Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Evolusi


__ADS_3

Meng Zhi berusaha menenangkan hatinya dan fokus pada kejadian yang terjadi di sekitarnya. Bersama Ling Zizhou yang berdiri di sebelahnya, Meng Zhi memantau pepohonan raksasa di sekitar mereka yang awalnya biasa saja.


Namun dari kejauhan, gelombang spiritual bercampur dengan chi merambat dengan cepat seperti gelombang kejut.


Semuanya terjadi secara tiba-tiba, bahkan Meng Zhi saja tidak sempat merespons. Tau-tau saja, semua alat ajaib yang mengelilingi mereka mengeluarkan asap kebiruan dan mati begitu saja.


Belum lagi, perisai yang menyelimuti wilayah pemukiman tampak bergejolak. Perisai jadi mudah diidentifikasi karena kini mengeluarkan bermacam warna seperti pelangi.


Namun karena fenomena itulah yang membuat semua orang jadi tahu bahwa terjadi masalah. Semua yang berada di balai warga mulai mempersiapkan diri kalau-kalau tenaganya dibutuhkan.


Dipimpin salah satu ketua, banyak yang mulai berpencar. Ada yang pergi ke daerah pemukiman yang berbatasan dengan perisai, ada yang berjaga tak jauh dari balai warga ada juga yang dikerahkan di sekitar gerobak ajaib.


"Hii, apa ini? Makhluk lengket ini tidak bisa lepas dariku!"


"Uwah!"


Meng Zhi menghampiri orang-orang yang kaki atau tangannya terjebak di dalam makhluk yang menyerupai slime itu.


Perisai menghilang setelah beberapa saat terlihat berjuang melawan kekuatan tak kasat mata. Awalnya Meng Zhi dan Ling Zizhou hendak memeriksa keadaan semua yang berada di dalam gerobak ajaib namun tidak sempat karena kondisi serius mulai bermunculan dimana-mana.


Ling Zizhou menghampiri seorang pemuda seusianya. Keduanya tampak akrab dan Ling Zizhou pun mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyingkirkan slime yang menempel pada kaki kanan si pemuda.


"Bodoh, jangan lakukan itu! Kau gila ya!Aura asuramu bisa menyakitinya!" kata Meng Zhi segera menghentikan Ling Zizhou. Untungnya Meng Zhi menghentikan di saat yang tepat.


Ling Zizhou yang diganggu di tengah-tengah hendak mengeluarkan jurusnya, menjadi tidak fokus dan menurunkan kewaspadaannya pada lingkungan sekitar, membuatnya tidak sadar ada slime yang muncul dari dahan di bawah kakinya.


"Ah! menjauh dariku makhluk menjijikkan!" kata Ling Zizhou yang tiba-tiba saja kaki kirinya terjebak juga di dalam slime.


Ling Zizhou mengernyit. Jadi seperti ini rasanya. Pantas saja orang-orang yang terjebak di dalam slime berteriak seperti perempuan.


Rasanya seperti terbakar api, terpapar suhu super dingin hingga terasa seperti tertusuk ribuan jarum secara bersamaan.


Untung saja ambang rasa sakit Ling Zizhou jauh lebih meningkat dibandingkan orang kebanyakan karena kultivasinya menggunakan aliran asura.


Saat Ling Zizhou sedang asik bernostalgia saat dirinya pertama kali latihan bersama Master Yi, suara lirih Meng Zhi menyadarkan Ling Zizhou bahwa Meng Zhi pun bahkan tidak bisa lari dari jeratan slime berwarna kebiruan itu.


"Khh, kau...kau baik-baik saja Zhi ge?" kata Ling Zizhou dengan khawatir. Wajah Meng Zhi sedikit pucat.


Ling Zizhou menghawatirkan Meng Zhi karena Meng Zhi merupakan kultivator yang perkembangannya ke arah energi spiritualnya. Biasanya kultivator ini lebih sensitif terhadap rasa sakit.


"Mungkin..." kata Meng Zhi yang memilih tidak melanjutkan kata-katanya, takut kelepasan berteriak seperti perempuan juga.


Meng Zhi basah kuyup dibanjiri keringat dan mulai gemetaran sehingga pergi mencari tempat untuk duduk beristirahat.


Namun sepertinya Meng Zhi lebih lemah terhadap rasa sakit yang menyiksanya itu, lebih dari perkiraannya. Tubuhnya jatuh ke depan. Tanpa ada yang menahan, Meng Zhi terkapar tak berdaya di dahan.


