Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Lipan si pelajar


__ADS_3

"Serang makhluk-makhluk itu! Jangan sampai mereka saling memakan satu sama lain!" seru junior Qi.


Saat ini spirit beast-spirit beast yang berada disekeliling mereka seperti sedang di restoran all you can eat.


Makhluk-makhluk yang lebih kuat memakan yang lebih lemah. Tak peduli dengan serangan dari junior Qi dan rekan-rekannya.


Anehnya, ketika sedang memakan sejenisnya, pertahanan makhluk-makhluk itu semakin tinggi. Nampak riak disekujur tubuh makhluk-makhluk itu setiap kali serangan berhasil mendarat pada tubuhnya.


"Lentur sekali, rasanya seperti memukul sesuatu yang sangat elastis," kata seseorang.


"Benar, serangan ku seperti diredam," celetuk temannya.


"Bagaimanapun caranya, cegah mereka saling memakan!" kata junior Qi. Perasaannya sungguh tidak enak.


Satu spirit beast yang posisinya cukup jauh dari junior Qi, berhasil memakan cukup banyak sesamanya sehingga tubuhnya tumbuh 2 kali lipat dari tubuh aslinya.


Rekan-rekan junior Qi yang terlalu dekat dengan makhluk itu terpental sangat jauh akibat riak yang ditimbulkan tubuh makhluk itu.


"Uwah!"


Untungnya mereka dengan sangat cepat memposisikan tubuh mereka dan mendarat di batang pohon terdekat dengan selamat.


Semuanya terkejut melihat perkembangan makhluk tersebut. Makhluk itu awalnya bertubuh laba-laba, semakin banyak memakan sejenisnya semakin tak karuan tubuhnya.


Makhluk itu menjadi onggokan daging berwarna hitam dan beriak. Tak ada seorangpun yang dapat mengidentifikasikan wujudnya.


Namun kini, setelah riak-riak pada tubuhnya mereda. Makhluk itu berubah menjadi anaconda raksasa.


"Hati-hati!" seru junior Qi. Sayangnya dugaan junior Qi salah. Anaconda itu ternyata merayap ke satu arah, menghiraukan dirinya dan rekan-rekannya.


"Jaga anak-anak, aku akan mengejar makhluk itu. Diantara kalian, ikut aku!" kata junior Qi.


"Baik,"


Junior Qi mengejar Anaconda yang merayap dengan sangat cepat itu. Dia bersama keempat rekannya berusaha menyerang makhluk tersebut namun sia-sia.


Semua serangan mereka dipantulkan kembali dengan kekuatan dua kali lipat lebih besar dari jurus aslinya.


Junior Qi dan rekannya merasa putus asa karena tidak bisa melakukan apa-apa terhadap makhluk yang meliuk-liuk melintasi batang pohon tersebut.


Tak lama kelompok junior Qi bertemu dengan Du Luhan yang juga sedang mengejar sesosok menyerupai lipan.


Du Luhan melihat Lipan yang berusaha dikejarnya melahap habis si Anaconda. Kejadian tersebut tidak dapat dicegahnya, membuat si lipan tumbuh semakin kuat. Du Luhan akhirnya menyuruh rekannya yang lain untuk mundur kecuali junior Qi.


"Pergi ke Xiaohan dan Xiaoqiu. Bawa mereka pergi dari sini. Jangan lupa untuk memberitahu Master Yi mengenai makhluk ini!" kata Du Luhan. Rekan-rekan Du Luhan pergi dalam diam karena tetap tinggal di sini pun malah akan menjadi beban.


Saat semuanya telah pergi, Du Luhan mengambil kuda-kuda, menghunuskan jian ke arah lipan yang kini ukurannya mencapai 10 meter.


"Sungai Hongzhu," kata Du Luhan kemudian menebaskan jian miliknya yang bersinar biru.


Tebasannya sebenarnya sederhana. Du Luhan hanya menebas udara kosong secara horizontal. Namun dengan latihan serta praktik selama bertahun-tahun, tebasannya tersebut sangat kuat seperti aliran sungai.


Kuat dan tak tertahankan. Bahkan batu pun bisa terkikis akibat aliran sungai. Begitu pula dengan jurus yang dikeluarkan Du Luhan.

__ADS_1


Junior Qi berdiri tak jauh dari Du Luhan, mengeluarkan jurus yang membuat aliran sungai milik Du Luhan memiliki vorteks.


Lipan berukuran 10 meter itu diam tidak bisa bergerak, terjebak di dalam sungai yang dibuat Du Luhan.


Vorteks yang dibuat junior Qi menghancurkan beberapa kaki lipan tersebut. Membuat si Lipan semakin melambat.


