Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Tunggu apa lagi?


__ADS_3

Belum lagi Mu Lian merasakan beberapa pasang mata menatap dirinya. Mu Haocun melirik ke belakang, membuat Mu Lian mengikuti Mu Haocun juga.


"!"


"Tuan Hong Bai sangat luar biasa! Aku ingin tumbuh menjadi sehebat Beliau! Dan Lian jie harus berada di sampingku untuk melihatnya, janji ya? Jangan membuatku khawatir lagi..." kata Xiaobai sambil melompat-lompat di puncak kepala Mu Lian.


"Iya, maaf ya Xiaobai, aku salah. Aku janji kita akan terus bersama hingga saatnya tiba," kata Mu Lian tersenyum.


Anak-anak sangat gembira melihat Mu Lian sehingga mereka mengadakan pesta penyambutan.


Meimei memasak dengan semangat dibantu Xiaohua, Xiaojia dan Xiaoqi. Entah kemana Ling Zizhou, karena sejujurnya, Mu Lian sangat merindukan masakannya.


Mu Haocun juga tidak mengatakan kemana perginya Ling Zizhou, hanya memberitahu kapan biasanya pemuda itu kembali.


Saat makan malam, Ling Zizhou, Master Yi dan Meng Zhi kembali. Ketiganya terkejut mendapati Mu Lian yang sedang memakan congee nya dengan lahap meski di depan hidangan-hidangan yang memanjakan mata.


Apa boleh buat, perut Mu Lian masih sangat lemah setelah koma selama 2 Minggu. Makanannya masih harus yang berstekstur lembut dan tidak banyak menggunakan bumbu.


Mu Lian menyambut Ling Zizhou, Master Yi dan Meng Zhi dan mengajak makan malam bersama. Mu Lian juga merindukan suasana makan bersama yang damai di dalam gerobak.


"Seharusnya kau tetap di tempat tidur. Biar aku atau Mei jie mengantar makananmu," kata Ling Zizhou khawatir.


"Sst. Aku benar-benar sudah sehat! Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan diluar sana?" kata Mu Lian.


"Cukup kacau. Tapi untungnya tidak ada korban jiwa. Sudah 14 hari kami melakukan semua kegiatan dari pagi hingga malam dengan partner kami," kata Meng Zhi menjelaskan.


Mereka berpasang-pasangan selain untuk meredakan gejala akibat dari esensi naga celestial, juga untuk berkultivasi.


Selain Meng Zhi dan Ling Zizhou, tidak ada yang menemui kesulitan. Mu Lian melihat kelelahan di mata Meng Zhi dan Ling Zizhou.


Mereka berdua memiliki metode kultivasi yang bertolak belakang, membuat keduanya harus mengeluarkan usaha berkali-kali lipat lebih besar dari yang lain.


Apalagi, perbedaan tingkat kultivasi antara Meng Zhi dengan Ling Zizhou berbeda jauh sekali. Mereka mampu bertahan dan mendapatkan trik untuk berkultivasi meski metode keduanya bertolak belakang.


Mu Lian hanya bisa memberikan semangat kepada Meng Zhi dan Ling Zizhou karena keduanya tidak boleh menggunakan pil.


Menggunakan metode biasa saja kultivasi mereka sudah sangat labil apalagi dengan bantuan pil, nyawa mereka bisa dalam bahaya.


"Selain berpasangan, kita juga diberikan bantuan secara tidak langsung dengan berevolusinya serangga yang kau bilang seperti...kunang-kunang...yah, mereka jadi bisa kita gunakan sebagai anti spirit beast dan makhluk ajaib lainnya," kata Meng Zhi.


"Ah, kau lupa cerita bahwa hewan-hewan disini jadi lebih pintar," kata Ling Zizhou mengingatkan.


Mu Lian menghentikan tangannya yang sedang memegang sumpit di udara kemudian menoleh ke arah Ling Zizhou, "Benarkah? Bisa ceritakan lebih detail?"


