
"Ah Jing, aku ingin bertanya tentangnya. Kakek pasti sudah tahu mengenai penyakitnya bukan?" kata Mu Lian.
"Sebaiknya kita membicarakannya sambil jalan. Ayo....kau ingat saat pertama kali kita bertemu? Kakek bertanya apa tubuhmu baik baik saja?" kata Mu Haocun. Mu Lian mengangguk.
"Kakek belum memeriksa bocah itu secara menyeluruh tapi ciri-cirinya terlalu mirip dengan penyakit yang kakek kira menjangkit dirimu. Penyakit bawaan sejak lahir yang penyintasnya sangat tidak mungkin.
Mereka kebanyakan hanya bertahan sekitar 20 tahun itu pun sudah maksimal. Sebuah keajaiban kalau anak itu hidup sampai 20 tahun dengan penyakit tersebut," kata Mu Haocun.
Mu Haocun menjelaskan bahwa penyakit tersebut memakan dantian seseorang secara perlahan, yang mirip dengan kanker. Bedanya hanya apa yang dimakan penyakit tersebut.
Awalnya chi dalam dantian orang yang terjangkit penyakit tersebut akan sangat kacau. Semakin lama (semakin memasuki stadium akhir) semakin tidak ada jejak chi dalam tubuh orang tersebut.
"Apa benar-benar tidak ada obatnya?" kata Mu Lian.
"Lian'er. Penyakit itu adalah penyakit alami yang bahkan tingkatannya seperti bencana alam, bahkan makhluk yang mengisap kita ke dalam perutnya ini masih kalah di bawah tingkatan penyakit tersebut.
Kematian adalah hal yang pasti bagi orang yang mengidap penyakit misterius itu. Kita hanya bisa menundanya, itu pun kalau kita tega membuat orang yang terjangkit penyakit itu hidup dengan penuh kesakitan.
Atau membantunya melalui kesakitannya lebih cepat," kata Mu Haocun. Mu Lian menggapai lengan Mu Haocun kemudian berkata,
"Kenapa kakek tidak memberitahu kami?"
Mu Haocun hanya diam. Matanya memancarkan dilema dan kesedihan namun Mu Haocun tetap bungkam.
Mu Lian menghela napas panjang. Tahu bahwa dia tidak akan mendapatkan jawaban dari Mu Haocun.
Mu Lian menemani Mu Haocun kembali ke kediamannya. Malam sudah sangat larut dan mereka harus segera tidur.
"Berapa lama lagi kira-kira," kata Mu Lian setelah mencapai gerbang kediaman Mu Haocun.
"Entahlah, tapi menurutku usianya sudah bisa dihitung dalam 5 tahun, bahkan kurang. Bocah itu tidak pernah membiarkanku menyentuhnya," kata Mu Haocun.
Mu Haocun masih bisa mengedarkan indera spiritualnya namun tidak ada yang mengalahkan keakuratan mendiagnosis menggunakan aliran chi.
Karena indera spiritual keutamaannya berhubungan dengan energi spiritual lagi, yang sangat berkaitan erat dengan jiwa seseorang. Dan sangat ampuh untuk melacak keberadaan seseorang.
"Kurang dari 5 tahun...itu...apa kakek sudah mempertimbangkan adanya akselerator dan chi baru yang mengalir di sepenjuru gua saat ini?" kata Mu Lian. Mu Haocun menggeleng.
...
Hari berganti. Saat pelajaran berlangsung, melihat Mu Lian yang sudah tidak mengejar untuk menanyakan sesuatu, Xu Jing pun bersikap seperti biasa.
Selama beberapa hari Xu Jing masih waspada terhadap Mu Lian apalagi ketika berkunjung ke rumah pohonnya.
Namun Mu Lian seperti kehilangan niat sama sekali untuk menginterogasi dirinya sehingga Xu Jing pun rileks kembali di sekitar Mu Lian.
Bahkan di suatu malam, ketika Ling Zizhou kembali ke rumah pohon Xu bersaudara untuk beristirahat, Xu Jing terlihat ceria seperti biasa dan mengajak Ling Zizhou taruhan.
Kehidupan berjalan dengan kesibukan seperti biasa namun Mu Lian semakin merasakan keberadaan dantian Xu Jing yang semakin melemah.
Perlahan-lahan tapi pasti, prosesnya seperti tetesan air yang lama-lama membentuk genangan air.
Mu Lian hanya bisa mengamati Xu Jing yang sekarat setiap harinya. Dan perubahan paling besar terlihat pada kakaknya, Xu Ke.
Kantung mata menghias wajahnya, tubuhnya terlihat lebih kurus dan wajahnya terlihat lelah. Meski begitu, Xu Ke tetap berusaha tersenyum dan terus mendampingi adiknya.
Hingga suatu hari, setelah selesai mengajar, Xu Ke mengajak Mu Haocun berbicara empat mata dengannya.
Mu Lian hanya melihat sosok kedua orang itu menghilang dengan cepat, Mu Lian tidak bisa mengejar mereka berdua karena Xu Jing mendesaknya untuk segera mengikutinya kembali ke rumah pohon menemui Ling Zizhou.
