Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Berenang, bertaruh dan berburu


__ADS_3

Melihat Xu Jing bisa bertengkar dengan santai dengan Ling Zizhou tanpa takut sedikitpun membuat Mu Lian tersenyum.


Setelah puas bertengkar, Ling Zizhou menoleh ke arah Mu Lian kemudian bertanya,


"Baiklah, kau boleh ikut dengan kami. Tapi tetap dekat dengan ka- maksudku tetap dekat denganku dan jangan jauh-jauh," kata Ling Zizhou tanpa sadar menyebut kata kami, menunjukkan kedekatannya dengan Xu Jing.


"Siap. Tenang saja, akan kutempel kalian seperti lem. Oh iya, aku dan Xiaobai ingin melihat berbagai macam flora dan fauna disini, apa kalian tahu tempat yang bagus?" kata Mu Lian.


"Hmm," Ling Zizhou dan Xu Jing berdiskusi selama beberapa menit dan memutuskan membawa Mu Lian ke lokasi yang biasanya mereka singgahi.


"Disini banyak sekali mata air dan ikan-ikan yang bisa dimakan," kata Xu Jing mulai menjelaskan.


"Hei, botak! Biarkan aku-"


"Mulai dari daerah sini sampai..." Xu Jing menghiraukan protesan Ling Zizhou dan terus menjelaskan flora dan fauna yang ada disana.


Kadang-kadang Mu Lian harus menunggu beberapa menit bersama Xiaobai karena tiba-tiba Xu Jing ingin bertaruh dengan Ling Zizhou.


Bertaruh siapa diantara mereka yang lebih cepat sampai di tujuan, siapa yang bisa menangkap ikan lebih banyak dan lain sebagainya. Mu Lian ikut senang karena kini Ling Zizhou mendapatkan teman mainnya.


Setelah puas mengeksplor, Mu Lian dan Xiaobai segera pulang supaya tidak menganggu dua sahabat tersebut.


Dan meminta bantuan ditemani lagi setiap 3 hari sekali untuk mengeksplor daerah sekitar sana. Hal tersebut Mu Lian lakukan agar tidak jenuh setelah berkutat dengan belajar dan latihan setiap hari.


Memang biasanya waktu malam Mu Lian gunakan untuk bersosialisasi, namun Mu Lian ingin memenuhi permintaan Xiaobai untuk mengeksplorasi daerah disekitar mereka.


Seperti halnya saat ini, Mu Lian telah memasuki minggu kedua eksplorasi. Tak jauh dari Mu Lian dan Xiaobai, Ling Zizhou dan Xu Jing sedang balapan renang di dalam mata air.


Awalnya Mu Lian terkejut melihat bagaimana caranya Ling Zizhou dan Xu Jing masuk ke dalam mata air.


Kedua pemuda itu seperti tersedot vacum cleaner ketika berdiri tepat dibawah mata air yang melayang satu meter diatas kepala mereka.


Setelah tercebur hingga ke pusat bola, keduanya muncul lagi di permukaan. Lucunya, mereka berenang mengitari bola air tersebut.


Ketika berada di bagian bawah bola air, mereka seperti spiderman yang menempel pada langit-langit ruangan, tidak terjatuh karena pengaruh gravitasi.


Mu Lian dan Xiaobai mengamati fenomena tersebut dengan antusias namun tidak berani terlalu dekat dengan bola, takut mereka tersedot ke dalam.


"CLAK,"


Suara air menetes terdengar setiap beberapa menit sekali, menambah volume bola air. Tetesan tersebut berasal dari salah satu dahan berwarna hijau terang dengan daun berwarna hijau toska.


Dahan tersebut tepat di atas bola air, beberapa meter darinya. Terlihat sangat mencolok dari dahan-dahan yang lain yang rata-rata berwarna coklat gelap.


"Hei, apa kalian pernah mencoba pergi ke dahan itu?" kata Mu Lian setelah Ling Zizhou dan Xu Jing menyelesaikan balapan renangnya, kali ini Ling Zizhou kalah karena kelicikan, maksudnya, kecerdikan Xu Jing.


"Kami pernah mencobanya tapi gagal. Begitu juga dengan senior-senior yang lain," kata Xu Jing menjelaskan karena saat itu Ling Zizhou harus menangkap ikan yang ada di mata air dengan mulutnya, seperti beruang grizzly.


"Hmm, bagaimana Xiaobai? Menemukan sesuatu yang janggal?" kata Mu Lian.


"Aku belum bisa memastikannya Lian jie. Tapi aku bisa mencoba mendekati dan memecahkan teka-tekinya," kata Xiaobao.


Teka-teki yang Xiaobai maksud adalah simpul-simpul yang terbuat dari chi dan tak kasat mata. Strukturnya sedikit aneh, campuran chi dengan zat lain yang sangat asing bagi Mu Lian dan Xiaobai.

__ADS_1


Tanpa basa-basi, Xiaobai mendekati dahan tersebut. Namun simpul pertama seperti bereaksi terhadap kehadiran Xiaobai dan akhirnya memantulkan Xiaobai ke arah berlawanan, membuat Xiaobai terpental.


