Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Hari-hari bersama


__ADS_3

"Lian'er. Kau sudah bangun?" kata Ling Zizhou.


Ling Zizhou terlihat lebih segar dari pada kemarin. Dia pun membalas sapaan Mu Lian dengan antusias.


"En. Bagaimana tidurmu? Nyenyak?" kata Mu Lian.


"Lumayan," kata Ling Zizhou. Sepertinya Ling Zizhou masih enggan membahas mimpinya.


"Lian'er. Tadi pagi Dongshan dan Xiaoxiao berkunjung, tapi kau belum bangun jadi mereka akan bergabung makan dengan kita siang ini,"


kata Mu Haocun yang baru saja turun dari lantai 2.


"Benarkah? Kalau begitu ayo kita memasak makanan yang enak untuk mereka, Azhou," kata Mu Lian sambil menarik lengan lengan Ling Zizhou ke arah dapur.


"Hah? Kau? Memasak? Lebih baik kau membantuku menyiapkan bahan-bahan," kata Ling ZIzhou skeptis namun tidak menolak bantuan dari Mu Lian.


Tak lama, masakan dihidangkan di atas meja makan dan Dongshan datang bersama Xiaoxiao tepat pada waktunya.


"Jiejie!" kata Xiaoxiao.


"Xiao'er!" kata Mu Lian. Mereka berpelukan dengan sangat erat.


"Bagaimana kabar jiejie? Bagaimana dengan latihannya?" tanya Xiaoxiao sambil melepas pelukannya pada Mu Lian.


"Aku baik-baik saja. Latihannya sangat mendebarkan," jawab Mu Lian.


"Selamat datang, Lian'er. Kerja bagus," kata Dongshan.


"Terimakasih Paman Dongshan," kata Mu Lian.


"Ayo, ayo jangan berdiri saja. Mari kita mulai makan siangnya," kata Mu Haocun. Mu Lian dan yang lain pun duduk ditempat masing-masing dan makan dengan gembira.


Awalnya Ling Zizhou hanya diam mendengarkan namun beberapa saat kemudian, dia bergabung dalam pembicaraan Mu Lian dan Xiaoxiao.


Setelah membereskan piring-piring pada tempatnya, Mu Haocun dan Dongshan terlihat sedang terlibat dalam pembicaraan serius sehingga Mu Lian mengajak Ling Zizhou dan Xiaoxiao jalan-jalan di sekeliling permukiman.


"Hah, memang jalan-jalan membuat moodmu membaik," kata Mu Lian.


"Mood?" kata Ling Zizhou dan Xiaoxiao bingung.


"Ya, perasaan kalian akan semakin ringan dan menjadi gembira," kata Mu Lian.


"Ah, itu," kata Xiaoxiao.


"Ngomong-ngomong, apa pelaku pembocoran intel dalam sekte Embun Pagi sudah tertangkap?" kata Ling Zizhou pada Xiaoxiao.


"Pembocoran intel?" kata Mu Lian terkejut. Mu Lian belum pernah mendengar kabar tersebut.


"Ah, itu..." kata Xiaoxiao kemudian menceritakan kepada Mu Lian bahwa Mu Haocun, Master Yi dan Master Chen mencurigai ada orang dalam yang membocorkan kepergian Master Yi pada sekte aliran sesat.


"Lalu?" kata Mu Lian.


"Sebulan terakhir ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap tetua dan anggota-anggota sekte Embun Pagi sehingga pembelajaran tidak berjalan sebagaimana biasanya," kata Xiaoxiao.


"Jadi karena itu Xiao'er punya waktu untuk menemuiku," kata Mu Lian sambil mencubit pipi Xiaoxiao gemas.


"Y-ya," kata Xiaoxiao terbata-bata. Xiaoxiao tidak mungkin mengungkit masa lalu bahwa dirinya cemburu dengan Mu Lian sehingga tidak ingin bertemu dengannya.


"Jadi? Bagaimana hasil investigasinya?" desak Ling Zizhou tidak sabar. Xiaoxiao terkejut dan takut dengan wajah Ling Zizhou.


"I-itu, hasilnya belum keluar," kata Xiaoxiao sambil bersembunyi di belakang Mu Lian.


"Hmm, aku harap orang itu segera tertangkap. Ayo kita jalan lagi," kata Mu Lian sambil mengusap kepala Xiaoxiao.


Mu Lian, Xiaoxiao dan Ling Zizhou berjalan menyusuri rumah demi rumah. Beberapa tetangga mengenali Mu Lian dan Xiaoxiao, mereka menyapa kemudian menanyakan siapa pemuda yang dibawa mereka.


Mu Lian mengenalkan Ling Zizhou sebagai murid Master Yi. Setelah berbasa basi sejenak, Mu Lian, Xiaoxiao dan Ling Zizhou meneruskan perjalanan mereka.


