
Setelah kesepuluh remaja itu menceritakan kabar mengenai Master Xi kepada senior pertama yang mereka lihat, dalam waktu satu hari, seluruh sekte pun mendengar kabar tersebut.
Namun, mereka tidak mendengar keseluruhan dari kabar tersebut. Di sebuah ruangan, Shaoting dan Yunhao menceritakan rencana busuk Master Xi terhadap Xiaoxiao kepada keempat murid Mu Haocun.
Changyi, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi sampai naik pitam mendengarnya! Mereka sampai mencari Mu Haocun untuk mencari tahu apakah kakek tua bangka itu dihukum dengan keras.
Mu Haocun tidak terkejut melihat remaja-remaja itu berdiri di depan pintunya dengan wajah meminta penjelasan darinya.
Cepat atau lambat mereka pasti mendengar kabar mengenai Master Xi. Mu Haocun mempersilahkan remaja-remaja itu masuk.
Setelah mendengarkan cerita interogasi Master Xi, barulah keenam remaja itu lega. Dan sedikit bersimpati pada Master Xi karena obat yang dibuat Mu Lian sangat...yah tidak ada yang berani mengambil kesimpulan terhadap obat buatan Mu Lian.
"Masalah mengenai Master Xi sudah selesai dan sudah menjadi masa lalu. Sebaiknya kalian tidak terlalu menaruh perhatian pada hal yang tidak penting," kata Mu Haocun.
Changyi, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi mengangguk. Sedangkan Shaoting dan Yunhao hanya diam, karena merasa Mu Haocun sedang berbicara kepada keempat muridnya.
Kedua pemuda itu merasa seperti anak hilang. Mereka seharusnya tidak ikut dengan Changyi, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi.
Dan benar saja. Perasaan kedua pemuda itu semakin menjadi ketika Mu Haocun mulai menanyakan keputusan keempat muridnya di masa yang akan datang.
"Aku ingin keluar dan menjelajahi dunia," kata Liuzhi paling semangat. Kemudian menatap Jiaojiao dengan tatapan penuh arti.
Jiaojiao yang menyadari tatapan Liuzhi mencubit lengan pemuda itu dengan wajah memerah, malu. Mu Haocun mengangkat satu alisnya. Ho. Sepertinya ada perkembangan menarik diantara kedua muridnya ini.
"Aku akan disini membantu Paman Dongshan," kata Mutong dengan wajah datar. Memang gadis ini yang paling tenang diantara keempat muridnya.
Mutong memiliki keterikatan paling kuat dengan Lembah Ufuk Timur. Setelah ayah dan bundanya pergi dari dunia ini, Lembah Ufuk Timur memiliki tempat di hatinya.
Apalagi setelah dekat dengan Xiaoxiao dan bertemu dengan Dongshan. Mutong yang mendapatkan sosok ayah dalam diri Dongshan pun tidak mau jauh dari Dongshan.
Mu Haocun tertegun namun kemudian mengangguk menyetujui keputusan Mutong. Hmm. Perkembangan yang mengejutkan lagi. Mu Haocun menatap muridnya satu persatu. Kenangan masa lalu datang padanya.
Diantara kelima tetua Embun Pagi, hanya Mu Haocun lah yang mendidik muridnya sejak dini.
Changyi, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi dididik olehnya sejak usia 8 tahun, sama dengan Xiaoxiao.
Mu Haocun sebatang kara setelah kehilangan kerabat-kerabatnya di perang besar beberapa ratus tahun lalu dan baru-baru ini kehilangan putra serta menantunya.
Jadi Mu Haocun memiliki kecenderungan untuk mendidik langsung anak-anak berbakat yang menarik perhatiannya.
Dan sekte tidak bisa mencampuri bagaimana cara Mu Haocun mendidik murid-muridnya karena Mu Haocun memiliki hak istimewa, yaitu tidak terikat dengan hukum yang ada di sekte.
Mu Haocun terbangun dari kenangannya ketika Tatapannya berhenti di Changyi. Mu Haocun mengerutkan kening setelah melihat keraguan dalam sikap muridnya itu.
