
Sepuluh jam sebelumnya.
"Selimut! Selimut?"
"Maksudmu kain?"
"Astaga cairan apa ini? Kenapa tak berhenti keluar!"
"Kita butuh apa lagi?!"
Meimei menarik napas kemudian menghembuskan napasnya dengan teratur supaya kontraksinya tepat ketika anak-anak telah menyiapkan segala keperluan bersalin.
"Kalian! Tenang, tarik napas, buang perlahan. Oke, pertama cairan ini namanya air ketuban dan akan pecah ketika bayi siap lahir.
Nah bayi ini tidak akan langsung keluar begitu saja, jadi kalian bisa mempersiapkan semua yang kita butuhkan dengan santai," kata Meimei menjelaskan.
Meimei mulai mengerahkan tugas masing-masing , Xiaoleng dan Xiaofu membawakan berember-ember air bersih, Xiohan dan Xiaoqiu membawakan kain bersih sebanyak-banyaknya Xiaojia dan Xiaoqi mulai mengepel lantai.
"Aduh, licin!" seru Xiaoqi jatuh dan menarik Xiaohan. Keduanya jatuh wajah duluan.
Karena struktur tubuh berbeda, Meimei, wanita dari dunia ini memiliki air ketuban 2 kali lebih banyak dari wanita di Bumi.
Seluruh lantai telah dibanjiri air ketuban dan mau tidak mau Xiaojia dan Xiaoqi mengelap lantai dengan secepat yang mereka bisa agar tidak ada korban berjatuhan.
Sementara itu, Xiaobao dan Xiaohua, mulai meracik resep yang ada di buku catatan kecil mereka. Isi buku tersebut adalah semua resep yang diajarkan oleh Mu Lian. Ada catatan-catatan tambahan juga dari Mu Haocun.
Berdasarkan penilaian Mu Haocun, Xiaobao dan Xiohua memiliki potensial yang cukup besar sebagai Ahli Alkimia.
Sehingga dari 20 orang anak, baru Xiaobao dan Xiaohua yang dididik sebagai Ahli Alkimia. Ada satu anak lagi yang berbakat namun usianya masih 3 tahun jadi anak itu dibiarkan untuk menikmati masa kecilnya dulu.
"Mei jie! Apa Mei jie baik-baik saja? Apa yang terjadi? Kenapa Xiaohan dan Xiaoqiu seperti meminta kain sebanyak-banyaknya?" kata seorang gadis cantik dengan tahi lalat di ujung mulut sebelah kirinya.
"Astaga cairan apa ini!" kata seorang gadis di sebelahnya. Wajahnya sama persis dengan gadis yang bicara pertama. Namun tahi lalatnya berada di ujung mulut sebelah kanan.
"XiaoJia-Li, XiaoMei-Yin. tolong tenang dulu. Jadi sepertinya hari ini aku akan melahirkan, nah Xiaohan dan Xiaoqiu memang kutugaskan untuk membawa kain sebanyak-banyaknya.
Sekarang tugas kalian adalah kembali ke rumah dan menjaga adik-adik kalian. Kalian boleh memberitahu bahwa hari ini adik mereka akan lahir," kata Meimei.
Meimei melarang anak-anak yang lebih muda untuk membantu. Dan menyuruh dua gadis kembar itu menjaga anak-anak tersebut.
Meimei juga menyuruh Xiaojia atau Xiaoleng bergantian memeriksa anak-anak tersebut karena proses bersalin entah akan berlangsung berapa lama.
Dua gadis kembar itu terlihat cemas namun mereka adalah anak yang patuh. Keduanya pun segera kembali untuk mengabarkan kondisi Meimei kepada anak-anak yang lain. Dan meminta doa agar proses bersalin berjalan lancar.
Tepat ketika kedua gadis kembar itu pergi keluar kamar, Xiaohan dan Xiaoqiu mulai terlihat membawakan kain bersih. Mereka mencari dimana akan meletakkan kain tersebut.
Rombongan kedua adalah Xiaoleng dan Xiaofu yang dengan susah payah membawa empat ember berisi air sekaligus!
Xiaobao dan Xiaohua belum terlihat batang hidungnya. Sepertinya obat raciknya belum siap. Meimei mengalihkan perhatiannya dari rasa mulas dan kram hebat di sekitar rahimnya dengan mengarahkan anak-anak.
Meimei terdengar cerita dari ibunya tentang seorang wanita, yang memiliki kultivasi cukup tinggi, mengalami persalinan yang cukup berat.
Namun karena wanita tersebut berhasil melalui kobaran, tentu saja persalinannya itu sukses. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan untuk bersalin memang cukup panjang.
Meimei membulatkan tekad dan menyiapkan hatinya yang sebentar lagi akan bertemu dengan buah hatinya yang sudah lama ia tunggu.
Dan terbukti, Meimei membutuhkan waktu kurang lebih sepuluh jam untuk menjemput buah hatinya tersebut.
