator tersebut,"


Mu Lian menarik nafas dalam. Dia mengamati raut wajah Dongshan yang sedih. Mu Lian kemudian diam, larut dalam pikirannya.


"Kau tidak akan mengerti berapa tahun Master Mu menunggu keluarga satu-satunya itu. Master Mu merupakan satu-satunya yang bertahan di keluarga bermarga Mu," kata Dongshan.


"Kemana keluarga Master Mu yang lain?" tanya Mu Lian.


"Gugur dalam perang besar," jawab Dongshan.


Setelah mengubah topik pembicaraan menjadi bisnis obat racik, Mu Lian meminta ijin untuk masuk ke kamar Xiaoxiao.


Satu bulan lamanya Mu Lian tidak melihat gadis itu. Dongshan berkata bahwa klinik adalah rumah Mu Lian jadi tidak perlu meminta ijin.


Di dalam kamar Xiaoxiao, Mu Lian duduk di tepi tempat tidur. Melihat ke sekeliling ruangan. Ruangan itu masih sama seperti pada satu bulan yang lalu.


Mu Lian merasakan kain seprai yang ada dibawah tangannya. Mengusapnya sambil larut dalam pikiran. Beberapa saat kemudian Mu Lian keluar kamar dengan wajah seperti telah memastikan sesuatu.


Mu Lian berterimakasih pada Dongshan dan berpamitan pada Dongshan serta Yi Xue.


Malam harinya, setelah makan malam, Mu Lian menuju kamar Master Mu. Mu Lian mengetuk pintu dan dijawab oleh Mu Haoucun.


"Lian'er? Kau butuh sesuatu? masuklah," kata Mu Haoucun.


"Master, terimakasih atas apa yang sudah anda lakukan untukku selama ini," kata Mu Lian setelah duduk di kursi.


Mu Haoucun yang sedang menuangkan teh langsung menatap Mu Lian.


Tak lama kemudian air teh tumpah dari cangkir karena Mu Haoucun tidak menyadari cangkir tersebut sudah penuh.


"Master, teh nya tumpah," kata Mu Lian mengingatkan.


"Oh. Lian'er, Kau tidak apa-apa?" tanya Mu Haoucun sambil meletakkan *teko teh.


"Aku baik-baik saja. Aku hanya ingin berterimakasih dengan benar pada anda. Selama ini sepertinya aku jarang berterimakasih pada anda," kata Mu Lian malu.


"Lian'er aku melakukannya karena aku mau. Tidak perlu merasa sungkan, kau adalah cucu ku," kata Mu Haoucun.


Seperti biasa Mu Haoucun melancarkan serangannya setelah bertemu dengan Mu Lian.


"Ehem. Master... setelah aku memikirkannya, aku-aku mau menjadi cucu mu. Kalau kau tidak keberatan dengan gadis sepertiku," kata Mu Lian akhirnya setelah kesulitan mengutarakan maksudnya datang ke Mu Haoucun.


"Benarkah?!" seru Mu Haoucun. Kemudian berlari ke Mu Lian dan menggenggam tangannya. Kedua matanya berlinang air mata.


"Tapi, master, masalahnya adalah aku-,"


"-ingin pulang," potong Mu Haoucun.


"Aku tidak peduli. Aku akan berada disisimu hingga tiba saatnya untukmu pulang," kata Mu Haoucun melanjutkan "Bahkan aku bersedia menunggumu kembali. Pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu, Lian'er,"


"Master," kata Mu Lian terharu.


"Kakek," kata Mu Haoucun mengoreksi.


"Kakek!" kata Mu Lian.


"Lian'er!" kata Mu Haoucun.


Mu Lian dan Mu Haoucun pun saling memanggil satu sama lain selama beberapa menit.


Di lorong, Ling Zizhou kebetulan melewati kamar Mu Haoucun dan mendengar pembicaraan antara Mu Lian dan Mu Haoucun.


Pemuda itu diam sejenak kemudian cepat-cepat pergi dari sana sambil menggelengkan kepala.


Setelah puas dipanggil kakek oleh Mu Lian, Mu Haoucun mengeluarkan kipas serta barang-barang yang beberapa hari lalu menjadi bahan sogokan agar Mu Lian mau menjadi cucu nya.


"Ini, barang-barang milikmu," kata Mu Haoucun sambil tersenyum.


"..."


.........


Note:


* Qiang (tombak yang digunakan zilong ML 😂)



* Mu Lian ikut bekerja meracik obat di klinik Dongshan.


* Pembuat Pil diganti dengan Ahli Alkimia 😆 supaya kelihatan rapih


* teko teh


__ADS_1


Yak, dimulailah perjalanan Mu Lian membangun harem berisi Master Mu, Master Yi, dan Master Chu (kakek-kakek semua🤣)


ASDFGHJKL (author bercanda kok 😆)


__ADS_2