Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Hidup untuk dirimu sendiri


__ADS_3

Tiga hari berlalu semenjak Mu Lian meminta tolong Xu bersaudara memecahkan masalah Xiaofu dan Xiaoqi.


Karena Xiaofu dan Xiaoqi menunjukkan reaksi kuat ketika Mu Lian membicarakan trauma masa lalu mereka, sesekali Mu Lian mengungkit masa lalu tersebut dan meyakinkan bahwa kini mereka aman, tidak perlu takut atau khawatir.


Cara tersebut Mu Lian gunakan sambil menunggu kabar dari Xu bersaudara, untungnya kakak beradik itu tidak mengecewakan Mu Lian karena tepat pada keesokan harinya, Xu bersaudara memberi tahu apa yang sebaiknya Mu Lian katakan kepada Xiaofu dan Xiaoqi.


"Ini...aku tidak kepikiran. Terimakasih sudah mau berbagi, sungguh kalau tidak ada kalian berdua aku benar-benar tidak tahu harus bertanya kepada siapa," kata Mu Lian mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada Xu bersaudara.


"Tidak masalah. Jangan berterimakasih dulu, kita kan tidak tahu apakah cara ini akan berhasil atau tidak," kata Xu Ke.


"Iya tidak masalah, kami senang bisa membantu. BIcarakan saja semua kesulitanmu, siapa tahu kami bisa membantu," kata Xu Jing.


Xu Ke dan Xu Jing sengaja datang pagi sekali bahkan datang mendahului Du Luhan yang biasanya datang sangat pagi untuk mempersiapkan sarapan untuk anak-anak.


Mereka tahu pasti Mu Lian sudah sangat menantikan jawaban dari mereka dan kondisi Xiaofu dan Xiaoqi sudah sangat kritis sehingga tidak dapat ditunda-tunda lagi.


Mu Lian berbasa-basi dengan Xu bersaudara selama beberapa menit kemudian minta ijin untuk menemui Xiaofu dan Xiaoqi, kedua bersaudara itu memberikan doa yang terbaik untuk Xiaofu dan Xiaoqi.


Sepanjang jalan menuju kediaman anak-anak, Mu Lian merenungi kata-kata yang diucapkan Xu bersaudara.


Kata-kata tersebut terdengar sangat sederhana bahkan cenderung egois namun menurut Mu Lian memang itulah yang dibutuhkan Xiaofu dan Xiaoqi yang telah berkorban banyak untuk saudara-saudaranya.


Ketika Mu Lian melewati gerbang dan berjalan menyusuri taman, dirinya cukup gugup karena harus menyampaikan kata-kata tersebut kepada Xiaofu dan Xiaoqi.


Jujur, Mu Lian tidak pernah mengangkat pembicaraan yang bersifat terlalu pribadi apalagi masalah hati. Mu Lian dipaksa melakukan sesuatu diluar kebiasaannya.


"Ahem, ahem," Mu Lian membersihkan kerongkongannya beberapa kali.


"Pagi Lian jie...huahem, kenapa datang pagi sekali? Apa kita yang kesiangan?" kata Xiaoqiu mengusap matanya yang masih lengket sehingga sulit sekali terbuka.


Pemandangan anak-anak yang berjalan dengan linglung hingga menabrak satu sama lain sampai terpeleset terlihat dimana-mana.


Biasanya yang membantu anak-anak yang lebih muda bersiap-siap adalah Xiaobao, Xiaohua, Xiaoleng Xiaojia, Xiaofu dan Xiaoqiu.


Karena keenam anak tersebut masih sakit, anak-anak berusia 9 tahun dan beberapa anak berusia 5 tahun lah yang menggantikan mereka.


Namun anak berusia 9 tahun dan 5 tahun ini juga biasanya bangun agak siangan apalagi semua sudah disiapkan oleh kakak-kakak mereka.


Mu Lian tersenyum, "Xiaoqiu, aku akan menemui Xiaofu dan Xiaoqi. Sudah kubilang selama kalian masih sering kambuh sakitnya, tidak perlu bangun pagi-pagi sekali.


Pelajaran masih bisa berjalan meski hari sudah siang. Kalian fokus untuk memulihkan diri dan beradaptasi saja," kata Mu Lian.


"Tidak apa! Kami pasti bisa!" kata Xiaoqi sambil berusaha membulatkan matanya.

__ADS_1


Mu Lian berbincang sebentar dengan Xiaohan yang baru saja bangun karena terpeleset kemudian berjalan menuju kamar Xiaofu dan Xiaoqi.