Melihat si lipan tidak beregenerasi, Du Luhan dan junior Qi terus melancarkan jurus yang sama untuk melumpuhkan si lipan.


Sayangnya, jurus yang sama lama kelamaan semakin tidak efektif dalam menangani si lipan. Ternyata si lipan mengimbangi ketidak mampuannya dalam beregenerasi dengan kemampuan beradaptasinya yang tinggi.


Lipan itu juga mampu mempelajari jurus yang berhasil melukainya agar bisa menangkis jurus tersebut.


Meski begitu, si lipan tidak dapat bergerak dengan lincah karena kehilangan beberapa kakinya. Jadi tujuan Du Luhan dan junior Qi untuk memisahkan lipan ini dengan Xioahan dan Xiaoqiu tercapai.


"Makhluk ini benar-benar spirit beast tipe pelacak," kata Du Luhan.


"Benarkah? Aku tidak melihat bagian tubuhnya yang menempel pada Xiaohan dan Xiaoqiu. Lagipula, aku tidak melihat tanda-tanda dihisapnya chi milik Xiaohan dan XIaoqiu," kata junior Qi.


"Yang benar? Waktu itu semakin makhluk ini dekat dengan Xiaohan dan Xiaoqiu, semakin makhluk ini kuat. Untungnya makhluk ini hanya fokus memakan bagian tubuhnya yang lain.


Kalau tidak, akan ada saudara-saudara kita yang terluka," kata Du Luhan kemudian melanjutkan, "Hujan seribu bulan,"


Lipan yang ada di depan keduanya ini masih menyimpan misteri yang belum bisa dipecahkan. Spirit beast ini memiliki kesamaan yang tinggi dengan spirit beast tipe pelacak.


Namun memiliki perbedaan pada bagian terpenting, parasit yang menempel pada tubuh korban dan menyerap chi si korban, kemana perginya bagian tubuh spirit beast tersebut?


Junior Qi penasaran dengan hal tersebut namun segera mengeluarkan jurusnya yang dapat memperkuat jurus milik Du Luhan.


Dan junior Qi membuat sistem udara semakin bertekanan tinggi, membuat jurus Du Luhan berhasil melubangi tubuh si lipan.


KRAAA.


Si lipan meraung kesakitan. Tubuhnya menggelepar kesana kemari. Du Luhan dan junior Qi saling mengangguk, senang bahwa combo jurus mereka kali ini dapat melukai si lipan.


Sayangnya Du Luhan hanya dapat mengeluarkan jurus ini satu kali lagi. Jurusnya ini memakan banyak sekali chi dan merupakan salah satu jurus pamungkasnya.


"Lihat, senior, lipan itu sedikit aneh," kata junior Qi menunjuk si lipan yang kini hanya diam di tempat. Tidak, sebenarnya dia tetap berjalan namun kecepatannya sangat lambat sehingga kelihatannya seperti diam di tempat.


KRATAK.


Selain jalannya yang semakin lambat, ada suara yang menganggu Du Luhan dan junior Qi. Keduanya pun melancarkan combo jurus yang sama seperti yang baru saja mereka lakukan.


"!"


Du Luhan dan junior Qi terkejut karena hanya beberapa bagian saja yang berhasil mereka lukai. Tubuh si lipan ternyata berubah menjadi sangat keras.


Namun dengan tingkat kekerasan tubuhnya yang semakin tinggi, si lipan benar-benar kehilangan kelincahannya. Kini si lipan bergerak seperti seekor siput.


"Seekor spirit beast tetaplah spirit beast," kata junior Qi sedikit menurunkan kewaspadaannya. Siapapun pasti tidak akan memilih jalan yang dipilih si lipan ini. Membuktikan bahwa kecerdasan si lipan masih di bawah kecerdasan seorang manusia.


"Tetap waspada. Sekarang kita harus mencari bagaimana caranya menembus pertahanan makhluk itu," kata Du Luhan menghela napas panjang. Baginya masalah yang sebenarnya baru akan dimulai.


Dan benar saja. Si Lipan mengeluarkan suara nyaring yang dipercaya Du Luhan untuk memanggil bagian-bagian tubuhnya yang lain.

__ADS_1


"Tinggalkan tubuh aslinya, kita bunuh bagian-bagian tubuhnya yang lain!" seru Du Luhan. Junior Qi mengikutinya menghadang beberapa spirit beast yang berhasil melewati rekan-rekan mereka.


Ada satu ekor yang berhasil tumbuh sebesar 3 meter namun tidak menjadi masalah bagi Du Luhan. Hanya saja, ada satu ekor spirit beast yang berhasil mendekati si lipan.