Beberapa anak yang sangat kecil terlihat sangat takut terhadap Ling Zizhou dan akhirnya menangis.


Mu Lian dengan tak berdaya hanya bisa meminta maaf kepada orang tua anak-anak tersebut sedangkan Xiaoxiao terdiam karena dirinya pun takut.


Selain beberapa kali harus meminta maaf kepada para penduduk yang anak-anaknya mennagis, perjalanan Mu Lian mengitari permukiman sangat menyenangkan.


Senyuman menghiasi wajah Mu Lian sepanjang perjalanan mereka. Supaya tidak bosan, Mu Lian mengajak Xiaoxiao dan Ling Zizhou melakukan permainan kata.


Dan nampaknya permainan tersebut sukses mencairkan ketakutan Xiaoxiao terhadap Ling Zizhou.


Suasana disekitar Ling Zizhou pun terasa lebih santai. Wajah Ling Zizhou sempat terlihat makin menakutkan karena pemuda itu menahan rasa jengkelnya setiap kali melihat anak-anak kecil menangis ketika melihat dirinya.


Mu Lian membawa Xiaoxiao dan Ling Zizhou mengitari seluruh area permukiman. Setelah puas berjalan-jalan, mereka duduk di paviliun mengambang.


"Hah~ aku tidak tahu kalau ada paviliun seperti ini disini," kata Ling Zizhou sambil menghela napas panjang.

__ADS_1


"Fufu, kau itu terlalu fokus dengan latihanmu. Untung saja hari ini aku membawamu jalan-jalan," kata Mu Lian.


"B-benar. L-latihan itu memang penting tapi...istirahat juga perlu. Ku-kurasa jalan-jalan seperti ini sangat menyenangkan," kata Xiaoxiao masih terbata-bata.


Setidaknya gadis itu sudah mampu mengutarakan pendapatnya. Tidak seperti awal perjalanan, Mu Lian harus memulai setiap pembicaraan.


"Hmm, benar juga. Kalau begitu mulai sekarang, kalian harus sering-sering mengajakku. Awas saja kalau kalian meninggalkanku," kata Ling Zizhou sambil pura-pura mengancam.


"Hii," kata Xiaoxiao sambil bersembunyi di belakang Mu Lian.


"Azhou, sudah berapa kali kubilang untuk mengontrol wajahmu," kata Mu Lian.


"Eh? Memang apa salahku?" kata Ling Zizhou.


Mu Lian tersenyum tipis. Sepertinya dia harus meminta Master Yi untuk membantunya melatih Ling Zizhou.


Beberapa hari ke depan dijalani Mu Lian dengan belajar bersama Mu Haocun, latihan bersama Xiaoxiao dan berjalan bersama Xiaoxiao dan Ling Zizhou.


Mu Lian belajar banyak tentang bagaimana cara tanaman-tanaman langka bekerja dan mengolahnya. Kemudian Mu Lian juga belajar tentang tanaman spiritual.


Dalam beberapa hari terakhir itu tanpa sadar Mu Lian belajar dasar menjadi seorang ahli Alkimia. Mu Haocun mengarahkan pembelajaran Mu Lian ke arah Alkimia, tanpa memberitahu apa-apa pada Mu Lian.


Di waktu luangnya, Mu Lian mengajak Xiaoxiao belajar array ke Master Zhengheng. Dan Xiaoxiao dengan sangat mengejutkannya memiliki bakat dalam bidang ini.


Master Zhengheng sampai menyuruh Xiaoxiao datang ke penginapan setiap hari. Xiaoxiao yang malu karena belum terlalu dekat dengan Master Zhengheng harus ditemani Mu Lian agar mau menemui Master Zhengheng.


"Luar biasa! bagus, bagus. Sekarang kita ke langkah berikutnya," kata Master Zhengheng sambil mulai menggambar beberapa pola sederhana yang baru di sebelah sebuah lingkaran.


Mu Lian mengamati Master Zhengheng melukis garis demi garis dilukis hingga membentuk suatu pola. Mu Lian sendiri hanya memahami sebatas di permukaan saja.


Menurut Mu Lian, ahli Array bisa diumpamakan sebagai seorang insinyur. Mereka mendesain bangunan yang akan mereka buat.


Desain tersebut harus dibuat secara detail, ruangan ini akan digunakan untuk apa, apa saja bahan-bahan penyusunnya, dan lain sebagainya.


Mu Lian mengalami kesulitan dalam detail penyusunan sebuah pola, karena meskipun pola tersebut terlihat sama namun bahan penyusunnya serta kegunaannya ternyata berbeda.