__ADS_1
Parahnya lagi, Meimei tidak bisa berteriak untuk meringankan rasa sakit melahirkan karena anak-anak menjadi sangat tegang ketika Meimei mengeluarkan suara sekecil pun.
Untungnya, Xiaobao dan Xiaohua berhasil meracik obat yang tepat untuk Meimei sehingga Meimei bisa menjalani prosesi bersalin tanpa terserang shock akibat rasa sakit berlebih.
Biasanya di dunia itu, yang cukup merepotkan adalah ketika sang ibu pingsan di tengah proses melahirkan.
Sekalinya pingsan, sang ibu baru terbangun setelah empat atau lima jam. Dan di waktu tersebut sang bayi bertahan di perut sang ibu dengan menyerap chi dari dantian sang ibu.
Makanya banyak wanita yang tidak mau mengandung seorang anak. Mereka akan kehilangan kultivasi yang sudah susah payah mereka kembangkan.
Meimei yang tidak bisa berteriak memilih untuk meremas sebuah tongkat besi yang didapatkannya dari dalam kantong ajaibnya.
Barang rongsok itu, sudah Meimei simpan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Ditinggalkan di dalam kantong ajaib tak tersentuh.
Hari ini adalah hari dimana tongkat tersebut ada gunanya juga. Sayangnya, usianya tak bertahan lama karena tongkat besi itu tak berdaya di hadapan kekuatan genggaman Meimei.
"Hmmph!"
KRAK, KRAK. Terdengar retakan-retakan besi yang renyah.
Tiba-tiba Meimei merasakan sensasi yang sangat kuat. Seperti jiwanya yang ditarik hingga ke kerongkongan.
Karena sesak, napas Meimei menjadi sangat cepat namun ia tahu ia harus mengendalikannya kembali sesuai irama.
Meimei pun menggunakan pengalamannya berpuluh-puluh tahun bermeditasi, mengambil napas dan menghembuskannya perlahan.
Xiaohua dan Xiaojia berdiri di depan Meimei tidur dalam posisi terlentang dengan kaki terbuka, bersiap-siap menyambut sang bayi.
Darah yang dikeluarkan Meimei lumayan banyak sehingga Xiaohua dan Xiaojia sedikit gugup. Terlihat dari tangan mereka yang gemetar.
Xiaohan dan Xiaoqiu yang kebagian memisahkan kain penuh darah terlihat sempoyongan seperti orang mabuk.
Keduanya tampak mengernyitkan hidung karena bau amis menyelimuti seluruh ruangan. Untungnya Xiaohan, Xiaoqiu, Xiaobao, Xiaoleng dan Xiaofu kuat menahan bau amis tersebut.
"Kepalanya muncul!" kata Xiaojia.
Xiaojia dan Xiaohua terlihat terpukau melihat keajaiban seorang wanita yang sedang melahirkan. Namun keduanya tetap menjalankan tugas mereka dengan baik.
Xiaohua berinisiatif membawa kain bersih dekat kepala bayi yang kepalanya akan keluar satu dorongan lagi.
"Huff!" Meimei melihat kilatan cahaya putih menyilaukan matanya.
Satu hembusan napas dengan nada sangat lembut mampu mengeluarkan bayi itu dengan selamat. Menunjukkan kekuatan Meimei yang tak main-main.
"OWAAK OWAAAK!"
Meimei mengira bahwa dirinya telah mati setelah melihat kilatan cahaya putih tersebut namun suara bayinya menyadarkannya.
"Mei jie! Tali ini tak bisa lepas, aku tidak berani menariknya!" kata Xiaohua.
Pandangan Meimei agak kabur namun Meimei mengerti apa yang dimaksud Xiaohua. Meimei merasakan tali ari-ari itu menyambung ke anaknya yang masih di dalam.
"Tu-tunggu...satu lagi. Adiknya sebentar lagi keluar...sepertinya tali ari-ari mereka sedikit nyangkut...ok...Meimei kau pasti bisa...satu lagi dan setelah itu selesai..." kata Meimei dengan nada sedikit lelah.
"Astaga, lihat bayi ini, tangannya menggenggam tali ari-arinya! Sepertinya dia khawatir dengan adiknya! Sebentar lagi ya! Mei jie akan mengeluarkan adikmu dengan selamat!" kata Xiojia.
Untungnya, proses kelahiran sang adik lebih mudah sehingga Meimei bisa bernapas lega. Ia melihat tali ari-ari dengan tekstur yang sedikit unik.
__ADS_1
Meimei merasakan ada jejak chi di tali tersebut sehingga dengan instingnya Meimei mengeluarkan chi di ujung jarinya.
Ketika jarinya menyentuh tali ari-ari tersebut, tali ari-ari menyusut dengan cepat. Awalnya seperti tumbuhan layu kemudian dengan sangat cepat mengering dan hilang tanpa jejak.
