Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Hah?! Master Mu? Yang mana?


__ADS_3

"Lian jie, lihat akhirnya aku bisa menyentuh ujung kakiku!" kata Xiaoxiao.


Gadis itu duduk di atas tanah yang sedikit lembab karena embun. Tangannya diregangkan hingga ujung telunjuknya menyentuh ujung sepatu.


Ling Zizhou yang duduk tak jauh dari Xiao juga melakukan hal yang sama, namun pemuda itu sudah dianggap veteran dalam melakukan peregangan sehingga Ling Zizhou menyentuh ujung sepatu menggunakan jari-jari tangannya dengan sangat mudah.


"Bagus Xiao'er, tubuhmu kini sudah semakin fit dan akan membantu meningkatkan kondisi tubuhmu," kata Mu Lian mengangguk puas.


"Lian'er benar, tubuhku rasanya lebih kuat dan lebih lentur dari yang sebelumnya," kata Master Zhengheng.


Tak hanya Master Zhengheng, Mu Haocun, Master Yi, Meng Zhi dan Meimei pun melakukan hal yang sama.


Setelah melakukan beberapa set gerakan peregangan, Meimei dan Ling Zizhou menyiapkan api serta peralatan memasak.


Meimei mengeluarkan *wok yang terbuat dari besi baja dan membawa benda yang terlihat sangat berat itu ke susunan batu alam tak jauh dari api unggun.


Mu Lian ingat ketika pertama kali melihat Meng Zhi memotong batu berukuran besar, pria itu memotong batu tersebut seperti memotong tofu!


Kemudian Ling Zizhou menyusun pecahan-pecahan batu tersebut sedemikian rupa sehingga mereka dapat meletakkan wok diatasnya. Sebuah kompor yang terbuat dari batu alami pun tercipta hanya dalam lima menit.


Setelah meletakkan wok di atas susunan batu, Meimei menyerahkan urusan menyalakan api kepada Ling Zizhou sedangkan dirinya sendiri memindahkan perhatiannya kepada api unggun di sebelahnya.


Disana Xiaoxiao sudah menyusun beberapa ranting sehingga gadis itu dapat memanaskan air yang ada dalam pot teh. Meimei datang untuk membantunya.


Melihat Meimei dan Xiaoxiao sibuk memuat teh sedangkan Ling Zizhou sibuk memasukkan kayu-kayu baru yang baru saja dikumpulkan oleh Meng Zhi, Mu Lian pun membantu mencuci bahan-bahan makanan di aliran sungai tak jauh dari tempat mereka berkemah.


Setelah tercuci bersih, Mu Lian memotong-motong sayur kemudian menyerahkan bahan-bahan makanan itu kepada Ling Zizhou. Ling Zizhou yang telah menerima bahan-bahan makan tersebut segera mengusir Mu Lian jauh-jauh dari sana.


Memikirkan Mu Lian berdiri beberapa senti saja dari wok dan mengacaukan semua masakannya membuat Ling Zizhou bergidik!


Melihat Ling Zizhou yang bersikeras 'mengusirnya' jauh-jauh dari sana, akhirnya Mu Lian hanya bisa berbalik dan menjauh dari tempat tersebut.


Mu Lian kemudian duduk di atas batu besar yang diselimuti lumut. Melihat sekelilingnya, pohon-pohon cemara yang tinggi menjulang terlihat sejauh mata memandang. Hari semakin terang dan sinar matahari mulai muncul di antara pepohonan.


Hutan tempat Mu Lian dan yang lain berkemah memang sangat rimbun, namun pohon-pohon tersebut adalah pohon cemara yang lancip sehingga meskipun tingginya mencapai gedung tingkat lima, masih ada sinar matahari yang dapat masuk.


Meski musim dingin baru saja selesai, kehidupan di hutan sudah terlihat ramai kembali. Semak-semak pakis sudah mulai tumbuh, batu-batuan mulai diselimuti lumut. Beberapa serangga serta kupu-kupu terlihat berterbangan kesana kemari.