"Tidak akan kubiarkan!" kata junior Qi melancarkan jurusnya. Sayangnya jurus junior Qi tidak mencapai potensialnya jika dikeluarkan sendiri. Jurus-jurusnya sering digunakan untuk mensupport jurus rekan-rekannya.


KRAAA.


Si lipan yang berhasil memakan bagian tubuhnya yang lain mengalami perubahan pada kaki-kakinya. Kini si lipan berjalan menggunakan perutnya, sama seperti ular. Kaki-kakinya yang tidak digunakan berada di sisi tubuhnya.


Kaki-kaki itu bisa dipanjangkan dan dipendekkan seperti sulur. Ujungnya yang tajam melubangi batang pohon yang tebal di sekitarnya.


"Hati-hati!" kata Du Luhan sambil menarik junior Qi menjauhi sulur-sulur tajam tersebut. Kini mereka harus membunuh bagian-bagian tubuh si lipan yang lain sambil menghindari sulur-sulur berbahaya.


Prosesnya sangat panjang dan melelahkan. Bahkan Du Luhan sudah tidak bisa bertarung lagi. Junior Qi hanya bisa pasrah melihat Si lipan semakin kuat dan membesar. Junior Qi membawa Du Luhan menjauh dari si lipan.


Namun si lipan masih mengingat dendam diantara mereka sehingga sulur-sulurnya terus saja menyerang Du Luhan dan junior Qi.


"Ukh," kata junior Qi ketika bahunya tertusuk sulur. Du Luhan juga tertusuk pada pahanya namun tidak bersuara takut memecah konsentrasi junior Qi. Jia junior Qi membuat kesalahan sedikit saja, mereka berdua bisa-bisa jadi sate!


Saat sebuah sulur hendak menusuk perut junior Qi, tiba-tiba angin kencang berhembus, kilatan cahaya melesat dengan sangat cepat.


Junior Qi tidak dapat menangkap apa yang sebenarnya terjadi. Tahu-tahu, semua sulur yang berusaha menyerangnya dan Du Luhan termutilasi dan tergeletak dekat kakinya.


"Maaf lama," kata Master Yi sambil menebas udara kosong. Dari tebasan-tebasanya yang sangat cepat, terbentuklah pola-pola rumit yang terbang ke arah si lipan.


Pola tersebut berhasil mematahkan pertahanan si lipan namun seperti yang dialami Du Luhan dan junior Qi, Master yi mendapati jurusnya semakin lama tidak berefek apa-apa pada si lipan.


"Sepertinya makhluk itu harus dibunuh dengan satu kali serangan," kata junior Qi. Du Luhan mengangguk. Master Yi mendengar ucapan junior Qi kemudian mengudara di ketinggian 3 meter diatas si lipan.


"Pergi dari sini!" seru Master Yi kepada junior Qi. Du Luhan merasakan energi yang berbeda dari chi merembes keluar dari tubuh Master Yi.


"Ayo cepat, pergi dari sini!" kata Du Luhan. Junor Qi membawa Du Luhan menjauh dari Master Yi. Meski begitu, Master Yi mengernyit dan bergumam, "Lambat,"


Apa oleh buat. Master Yi mengubah strategi untuk menggunakan jurus yang lebih aman. Setidaknya jurus ini tidak akan bisa melukai Du Luhan dan junior Qi.


Master Yi merubah kuda-kudanya. Energi ledak di dalam tubuh Master Yi mencapai puncaknya. Master Yi kemudian menebas udara kosong dengan segenap kekuatan, dibantu dengan energi ledak miliknya.


Dari beratus-ratus tebasan tersebut terbentuk pola-pola rumit berukuran kecil hingga sedang. Terbang ke arah si lipan.


Master Yi tidak bisa menggunakan jurus paling mematikannya karena masih ada Du Luhan dan junior Qi. Jurusnya tersebut mampu menghancurkan apa saja dalam radius 300 km, kecuali dirinya.


Meski begitu, Master Yi bisa mengakalinya dengan serangan beruntun seperti yang dilakukannya saat ini.


Si lipan termutilasi sedikit demi sedikit di bawah serangan beruntun Master Yi. Si lipan terlihat seperti ditembak oleh senapan mesin.


BOOM.


Setiap kali pola-pola rumit mengenai tubuh si lipan ataupun batang pohon dibawahnya, terdengar suara yang sangat keras.


KRAAA.


Si lipan sangat marah. Sulur-sulurnya yang masih utuh menyerang Master Yi dengan sangat cepat.

__ADS_1


__ADS_2