
"Bagaimana?" kata Mu Haocun setelah tubuh Mu Lian muncul seutuhnya. Mu Lian berdiri di atas kendali mengapung sambil memejamkan mata.
Perasaan tersedot masih belum hilang sehingga Mu Lian membutuhkan beberapa detik untuk membiasakan tubuhnya kemudian membuka matanya,
"Benar. Tidak ada chi yang keluar dari tubuhku. Bahkan ketika di duni-ehem, maksudku di ruang tertutup itu, aku bisa dengan cepat memulihkan kembali chi ku yang hilang,"
"Syukurlah," kata Mu Haocun dan yang lain bersamaan.
"Aku kembali dulu ya, rasanya masih lelah. Sampai jumpa nanti malam," kata Mu Lian.
"Iya,"
Mu Lian masuk kembali ke dunia semu. Pemandangan rawa-rawa kembali kepadanya. Dan Xiaobai sudah menunggunya di pohon terdekat.
Tubuh mungilnya berdiri di atas akar-akar yang menyembul ke permukaan. Ketika melihat Mu Lian muncul kembali, Xiaobai langsung menghampiri Mu Lian.
"Aku kira kau berbohong dan tidak akan kembali sampai malam," kata Xiaobai menghambur ke dalam pelukan Mu Lian.
"Apa Xiaobai masih marah karena kemarin ditinggalkan sendirian?"
"Tidak! Aku kan sudah besar! Lagi pula ada hal mendesak yang harus segera diselesaikan, bukan?"
"Benar. Terimakasih sudah mau bersabar, Xiaobai. Nanti kubelikan mainan baru yang lebih seru!"
Xiaobai mengangguk senang. Apalagi Xiaobai menemukan bahwa selama beberapa hari ke depan Mu Lian lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia semu.
Mu Lian hanya kembali ke dunia luar untuk makan dan membantu gerobak memperbaiki Gedung Pertemuan Selatan.
Dan sesuai janji Mu Haocun, Mu Lian tidak perlu capek-capek membuat pil karena Mu Haocun lah yang membuatkan pil untuk Zhi Yuefeng dan rekan-rekannya.
Gedung Pertemuan Selatan selesai diperbaiki empat hari kemudian, namun Mu Haocun bersikeras menyuruh Mu Lian istirahat selama tiga hari di dunia semu sementara Mu Haocun bersama Meng Zhi, menyelesaikan produksi kertas mantra.
Mu Lian mau menuruti Mu Haocun dengan syarat diperbolehkan membuat pil setidaknya untuk Xiaobai. Tangan Mu Lian sangat gatal setelah sekian lama tidak membuat pil.
Akhirnya, setelah satu minggu menunggu, Mu Lian pun bersiap-siap keluar dari dunia semu. Mu Lian memberikan pil bekal makan siang dan makan sore untuk Xiaobai ambil berkata,
"Aku pergi dulu, dan sepertinya mulai hari ini aku akan disibukkan lagi dengan masalah kemarin," kata Mu Lian menghela napas panjang.
"Hmph! Baiklah, apa boleh buat. Tetap berhati-hati diluar sana, Mei Jie!"
Mu Lian mengelus kepala Xiaobai untuk terakhir kalinya sebelum berjalan ke portal. Di ruang kendali, ternyata sudah ada Mu Haocun, Master Yi, Ling Zizhou, Meimei dan Meng Zhi.
"Selamat pagi," sapa Mu Lian.
"Selamat pagi,"
"Bagaimana kondisimu?" kata Mu Haocun.
"Pulih 100%," kata Mu Lian sambil mengacungkan jempolnya.
"Bagus. Kertas mantra juga sudah selesai dibuat, aku serahkan kepadamu ya, Lian'er," kata Mu Haocun. Mu Lian mengangguk kemudian melihat mata panda Meng Zhi.
"Apa Zhi Ge baik-baik saja?" kata Mu Lian.