Burung-burung mulai terlihat mencari pasangannya, begitu pula binatang-binatang lainnya. Musim semi kembali berjaya di keadaan puncaknya, seperti musim dingin tak pernah terjadi.


Disisi kanan Mu Lian berdiri 5 tenda sederhana yang digunakan Mu Lian dan yang lain tidur. Selain itu, tak banyak barang-barang yang terlihat karena semua barang disimpan di dalam kantung dimensional.


"Silahkan minum teh dulu, Master," kata Meimei sambil menyerahkan cangkir teh kepada Mu Haocun dan Meng Zhi.


Xiaoxiao menyerahkan cangkir teh kepada Master Zhengheng dan Master Yi. Kemudian kedua gadis itu membantu Ling Zizhou memasak.


Mu Haocun, Meng Zhi, Master Yi dan Master Zhengheng duduk melingkar di sisi kiri Mu Lian. Dan tampaknya hari ini Master Yi sedang mood untuk berbincang dengan Master Zhengheng.


Bosan melihat sekumpulan kakek-kakek yang sedang berbincang itu, Mu Lian menghela napas panjang dan kembali mengamati orang-orang yang sedang menyiapkan sarapan.


Namun tanpa sadar pikiran Mu Lian kembali ke Lembah Ufuk Timur. Kepada tetangga-tetangganya yang melepas kepergian Mu Lian dengan berat hati. Mereka memberikan Mu Lian buah tangan yang tak terhitung banyaknya.


Benar. Sudah dua puluh hari kelompok Mu Lian melakukan perjalanan menuju ibu kota. Perjalanan mereka tidak terlalu cepat namun tidak terlalu lambat juga.


Mu Haocun mengatakan bahwa kecepatan mereka cukup untuk pengelana pemula seperti Mu Lian dan Xiaoxiao.

__ADS_1


Cukup untuk menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan sambil belajar hal-hal dasar yang perlu diketahui oleh para pengelana pemula.


Mu Haocun dan orang dewasa lain memilih beberapa desa untuk dijadikan tempat beristirahat. Karena selain berkemah di alam bebas, seseorang memerlukan tempat yang memiliki fasilitas lengkap seperti yang dapat ditemukan di desa-desa atau kota-kota kecil untuk memulihkan tubuhnya.


Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah Desa Mare. Sebenarnya Mu Lian dan yang lain ke Desa Mare adalah untuk megantarkan Saudara Su, Saudara Chen dan pemuda He kembali ke markas sementara.


Ketika Mu Lian dan yang lain tiba di markas sementara, hanya ada dua orang berpakaian hitam yang menerima kedatangan kelompok Mu Lian.


Orang berpakaian hitam lainnya telah pergi ke tempat yang telah ditugaskan oleh Master Zhengheng sedangkan dua orang berpakaian hitam itu tetap tinggal di markas karena mereka bertugas untuk menjaga komunikasi antar anggota.


Setelah menyampaikan niatnya untuk ke ibukota dan berpesan kepada bawahannya untuk tetap waspada, Master Zhengheng melanjutkan perjalanan menuju ibu kota bersama kelompok Mu Lian, hanya dengan membawa Xiaoxiao.


Saudara Chen tampaknya sedikit ragu untuk meninggalkan atasannya sendiri namun melihat dalam kelompok Mu Lian ada 2 orang yang masuk dalam daftar 10 orang terkuat di dunia, akhirnya Saudara Chen tidak mengatakan apa-apa.


Dan terbukti, bahwa kelompok Mu Lian mampu melindungi dua anggota tambahan dengan mudah.


Kombinasi Ling Zizhou dan Master Yi serta Meng Zhi dan Meimei mampu membinasakan spirit beast-spirit beast yang mereka temui di perjalanan.


Spirit beast-spirit beast tersebut berkelana dari Gunung Kaki Langit untuk mencari tempat-tempat yang bagus untuk mereka tinggali.


Alhasil, jalan-jalan yang kelompok Mu Lian lewati tersebut cukup berbahaya bagi orang-orang yang tinggal di desa tak jauh dari sana.