Ling Zizhou sebenarnya masih bisa menggunakan refleksnya yang luar biasa itu untuk menangkap Men Zhi namun Ling Zizhou sedang dilema hendak menangkap siapa karena ternyata pemuda yang mulai dianggapnya temannya itu juga tumbang.

__ADS_1


Setelah dilema menentukan siapa yang harus ditangkap kini Ling Zizhou dihadapkan pertanyaan mana yang harus diselamatkan lebih dulu?


Ling Zizhou menatap ke sekelilingnya, banyak sekali yang jatuh menjadi korban para slime. Kini hanya dirinya seorang saja yang masih berdiri.


"Sial!" kata Ling Zizhou geram. Ling Zizhou memutuskan untuk menghampiri Meng Zhi lebih dulu karena temannya yang kini sedang menggelung tersebut terlihat sedang sangat kesakitan.


Ling Zizhou tidak berani memindahkan orang yang sedang kesakitan. Apalagi Mu Lian pernah berpesan kepadanya untuk tidak sembarangan memindahkan atau menggerakkan seseorang yang sumber rasa sakitnya belum diketahui.


Ling Zizhou juga tidak berniat menyentuh Meng Zhi, hanya menghampirinya untuk meminta pendapat apa yang sebaiknya dilakukan. Setidaknya Meng Zhi memiliki kultivasi cukup tinggi.


Jadi, meski lebih sensitif, Meng Zhi tetap menjadi orang pertama yang ada dalam pikiran Ling Zizhou untuk keadaan seperti ini.


"Zhi ge? Kau dengar aku?" kata Ling Zizhou sambil menepuk pundak Meng Zhi. Ling Zizhou tidak sadar bahwa slime yang ada di kakinya tiba-tiba meraih slime yang ada di kaki Meng Zhi.


"Eh?" kata Ling Zizhou merasa aneh karena rasa sakitnya sedikit mereda.


"Huh? Ah Zhou?" kata Meng Zhi lemah. Kedua matanya yang tidak fokus semakin lama kembali normal.


"Apa yang terjadi? Rasa sakitnya...lumayan..." kata Meng Zhi ragu-ragu karena baginya rasa sakit tersebut masih menyiksa dirinya namun setidaknya kini rasa sakit itu masih tertahankan.


"Aku juga tidak tahu. Lihat, makhluk berlendir ini menyatu dan mengunci kaki kita! Lumayan? Apanya yang lumayan, aku malah merasa lebih baik dari sebelumnya!" kata Ling Zizhou segera membantu Meng Zhi berdiri.


"..." (Meng Zhi)


"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Ling Zizhou. Matanya menyapu sekelilingnya.


Namun baru saja berjalan beberapa langkah, Meng Zhi menjerit kesakitan, suaranya sedikit lebih tinggi daripada biasanya sehingga menyerupai jeritan perempuan.


"Huft," Ling Zizhou juga terkejut dengan rasa sakit yang tiba-tiba menendangnya dengan keras.


Ketika Ling Zizhou melihat ke bawah, kedua slime yang menghubungkan kakinya dan kaki Meng Zhi terputus.


"Tunggu, Zhi ge," kata Ling Zizhou buru-buru mendekati Meng Zhi yang sudah kehabisan napas.


"Oh, apa benda ini harus dihubungkan dengan sejenisnya baru rasa sakit itu sedikit mereda?" kata Meng Zhi tertarik dengan keajaiban yang dibawa oleh slime tersebut.


Meng Zhi mengemukakan dugaannya tersebut kepada Ling Zizhou dan sedang mendiskusikan pencarian pasangan yang tepat untuk temannya Ling Zizhou dan yang lain.


Yang menjadi pertanyaan paling besar adalah jika dipasangkan secara random, apakah pasangan random tersebut bisa meredakan rasa sakit?


Meng Zhi menyarankan untuk mencoba memasangkan Ling Zizhou dengan temannya itu namun LIng Zizhou tidak mau mengambil resiko.


Setelah beberapa menit berlalu, kondisi si pemuda terlihat semakin buruk. Pakaiannya sudah basah kuyup karena keringat. Si pemuda hanya bisa meringkuk dengan tubuh gemetaran.


"Tidak, kumohon jangan mencoba yang aneh-aneh padanya! Kita tidak tahu efek yang akan dihasilkan jika percobaan ini tidak berhasil! Lihat, sekarang saja dia sudah semenyedihkan ini!" kata Ling Zizhou.


"Tapi, kalau kita tida-"

__ADS_1


"-bagaimana kabar kalian para pendosa?!! Aku harap masih hidup. Karena ketololan rekanku ini, aku terlambat membagikan informasi.