"Tentu saja, tidak. Sebegitu banyaknya kertas mantra yang dibuat hanya dalam 3 hari? Kalau itu aku pasti aku masih terbaring di tempat tidur," kata Ling Zizhou bergidik.
Ling Zizhou melihat proses pembuatan kertas mantra dari awal hingga akhir. Jadi sangat mengerti betapa beratnya tugas Meng Zhi.
Dia dan gurunya tidak bisa banyak membantu karena kalah jauh soal energi spiritual. Meimei juga demikian.
Mendengar penjelasan Ling Zizhou, Mu Lian pun memberikan perhatian lebih kepada Meng Zhi. Dia dan Ling Zizhou menghibur Meng Zhi dengan mengatakan kerja bagus dan memberi lauk favorit mereka kepada Meng Zhi.
Meng Zhi yang awalnya merasa jiwanya sedang melayang-layang keluar tubuh, menjadi normal kembali dan merasa beruntung memiliki dua adik manis seperti Mu Lian dan Ling Zizhou.
"Bagaimana kondisi tuan muda dan rekan-rekannya?" kata Mu Lian setelah anak-anak kembali ke kediaman mereka.
Mu Lian menuangkan mata air kabut untuk dirinya sendiri kemudian menyerahkan kendi tersebut kepada Ling Zizhou.
Baru pertama kalinya Ling Zizhou mendapat kesempatan duduk disamping Mu Lian. Di sisi lain Mu Lian, Meng Zhi duduk dengan tenang bersama Meimei dan di seberang meja, Mu Haocun dan Master Yi duduk berdampingan.
"Lumayan. Kalau bukan kakek yang membuatkan pil, mungkin saja luka mereka tambah parah," kata Mu Haocun sambil menyeruput teh.
"Syukurlah. Untung kakek segera pulang, kalau tidak nyawa mereka tidak akan selamat" kata Mu Lian. Mu Haocun mengangguk.
__ADS_1
"Kalau kau sudah siap, sebaiknya kita segera melakukan purifikasi terhadap mereka," kata Mu Haocun.
"Aku siap. Berikan kertasnya, akan kutulis mantranya dulu," kata Mu Lian.
Mu Lian memutuskan untuk mengerjakan kertas mantra itu di teras depan Bo He, tepatnya di sebelah Chang Shan, kediaman anak-anak.
Mu Haocun mengeluarkan semua kertas mantra yang telah diproduksinya bersama Meng Zhi. Jumlahnya nyaris memenuhi meja batu dan tingginya sejajar dengan mata Mu Lian.
"Tidak perlu selesai semua. Selesaikan 100 lembar saja dulu," kata Mu Haocun.
"Loh, kalau begitu, untu apa kakek mengeluarkan semuanya?" kata Mu Lian.
"Kita bagi rata dulu. Dan jangan lupa, ini bahan-bahan untuk membuat tinta mantra. Hal ini kakek lakukan agar tidak ada kejadian kau menunggu kakek datang dulu baru bisa mendapatkan kertas mantra," kata Mu Haocun.
Setelah membagikan kertas dan bahan-bahan tinta, Mu Haocun meninggalkan Mu Lian bekerja sendirian.
Mu Lian menghabiskan waktunya sepanjang hari itu untuk duduk di kursi batu dan mengukir mantra. Mu Lian berhenti sebentar untuk istirahat makan siang.
Zhi Yuefeng dan rekan-rekannya sempat menangkap sosok Mu Lian yang sedang memunggungi mereka. Awalnya mereka tidak melihat terlalu jelas apa yang sedang Mu Lian lakukan.
Namun bagi Zhi Yuefeng dan beberapa rekannya yang memiliki energi spiritual yang sangat tinggi, mereka dapat merasakan gelombang demi gelombang energi spiritual dari Mu Lian.