Mu Haocun dan yang lain pun memutuskan untuk singgah di desa terdekat untuk menginformasikan Rajawali Agung serta sekte-sekte terdekat mengenai kondisi jalan yang menghubungkan antara Lembah Ufuk Timur ke Desa Mare serta dari Desa Mare ke desa-desa kecil di sekitarnya.


Mereka hendak memberi peringatan agar orang-orang dengan tingkat kultivasi rendah berhati-hati dalam melakukan perjalanan, kalau bisa jangan melakukan perjalanan jauh jika tidak mendesak.


Jika mereka memiliki hal yang mendesak, mereka harus menginformasikan keberangkatan mereka ke sekte-sekte terdekat agar diberi jasa berupa perlindungan. Sekte biasanya memberikan dua pilihan kepada orang-orang yang memerlukan jasa mereka.


Yang pertama, jika seseorang tidak mampu membayar jasa perlindungan, sekte akan mengirim anggota-anggota junior mereka. Hal ini dilakukan sebagai bentuk amal sekaligus melatih anggota-anggota junior mereka.


Hari ini, Mu Lian dan yang lain akan tiba di desa yang bernama Bei pada sore hari untuk segera mengirim informasi mengenai aktivitas spirit beast di jalan umum yang sering dilewati para pengelana kepada sekte-sekte terdekat.


...


"Lian jie, mari kita siap-siap. Sebentar lagi waktunya makan malam," kata Xiaoxiao sambil membereskan pakaian yang bertebaran di lantai dan kursi tak jauh dari tempat tidurnya.


Pakaian-pakaian kotor itu dibiarkan tergeletak begitu saja oleh Mu Lian dan Xiaoxiao setelah melihat tempat tidur yang nyaman.


Sore itu, sesuai rencana, kelompok Mu Lian tiba di desa yang mereka tuju. Mu Haocun dan Meng Zhi memilih penginapan ternyaman dan segera membagikan kamar untuk mereka beristirahat selama dua malam.


Hasilnya, Mu Lian dan Xiaoxiao mendapat kamar yang sama, bersisian saling bahu-membahu menyeret tubuh mereka yang lelah hingga akhirnya setelah pintu kamar ditutup, entah bagaimana caranya mereka berganti pakaian dan tumbang di tempat tidur masing-masing.


"En," kata Mu Lian dengan susah payah keluar dari pelukan tempat tidurnya.


Tempat tidur Mu Lian berada di seberang tempat tidur Xiaoxiao. Di ujung tempat tidur Mu Lian, tergeletak pakaian miliknya.


Ketika hendak melangkah, Mu Lian mendesis sambil mengangkat kaki sebelah kanannya. Ternyata ujung jari kelingking kakinya sedikit memerah, tampak bekas tumbukan dengan sesuatu yang keras.


"Kaki Lian jie terbentur apa?" kata Xiaoxiao ikut memeriksa jari kelingking kaki Mu Lian.


"Emm, sepertinya terbentur ujung dipan tempat tidur," kata Mu Lian setelah diam sejenak.


Setelah mengoleskan salep di jari kelingking kakinya, Mu Lian dan Xiaoxiao secara bergantian merapikan rambut mereka yang terlihat seperti sarang burung di meja rias yang disediakan oleh penginapan.


"Bagus," kata Mu Lian mengangguk puas ketika melihat pantulan dirinya pada cermin. Kemudian Mu Lian membawa Xiaoxiao keluar kamar menuju ruang makan yang berada di lantai satu, tak jauh dari pekarangan.

__ADS_1


Mu Lian dan Xiaoxiao menyusuri lorong menuju tangga. Jendela-jendela sudah ditutup karena matahari sudah terbenam sejak dua jam yang lalu.


Beberapa orang yang menginap di penginapan yang sama dengan Mu Lian dan Xiaoxiao melemparkan senyuman kepada kedua gadis itu, yang dibalas dengan senyuman juga.


