
Hari-hari berlalu dengan kesibukan yang semakin menjadi. Apalagi setelah memasuki bulan kelima kehamilan Meimei.
Kultivasi adalah harga yang harus dibayarkan Meimei untuk mengandung sang buah hati. Bersamaan dengan degradasi kultivasi, Meimei harus mengalami yang namanya kobaran. Gejala yang ditimbulkannya berupa loncatan-loncatan chi yang sangat tidak stabil dari tubuh Meimei.
Sangat mudah meledak, seperti namanya, kalau salah sedikit saja Meimei benar-benar akan meledak beserta lingkungan disekelilingnya.
Mu Haocun berkata bahwa daya ledaknya dapat menghancurkan setengah dari gerobak ajaib yang besarnya menyamai satu *ibu kota.
Ketika pertama mendengar kondisi sebenarnya Meimei, Mu Lian pun sangat terkejut. Kakeknya itu sulit jika dimintai penjelasan selain tanaman herbal.
Mu Haocun juga sepertinya hendak menyelesaikan masalah Meimei sendirian namun pada akhirnya dia meminta bantan kepada Mu Lian karena mengaku sudah tidak mampu menahan kobaran sendirian lagi.
Awalnya, Meimei mengalami kobaran hanya 1 bulan sekali, namun semakin lama kobaran semakin sering terjadi. Kira-kira 1 kali dalam seminggu.
Meski begitu, sepertinya Mu Haocun masih menanggung beban menahan kobaran lebih banyak dibanding Mu Lian.
Terlihat dari warna di wajahnya yang semakin memudar. Kini Mu Haocun terlihat semakin tua sepuluh tahun setelah wajahnya semakin pucat.
Ada kalanya kobaran yang dialami Meimei berlangsung cukup lama sehingga Mu Lian dan Mu Haocun kelelahan dan tidak bisa mengajar selama beberapa hari.
Perubahan tersebut membuat anak-anak khawatir namun karena mereka telah melalui berbagai cobaan dan telah ditempa menjadi anak-anak kuat, mereka tidak terlena di dalam rasa khawatir mereka.
Anak-anak melakukan apa yang bisa mereka kerjakan. Latihan fisik, meditasi untuk meningkatkan chi serta pengendalian chi mereka dan lain sebagainya.
Tak lupa, mereka bergantian membantu Mu Lian dan Mu Haocun. Ada juga yang bertugas membatu Meimei membersihkan diri serta membersihkan kamarnya.
Mu Lian bersyukur anak-anak sudah sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala lagi. Mereka pun berusaha membuat suasana ceria sehingga Mu Lian dan Mu Haocun tidak merasa yang namanya tekanan pekerjaan.
Xu bersaudara serta Du Luhan juga sering mampir untuk membantu anak-anak. Yang menjemput ketiga orang tersebut adalah Xiaoleng dan Xiaofu yang kini memiliki tanggung jawab penuh terhadap orang yang keluar-masuk Gerobak Ajaib.
Pagi ini termasuk ke dalam hari dimana kobaran terjadi hingga ditiadakannya pembelajaran. Meimei mengalami kobaran semenjak sebelum matahari terbit.
Mu Lian dan Mu Haocun baru bisa beristirahat tepat saat makan siang. Xu Jing terlihat sedang memijat pundak Mu Haocun yang kini terlihat semakin ringkih ketika Mu Lian dan yang lain makan siang.
Setelah beristirahat kurang lebih 20 menit, Mu Lian dan Mu Haocun harus bertarung lagi dengan kobaran yang membakar Meimei.
Karena sifatnya yang panas hingga dapat membakar jiwa seseorang, Mu Haocun sengaja memilih kamar yang memiliki pintu geser langsung menuju taman belakang.
Pintu tersebut dibuka lebar-lebar sehingga panas yang terakumulasi di dalam ruangan bisa keluar. Dan meski tidak ada angin semilir yang mengalir di sepenjuru gerobak, aliran chi yang sudah berevolusi membuat udara terasa sedikit lebih sejuk dan segar.
