Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Bai Wenlan dan si mungil


__ADS_3

"Senang bertemu denganmu, gadis yang berhasil melewati pembatas dimensi. Orang-orang mengenalku dengan nama Bai Wenlan," kata Bai Wenlan.


"Beliau ini adalah Baize. Salah satu makhluk mitos dunia ini," kata Mu Haocun sambil membawa Mu Lian ke hadapan Bai Wenlan.


"Ehem, senang bertemu dengan anda juga. Namaku Mu Lian. Maaf, apa yang anda maksud dengan gadis yang berhasil melewati pembatas dimensi?" kata Mu Lian setelah berhasil melenyapkan kegugupannya di depan Bai Wenlan.


"Gadis yang berhasil bertransmigrasi dari dunia asalnya ke dunia baru dengan melewati pembatas dimensi. Dalam kasusmu, kau bertransmigrasi ke dunia ini. Oh iya, kalau tidak salah dunia asalmu di sebut Bumi ya?" kata Bai Wenlan. Mu Lian mengangguk.


Bai Wenlan pun mengatakan maksudnya hendak bertemu dengan Mu Lian, yang ternyata berkaitan dengan pencarian panjang Mu Lian untuk kembali ke Bumi.


Bai Wenlan kurang lebih mengetahui bahwa Mu Lian mencari jalan pulang dari Mu Haocun. Karena Mu Haocun tiba beberapa menit lebih awal daripada Mu Lian, Mu Haocun sempat menceritakan masalah Mu Lian kepada Bai Wenlan.


Tanpa basa-basi, Bai Wenlan mengatakan kepada Mu Lian untuk mendengarkan kisahnya terlebih dahulu sebelum Bai Wenlan membahas pembatas dimensi ataupun transmigrasi.


Mu Lian pun mencari tempat duduk yang nyaman di dekat Bai Wenlan sedangkan Mu Haocun meminta ijin untuk menginformasikan kepada Meng Zhi dan yang lain bahwa Mu Lian dan dirinya baik-baik saja.


Selain itu, Mu Haocun juga hendak memberitahu untuk menurunkan kewaspadaan mereka kepada Bai Wenlan karena Bai Wenlan tidak berniat buruk kepada dirinya, Mu Lian dan yang lain.


Bai Wenlan pun mengijinkan Mu Haocun dengan syarat supaya tidak memberitahukan secara detail mengenai keberadaan dirinya maupun anaknya.


Mu Lian menatap punggung Mu Haocun yang semakin menjauh. Dari sikap Mu Haocun dan Bai Wenlan, sepertinya ada aturan tak tertulis yang harus dipatuhi ketika Bai Wenlan hendak menceritakan kisahnya.


Bai Wenlan tersenyum melihat Mu Lian yang duduk dengan patuh di dekatnya tanpa bertanya kepadanya mengenai aturan tak tertulis tersebut.


Setelah melihat anaknya duduk dengan nyaman di pangkuan Mu Lian, Bai Wenlan pun memulai kisahnya.


Baize, merupakan makhluk yang dikaruniai dengan wawasan yang sangat luas, selain sangat luas pengetahuan mereka mendalam di berbagai hal yang ada di dunia.


Jika manusia biasa yang memiliki informasi berharga tersebut, pasti dia dibutakan oleh keserakahan atau ambisi dan berusaha menguasai dunia.


Untungnya Baize adalah makhluk yang sangat spesial. Mereka memiliki sifat lembut dan sederhana sehingga Baize tidak pernah berpikiran untuk menyalahgunakan pengetahuan yang diberikan kepadanya.


Selain itu, Baize juga memiliki kecenderungan untuk menghindari orang-orang dan sesama makhluk mitos lainnya. Mereka mengutamakan kedamaian bagi kaum mereka sendiri dan memilih tidak mencampuri urusan dunia.