Tahap pertama pencucian, yaitu evolusi penghuni tempat sakral ini. Tapi tenang saja, sesuai permintaan tuanku, kami membagikan esensi naga celestial kepada kalian.


Makhluk berlendir yang aku yakin tidak mau melepaskan kalian itu adalah esensi naga celestial. Esensi tersebut dapat membantu perkembangan kalian supaya kalian bisa bertahan hidup di lingkungan yang baru berevolusi.


Sayangnya, esensi naga celestial memiliki kekurangan yaitu jika dibiarkan sendiri rasa sakitnya tidak tertahankan heh apalagi kalian orang-orang lemah! Lemah tapi beraninya berbuat dosa-"


"-cepat beritahu intinya bodoh! Kau mau membunuh mereka?!" potong seseorang.


"Sialan! Kenapa menyalahkanku, bukannya kau yang membuatku terlambat? Ahem, jadi intinya cari rekan yang tepat yang mampu menstabilkan efek esensi naga celestial.


Kalian benar, rasa sakit yang kalian rasakan saat ini diakibatkan oleh esensi naga celestial. Efeknya saja yang terlalu kuat bagi kalian para orang lemah!


Hati-hati jangan sampai salah mencari rekan, kalau tidak nyawa kalian bisa langsung melayang ditempat.


Triknya adalah dekati calon rekan kalian secara perlahan, kalau esensi sampai berubah warna segera cari yang lain karena artinya kalian tidak cocok," kata si penjaga Gua Sejati menjelaskan.


Si penjaga juga menjelaskan bahwa ada 3 tingkatan warna yang megindikasikan adanya ketidakcocokan, biru keunguan yang katanya masih bisa dipaksakan untuk tetap dipasangkan.


Keunguan artinya sudah sangat berbahaya dapat menghancurkan kultivasi seseorang serta hitam pekat yang bisa mencabut nyawa seseorang ditempat.


Si penjaga juga memberitahu durasi evolusi serta berapa lama mereka harus hidup tanpa bisa berpisah dari partner mereka.


"Sial..." kata Ling Zizhou.


"Yah, sepertinya aku akan terus bersamamu selama satu minggu kedepan, Ah Zhou," kata Meng Zhi menghela napas panjang.


Setelah memastikan si penjaga telah selesai memberi semua informasi yang hendak mereka berikan, Meng Zhi dan Ling Zizhou menghampiri teman Ling Zizhou yang kini sudah seperti mayat hidup.


Pemuda itu masih bernapas, hanya bisa meringkuk dengan tubuh gemetaran namun masih bisa merespons Ling Zizhou.


Saat Meng Zhi dan Ling Zizhou menghampiri pemuda itu, esensi berubah menjadi biru keunguan namun Meng Zhi dan Ling Zizhou menghiraukannya dan segera mencari partner yang sesuai untuk pemuda tersebut.


Setelah pemuda tersebut berhasil dipasangkan dengan selamat, dengan seorang gadis dari kelompok lain, tentu saja, Meng Zhi menjelaskan cara memasangkan seseorang dan mengingatkan untuk tetap berhati-hati selama proses memasangkan tersebut.


Meng Zhi begitu fokus menjelaskan langkah demi langkah kepada si pemuda hingga akhirnya suara yang dikenalnya membuatnya berhenti dan menoleh ke arah sumber suara, yaitu beberapa kilo darinya tepatnya dari arah gerobak.


"Wahai pemilik tempat sakral yang bijaksana, kumohon, tolong selamatkan cucuku yang berharga! Aku bersedia menukar belas kasihmu dengan nyawaku sendiri!" kata Mu haocun dengan lantang. Suaranya menggema ke sepenjuru Gua Sejati.


Tak hanya itu, Mu Haocun juga mengungkapkan keberadaannya, mengerahkan energi spiritualnya serta mengungkapkan jati dirinya sebagai mutiara semesta.


Meng Zhi dan Ling Zizhou saling bertatapan. Hanya satu orang cucu berharga Mu Haocun, Mu Lian. Itu artinya terjadi sesuatu kepada Mu Lian. Meng Zhi dan Ling Zizhou segera kembali ke gerobak.


Ling Zizhou sampai rela diseret karena memang Meng Zhi yang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi darinya, memiliiki kecepatan yang lebih tinggi juga darinya.


Belum juga tiba digerobak, suara pria yang pernah mereka dengar sebelum terjebak di Gua Sejati, sang pemilik Gua Sejati itu sendiri, menjawab panggilan Mu Haocun.

__ADS_1


__ADS_2