"Jiejie dapat membedakannya dengan cara melihat kutub-kutubnya," kata Xiaoxiao melanjutkan


"Jiejie ingat? Kalau sebuah pola dibedakan menjadi empat kutub? Kutub utara, timur, selatan dan barat? Seperti arah mata angin,"


"Ya. Pola dengan kutub utara memiliki spesifikasi untuk bertahan, timur untuk bertahan, barat untuk berkreasi, selatan untuk menyerang...belum lagi ada tenggara..." kata Mu Lian tidak melanjutkan kata-katanya karena jatuh terduduk di atas tanah.


"Jiejie!" kata Xiaoxiao.


"Jiejie! Bertahanlah!" kata Xiaoxiao.


"Ada apa?" kata Master Zhengheng dan saudara Che yang baru saja membawa bahan-bahan dari kamar mereka.


"Jiejie tidak enak badan," kata Xiaoxiao. Xiaoxiao merasakan kening Mu Lian untuk memeriksa suhu tubuhnya.


"Oh, sepertinya kita terlalu berlebihan, tubuhnya tidak kuat menerima ilmu array yang kuajarkan," kata Master Zhengheng melanjutkan


"Salahku karena menduga nona Mu sama berbakatnya dalam bidang array,"


Xiaoxiao mendelik ke arah Master Zhengheng. Tidak mungkin seseorang dapat menguasai dua bidang utama sekaligus!


Bidang-bidang yang termasuk bidang utama di dunia ini adalah Alkimia, Array, Ahli Senjata, Metalurgi, dan Mantera.


Metalurgi adalah bidang khusus pandai besi yang membuat senjata-senjata biasa hingga legendaris.


Sedangkan Mantera adalah bidang khusus ahli mantera dimana mantera-mantera tersebut ditulis di atas kertas yang sensitif terhadap mantera.


Seseorang dapat merobek kertas tersebut untuk mengaktifkan mantera. Biasanya mantera-mantera yang dituliskan di atas kertas mantera adalah mantera-mantera besar yang tidak dapat dilakukan hanya dengan gestur tangan.


Kelima bidang utama ini membutuhkan seluruh waktu, tenaga dan pikiran yang ada untuk dikuasai.


Xiaoxiao sendiri salah memilih bidang sehingga perkembangannya sangat menyedihkan.


Untungnya, Xiaoxiao dipertemukan dengan Master Zhengheng yang menyadari bakat terpendamnya dalam bidang array.


Xiaoxiao merasa bersyukur bertemu Mu Lian. Setelah bertemu dengannya, kehidupan karirnya berjalan ke arah yang lebih baik.


Xiaoxiao membantu Mu Lian berdiri kemudian meminta ijin pada Master Zhengheng untuk mengantarkan Mu Lian pulang.


Master Zhengheng memutuskan untuk menyudahi pelajaran mereka hari itu dan ikut mengantar karena merasa bersalah.


Setelah berhasil menjelaskan kenapa Mu Lian terbaring lemas kepada Mu Haocun yang tersenyum dingin akhirnya Master Zhengheng kembali ke penginapan.


Setidaknya Mu Haocun sudah tidak terlalu kesal lagi pada dirinya dan mengingatkan untuk tidak mengulangi lagi kesalahannya di masa depan.


Malamnya Mu Haocun menceramahi Mu Lian untuk tidak berusaha lagi mempelajari array namun sepertinya Mu Lian sudah tidak memiliki keinginan untuk mempelajari array.


Kepalanya terasa sangat pusing hingga Mu Lian bermimpi buruk jika dunianya berubah menjadi pola-pola array.

__ADS_1


Keesokan harinya Mu Lian mengajak Xiaoxiao dan Ling Zizhou jalan-jalan. Sejak dua hari yang lalu Ling Zizhou ikut berpatroli dengan Master Yi.


Mu Lian hanya bertemu dengan pemuda itu ketika sarapan dan makan malam saja. Ling Zizhou meminta ijin untuk pergi bersama Mu Lian hari itu.


"Fuah! Sepertinya master semakin memperketat penjagaan di sekita pemukiman. Ada kabar pergerakan dari sekte aliran sesat lagi dari Han Tengfei," kata Ling Zizhou.


"Benarkah? Kerusakan apa lagi yang disebabkan oleh orang-orang barbar itu?" kata Mu Lian penasaran sedangkan wajah Xiaoxiao hanya memerah ketika mendengar nama Han Tengfei disebut.


"Mereka memasuki desa-desa kecil dan menculik pemuda pemudi," kata Ling Zizhou.


"Human Traficking?!" kata Mu Lian.


"Hah?" kata Ling Zizhou.


"Mereka diculik untuk dijual lagi, bukan?" kata Mu Lian memastikan jika perilaku orang-orang aliran sesat tersebut mengarah kesana.