Changyi merupakan murid yang paling cemerlang diantara keempat muridnya itu. Namun kini gelar paling cemerlangnya dengan mudah direbut oleh Mu Lian.
Yah, Changyi adalah Changyi, Mu Lian adalah Mu Lian. Dua-duanya memiliki kelebihan masing-masing.
Mu Haocun tidak perah memusingkan diri untuk membanding-bandingkan muridnya antara satu dengan yang lain.
Mu Haocun sudah sangat puas ketika mereka semua bisa berkembang dengan pesat.
"Ada masalah?" kata Mu Haocun kepada Changyi.
Mu Haocun tidak menyangka muridnya yang paling cemerlang itu malah kesulitan untuk memutuskan masa depannya.
Semua yang ada disana ikut mengamati Changyi. Membuat Changyi semakin gugup. Mereka tidak tahu jika Changyi yang sekarang berbeda dengannya yang dahulu.
Changyi berusaha menutupi emosi di wajahnya. Dia tidak berani membalas tatapan Mu Haocun, membuat Mu Haocun semakin curiga.
Sudah lama Mu Haocun melihat gerak-gerik aneh dari muridnya yang satu ini. Awalnya Mu Haocun menganggap hanya angin lalu, namun tampaknya Mu Haocun harus mengawasi anak ini.
Mu Haocun tidak bertanya lebih jauh kepada Changyi dan berpesan kepada keempat muridnya bahwa pelajaran mereka sudah tuntas dan memberikan tanda pengenal sebagai ahli Alkimia berbentuk batu giok berwarna putih susu.
__ADS_1
Mu Haocun menyampaikan beberapa nasehat lagi sebelum akhirnya mengijinkan keenam remaja itu kembali.
Memang nampaknya Mu Haocun seperti mencampakkan keempat muridnya, namun mengingat keempat muridnya itu belajar lebih awal daripada rekan-rekan seusia mereka, secara otomatis pelajaran mereka lebih cepat tuntas.
Malah ada beberapa pengetahuan yang tidak bisa didapatkan hanya dengan duduk di pelajaran dasar tahun pertama atau membaca di perpustakaan sekte.
Mu Haocun mengantar keenam remaja itu ke gerbang. Melihat punggung keempat muridnya yang kini sudah dewasa dan sebentar lagi berjalan di jalannya masing-masing dengan terharu.
Berbeda dengan suasana melankolis yang dirasakan antara guru dan murid itu, sebaliknya, Shaoting dan Yunhao bernapas lega setelah keluar dari rumah Mu Haocun.
Di klinik, Mu Lian tidak tahu bahwa keempat temannya menemui Mu Haocun. Keempat temannya itu pun langsung kembali ke asrama tanpa mampir di klinik karena mempertimbangkan Shaoting dan Yunhao.
Changyi, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi mengunjungi klinik untuk membantu Dongshan. Mereka merasa tidak enak menyeret kedua pemuda itu dan memperkerjakan mereka berdua.
Malam hari. Ketika badai salju sedang mengamuk.
Mu Lian duduk bersila di gudang penyimpanan. Pintu ditutup rapat dan hanya dengan penerangan lilin, gudang penyimpanan itu terlihat gelap.
Sesuai dengan suasana hati Mu Lian saat itu. Mu Lian duduk sendirian menatap kelima tanaman katalis yang beberapa hari terakhir ini 'dicurigai' sebagai kunci kesuksesan penelitian mereka.
Tapi apa yang salah? Mu Lian menghaluskan kelima tanaman katalis itu menggunakan alu. Suara badai meredam suara tumbukan lumpang dan alu.
Kemudian Mu Lian mengambil beberapa jumput embun pagi. Lupakan. Mu Lian memasukkan embun pagi yang bisa ditemukannya di dalam gudang.
Setelah memastikan semua tanaman tercampur merata. Mu Lian menatap hasil dari racikannya itu.
Merasakan ada sesuatu yang salah, Mu Lian menambahkan beberapa tanaman ajaib berwarna kebiruan. Puas dengan hasilnya, Mu Lian mengangguk.