"Wakyu itu..." Ling Zizhou menceritakan kembali pertemuannya dengan hewan menyerupai rusa. Jika semula rusa-rusa itu langsung pergi menjauh saat didekati, kini rusa-rusa itu tidak akan menjauh saat orang yang mendekatinya tidak memiliki niat untuk menyakitinya.


"Ah! Curang! Kenapa kami tidak boleh keluar?!" kata Xiaohan.


"Ayolah, kami rindu dengan kakak-kakak itu!" kata Xiaoqiu. Entah kakak-kakak mana yang ia maksud.


"Bah! Yang ada kalian akan menggeliat di tanah seperti cacing kepanasan! Sudah menurut saja! Di luar sana menjadi semakin berbahaya. Kalau mau sih, kalian harus jadi lebih kuat dulu," kata Ling Zizhou tersenyum mengejek.


"Yaaah!" kata Xiaohan dan Xiaoqiu memprotes Ling Zizhou.


Xiaoleng dan Xiaojia hanya bisa saling menatap karena mereka menyadari kemampuan mereka masih belum bisa menjaga diri mereka sendiri dari bahaya dunia luar.

__ADS_1


Sedangkan Xiaobao dan Xiaohua, semenjak Mu Lian tak sadarkan diri, lebih memilih menunggu Mu Lian dan fokus kepada ilmu herbal mereka.


Mu Lian menyadari Xiaobao dan Xiaohua lebih diam dari biasanya dan memutuskan untuk menghabiskan waktu untuk mempelajari tanaman herbal bersama kedua anak itu selama beberapa hari ke depan.


"Aku akan menyebarkan esensi Master Hong Bai dan akselerator ke sepenjuru gerobak agar kalian bisa mengejar ketertinggalan," kata Mu Lian menjelaskan.


Akselerator yang Mu Lian maksud adalah sesuatu yang terkandung dalam gelombang kejut yang menyebar ke sepenjuru Gua Sejati saat volusi besar-besaran terjadi. Bei Huaiwei menjelaskannya beberapa hari yang lalu sebelum Mu Lian kembali ke Gerobak Ajaib.


"Lian'er, apa benar kau bisa membagikannya kepada semua yang ada di dalam sini?" kata Mu Haocun.


"Iya, kek. Aku akan menyebarkannya sedikit demi sedikit. Seiring berjalannya waktu, aku akan menambah dosisnya supaya mereka bisa segera beradaptasi di dunia luar," kata Mu Lian melanjutkan "Lagipula, aku sepertinya terlalu banyak menyerap kedua materi tersebut,"


"Bilang saja kalau kau butuh bantuan kakek," kata Mu Haocun. Mu Lian mengangguk.


Meski begitu, selama beberapa hari ke depan, Mu Lian menyebarkan esensi naga celestial dan akselerator sendirian.


Setiap 3 hari sekali, Mu Lian bertemu dengan Bei Huaiwei dan pada hari-hari lain, Mu Lian melakukan kegiatan seperti sebelum-sebelumnya.


Anak-anak sangat senang melihat Mu Lian mengajar kembali dan semuanya pun kembali belajar seperti biasa.


Dan pada malam harinya, Mu Lian selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan tetangga-tetangganya.


"Nona Lianlian! Aku senang anda sudah sehat kembali!"


"Nona!"


Mu Lian dikelilingi banyak sekali fans dari kalangan wanita dengan naluri keibuan yang sangat tinggi. Mereka adalah korban dari keimutan Mu Lian dan tidak bisa lepas darinya.


"Lian'er! Aku senang kau sudah sembuh, jangan memaksakan diri dan istirahatlah lebih lama. Maaf, tidak bisa menjenguk, kakekmu galak sekali.


"Lagipula buat apa kau menjenguk segala! Sudah kubilang bahwa aku akan menyampaikan salam darimu kepada Lian'er!" kata Ling Zizhou menggeleng.


Xu Jing berpasangan dengan kakaknya sendiri, Xu Ke. Yang kini sedang di sampingnya mendengarkan pertengkaran kecil antara Ling Zizhou dan Xu Jing. Ling Zizhou dan Xu Jing, seperti biasa, kedua pemuda itu terlihat sangat dekat.