Mu Lian secara refleks menangkap Xiaobai menggunakan energi spiritualnya. Ling ZIzhou yang telah menyelesaikan tantangannya segera menghampiri Mu Lian.


"Kenapa si buntalan bulu itu? Apa dia sudah gila, mendekati dahan itu?" kata Ling Zizhou.


"Kami hanya penasaran dan ingin mencoba memecahkan teka-teki yang ada di dahan itu, tapi sepertinya pendekatan Xiaobai kurang tepat," kata Mu Lian memutar bola matanya sambil terus menghibur Xiaobai yang sedang menangis.


Bagaimanapun juga, Xiaobai masih anak-anak. Makhluk mungil itu sebenarnya tidak terluka, hanya terkejut saja dengan kekuatan simpul yang memantulkannya sejauh beberapa meter.


"Huweee Lian jie..."


"Sssst, tidak apa-apa Xiaobai. Itu salahku, harusnya aku saja yang mendekati dahan itu," kata Mu Lian mengusap tubuh Xiaobai. Untungnya, meski dalam keadaan shock, tubuh Xiaobai tidak kembali ke keadaan aslinya.


Eksplorasi mereka telah menginjak minggu kedua, namun Mu Lian belum memecahkan teka-teki yang ada pada dahan tersebut.


"Huff, sebaiknya kita pergi mencari sesuatu yang baru dulu. Siapa tahu dengan begitu, aku bisa mendapat ilham," kata Mu Lian.


"Sesuatu yang baru? Bagaimana kalau kau ikut dengan kami? Ada eksplorasi baru yang akan diadakan senior-senior setelah sekian lama mendekam bersembunyi disini," kata Xu Jing.


"Heh, kau gila apa?! Kau bisa mengajaknya kemana saja selain mengikuti eksplorasi! Tidak ada tawar menawar!" kata Ling Zizhou marah. Xu Jing tertegun.


Segalak-galaknya Ling Zizhou, Xu Jing tidak pernah melihatnya semarah ini. Sepertinya dia memang telah melewati batas.


Xu Jing pun mendapatkan kesan selama dua minggu menghabiskan waktu dengan Mu Lian dan Ling Zizhou.


"Baiklah, jangan marah kepadaku. Kalau kau marah, aku kehilangan teman mainku," kata Xu Jing mengangkat kedua tangannya.


"Hmph! Bagus kalau kau mengerti," kata Ling Zizhou yang anehnya memaafkan Xu Jing begitu saja. Dan dengan semudah membalik telapak tangan, keduanya bersikap seperti biasa lagi. Mereka mulai membuat ide bahan taruhan.


Setelah Xu Jing kembali, Xu Ke menggeleng kemudian bertanya,


"Masih mengikuti Ah Zhou seperti ekor?"


"Memangnya kenapa? Dia orangnya asik tahu! Lagipula, aku jadi dapat informasi mengenai gadis itu," kata Xu Jing melanjutkan "Dari sikap Ling Zizhou yang overprotective aku jadi bisa berhipotesis bahwa gadis itu, Mu Lian, memiliki kedudukan penting di Gerobak Ajaib.


Cukup penting malah, ingatkan waktu Mu Lian mengajari kita cara mengoperasikan gerobak? Aku melihat sikap anggota-anggota gerobak ajaib yang lain sangat mendengarkan apa yang diucapkan Mu Lian,"


"Benarkah? Kalau begitu, kemungkinan besar Mu Lian adalah murid langsung atau bahkan ahli waris dari ketua Gerobak Ajaib," kata Xu Ke tersenyum. Xu Jing membalas senyuman tersebut.


...


"Lian'er, jangan jauh-jauh dariku!" kata Ling Zizhou.


"En. Apa kita sudah sampai?" tanya Mu Lian.


"Sebentar lagi. Beberapa pohon lagi kita akan sampai," kata Xu Ke.


Meski tidak diijinkan mengikuti eksplorasi, Mu Lian bersikeras untuk ikut kelompok berburu. Lokasinya tidak begitu jauh dari kediaman sehingga tidak perlu khawatir bertemu dengan kelompok lain.


Memang lokasinya sudah berada di luar pelindung namun lokasi mereka berada sangat jauh dari kelompok-kelompok tersebut.


"Kita sudah sampai!" kata Xu Jing.

__ADS_1


Beberapa rekan Xu Ke mulai berpencar untuk mencari target. Target mereka adalah hewan yang menyerupai rusa. Mu Lian belum pernah melihat secara langsung namun ciri-cirinya mirip dengan rusa.


Mu Lian berlari mengikuti Xu Ke dan Xu Jing, melintasi dahan pohon yang jarang daunnya. Gundukan kecil terlihat disana-sini, seakan-akan dahan pohon memiliki tompel.


Ranting-ranting yang lebih kecil, yang tidak berdaun sama sekali, terlihat mencuat dan terlihat tajam. Seperti tanduk seekor hewan.