Mungkin hal tersebut terjadi karena batasan yang diberikan oleh Tuhan. Baize memiliki wawasan yang sangat luas, untuk mencegah mereka menyalahgunakan karunia-Nya, mereka tidak boleh mencampuri urusan dunia.


Baize yang melanggar aturan akan diberi hukuman. Sosok mereka pun menjadi sangat misterius bahkan di langit Agung sekalipun.


Selain itu, Baize tidak boleh dengan sengaja memberi pengetahuan mereka kepada manusia atau pun makhluk lain secara cuma-cuma karena segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang gratis.


Orang-orang yang dapat menerima pengetahuan dari Baize adalah orang-orang yang berhasil melewati ujian yang diberikan.


Namun seribu tahun yang lalu, ada seseorang yang berani melanggar semua peraturan itu dan memulai perburuan Baize.


Entah dari mana orang itu mendengar kabar bahwa ada banyak dunia di balik pembatas dimensi dan Baize mengetahui bagaimana melakukan perjalanan lintas dimensi.


Sebenarnya orang itu adalah jenius yang hanya terlahir sekali setiap 10.000 tahun. Namun ambisinya sangat besar, yaitu ingin menguasai dunia dan menjadi Tuhan.


Orang itu kemudian menjadi pelopor perburuan Baize. Dimana perbuatannya ditentang keras oleh kultivator lain. Selain itu makhluk mitos lain pun murka dengan perbuatan orang itu.


Sehingga pecahlah perang besar. Kejadiannya enam ratus tahun yang lalu dan menjadi perang paling diingat bagi penduduk dunia bawah, dunia Zhongjian dan Langit Agung.

__ADS_1


Perang yang paling banyak memakan korban jiwa namun membuat semuanya bersatu melawan orang itu. Benar, orang itu adalah kultivator terkuat, kekuatannya saja melebihi sepuluh orang terkuat di dunia.


Pengikutnya pun tak kalah kuat dan tak kalah gilanya. Untungnya, dengan bersatunya orang-orang dari dunia Zhongjian dan bantuan dari Langit Agung, akhirnya mereka berhasil menyegel orang itu bersama para pengikutnya yang telah berubah menjadi makhluk abyssal ke dunia khusus.


Benar, seseorang yang namanya sudah tidak diingat itu dipercaya menjadi orang pertama yang jatuh menjadi makhluk abyssal dari dunia ini.


Bai Wenlan menjelaskan bahwa abyssal menunjukkan kejatuhan orang-orang ke dalam keburukan dan kekejian.


Tubuhnya perlahan-lahan bertransformasi hingga akhirnya berubah sepenuhnya menjadi makhluk abyssal.


Dari ucapan Bai Wenlan, Mu Lian dapat menyimpulkan bahwa orang-orang di dunia yang lain pun dapat berubah menjadi makhluk abyssal, namun orang tersebut menjadi orang pertama dari dunia ini yang jatuh menjadi makhluk abyssal.


"Kami kira semuanya telah berakhir dan kedamaian akhirnya datang bagi kami, para Baize. Tapi sepertinya, orang-orang yang memiliki ambisi yang sama seperti orang itu banyak sekali dan tidak pernah ada habisnya," kata Bai Wenlan sambil menghela napas panjang.


"Ada generasi baru yang memiliki ambisi yang sama dengan orang itu dan mereka secara diam-diam sedang mengumpulkan kekuatan tempur mereka baik itu di dunia Zhongjian maupun di Langit Agung.


Sekitar dua ratus tujuh puluh tahun yang lalu, mereka berhasil melacak keberadaan kami. Kelompok yang diserang saat itu cukup dekat denganku," kata Bai Wenlan sendu.


Berdasarkan penjelasan Bai Wenlan, Baize tidak berkelompok dan memilih untuk hidup terpisah. Biasanya dalam satu kelompok Baize, hanya ada ayah ibu dan seorang anak saja.


Dan diantara sesama Baize, mereka dapat merasakan keberadaan masing-masing pihak. Semakin dekat hubungan mereka, semakin kuat keberadaan mereka.