__ADS_1
"Ayo cepat! Ah Zhou membawa kejutan untukmu!" kata Xu Jing. Jalannya sangat lincah tidak seperti orang sakit. Meski begitu, wajahnya tetap terlihat pucat.
"Tunggu," kata Mu Lian segera menyusul.
Mereka berjalan sambil mendiskusikan potensi yang dimiliki anak-anak. Xu Jing sangat antusias melihat aak-anak bertalenta itu, apalagi dibarengi dengan keuletan yang mereka tunjukkan.
Ketika sedang asik berdiskusi, tiba-tiba sekelebat bayangan putih melesat dengan cepat dan mendarat di muka Xu Jing.
"Aduh!" kata Xu Jing.
"Dasar anak ingusan! Beraninya menculik Lian jie! Hah! Semoga kau tersandung batu 3 kali seharian ini!!" seru Xiaobai sambil lalu.
Saking cepatnya, Xu Jing tidak bisa menangkap sosok Xiaobai. Hanya bisa merasakan efek ditabrak oleh suatu benda yang melesat sangat cepat.
"Apa itu?" kata Xu Jing mengusap hidungnya.
"Bukan apa-apa, ayo," kata Mu Lian.
Mu Lian keluar gerobak bersama Xu Jing. Ketika baru saja keluar gerobak, Xu Jing tersandung kayu sehingga hilang keseimbangan.
"..." (Mu Lian)
Keduanya melanjutkan perjalanan meski sedikit kecelakaan menimpa Xu Jing. Tersandung gundukan yang ada di permukaan batang, ada permukaan batang yang tiba-tiba rapuh hingga membentuk lubang yang cukup dalam dan lain sebagainya.
Ketika tiba di rumah pohon, belum ada siapa-siapa jadi Xu Jing menyeduh teh dan menyiapkan cemilan untuk Mu Lian.
Mu Lian baru tahu mengapa Xu Jing memberitahunya tentang kejutan. Ternyata Ling Zizhou, Master Yi dan Meng Zhi membawa kandang spesial yang dibuat dari alat ajaib yang isinya berbagai macam hewan.
"Yo! Bawakan minum! Aku haus!" kata Ling Zizhou.
"Ha? Memangnya kau menangkap hewan yang aku minta?" kata Xu Jing. Ling Zizhou tertawa seperti tokoh antagonis.
Ling Zizhou menunjuk ke arah hewan yang terlihat seperti bajing namun ukurannya sebesar kucing. Ekornya panjang dan terlihat lebat.
Bulunya berwarna toska dan patagium (membran yang tampak terhubung di antara kaki depan dan belakang) nya berwarna hijau terang.
Ada garis-garis berwarna kebiruan di sepanjang tubuhnya. Menambah corak makhluk bermata bulat itu.
"Wuih! Beneran! Tuan, anda mau minum apa?" kata Xu Jing langsung merubah sikapnya 180 derajat.
"BWAHAHAHA BAWAKAN..." Ling Zizhou memanfaatkan kesempatan itu untuk menyuruh-nyuruh Xu Jing.
Mu Lian tidak berminat mendengar percakapan kedua orang prick itu dan menghampiri kandang yang dijaga oleh Meng Zhi.
Sepertinya fokus utama dari hewan-hewan yang dibawa kembali oleh Ling Zizhou, Master Yi dan Meng Zhi adalah hewan lucu ini.
"Krauk, krauk, krauk..."
Saat Mu Lian berdiri di depan kandang, hewan itu sedang menggigiti kandang dengan semangat. Mu Lian merasa ngilu melihat hewan itu mengerat besi.
"Tenang saja, gigi mereka sangat kuat. Dari semua kandang yang Xu Tian pinjami kepada kami, hanya kandang ini saja yang kuat menahan giginya," kata Meng Zhi.
"Aneh sekali," kata Mu Lian. Hewan itu langsung diam dan mengamati Mu Lian.
"Oh iya, dia sangat cerdas jadi dia mengerti kata-katamu," kata Meng Zhi. Mu Lian memiringkan kepalanya, hewan itu pun melakukan yang sama.
Mata bulat hewan itu menunjukkan kecerdasan yang tak kalah dari manusia. Mu Lian merasa sedang dinilai oleh hewan tersebut.
"Dari semua hewan yang disarankan oleh Ah Jing hanya hewan ini saja yang ehem cukup galak," kata Meng Zhi menatap hewan itu dengan tajam.
__ADS_1
"Sebaiknya biarkan dia tinggal beberapa malam bersama kami," kata Ling Zizhou.
"Oh iya, apa kalian yang menangkap hewan-hewan ini?" kata Mu Lian.
LIng Zizhou menggeleng, ternyata jadwal Ling Zizhou dan Master Yi adalah setelah tim yang baru saja datang dan membawa hewan-hewan ini.