"Fase kedua akan dimulai, semangat," kata Mu Haocun.
"En,"
Tak lama, chi dengan jumlah sangat banyak meloncat keluar tubuh Meimei. Mu Lian segera berkonsentrasi untuk menahan chi yang berusaha keluar tersebut sedangkan Mu Haocun berusaha membantu Meimei mengalirkan kembali chi yang tidak stabil itu.
Proses tersebut kali ini berlangsung selama 30 menit. Dan untungnya setelah fase 2, tidak ada kobaran lagi sehingga Mu Lian dan Mu Haocun bisa segera beristirahat.
"Kau baik-baik saja?" tanya Xu Jing.
Tidak ada jawaban. Mu Lian tertidur sambil makan. Atau sebaliknya. Beberapa detik kemudian kesadarannya kembali detik berikutnya hilang lagi.
Xu Jing tidak bisa apa-apa. Mu Haocun juga tidak menjawab pertanyaannya mengenai Mu Lian. Akhirnya Xu Jing pulang bersama kakaknya. Keduanya diantarkan keluar oleh Xiaoleng dan Xiaofu.
Dirumah pohon, Meng Zhi sudah menunggu kedatangan Xu bersaudara. Dia berjalan bolak-balik di depan rumah. Tak jauh dari Meng Zhi, berdiri Ling Zizhou dan Master Yi yang harus menghentikan latihan rutin mereka untuk menemani Meng Zhi.
__ADS_1
"Aku yakin Mei jie dan bayi mungil itu baik-baik saja," kata Ling Zizhou.
"...Aku tidak hanya mengkhawatirkan ibu dan anak itu saja...tapi Ah cun juga," kata Meng Zhi.
"Kalau boleh, bisa tolong ceritakan keadaan kakek tua? Meski hanya garis besarnya saja?" kata Xu Jing. Tak sengaja mendengar pembicaraan antara Ling Zizhou dan Meng Zhi.
Meng Zhi menatap lama kemudian akhirnya setuju . Kelima orang tersebut masuk ke rumah pohon dan duduk mengelilingi meja.
"Sebelumnya aku ingin menceritakan kondisi terbaru Mei jie...." Xu Jing menceritakan kondisi Meimei secara detail.
"Sayang...dia rela kehilangan kultivasi yang telah dipupuknya bertahun-tahun...demi anak kami.." kata Meng Zhi berkaca-kaca.
"Mei'er wanita yang kuat, aku yakin anakmu menjadi anak yang kuat juga," kata Master Yi yang akhirnya buka suara demi menghibur sahabatnya itu.
"Anda bertiga sangat dekat sekali, persahabatan anda terasa sangat erat," kata Xu Jing. Ling Zizhou diam-diam mencuri pandang ke arah Xu Jing.
"Kami...sudah bersama cukup lama, oh tapi tiba-tiba mereka berdua menghilang tanpa kabar," kata Meng Zhi menunjuk ke arah Master Yi.
"Aku mendengar berita mengenai tiga sekawan terkuat di Zhongjian. Beritanya terdengar dimana-mana karena mereka adalah salah satu kontributor di perang yang sangat panjang itu," kata Xu Ke melanjutkan,
"Kakek dan paman-paman kita menceritakan banyak sekali tentang jasa-jasa Master Mu, Senior Meng dan Master Yi.
Bahkan keluarga Master Mu dan Master Yi sudah terkenal sejak lama karena keturunan-keturunan keluarga tersebut melanjutkan perjuangan untuk mengakhiri perang besar itu,"
"Wah, luar biasa," gumam Xu Jing sedikit bingung dengan kelengkapan informasi yang didapatkan Xu Ke. Ling Zizhou menangkap kejanggalan dari suara Xu Jing.
"Kenapa kau baru mengetahui semua itu?" kata Ling Zizhou. Xu Ke berdeham.