Mu Lian dan Xiaoxiao menuruni tangga kemudian melihat dua orang didepan mereka menuruni tangga dengan sangat lambat. Nampaknya dua pria paruh baya itu sedang mendiskusikan sesuatu yang serius.


"Aku tak menyangka mengapa Embun Pagi bisa melakukan hal yang seperti itu,"


Mu Lian dan Xiaoxiao saling menatap. Embun pagi yang dimaksud kedua bapak tadi, Embun Pagi yang mereka kenal bukan?


"Iya kan? Kau juga tidak akan percaya bukan? Apalagi masalah ini bukan hanya menyangkut Embun Pagi saja, tapi menyangkut orang paling terhormat dan paling disegani di Embun Pagi bahkan di seluruh dunia!"


"Master Mu?"


Mu Lian dan Xiaoxiao menatap tajam kedua pria itu karena hanya ada satu orang dengan marga Mu di dunia ini.


Dan Mu Haocun yang asli, selama dua puluh hari terakhir ini melakukan perjalanan bersama mereka, jadi Mu Haocun yang manakah yang membuat masalah hingga dibicarakan seperti itu?


"Benar! Meskipun sedikit sekali yang pernah bertemu dengannya, tapi seharusnya Master Mu mampu menjaga kepercayaan pelanggannya!"


Mu Lian dan Xiaoxiao terus mengikuti kedua pria paruh baya itu dari belakang. Ternyata tujuan mereka sama, ruang makan.


Seluruh penjuru ruang makan diberi penerangan seadanya dengan menggunakan lilin. Angin malam sesekali berhembus, menyebabkan cahaya lilin bekerlap-kerlip.


Melihat kedua pria paruh baya itu duduk di meja untuk dua orang, Mu Lian dan Xiaoxiao melihat ke sekeliling ruang makan.


"Lian'er, Xiao'er!" seru Meimei sambil melambaikan tangan.


Mu Haocun, Ling Zizhou, Master Yi, Meng Zhi, Meimei dan Master Zhengheng sudah duduk di depan meja panjang.


Sebuah teko teh dari keramik dan beberapa cangkir teh terlihat di atas meja panjang itu. Nampaknya mereka meminum teh sambil menunggu Mu Lian dan Xiaoxiao turun.


"Maaf, apa kami lama?" kata Mu Lian dengan tatapan meminta maaf begitupula yang dilakukan Xiaoxiao.


"Tidak, kami memang sengaja turun lebih awal untuk mencari informasi," kata Mu Haocun.


Ah. Salah satu hal penting yang harus dipelajari pengelana pemula. Jika kalian membutuhkan informasi, pergilah ke tempat makan, atau bar-bar yang ada di desa/kota tujuan kalian.


Ketika seseorang dihidangkan makanan hangat atau diberi minuman, saat itulah mereka menurunkan kewaspadaan mereka dan dengan senang hati memberikan informasi tanpa di-filter terlebih dahulu.


Mu Lian dan Xiaoxiao mengangguk kemudian duduk. Sesaat setelah bokong mereka menyentuh kursi, kedua gadis itu mengingat sesuatu; kabar yang berkaitan dengan Embun Pagi dan Mu Haocun.


Jika Mu Haocun dan yang lain telah duduk di ruang makan ini selama Mu Lian dan Xiaoxiao masih tertidur lelap di kamar mereka, bukankah kabar tersebut tak luput dari pendengaran Mu Haocun dan yang lain?


Namun orang yang menjadi pusat pembicaraan dalam gosip, malah terlihat santai menyeruput tehnya dan terlihat seperti sedang duduk melihat-lihat pekarangan rumahnya sendiri.


Mu Lian tertegun melihat Mu Haocun namun tak sempat menanyakannya karena tak lama kemudian, makanan datang.


Ternyata Meimei telah memesan beberapa makanan setelah memperkirakan kapan Mu Lian dan Xiaoxiao akan tiba


.........


Note:


* Wok (Wajan yang terbuat dari besi baja. Sangat berat)

__ADS_1



__ADS_2