"En. Seluruh sekter di negeri Mao mengadakan kerjasama untuk mencari pemuda pemudi yang hilang tersebut," kata Ling Zizhou.


"Hmm, apa Senior Han akan pulang musim dingin ini?" tanya Mu Lian.


"Eh?!" kata Xiaoxiao. Wajahnya semakin merah padam.


"Huh, sebior itu? Entahlah, jangan mengharapkan apa-apa darinya," jawab Ling Zizhou. Mendengar ucapan Ling Zizhou wajah Xiaoxiao menjadi murung.


Mu Lian menahan tawanya ketika melihat wajah Xiaoxiao berubah-ubah, yang awalnya malu kemudian antusias mengharapkan kedatangan Han Tengfei namun tak lama berubah murung.


"Jangan begitu. Siapa tahu saja tahun ini senior pulang, benar tidak, Xiaoxiao?" kata Mu Lian sambil mengedipkan sebelah matanya.


"B-b-benar," kata Xiaoxiao malu.


Tatapan Ling Zizhou menajam karena merasakan perilaku dua gadis didepannya tidak wajar. Yang satu wajahnya merah padam sedangkan satu lagi berusaha menggoda si gadis satunya.


"Kalian kenapa, sih?" kata Ling Zizhou akhirnya.


"Hah? Kami? Mungkin yang kau maksud Xiaoxiao, ugh, maksudku tidak kenapa-kenapa," kata Mu Lian mengubah ucapannya setelah rusuknya disikut oleh Xiaoxiao.


"Dasar aneh," kata Ling Zizhou sambil memimpin Mu Lian dan Xiaoxiao menyusuri jalan setapak menuju sekte Embun Pagi.


Hari itu Mu Lian hendak menjemput Changyi, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi. Mu Lian sangat merindukan mereka jadi hari ini Mu Lian akan mengajak mereka jalan-jalan.


Sebelumnya Mu Lian sudah meminta ijin pada Mu Haocun untuk membawa serta murid-muridnya. Setelah diijinkan Mu lian jadi tidak merasa bersalah karena membawa teman-temannya untuk membolos.


"Lian'er!" kata Jiaojiao dan Mutong sambil menghambur ke dalam pelukan Mu Lian.


"Jiaojiao! Mutong!" balas Mu Lian.


"Kau baru pulang? apakah karena itu kau baru menemui kami?" kata Jiaojiao.


Er.


Mu Lian tertegun mendengar ucapan Jiaojiao. Dia benar-benar lupa karena kejadian akhir-akhir ini membuatnya menjadi sangat sibuk.


"Lian'er?" kata Jiojiao dan Mutong sambil menatap Mu Lian dengan tatapan bertanya.


"Sudah-sudah. Yang penting kita bisa berkumpul lagi. Bagaimana kabarmu? " kata Changyi sambil tersenyum.


Namun senyuman itu hilang dari wajahnya karena merasakan tatapan tajam. Liuzhi pun merasakan hal yang sama. Keduanya menoleh dan mendapati Ling Zizhou lah yang menatap mereka dengan sangat tajam.


"Uhm. Aku baik-baik saja. Perkenalkan ini Ling Zizhou, murid Master Yi. Aku, Azhou dan Xiao'er berencana untuk jalan-jalan," kata Mu Lian melanjutkan


"Tapi hari ini aku ingin mengajak serta kalian, tenang saja, aku sudah mendapat ijin dari kakek,"


"Eh? Murid Master Yi?! Penja-"


"Salam kenal, aku Mutong, gadis ini Jiaojiao, meskipun blak-blakan sebenarnya dia gadis yang baik," potong Mutong.


"En," jawab Ling Zizhou sambil mengangguk.


"Aku Changyi. Senang bertemu dengan anda, Senior Ling," kata Changyi.


"Aku Liuzhi Senang bertemu dengan anda, Senior Ling," kata Liuzhi meniru perkenalan yang dilakukan oleh Changyi.


"Tidak usah pakai senior. Kita seumuran," kata Ling Zizhou ketus.


"Baik," kata Changyi dan Liuzhi kaku. Jika tidak boleh memanggil senior, dengan panggilan apakah seharusnya mereka memanggil Ling Zizhou?


"Sebaiknya kita lanjutkan pembicaraan kita di paviliun mengambang," kata Mu Lian.


"En! Aku senang karena kelompok ini semakin ramai! Ayo! Xiaoxiao!" kata Jiaojiao sambil menarik lengan Xiaoxiao.


"Kau akan menceritakan pengalamanmu di Gunung Kaki Langit, bukan, Lian'er?" desak Mutong. Changyi, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi menatap Mu Lian.


"Tentu saja," kata Mu Lian tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2