Ketika berada di depan pintu, Mu Lian merasakan keberadaan Xiaobai di dalam kamar Xiaofu dan Xiaoqi.


"Xiaobai, ternyata kau disini lebih dulu," kata Mu Lian.


"Lian jie! Kemari! Aneh sekali, mereka teraja sangat jauh tapi tidak sampai menghilang juga ada apa ya ini? Kemarin tidak seperti ini!?" kata Xiaobai.


Benar saja, kemarin, Mu Lian merasakan Xiaofu dan Xiaoqi membaik. Entah kenapa, kondisi mereka malah kembali seperti awal pertama mereka jatuh sakit.


Ketika mengingat cerita dari Xu bersaudara Mu Lian pun tahu alasannya. Masih tersisa ketakutan dalam hati Xiaofu dan Xiaoqi.


Sepertinya treatment hari ini akan lebih lama dari biasanya. Bahkan Mu Lian berniat ijin tidak mengajar untuk hari ini sebelum kondisi Xiaofu dan Xiaoqi membaik.


Mu Lian menghela napas panjang, mulai memanipulasi energi spiritualnya baik untuk menarik kesadaran Xiaofu dan Xiaoqi maupun bersiap-siap untuk menggunakan jarum disaat keadaan genting.


Mu Lian menatap Xiaofu dan Xiaoqi yang terbaring lemah di tempat tidur. Bayangan tokoh utama dalam kisah yang diceritakan Xu bersaudara tumpang tindih dengan Xiaofu dan Xiaoqi.


Seseorang yang mementingkan orang yang disayanginya lebih dari dirinya sendiri, hingga mampu berkorban.


Seseorang yang sama sekali tidak ada kata serakah dalam kamusnya, tidak memiliki keinginan apapun di dunia ini selain kebahagiaan untuk orang yang disayanginya.


Akhir dari kisah tersebut sangat tragis. Orang yang dikasihi sehingga membuat tokoh utama dalam kisah tersebut rela berkorban, salah sangka terhadap si tokoh utama.


Akhirnya muncullah perasaan iri dengki sehingga orang tersebut benci terhadap tokoh utama. Dan si tokoh utama yang pada akhirnya mengetahui perasaan orang yang dikasihinya itu ternyata membencinya, sangat sedih dan kecewa.


Apa yang terjadi selanjutnya? Hanya ada satu kata, saling menyakiti. Hingga keduanya mencapai akhir hayat mereka.


Kebaikan yang terlalu melimpah seketika berubah menjadi racun bagi orang terkasih si tokoh utma dalam kisah tersebut sedangkan sang tokoh utama, merasa sangat lelah setelah semua yang telah ia lakukan untuk orang yang paling dikasihinya itu.


Kisah tersebut terus terngiang-ngiang di dalam kepala Mu Lian. Selama Mu Lian menarik kesadaran Xiaofu dan Xiaoqi maupun saat dirinya menggunakan jarum-jarum untuk menstabilkan obat racik yang mengalir dalam meridian kedua anak tersebut.


Xiaobai duduk diam di dekat kepala Xiaofu kemudian pindah ke dekat kepala Xiaoqi begitu seterusnya, memantau perkembangan kedua anak itu.


Waktu berjalan dengan sangat cepat. Xu Jing, Xiaohan dan Xiaoqiu mengintip dari balik pintu dan mengamati Mu Lian selama beberapa saat.


Setelah kondisi Xiaofu dan Xiaoqi stabil, Mu Lian baru menyadari ketiga pasang mata yang menatap dirinya dari balik pintu.


"Ah Jing, Xiaohan, Xiaoqiu. Hari ini aku tidak bisa mengajar. Aku akan berusaha menyelesaikan semuanya hari ini," kata Mu Lian.


Xu Jing, Xiaohan dan Xiaoqiu mengerti yang dimaksud Mu Lian semuanya adalah yang berkaitan dengan Xiaofu dan Xiaoqi.


"Kami membawa sarapan, lebih baik sarapan dulu," kata Xu Jing. Mu Lian mengangguk.

__ADS_1


"Xiaofu, Xiaoqi!" Xiaohan dan Xiaoqiu segera menghampiri Xiaofu dan Xiaoqiu setelah mendapat sinyal persetujuan dari Mu Lian untuk berbicara dengan mereka.


Sejak beberapa hari yang lalu, Mu Lian melarang anak-anak untuk memasuki kamar Xiaofu dan Xiaoqi.


Hal ini menimbulkan kecemasan yang luar biasa. Untungnya, hari ini Xiaohan dan Xiaoqiu sudah diperbolehkan menemui Xiaofu dan Xiaoqi. Kabar ini pasti akan menyebar dengan sangat cepat anak-anak bisa bernapas lega.