Apa yang sedang dikerjakan Mu Lian masih menjadi misteri sampai lusanya, Mu Haocun datang bersama Mu Lian dan Meng Zhi ke Huai Shan dan mengatakan akan melakukan purifikasi kepada rekan-rekan Zhi Yuefeng.
"Orang dengan kain berwarna hitam dilengannya, silahkan ikuti Lian'er. Sisanya, tetap bersamaku. Ah, tuan muda, mau kemana? Tetap bersamaku, jangan jauh-jauh," kata Mu Haocun melempar senyum kepada Zhi Yuefeng yang hendak mengikuti kelompok Mu Lian.
Zhi Yuefeng berhenti dan menuruti perintah Mu Haocun untuk berdiri beberapa meter darinya. Tatapannya tak lepas dari kelompok Mu Lian yang menghilang diantara bangunan.
"Jangan. Anda sebaiknya menyimpan tenaga anda dan menyerahkan semuanya pada kami. Tidak baik memaksakan diri padahal anda baru pulih beberapa hari yang lalu," kata Mu Haocun seperti telah membaca pikiran Zhi Yuefeng. Zhi Yuefeng akhirnya diam mengamati Mu Haocun dari pinggir.
Tentu saja sekali-sekali pikirannya kembali kepada pendekar bayangannya. Mereka semua diberi kain warna hitam oleh Ling Zizhou dan Meimei sehari sebelumnya.
Ling Zizhou dan Meimei berkata, sesuai diagnosa Mu Haocun, bahwa orang dengan tingkat kontaminasi cukup tinggi akan diberi kain berwarna hitam.
Yang kemudian Mu Lian bawa ke pekarangan belakang Huai Shan, tepatnya daerah yang berbatasan langsung dengan pesisir Sungai Barat Laut.
Meng Zhi berdiri di sebelah Mu Lian, melemparkan tatapan sedingin es ke arah pendekar bayangan yang tertangkap basah mencuri pandang ke arah Mu Lian.
Tepatnya 5 dari 10 pendekar bayangan memiliki kain berwarna hitam keabuan. Saudara Chao dan Saudara Bei termasuk ke dalam kelompok yang mendapat kain berwarna hitam pekat.
"Bagaimana kabarmu, Saudara Chao, lama tak jumpa," kata Mu Lian berusaha mengalihkan perhatian Saudara Chao agar bisa lebih rileks. Wajahnya terlihat sangat tegang dan pucat.
"Baik. Bagaimana kabar anda nona Mu? Hari ini juga, mohon bantuannya," kata Saudara Chao sambil membungkuk dengan kikuk. Mu Lian menjawab bahwa kabarnya pun baik kemudian beralih mengamati Saudara Bei yang hari ini tampak lebih diam.
Mu Lian mengangguk puas. Nampaknya purifikasi akan berjalan lancar jika kedua orang itu tidak menimbulkan masalah.
"Aku mulai ya," kata Mu Lian menepuk kantung dimensionalnya. Mu Lian mulai melepaskan indra spiritualnya hingga beberapa ratus meter.
Merasa tergelitik karena indra spiritualnya bertemu dengan indra spiritual milik Mu Haocun, Mu Lian tersenyum tipis.
Biasanya indra spiritual satu individu dengan individu yang lain akan terasa berbeda dan akan sangat tidak nyaman jika kedua indra spiritual yang berbeda berbenturan/bertemu.
Oleh karena itu, Mu Lian dan Mu Haocun selalu memberi tahu orang-orang yang hendak mereka purifikasi agar orang tersebut tidak kaget dan menerima begitu saja indra spiritual milik Mu Lian atau Mu Haocun.
Namun anehnya, Mu Lian tidak merasakan ketidaknyamanan tersebut ketika indra spiritualnya berbenturan dengan indra spiritual milik Mu Haocun. Apa ini yang disebut sebagai kecocokan?