"Seperti biasanya, mereka sangat dekat," kata Xu Ke, mengungkapkan isi pikiran mereka berdua. Mu Lian mengangguk.


"Kalau hanya bertengkar saja sih tidak masalah, lah ini, kami jadi harus ikut kompetisi kekanak-kanakan mereka," kata Meng Zhi menghela napas panjang.


Baru saja dibicarakan, Ling Zizhou dan Xu Jing tiba-tiba memutuskan untuk mencari tahu siapa yang menemui Xu Tian lebih dulu.


Xu Tian merupakan salah satu ketua kelompok dan diberikan tugas menjemput orang-orang yang 'berlatih' di hutan berduri, tempat yang khusus disediakan oleh Han Shi dan Wei Cheng agar banyak yang bisa beradaptasi dengan cepat di Gua Sejati yang telah berevolusi.


"Hei tunggu, aku ikut," kata Mu Lian. Mu Lian khawatir ada yang membutuhkan pil jadi sekalian saja Mu Lian mendata orang-orang tersebut.


"Boleh saja. Tapi, apa kau yakin kau akan baik-baik saja jika berada cukup jauh dari sini?" kata Xu Ke melirik ke arah dimana Gerobak Ajaib seharunya berada. Kini hanya ada portal memanjang yang membelah udara kosong disekitar sana.


"Tidak apa-apa," kata Mu Lian. Xu Jing dan Xu Ke sudah mengetahui kurang lebih mengapa Mu Lian tidak perlu berpasangan dengan siapapun. Makanya kedua kakak beradik itu tidak menanyakan apapun kepada Mu Lian.


"Baiklah, aku akan menunggu kalian selesai berlomba di dekat Senior Xu," kata Mu Lian dengan sangat cepat mengeluarkan gondola ajaib dan menghilang dari pandangan.


Mu Lian merasa puncak kepalanya sedikit berangin karena biasanya Xiaobai duduk disana. Kini Xiaobai belum bisa keluar sebelum menyerap esensi dan akselerator hingga bisa beradaptasi.


Sepanjang perjalanan, Mu Lian melihat orang berpasang-pasangan melakukan kegiatan masing-masing. Ada yang dengan saudaranya sendiri, ada yang dengan lawan jenis dan ada yang dari berbeda kelompok.


Meski begitu, sepertinya semuanya beraktivitas seperti biasanya dan tanpa kendala. Pada beberapa rumah pohon, Mu Lian merasakan ledakan chi yang sangat dahsyat yang dihasilkan oleh beberapa pasangan.

__ADS_1


Mu Lian mendengar dari Han Shi bahwa kultivasi seperti itu akan menjadi standar di Gua Sejati yang telah berevolusi ini.


"Sunggul gila, untung semuanya telah mendapatkan pasangan masing-masing, kalau tidak..." gumam Mu Lian.


Mu Lian menanyakan kabar kepada orang-orang yang ditemuinya di perjalanan. Tak lupa Mu Lian menanyakan apakah persediaan pil mereka sudah habis atau belum.


Namun orang-orang yang ditemui Mu Lian mengatakan bahwa semua data ada di ketua kelompok masing-masing, dan memberitahu Mu Lian keberadaan Xu Tian dan ketua kelompok yang lain.


Setibanya di luar kawasan pemukiman, tepatnya di wilayah dekat alat-alat ajaib yang rusak, Mu Lian melihat Xu Tian dan ketua kelompok yang lain sedang membahas sesuatu.


"Selamat malam, bagaimana kabar anda?" kata Mu Lian yang dengan segera menarik perhatian semua yang sedang berdiskusi disana, termasuk Xu Tian.


"Nona Lianlian? Bagaimana keadaanmu? Kami baik-baik saja, terimakasih," kata Du Luhan.


Mu Lian mengobrol dengan Du Luhan dan Xu Tian selama beberapa saat. Mu Lian sudah memiliki firasat bahwa dua rival ini pasti cocok satu sama lain dan benar saja, mereka berpasangan.