Dari nada Bai Wenlan, Mu Lian dapat menangkap kesedihan serta perasaan tak berdaya karena sahabatnya tertangkap orang-orang itu.


Mu Lian dapat berempati dengan apa yang dialami Bai Wenlan. Kata 'mencampuri urusan dunia' ternyata lebih berat maknanya dari yang Mu Lian duga.


Itu artinya Bai Wenlan harus pasrah melihat orang-orang jahat menginvasi rumah mereka dan menangkap teman-temannya.


Mengapa kata-kata itu efeknya sampai seperti itu? Mu Lian menyimpulkan bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh Baize memang benar-benar luas dan dalam, maka dari itu tanggung jawab yang dipikul oleh para Baize begitu besar. Mungkin ini adalah ujian yang diberikan khusus untuk para Baize.


Hal tersebut menyebabkan kami memiliki salah satu bakat paling unik di dunia. Kami dapat membuka gerbang kemana saja.


Tapi ingat, tidak ada yang gratis di dunia ini. Jadi tentu saja kami tidak pernah pergi jauh dari Langit Agung.


Masalahnya adalah, setiap kami membuka gerbang,


keseimbangan dunia terganggu beberapa saat saja.


Beberapa saat itu cukup untuk membuat retakan pada pembatas dimensi. Membuatnya menjadi gerbang lintas dimensi.


Sebisa mungkin kami, Baize menghindari membuka gerbang tersebut terlalu sering. Karena biasanya butuh waktu sekitar tiga ratus tahun untuk dunia menyembuhkan diri.


Benar retakan tersebut sebenarnya seperti luka. Dimensi dunia terluka karena kekuatan kami. Dan semakin sering gerbang dibuka, semakin lama penyembuhan dunia.


Tapi kami memilih membuka gerbang daripada tertangkap orang-orang itu. Jika salah satu dari kami tertangkap, akan jatuh lebih banyak korban jiwa.


Jumlahnya tidak dapat terhitung. Kalau kau penasaran dengan apa yang terjadi jika kami tertangkap. Carilah taman dunia," kata Bai Wenlan sambil menatap Mu Lian penuh arti.


Mata Mu Lian membulat. Setelah mendengar Bai Wenlan, Mu Lian merasa ada sesuatu yang salah. Berdasarkan penjelasannya, pintu dimensi terdengar seperti dampak buruk yang diakibatkan karena dibukanya gerbang.


"Mu Lian retakan itu lah yang membawamu ke dunia ini. Dan kami, para Baize, tidak mampu mengontrol perjalanan lintas dimensi apalagi yang jaraknya sejauh Bumi. Retakan itu sebenarnya hanya akibat dari penggunaan gerbang. Aku...maaf," kata Baize dengan suara bergetar.

__ADS_1


Dugaan Mu Lian tepat sasaran. Seluruh tubuh Mu Lian bergetar hebat karena saking kecewanya. Mu Lian tahu arti dari kata-kata Bai Wenlan. Mu Lian tidak bisa kembali ke Bumi.


Si mungil yang berada di pangkuan Mu Lian merasakan keanehan pada diri Mu Lian. Kepalanya mendongak untuk memeriksa apa yang terjadi pada manusia-nya.


"?" Kepala mungilnya dimiringkan kesamping. Orang-orang yang melihat si mungil pasti meleleh karena keimutannya, namun Mu Lian sedang tidak dalam kondisi menyadari keadaan di sekelilingnya.


Segala emosi yang berusaha Mu Lian pendam selama satu tahun ini akhirnya keluar. Kini wajah gadis itu memerah dan pipinya dibasahi air mata.


Namun tiba-tiba suara menggelegar menyadarkannya dari konflik batin yang sedang dialami Mu Lian.


Mu Lian mendongak dan menemukan Bai Wenlan sedang kesakitan dan terlihat semakin lemah. Tanda-tanda kehidupan semakin meredup dari matanya.