Mu Lian membuat kertas-kertas mantra terbang mengelilingi Saudara Chao, Saudara Bei dan tiga orang lainnya.
Setelah mengaktifkan mantra. Dimulailah pertarungan Mu Lian dengan zat abyssal. Dan medan pertarungan dengan segera dimeriahkan dengan pusaran angin disekeliling orang-orang berpita hitam.
GROOO.GROOO.
Suara mengerikan bergema di sepenjuru gerobak. Meng Zhi mengamati kertas mantra yang sedang terbakar. Api tersebut sudah membakar, nyaris setengah kertas mantra.
"Oh, keluar juga!" gumam Meng Zhi. Saat itu asap hitam mulai keluar dari 5 orang yang sedang dipurifikasi.
Mungkin karena sudah cukup lama didiamkan di dalam tubuh, asap itu dapat melawan Mu Lian dengan sekuat tenaga.
Namun asap hitam itu salah mencari lawan. asap-asap hitam itu hanya bisa membumbung tinggi kemudian dikembalikan lagi ke tanah.
Hendak mencari jalan dengan menyusup ke dalam tanah dikembalikan lagi ke permukaan, begitu seterusnya hingga dengan satu dorongan terakhir asap itu dapat dimusnahkan.
Sayangnya, Mu Lian yang telah memforsir tubuhnya mengukir mantra, tidak dapat melakukan dorongan terakhir tersebut sehingga disinilah Meng Zhi turun tangan.
__ADS_1
Dengan sedikit bantuan dari Meng Zhi, akhirnya Mu Lian dapat menyelesaikan tugasnya hari itu dengan sukses. Ya, Mu Lian memutuskan untuk berhenti sampai disini dulu.
"Huft, terimakasih Zhi Ge," kata Mu Lian.
"Kerja bagus, Lian'er," kata Meng Zhi mengacungkan jempol. Mu Lian membalas.
Ketika Mu Lian dan Meng Zhi melihat ke arah pendekar bayangan. Semuanya menatap keduanya dengan tatapan terkejut bercampur kagum dan lain sebagainya.
Apalagi kelima pendekar bayangan yang merasakan secara langsung bagaimana rasanya dipurifikasi oleh Mu Lian.
"Uwah! Hebat! Anda kuat sekali!"
"Astaga, kalian merasakannya? Perasaan nyaman ini,"
"Ah, nyamannya,"
"Umm, Lian'er. Cepat, pakai lagi kalungmu," kata Meng Zhi.
"Ups," kata Mu Lian buru-buru mengenakan kalung yang baru dikeluarkannya dari kantung dimensional.
Yang Mu Lian pelajari dari pengalaman beberapa waktu lalu adalah, bahwa kalung ajaib tidak tahan dengan perubahan pada energi spiritual Mu Lian.
Kalung itu sangat jarang dan sulit ditemukan, jadi Mu Lian sangat menjaga kalung ajaib itu dengan sangat hati-hati.
Keributan segera berhenti ketika Mu Haocun berjalan menghampiri Mu Lian, Zhi Yuefeng terlihat mengekor di belakang Mu Haocun.
Semua pendekar bayangan memberi hormat kemudian memberi jalan kepada Mu Haocun dan Zhi Yuefeng.
"Sudah selesai? Kalau sudah selesai, sebaiknya kita segera pegi supaya tamu-tamu kita ini bisa beristirahat cukup," kata Mu Haocun. Mu Lian mengangguk.
"Uhum! Kami pamit undur diri, tuan muda. Sisanya, akan kami kerjakan esok atau mungkin lusa," kata Mu Haocun berusaha menarik perhatian Zhi Yuefeng yang sedang menatap Mu Lian dengan tatapan menyelidik.
Zhi Yuefeng mengangguk kemudian membiarkan Mu Lian, Mu Haocun dan Meng Zhi keluar dari Huai Shan.