Itulah salah satu alasan yang membuat Mu Lian ingin segera bertemu dengan Xu Tian dan Du Luhan.


Dari keduanya Mu Lian mendapatkan kabar bahwa ada sekitar belasan orang yang gugur 14 hari yang lalu, saat pertama kali terjadinya evolusi.


Belasan orang tersebut adalah grup pengintai yang dikirim untuk mengawasi tanda-tanda awal evolusi. Mereka gugur karena memang pergi secara berjauhan sehingga ketika butuh rekannya, mereka tidak sempat menolong satu sama lain.


Hati Mu Lian sakit ketika mendengar belasan orang tersebut meninggal. Apalagi mereka terpisah dari kelompok masing-masing, sendirian di luar sana.


Meski Du Luhan tidak menjelaskan bagaimana mereka meninggal, cara yang paling pasti bagaimana orang tersebut meninggal adalah dimangsa oleh spirit beast setelah tidak bisa bergerak karena merasakan rasa sakit.


"Senior-senior sekalian, saya turut berduka cita atas kehilangan rekan-rekan anda. Mereka adalah petarung tangguh dan meninggal secara terhormat.


Saya datang kesini sebenarnya untuk mendata pil apa saja yang anda butuhkan. Silahkan, kalau ada permintaan, bisa anda tuliskan pada secarik kertas," kata Mu Lian.


Du Luhan, Xu Tian dan ketua kelompok yang lain terharu mendengar Mu Lian dan setelah mengucapkan terimakasih, mereka memanggil tangan kanan mereka untuk mulai mendata.


Mu Lian dibawa ke sebuah rumah pohon yang dibangun secara sederhana karena memang tujuannya adalah untuk tempat bernaung orang yang berjaga di sekitar alat ajaib.


"Awalnya kami mati kutu karena benar-benar tidak tahu apa yang harus kami lakukan kepada alat-alat ajaib yang rusak ini," kata Xu Tian mulai menjelaskan dengan menggebu-gebu.


Xu Tian menjelaskan bahwa Han Shi dan Wei Cheng memberitahu siapa saja yang membutuhkan fiksator untuk memperbaiki alat ajaib, bisa menggunakan sisik ikan yang hidup di dalam mata air.


"Informasi itu diberikan pada hari ke-9 secara tiba-tiba. Sehingga kami yang sudah sangat putus asa tanpa berpikir dua kali, pergi ke mata air.


Tapi setelah sampai disana, pohon penghasil mata air yang juga berevolusi mempermainkan kami ke dalam perangkapnya," kata Xu Tian. Mata air menjadi tempat yang cukup berbahaya jika tidak berhati-hati.


Ada yang pulih seperti sedia kala setelah meminum pil buatan Mu Lian ada yang hingga saat ini belum menunjukkan kemajuan pun juga tidak mengalami penurunan. Kondisi mereka tetap sama seperti pertama kali mereka terluka.


"Kalau banyak yang terluka, tunggu apa lagi? Ayo kita periksa mereka!" kata Mu Lian sambil berdiri.


"Tunggu sebentar lagi. Maksud kami membuat nona menunggu disini supaya bisa sekalian memeriksa grup yang baru kembali dari latihan," kata Du Luhan dengan tampang tak berdosa.


Mu Lian terdiam. Mu Lian mengira Xu Tian dan Du Luhan menyuruhnya menunggu karena murni hendak mendata pil apa saja yang mereka semua butuhkan.


Ternyata keduanya berniat meminta Mu Lian untuk memeriksa orang-orang yang baru kembali latihan hari ini.


"Yang dikatakan Du Luhan benar nona Lianlian. Lagi pula ketua-ketua yang lain pun sedang menjemput mereka, pasti sebentar lagi mereka datang.


Lebih baik kita periksa secara menyeluruh agar tidak bekerja dua kali," kata Xu Tian dengan ekspresi serius.

__ADS_1


Mu Lian baru menyadari ruangan terasa lebih kosong karena hanya ada mereka bertiga. Sepertinya Mu Lian terlalu serius mendengarkan Xu Tian.


__ADS_2