"Xiaobao, aku harus menghentikan pendarahannya," kata Meimei lelah.
"Tunggu, aku punya solusi lebih baik. Ini racikan yang diberikan oleh Lian jie dan kakek juga. Untung kami barusan membuatnya," kata Xiaobao.
Xiaobao mengeluarkan botol-botol porselen di dekat Meimei berusaha mengingat-ingat urutan obat racik yang harus diminum terlebih dahulu agar tidak menyebabkan komplikasi.
Meimei menghiraukan Xiaobao dan mengamati bagaimana Xiaoqi dan Xiaohua membersihkan anak kembarnya. Terutama anak keduanya yang lahir beberapa detik setelah anak pertamanya.
Anak keduanya itu tidak menangis, Meimei menyuruh Xiaohua memeriksa denyut nadinya yang hasilnya sangat bagus.
Anehnya anaknya itu hanya tertidur dengan tenang. Dadanya terlihat mengembang dan mengempis berirama. Wajahnya terlihat damai meski tubuhnya sedang dibasuh air.
Jika dilihat-lihat, kedua anak laki-lakinya itu sangat tampan. Persis ayahnya. Sangat tampan setelah dibersihkan dari darah. Sangat tampan setelah dibungkus dengan kain bersih.
Yang satu sedang mengoceh dalam dekapan Xiaoqi, yang satu tertidur lelap bagai tidak peduli dengan dunia luar di dekapan Xiaojia. Pekerjaan Xiaohua diambil alih Xiaojia karena Xiaohua harus membantu Xiaobao.
...
Awalnya Mu Lian dan Mu Haocun tak mengerti apa maksud Xiaohan namun, keduanya pun ingat kepada Meimei.
"Ayo!" kata Xiaohan menghambur keluar kamar. Mu Lian dan Mu Haocun mengikuti dengan langkah tak kalah cepat. Jarak yang cukup jauh untuk ditempuh itu pun jadi tak terasa.
Setibanya di kediaman Meimei, hal yang pertama Mu Haocun cari adalah Xiaobao. Karena berdasarkan keterangan Xiaohan, Meimei sedang menyusui kedua anaknya.
Xiaobao ternyata terlihat sedang berlalu lalang di sekitar kediaman. Mu Haocun pun menarik anak itu sedangkan Mu Lian segera ke kamar Meimei.
"Lian jie!" kata Xiaoqi. Xiaoqi menjelaskan bahwa beberapa menit yang lalu Meimei pindah kamar karena kamar yang sebelumnya masih harus dibersihkan.
Mereka berjalan melintasi pekarangan kemudian masuk ke bangunan yang agak kecil karena bangunan tersebut sebenarnya sayap rumah bukan kamar utama.
"Lian jie!" kata Xiaojia.
"Kenapa keluar, bukannya Mei jie sudah menyuruhku untuk mencari Lian jie?" kata Xiaoqi kebingungan.
"Ikuti aku, aku akan menjelaskannya sambil jalan," kata Xiaojia mulai menjelaskan.
Anak kedua Meimei tidak menangis meski sudah hampir dua puluh menit berlalu. Xiaohua memeriksa hingga ke bagian terdalam tubuhnya tidak ada yang aneh.
Denyut nadinya pun terasa sangat kuat. Anak itu benar-benar sehat. Namun Xiaohua mengakui bahwa dirinya masih banyak kekurangan sehingga menyarankan untuk memanggil Mu Lian atau Mu Haocun secepatnya.
Setibanya di depan kamar Mu Lian tanpa basa-basi mengumumkan kehadirannya kemudian membuka pintu,"Mei jie, ini aku,"
"Lian'er!" kata Meimei. Meimei ternyata masih menyusui anaknya. Tampak tertidur lelap disebelahnya, anak dengan rupa sama persis dengan yang ada dalam dekapan Meimei.
Hanya saja tubuhnya sedikit lebih kecil dibandingkan kakaknya. Mu Lian menghampiri anak yang tidur dengan wajah damai itu.
"Aku akan memeriksanya," kata Mu Lian. Meimei mengangguk. Tak hanya memeriksa anaknya yang terus tertidur itu saja, Mu Lian juga memeriksa anaknya yang baru saja selesai minum ASI.
Anak itu merengek karena belum kenyang namun harus diperiksa sebagai perbandingan. Lagi pula Mu Lian menyadari sesuatu dari anak kembar Meimei itu.
"Mei jie, yang ada di sebelah kanan ku terasa sangat mirip dengan auramu sedangkan saudaranya yang tertidur pulas ini sangat mirip dengan Zhi ge.
Oh! Lihat dia, tangan mungilnya menggenggam saudaranya yang terus tertidur ini. Hmm? Tunggu, sepertinya aku tahu apa yang terjadi. Ini baru asumsiku saja. Tapi kalau Mei jie ingin mendengarnya akan kuberitahu," kata Mu Lian.
__ADS_1