"Sejak kecil Xu Jing sering sakit-sakitan jadi dia dan aku tinggal terpisah dengan keluarga utama, ehem sampai mana tadi?
"Kami ikut dalam perang terakhir, bukan menentukan berakhirnya perang besar itu tapi hanya untuk membersihkan sisa-sisa kekuatan abyssal. Namun ada faktor kejutan yang membuat kami dan semua yang ikut dalam perang itu lengah.
Singkat cerita ada Ahli Metalurgi pembelot yang berhasil menciptakan alat ajaib yag mampu melawan beberapa kultivator tingkat yuanying sekalipun.
Alat tersebut berhasil dihancurkan setelah ditemui kelemahannya oleh beberapa kultivator dengan energi spiritual sangat tinggi. Termasuk keluarga Ah Cun.
Istrinya dan beberapa anggota keluarga Mu yang tersisa meninggal...baik yang sudah sangat senior maupun yang lebih muda dari kami...termasuk istri Ah Cun. Ya ampun, kalau mengingat hari itu rasanya hati ini seperti akan meledak... Huf~
Bukan hanya keluarga Ah Cun saja yang gugur, banyak sekali dari keluarga-keluarga ternama yang ggur termasuk keluarga Ah Yi.
Mereka adalah keluarga yang sangat loyal terhadap keluarga Mu jadi tentu saja akan mengikuti kemanapun keluarga Mu pergi," kata Meng Zhi menatap Master Yi.
Keluarga Master Yi, yang kini namanya tidak disebutkan lagi, sangat misterius dan tersembunyi.
Meng Zhi menceritakan bahwa nama adalah identitas yang sangat penting bagi seorang individu, jika sering disebut, maka eksistensi individu tersebut semakin kuat.
Keluarga Master Yi sebaliknya, mereka menukar nama mereka dengan 'sesuatu' seingga kini mereka menjadi keluarga tanpa nama. Keluarga tanpa identitas yang kekuatannya sangat dekat dengan aura abyssal yang disebut dengan asura.
Asal-usul kekuatan itu masih menjadi misteri, siapa yang pertama menciptakan juga tidak tercatat dalam sejarah.
Yang pasti, keluarga Master Yi adalah pemegang kekuatan asura terakhir di dunia ini. Dan kini hanya beberapa murid, termasuk Ling Zizhou yang meneruskan kekuatan tersebut.
Dari penjelasan Meng Zhi mengenai keluarga Master Yi, Xu Jing pun mengerti, jka ia menanyakan apapun tentang asura dan Master Yi, pasti tidak akan mendapat jawaban.
"Apa luka kakek tua sangat parah?" kata Xu Jing.
__ADS_1
"Ya. Selain luka pada tubuhnya yang tidak akan sembuh ada luka pada jiwanya yang membuatnya kesulitan untuk memanipulasi energi spiritual," kata Master Yi.
"UAPA!?" seru Ling Zizhou.
"MASTER! KAKEK TUA ITU-UMMPH!"
Belum sempat Ling Zizhou menyelesaikan kalimatnya, mulutnya sudah ditutup oleh Master Yi dan Meng Zhi.
"Iya, makanya. Sejauh yang kita lihat, Ah Cun sering menggunakan energi spiritualnya. Hah~ aku tidak tahu harus bagaimana lagi...." kata Meng Zhi memijat keningnya menggunakan tangan satunya.
"Tunggu, aku akan menyeduhkan teh," kata Xu Jing bangkit dari kursinya. Sepertinya pembicaraan mereka masih panjang sehingga Xu Jing memutuskan untuk membuat teh dan cemilan agar mereka tidak suntuk.
Setelah disediakan teh sederhana (yang terbuat dari bunga setempat) dan cemilan sederhana (yang terbuat dari biji bunga-bunga yang dibuat sebagai teh) pembicaraan tersebut berlangsung hingga dini hari.
Hanya saja, Xu Jing yang pertama tumbang. Karena kondisi tubuhnya, Xu Jing jadi harus tidur lebih banyak dibandingkan kultivator pada umumnya. Jam tidur Xu Jing jadi mirip seperti manusia-manusia di Bumi.