Yang membawa pulang hewan-hewan ini sebenarnya Xu Tian dan rekan-rekannya. Atas permintaan Xu Jing lah Xu Tian dan yang lainnya membawa kembali hewan-hewan ini.
Mu Lian memeriksa 3 pasang hewan lainnya. Benar, 3 pasang. Hewan selain hewan di depan Mu Lian ditangkap secara berpasangan.
Ling Zizhou menyampaikan bahwa hewan-hewan itu lebih mudah ditangkap dengan menggunakan betinanya lebih dulu.
"Aku jadi penasaran dengan hewan-hewan yang ada disini," kata Ling Zizhou tak sabar ingin segera berangkat dengan tim eksplorasinya.
Meng Zhi hanya bisa menghela napas panjang karena tidak bisa mengikuti satupun tim eksplorasi.
Alasannya adalah Meng Zhi ditunjuk sebagai pertahanan terakhir kelompok mereka. Harus ada beberapa orang kuat diantara mereka yang tinggal dan mengawasi kegiatan yang berjalan di pemukiman selama tim eksplorasi pergi.
Setidaknya pertahanan kelompok mereka menurun hingga 50% namun dengan adanya Meng Zhi, setidaknya Meng Zhi masih bisa menahan serangan hingga tim eksplorasi kembali.
Meng Zhi yang tidak bisa mengikuti eksplorasi sangat merana apalagi dia tidak bisa bertemu dengan Meimei. Sudah hampir 3 bulan Meng Zhi merasa mau mati karena rindu.
Meng Zhi pun berpikir untuk menggunakan kesempatan membantu membawakan hewan-hewan ini ke gerobak namun Mu Lian dengan teguh menolak Meng Zhi. 3 bulan pertama merupakan masa paling kritis bagi Meimei dan janinnya.
Mu Lian mengamati dua pasang hewan menyerupai monyet, dua pasang hewan menyerupai kucing hutan dengan tubuh yang lebih ramping dan dua pasang hewan menyerupai kambing.
Warna bulu mereka kebanyakan coklat ataupun hijau agar bisa membaur diantara pepohonan. Xu Jing menjelaskan bahwa 3 hewan ini lebih 'aman' dipelihara daripada hewan lain yang bisa ditemukan di Gua Sejati.
Xu Jing menjelaskan bahwa semua hewan yang bisa terbang lebih ganas dan liar dibandingkan hewan-hewan yang ada di depan Mu Lian.
Untuk kasus hewan yang menyerupai bajing, hewan itu merupakan hybrid diantara hewan yang bisa terbang dan hewan darat. Jadi sifatnya masih bisa dijinakkan.
"Apa disini hanya ada hewan saja? Bagaimana dengan serangga? Bukankah ada serangga yang mirip dengan kunang-kunang yang sering kita gunakan untuk menangkal spirit beast?" kata Mu Lian.
Mu Lian pikir, jika serangga yang menyerupai kunang-kunang ini bermanfaat bagi mereka, bagaimana serangga-serangga yang lain?
"Itu...kami belum menemukan serangga lainnya, setidaknya belun untuk saat ini. Tapi! Senior Du pernah melihat kumbang dengan tanduk keemasan.
Hanya saja kumbang itu berada di jalur baru, bukan jalur eksplorasi yang sering kami gunakan," kata Xu Jing. Sangat sulit membuka jalur eksplorasi baru. Butuh tenaga dan pengorbanan lebih.
Namun siapa yang mau mengambil resiko hanya untuk memuaskan rasa ingin tahu? Jalur eksplorasi yang saat ini mereka gunakan masih bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka.
"Kalau begitu jangan. Aku hanya penasaran saja," kata Mu Lian menutup topik tentang serangga karena takut Xu Jing berusaha mencarikannya serangga.
"Oh, hewan ini?" kata Xu Ke. Xu Ke baru saja tiba dan melihat pemandangan hewan-hewan berbulu unik di depan rumah pohonnya.
Xu Jing menjelaskan bahwa Xu Tian dan rekan-rekannya berhasil membawa pulang hewan-hewan ini.
Apa yang keluar dari mulut Xu Jing merupakan bahasan yang sama yang dijelaskannya kepada Mu Lian jadi Master Yi, Ling Zizhou dan Meng Zhi yang bosan segera masuk rumah pohon dan memilih beristirahat.
Apalagi satu bulan yang akan datang, Master Yi dan Ling Zizhou harus berangkat dengan tim eksplorasinya.
Waktu istirahat mereka jadi tinggal sedikit mengingat latihan intens yang telah mereka berdua lakukan beberapa bulan belakangan.
Beberapa menit kemudian, Xu Ke menghentikan XU JIng yang tidak bisa berhenti bicara secara paksa dan menyeretnya untuk mengantarkan hewan-hewan ini ke gerobak.
Malam sudah sangat-sangat larut namun Mu Lian belum juga kembali, Xu Ke takut dimarahi oleh Mu Haocun lagi.
"Sekarang, bagaimana cara memasukkan hewan-hewan ini ke gerobak?"tanya Xu Jing.
__ADS_1