Melihat pemandangan tersebut, perasaan Mu Lian mengatakan bahwa saking miripnya dengan tanduk hewan, Mu Lian merasakan si rusa bisa muncul dari ranting-ranting tersebut.


Apalagi ketika Xu Ke mengatakan bahwa apa yang dilihat Mu LIan sekarang tidak seperti apa yang terlihat.


Xiaobai yang duduk dalam diam diatas kepala Mu Lian mengamati gundukan-gundukan tersebut dengan antisipasi di wajahnya.


Benar saja, dari salah satu ranting-ranting, gundukan kecil tiba-tiba bangkit. Dua mata sehitam intan menatap Mu Lian dan yang lain dengan horor kemudian segera lari terbirit-birit.


"Siapa yang tidak berhasil menangkap hewan itu harus makan ikan mentah-mentah," kata Xu Jing.


"Hei, tunggu!" kata Ling Zizhou serba salah. Dia sedang bertugas menjaga Mu Lian, namun mendengar hukuman kalau dirinya kalah taruhan adalah memakan ikan mentah-mentah tanpa sadar membuat Ling Zizhou lari seperti dikejar hantu.


Ikan yang hidup di mata air terkenal sangat amis, jika tidak diproses secara tepat akan merusak cita rasa keseluruhan ikan tersebut.


Ling Zizhou ingat dengan bau amis ikan tersebut sehingga membuatnya trauma dan tidak mau kalah. Apa saja selain itu! pikir Ling Zizhou.


"Haish, mereka mulai lagi," kata Xu Ke menggeleng.


"Biarkan saja mereka. Nanti juga balik lagi," kata Mu Lian santai.


Mu Lian menghampiri lokasi yang baru saja ditinggalkan rusa tersebut. Lokasi itu berupa cekungan yang didalamnya ditumbuhi lumut-lumut berwarna coklat keemasan.


"Lian jie, aku baru pertama kali melihat tumbuhan itu," kata Xiaobai.


"Sama. Mari kita cabut dan tanyakan kepada kakek," kata Mu Lian sambil mengeluarkan peralatan memanen tanaman herbalnya.


Dengan lihai, Mu Lian mencabut lumut-lumut tersebut tanpa merusak akarnya. Ketika mengamati dari dekat lumut-lumut tersebut, Mu Lian semakin yakin bahwa lumut tersebut termasuk ke dalam tanaman herbal.


Xu Ke yang mengamati Mu Lian dari samping, akhirnya memberanikan diri bertanya, "Sepertinya kau memiliki pengetahuan bagaimana cara mencabut tanaman ini dengan baik. Apakah ini tanaman herbal? Kau memperlakukannya secara hati-hati sekali,"


"Semua tanaman pantas diperlakukan dengan baik. Meski ini bukan tanaman herbal pun akan kucabut dengan baik. Tapi dugaan anda benar, ini tanaman herbal. Meski aku belum tahu khasiatnya apa tapi aku akan mencoba mencari tahu," kata Mu Lian.


"Apa kau..." Xu Ke tidak berani meneruskan pertanyaannya. Namun melihat senyum Mu Lian, Xu Ke pun menarik napas dalam.


"Apa anda tahu tanaman herbal disekitar sini?" kata Mu Lian mengalihkan pembicaraan.


"O-oh, iya hanya ada satu jenis tanaman yang tumbuh tak jauh dari sini. Aku tidak tahu apakah itu tanaman herbal atau bukan. Nanti kita ke sana setelah dua anak itu kembali," kata Xu Ke tersenyum canggung.


Tepatnya dua puluh menit kemudian, Ling Zizhou kembali dengan seringai di wajahnya. Pemuda itu memanggul 'rusa' yang sudah tidak bergerak. Sedangkan Xu Jing kembali dengan wajah pucat. Sudah dapat dipastikan siapa pemenangnya.


"Kita pergi ke daerah tanaman aneh dulu. Lian'er ingin memastikan apakah tanaman tersebut tanaman herbal atau bukan," kata Xu Ke memimpin jalan di depan. Ling Zizhou terdiam. Sifat sok kenal sok dekat kakak beradik ini benar-benar tidak ada duanya!


Di perjalanan, mereka menemukan beberapa rusa. Xu Jing dan Xu Ke masing-masing menangkap satu rusa dengan tanduk bercabang.


Xu Ke menjelaskan bahwa rusa dengan tanduk tersebut dapat dipastikan sebagai jantan. Mereka tidak mau memburu rusa betina karena takut kalau rusa betina yang mereka buru sedang hamil. Bisa-bisa, rusa disana punah.


Lagi pula tanduk bercabang lebih mudah diidentifikasi daripada tanduk yang tidak bercabang.

__ADS_1


Semua yang memburu rusa bertanduk hanya harus mempersiapkan diri saja. Mereka harus berhati-hati seperti ketika menghadapi spirit beast tingkat 2. Sekuat itu lah rusa jantan di Gua Sejati.


"Nah ini dia tanaman herbal yang kumaksud," kata Xu Ke.


__ADS_2