Zhi Yuefeng tidak mengantarkan Mu Lian, Mu Haocun dan Meng Zhi keluar karena penasaran dengan kondisi 5 pendekar bayangannya yang terlihat sehat seperti sedia kala.
Dengan musnahnya zat abyssal, efek pil-pil yang diberikan Mu Haocun satu minggu yang lalu mulai terlihat pada tubuh kelima pendekar bayangan itu.
Yang luka luarnya masih terlihat daging dan bernanah segera sembuh seperti sedia kala. Yang organ dalamnya terasa sangat sakit seperti mau pecah kembali normal seperti sedia kala, dan lain sebagainya.
Kelima pendekar bayangan itu menjabarkan kondisi mereka kepada Zhi Yuefeng dengan sangat antusias. Bahkan 2 diantaranya termasuk Saudara Chao, melepas pakaian mereka untuk menunjukkan luka luar yang telah sembuh total.
Mu Lian dan Mu Haocun terus menjadi topik pembicaraan hingga keesokan harinya ketika keduanya bersama dengan Meng Zhi, datang lagi untuk melakukan purifikasi.
Untungnya, klan Xuanwu memiliki energi spiritual yang cukup tinggi dan terkenal sebagai klan yang menghasilkan beberapa ahli Array terkenal seperti Master Zhengheng.
Beberapa orang yang telah pulih total apalagi setelah tidur satu malam penuh dengan asupan yang sangat baik, menawarkan bantuan kepada Mu Lian dan Mu Haocun.
Masing-masing memegang tanggung jawab melakukan purifikasi terhadap rekan mereka yang mengenakan pita selain berwarna hitam.
Dan mereka melakukan purifikasi lebih dulu agar tidak bentrok dengan indra spiritual milik Mu Lian dan Mu Haocun.
Setelah memastikan semua orang yang mengenakan kain selain warna hitam selesai dipurifikasi, Mu Lian dan Mu Haocun pun menyelesaikan purifikasi pada 5 pendekar bayangan sisanya.
"Terimakasih, sekali lagi, terimakasih banyak. Kami sudah sangat merepotkan anda sekalian," kata Zhi Yuefeng.
Mu Lian menatap ke arah Mu Haocun yang anehnya, kakek itu bersikap biasa saja. Meng Zhi pun begitu. Mereka hanya membalas Zhi Yuefeng dengan menggunakan telepati juga.
Mu Lian baru mengetahui bahwa Zhi Yuefeng dapat bertelepati dengan banyak orang sekaligus. Zhi Yuefeng mengejutkan Mu Lian karena pemuda itu dapat membuka open chat!
"Sampaikan juga terimakasihku kepada cucu anda, Master Mu," kata Zhi Yuefeng.
"Oh tidak perlu, Lian'er dapat mendengar anda dengan jelas kok. Lian'er, jangan diam saja. Kau itu mengerjai tuan muda ya?" kata Mu Haocun menoleh ke arah Mu Lian.
"Eh? Oh tidak, bukan maksudku. Aku hanya terkejut kita bisa mengobrol secara terbuka seperti ini," kata Mu Lian melambaikan kedua tangannya.
"Perasaan yang baru ya? Haha, Lian'er benar. Mengobrol terbuka seperti ini menggunakan telepati rasanya seru juga. Terimakasih tuan muda, sudah memberikan kami kesempatan seperti ini," kata Meng Zhi tersenyum.
"Apa aku harus belajar kepada tuan muda agar kita bisa mengobrol dengan sembunyi-sembunyi senyaman ini?" kata Mu Haocun erius memikirkan hal tersebut.
"Memangnya bisa?" kata Mu Lian penasaran.
"Bah! Matamu! Ups, bukan kepadamu Lian'er, tapi kepada kakek ini. Telepati terbuka ini adalah bakat tuan muda. Mau belajar berapa ratus tahun pun kau tidak akan bisa," kata Meng Zhi menggeleng.
__ADS_1