Mu Lian dengan cepat menyelesaikan sarapannya dan mengusir Xu Jing, Xiaohan dan Xiaoqiu keluar kamar.


"Lian jie, mereka sudah bisa mendengarkan pembicaraan. Tadi juga mereka mendengar apa yang diucapkan Xiaohan dan Xiaoqiu," kata Xiaobai. Mu Lian mengangguk.


Mu Lian harus memasang wadah yang berisi obat Xiaofu dan Xiaoqi karena yang lama sudah habis. Baru setelah menghubungkan wadah berisi cairan berwarna kehijauan dengan jarum-jarum tipis, Mu Lian mulai mengobrol dengan Xiaofu dan Xiaoqi.


Tak lupa Mu Lian menceritakan kisah yang berakhir tragis tersebut, Mu Lian bahkan menceritakannya sama persis seperti cara Xu bersaudara menceritakan kisah tersebut kepadanya.


Mu Lian takut mengubah isi cerita jika ia mengubah caranya bercerita. Setelah kisah itu tamat Mu Lian berpesan kepada Xiaofu dan Xiaoqi bahwa mereka bisa melakukan yang lebih baik daripada si tokoh utama dalam kisah tersebut.


"Dan ingat, kalian boleh egois. Kalau kalian tidak mau melakukannya jangan lakukan. Kalau kalian tidak suka terhadap sesuatu, bilang tidak suka.


Kalian hanya manusia, apalagi usia kalian masih 12 tahun. Yang seharusnya menanggung beban di pundaknya adalah orang dewasa.


Aku tahu keadaan saat itu hanya memungkinkan kalian bertindak sebagai pengganti orang-orang dewasa yang sudah tidak pernah kelihatan lagi semenjak mereka pergi melawan orang-orang itu.


Tapi setelah kalian bertemu dengan kami, kalian boleh melakukan apa saja yang kalian mau..." Mu Lian menjelaskan.


Xiaofu dan Xiaoqi sebenarnya sudah sangat lelah setelah menjadi tameng bagi adik-adiknya itu. Suara mereka paling lantang dan sikap mereka paling berontak diantara yang lainnya hanya untuk menarik perhatian orang-orang sekte aliran sesat kepada keduanya.


Setelah mereka diselamatkan, Xiaofu dan Xiaoqi jadi jarang berbicara seperti wujud menolak dunia. Mereka sudah tidak mau ikut campur lagi dengan urusan yang terjadi di sekitar mereka.


Xiaofu dan Xiaoqi hanya ingin hidup membesarkan adik-adik mereka dengan damai, yang saat ini bisa mereka rasakan setelah tinggal di Gerobak Ajaib.


Namun namanya juga luka hati, pasti sulit sekali sembuhnya. Apalagi luka ini seperti terkena garam setelah terpapar akselerator. Membengkak dan bernanah lagi.


Sehingga akhirnya membuat Xiaofu dan Xiaoqi tidak pernah bangun dari komanya semenjak pertama terjadi evolusi besar-besaran di Gua Sejati.


"Jangan khawatir dengan anak-anak tangguh itu. Kalau mereka lemah, mereka pasti tidak akan mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik, atau belajar dengan baik, atau makan dengan lahap bahkan tidak berhenti bertingkah seperti Xiaohan dan Xiaoqiu.


Maaf kalau aku terlalu jujur. Tapi kalian berdua sepertinya meremehkan anak-anak itu. Kalaupun kalian biarkan mereka sendiri, mereka pasti bisa bertahan dengan kecerdasan mereka.


Jadi, kalian juga harus bisa menaruh kepercayaan kepada mereka. Dan hidup untuk kalian sendiri. Karena kalian berdua manusia yang memiliki kebutuhan sendiri.


Kita semua manusia yang diberikan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang serta beradaptasi..."


Mu Lian menutup sesi treatment hari ini dengan menyampaikan maksud paling utama, yaitu menyuruh Xiaofu dan Xiaoqi hidup untuk diri mereka sendiri. Mu Lian terus bicara dari hati ke hati dengan Xiaofu dan Xiaoqi selama beberapa saat.

__ADS_1


Meski Mu Lian khawatir jika pesannya tidak tersampaikan sepertinya Mu Lian tidak perlu khawatir karena dari sudut-sudut mata Xiaofu dan Xiaoqi menetes air hingga membentuk noda lingkaran di dekat wajah Xiaofu dan Xiaoqi.


__ADS_2