Biasanya, Xu Jing tertidur dalam transformasinya sebagai manusia namun karena sepertinya telah banyak yang terjadi seharian ini, pemuda itu tidak dapat mempertahankan transformasinya.
Kasur yang ditidurinya saat ini terlihat seperti mainan dibawah tubuhnya yang membesar. Xu Ke menggaruk kepalanya kemudian berusaha memindahkan Xu Jing ke lantai.
Ling Zizhou menghalangi Xu ke karena ingin menghamparkan selimut yang terbuat dari serat-serat tanaman dulu di lantai. Meski lantai kayu, mengingat kondisi tubuh Xu Jing, bagaimana kalau pemuda itu kedinginan?
Ling Zizhou membantu Xu Ke menurunkan Xu Jing ke lantai. Dia kemudian menatap sahabatnya itu tidur sangat lelap tanpa terganggu lingkungan sekitarnya itu dengan tatapan takjub.
"Waw, aku baru melihat Anjing dari negeri Xu," kata Ling Zizhou. Xu ke terbatuk.
Mereka memang anjing tapi apakah tidak bisa tidak menyebutkannya secara terang-terangan? Apalagi menyebutkannya dengan cara yang sama dengan menyebutkan anjing yang ditemukan di pinggir jalan.
...
Hari terus berganti. Kobaran Meimei kini sedikit mereka sebelum memasuki siklus yang baru. Hari-hari ini adalah hari-hari dimana Mu Lian dan Mu Haocun bisa mengambil napas.
Namun keduanya tidak lupa dengan pendidikan anak-anak. Jadi meski mereka gunakan hari-hari itu untuk beristirahat, keduanya juga tetap melakukan aktivitas seperti biasanya.
Untungnya, anak-anak sangat mengerti kelelahan yang berusaha ditutupi Mu Lian dan Mu Haocun dan membantu apa yang mereka bisa, dan mengerjakan semua pekerjaan untuk meringankan beban Mu Lian dan Mu Haocun.
Xu Jing, Xu ke, dan Du Luhan juga meringankan beban Mu Lian dan Mu Haocun dengan merawat anak-anak.
Du Luhan, Xu Tian dan ketua-ketua yang lain juga sepakat untuk mengurangi kegiatan eksplorasi karena khawatir dengan Mu Lian, Mu Haocun dan anak Meng Zhi.
Mereka sangat mengerti, bahwa mereka sering merepotkan Mu Lian dan Mu Haocun untuk membuatkan pil.
Selain itu, ada musibah yang menimpa kelompok Xu bersaudara. Suatu hari, satu kelompok diberi tugas untuk melihat keadaan di lokasi yang cukup jauh.
Mereka harus menyelinap di pemukiman kelompok lain untuk mengorek informasi mengenai kelompok-kelompok lain.
Sayangnya kelompok yang ditugaskan tersebut tidak pernah kembali. Setelah berbulan-bulan. Bahkan setelah siklus baru kobaran Meimei, kelompok tersebut tidak kembali juga.
Di tengah dilema, akhirnya Du Luhan mengirimkan satu kelompok kecil berisi 3 orang dari kelompoknya untuk mencari alasan dibalik hilangnya kelompok dari klan Xu tersebut.
Anehnya adalah, kelompok Du Luhan kembali dengan selamat. Xu tian pun menyimpulkan bahwa ada kemungkinan bahwa orang-orang yang hilang adalah makhluk penjaga dunia ini.
Sebanyak 12 klan makhluk penjaga, klan Xu salah satunya. Di Bumi, klan ini akan sama dengan shio Anjing.
Struktur tubuh klan-klan tersebut berbeda dengan kultivator manusia pada umumnya. Sama seperti makhluk legenda dan makhluk mitos, mereka memiliki jiendan.
__ADS_1
Sepertinya sekte aliran sesat belum menyerah pada obsesinya untuk mengumpulkan jiendan.