Mu Lian mendapat pencerahan untuk meracik terlebih dahulu kelima tanaman katalis itu setelah membantu Dongshan meracik obat.
Mu Lian berpikir terdapat perbedaan yang sangat besar dengan tanaman yang belum diolah dengan yang sudah.
Jika tanaman itu diolah (diracik) maka struktur kimianya pun sudah berubah, menghasilkan khasiat baru.
Racikan-racikan tersebut dimasukkan kedalam botol porselen dan diberi label. Selama tiga hari itu Mu Lian mendapat 5 botol racikan.
Keesokan harinya, Mu Lian berangkat pagi buta sekali. Mu Lian sampai melewatkan Master Yi dan Master Mu yang baru saja keluar kamar.
Keduanya menatap Mu Lian yang tergesa-gesa berangkat tanpa daya. Mu Haocun kemudian menatap Master Yi.
"Sayang sekali kau tidak bisa mendapatkan ketenangan batinmu, Yi," kata Mu Haocun. Master Yi hanya menghela napas panjang dan turun ke pekarangan.
Mu Haocun menggelengkan kepalanya. Beberapa waktu lalu, ketika Master Yi dengan sengaja digiring ke luar lembah oleh orang-orang sekte aliran sesat, orang-orang tersebut berhasil membuat Master Yi marah.
Master Yi yang bertemperamen tenang itu sebenarnya orang yang paling ditakuti diantara sepuluh orang terkuat didunia.
Karena Master Yi memiliki julukan lain, Asura. Ketika seseorang berhasil membuat Master Yi marah. Master Yi akan melampiaskan kemarahannya itu selama tujuh hari tujuh malam.
Dan bencana yang ditimbulkannya pun sangat dahsyat. Seperti pepatah mengatakan, jangan pernah membuat orang pendiam, marah.
Anehnya, ketika Master Yi pulang setelah memberantas orang-orang tersebut, Master Yi duduk di dekat Mu Lian sambil mengusap kepala gadis itu.
Mu Haocun menemukan bahwa, berada di dekat Mu Lian, membuat amarah Master Yi redam.
Master Yi pun memiliki kebiasaan baru, yaitu duduk disamping mu Lian sambil mengusap kepala gadis itu.
Mu Lian, yang bersangkutan, hanya bisa terkantuk-kantuk karena usapan Master Yi terasa sangat nyaman.
Mengapa mengusap kepala Mu Lian menjadi kebiasan Master Yi? Apakah Master Yi sering marah?
Yah, namanya juga orang tua, semakin tua semakin mudah tersinggung atau semakin mudah emosinya meledak.
Sebenarnya Master Yi dapat menemukan ketenangan batinnya ketika berada dekat dengan Mu Haocun.
__ADS_1
Namun pemandangan seorang kakek yang sedang mengelus kepala kakek lain akan menimbulkan dampak trauma bagi orang-orang yang melihatnya!
Kembali pada Mu Lian yang berhasil tiba di depan klinik setelah dua puluh menit lebih berjuang 'menyebrangi' lautan salju.
Mu Lian masuk ke pekarangan dengan susah payah, menggunakan chinya mendorong gerbang yang terhalan tumpukan salju.
Yi Xue yang baru saja membawa sekop dan hendak membersihkan salju, terkejut melihat Mu Lian.
Akhirnya Yi Xue mengurungkan niatnya untuk membersihkan salju ketika mendengar Mu Lian belum sarapan.
"Aku meracik sesuatu yang menarik, Xiao'er," kata Xiaoxiao. Sumpit Xiaoxiao berhenti di udara. Xiaoxiao menatap Mu Lian dengan ketakutan.
Gadis itu tidak membuat racikan yang mengerikan seperti yang diberikannya pada Master Mu kan? Setelah mendapat penjelasan mengenai efek obat racik tersebut, Xiaoxiao sampai mimpi buruk!
"Sesuatu?" kata Xiaoxiao dengan senyum tipis. Matanya tidak berani bertemu dengan Mu Lian.
"En. Kelima tanaman katalis itu aku racik dengan komposisi berbeda, aku meracik hingga 5 botol!" kata Mu Lian sambil menyuap daging ke mulutnya.