"Bai Wenlan!" kata Mu Lian tanpa sadar memanggil Bai Wenlan langsung tanpa embel-embel di depannya.


Si Mungil sudah menghampiri Bai Wenlan dan mulai menggigit-gigit kaki depannya, menanyakan apakah ibunya baik-baik saja.


"Uhuk!" Bai Wenlan terus batuk dan cairan berwarna silver mengalir dari mulutnya.


Meski Mu Lian sudah berdiri di dekat Bai Wenlan, dia tidak tahu caranya memeriksa Bai Wenlan karena dia bukanlah dokter hewan.


Mu Lian merapatkan bibirnya, berusaha mengendalikan wajahnya agar Bai Wenlan tidak mengetahui bahwa dirinya telah membanding-bandingkan Bai Wenlan dengan hewan biasa.


Mu Lian mengepalkan kedua tangannya karena di saat-saat seperti ini masih saja kepikiran hal tersebut. Namun, bukankah Bai Wenlan hewan? Hewan mitos?


"Apa ada yang bisa kulakukan?" kata Mu Lian khawatir. Mu Lian mencari-cari sosok Mu Haocun, berharap Mu Haocun segera kembali. Mu Lian tidak berani bertindak gegabah karena kondisi Bai Wenlan kelihatannya cukup buruk.


"Mu Lian...kau...adalah...gadis...yang mampu melewati ujian...uhuk...aku...ingin meminta...tolong padamu...uhuk...tolong...anakku..." kata Bai Wenlan.


Air mata mengalir membasahi bulu putihnya. Napasnya tersengal-sengal. Bai Wenlan menggunakan seluruh kekuatannya hanya untuk mengucapkan beberapa patah kata.


Mu Lian hendak menghentikan Bai Wenlan untuk berhenti bicara dan menyimpan tenaganya untuk mendapatkan perawatan dari Mu Haocun.


Namun melihat Bai Wenlan yang bersusah payah, Mu Lian tidak tega dan akhirnya hanya mengangguk.


Kata-kata yang diucapkan Bai Wenlan semakin sulit untuk diartikan namun MU Lian dapat menangkap inti dari kata-kata Bai Wenlan.


Bai Wenlan meminta bantuannya untuk menjadi pelindung sementara anak satu-satunya. Mu Lian hanya perlu membesarkan anaknya dan melindunginya dari orang-orang jahat.


Sebagai gantinya, Bai Wenlan akan mengabulkan apapun permintaan Mu Lian. Kata Bai Wenlan, mengabulkan permintaan merupakan bakat Baize juga.


"Tolong jangan bicara lagi, anda sebaiknya beristirahat. Aku akan mencari kakek," kata Mu Lian sambil bangkit namun Bai Wenlan merintih dan membujuk Mu Lian agar tidak meninggalkan Mu Lian. Mu Lian pun hanya bisa berharap agar Mu Haocun segera kembali.


Kalau saja dia sudah menjadi Master, pasti Mu Lian sudah menyodorkan pil yang dibuat olehnya kepada Bai Wenlan.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Mu Haocun kembali. Mu Haocun baru saja melewati lubang ketika Mu Lian memanggilnya dengan sekuat tenaga.


"Kakek!"


Situasi genting ditambah pendengaran Mu Lian yang belum normal akibat racun, membuat suara Mu Lian lebih lantang dari biasanya.


Mu Haocun terkejut hingga berhenti sesaat karena merasa seperti sedang dibentak oleh Mu Lian sebelum akhirnya bergegas ketika melihat ada yang tidak beres dengan Bai Wenlan.

__ADS_1


Bai Wenlan tersenyum lemah saat matanya bertemu dengan Mu Haocun. Dari sanalah Mu Haocun mengerti mengapa kondisi Bai Wenlan menjadi seperti ini.


Meski hanya bisa membuat Bai Wenlan tidak merasa kesakitan lagi, Mu Haocun mengerahkan segenap kemampuannya.


__ADS_2