Xiaoxiao mengelus dadanya. Untung saja bukan obat yang aneh-aneh! Xiaoxiao kemudian membahas lokasi penelitian mereka.
Cuaca hari itu terlihat mendung, Xiaoxiao tidak menjamin apakah akan turun salju secara tiba-tiba. Karena cuaca semakin mendekati penghujung musim dingin semakin tak menentu.
Selain semakin tak menentu kapan datangnya, cuacapun terasa semakin ganas. Kalau bisa Xiaoxiao hendak melanjutkan penelitian setelah musim dingin berakhir.
Namun nampaknya gadis itu pun tidak bisa tidur karena memikirkan penelitian itu. Mu Lian dan Xiaoxiao akhirnya memutuskan untuk mendatangi penginapan terlebih dahulu.
Seusai sarapan, Mu Lian dan Xiaoxiao segera berangkat ke penginapan. Mereka bertemu Ling Zizhou yang sudah menunggu di depan klinik.
Ling Zizhou mengantar kedua gadis itu ke penginapan. Dengan bantuan Ling Zizhou, Mu Lian dan Xiaoxiao tiba lebih cepat.
"Lian'er? Xiao'er?" kata Han Tengfei. Mereka berpapasan di depan gerbang penginapan.
"Senior Han!" kata Mu Lian. Xiaoxiao tersenyum menyapa Han Tengfei. Ah, keduanya semakin dekat saja! Mu Lian tersenyum penuh arti melihat keduanya.
"Kami ingin melakukan penelitian di ruang penjamuan, apa senior tahu dimana Paman Guo?" kata Xiaoxiao menyampaikan maksud kedatangan mereka ke penginapan.
Han Tengfei mengantar Mu Lian dan Xiaoxiao ke pemilik penginapan, Paman Guo. Paman Guo, tentu saja dengan senang hati meminjamkan ruangan tersebut. Dengan catatan, mereka harus membereskannya sebelum makan siang.
"Terimakasih Paman Guo!" kata Mu Lian dan Xiaoxiao bersamaan.
Mu Lian segera memperkerjakan Ling Zizhou dan Han Tengfei untuk memindahkan meja dan kursi ke pojok ruangan.
Ruangan tempat makan sangat luas, jadi Xiaoxiao bisa dengan leluasa menggambar sebuah array. Apalagi array tersebut hanya array dasar, yang biasanya hanya tersusun dari 8 pola.
"Lian'er, Xiao'er, kalian akan melakukan kegiatan menarik itu disini?" kata Master Zhengheng.
"Benar Master, kami takut jika hujan salju turun tiba-tiba," kata Mu Lian.
"Kami hanya diberi waktu hingga makan siang oleh Paman Guo, tapi kami rasa itu sudah cukup," kata Xiaoxiao.
Saudara Su dan pemuda He yang berdiri di belakang Master Zhengheng berniat membantu, namun Mu Lian mengatakan tidak perlu karena ada Ling Zizhou dan Han Tengfei.
"Baiklah, kalau begitu aku akan berangkat dulu. Jangan memaksakan diri," kata Master Zhengheng sambil mengusap kepala Xiaoxiao.Hari itu giliran Master Zhengheng membasmi Egui.
"Hati-hati, Master," kata Xiaoxiao.
Setelah Master Zhengheng pergi. Ling Zizhou dan Han Tengfei selesai memindahkan meja dan kursi ke pojok ruangan. Kedua pemuda itu kemudian berdiri di dekat pintu untuk mengamati.
Xiaoxiao segera menyiapkan array sedangkan Mu Lian sedang menimbang botol manakah dari kelima botol porselen di dalam kantung dimensionalnya yang akan digunakan hari itu.
"Bagaimana? Kita akan mencoba botol yang mana?" kata Xiaoxiao.
"Hmm. Firasatku mengatakan botol ketiga," kata Mu Lian sambil menepuk kantung dimensionalnya untuk mengeluarkan kuali miliknya, bahan-bahan penelitian serta botol porselen dengan label bertuliskan angka 3.
__ADS_1