Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Saudara Chao yang ceroboh


__ADS_3

Trang! Clang!


Boom!


Meimei berhasil menumbangkan satu dari lima orang yang menyerangnya.Tubuh Meimei yang lincah menyulitkan keempat itu untuk mendaratkan satu jurus pun kepada Meimei, padahal mereka sudah menggabungkan kekuatan.


Belum lagi serangan Meimei yang datang dari sudut-sudut tak terduga, keempat orang itu merasa Meimei sangat lentur seperti seekor ular.


Seperti misalnya saja saat ini, Meimei sedang menghindari serangan dengan menekuk tubuhnya dalam posisi kayang namun keempat orang itu diserang dari atas serta samping mereka.


"Ukh,"


Satu orang lagi tumbang. Salah satu diantara tiga orang yang tersisa memutar otaknya dengan keras. Mengapa, mengapa dirinya merasa satu pun serangan yang dilancarkan tidak dapat mengenai wanita itu? Rasanya gerakan mereka sudah terbaca...


Meimei tersenyum dingin mengamati ketiga orang yang tak berkutik di depannya itu. Namun pertarungan berjalan lebih lama dari ini akan berbahaya bagi dirinya.


Zat abyssal mulai mempengaruhinya. Meimei mulai merasakan ada beberapa yang menyerap dan berusaha memasuki aliran chi nya.


Apalagi suara pertarungan mereka yang cukup kencang, Meimei memperkirakan pasti sebentar lagi dewan datang memeriksa.


Saat Meimei sedang memikirkan jurus apa yang tepat untuk mengakhiri pertarungan ini dalam satu serangan saja, tiba-tiba Meimei merasa sesuatu melewatinya dengan kecepatan tinggi menabrak ketiga orang yang ada di depannya.


BRUAK!


"..."


Ketiga orang itu sangat terkejut, ketiganya terlempar dan mengudara selama beberapa detik. Selama itu, mereka tidak dapat memproses apa yang sebenarnya terjadi.


Mata mereka menatap langit yang dipenuhi permadani bintang. Setelah itu melihat kilatan cahaya, dimana cahaya itu berasal dari jurus Meimei. Itu lah pemandangan terakhir yang mereka lihat sebelum hidup mereka berakhir.


"Ckck, ngomongnya saja yang besar tapi kalian kalah dari Lian'er," kata Meimei mengibaskan jian miliknya untuk membersihkan cairan yang mengotori permukaannya.


"Anda tidak apa-apa?" kata Meimei kepada pemuda yang sejak tadi mengamati dengan mata terbelalak. Pemuda itu mengangguk kemudian menggeleng.


Pemuda itu tetap tidak mengatakan apa-apa namun menunjuk sesuatu dibelakang Meimei. Meimei memeriksa apa yang ditunjuk pemuda itu, ternyata gerobak.


"Jemputan kita sudah datang, ayo ikut aku," kata Meimei tanpa basa-basi membantu pemuda itu menaiki gerobak.


Setelah sosok Meimei dan pemuda itu menghilang ke dalam gerobak, gerobak itu pun ikut menghilang, meninggalkan jasad lima orang dan bekas-bekas pertarungan di sekitar.


...


"Fuh, untung saja aku melancarkan jurus tabrak lari. lihat tuan muda, banyak orang berdatangan. Oh, sepertinya itu anggota dewan," kata Mu Lian menunjuk sosok berwibawa dengan pakaian paling mencolok diantara kerumunan.


Zhi Yuefeng hanya diam. Pemuda itu masih mengingat ketika Mu Lian mengucapkan 'Jurus Tabrak Lari!' sambil menabrak tiga orang yang sedang menyerang Meimei.


Dia tidak keberatan dengan keputusan Mu Lian untuk membantu Meimei menyelesaikan pertarungan itu dengan segera namun, nama jurusnya sedikit...


"Aku akan memindahkan gerobak ke tempat aman, setelah itu kita akan memeriksa, rekanmu, bukan begitu tuan muda?" kata Mu Lian.


Zhi Yuefeng mengangguk. Sebelumnya, Zi Yuefeng telah mengkonfirmasi identitas pemuda itu kepada Mu Lian dan Meimei.


Setelah memastikan gerobak terparkir di tempat yang sepi dan aman. Mu Lian mengajak Zhi Yuefeng keluar ruang kendali.


Mu Lian merasakan keadaan sekitar sejenak, kemudian membawa Zhi Yuefeng ke Gudang Pertemuan Utara.


Di ruangan yang sepi itu, Meimei sedang menuangkan secangkir air kepada pemuda itu. Meski ruangan itu kini hanya ada mereka berempat, namun ruangan itu terasa baru saja digunakan. Masih terasa tanda-tanda kehidupan.


Karena memang tepatnya tiga jam yang lalu, anak-anak baru saja selesai makan malam. Sebenarnya mereka memanaskan makanan yang tadi siang Meimei masak.


Selain baru saja tiga jam yang lalu digunakan, Gedung Pertemuan Utara memang masih menjadi gedung favorit untuk berkumpul bagi semua penghuni gerobak. Jadi selalu saja ada seteko air di atas meja air dan beberapa cangkir bersih tersedia.

__ADS_1


Pemuda itu menenggak habis air di dalam cangkir kemudian mendengar suara langkah kaki mendekat. Pemuda itu menoleh ke arah datangnya Mu Lian dan Zhi Yuefeng, dimana pemuda itu segera menangis ketika melihat Zhi Yuefeng.


"Tuan muda!" kata pemuda itu.


Pemuda itu berusaha bangkit namun usahanya sia-sia, tubuhnya tak bertenaga dan hanya bisa terduduk dengan lesu.


Zhi Yuefeng menghampiri pemuda itu kemudian memegang bahunya, seperti meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.


Zhi Yufeng menuliskan beberapa kata, pemuda itu terkejut ketika menyadari Zhi Yuefeng tidak berkomunikasi seperti biasanya namun tidak menanyakan apa yang terjadi karena dia harus melaporkan sesuatu yang sangat penting.


Pemuda itu memperkenalkan dirinya sebagai saudara Chao. Dia adalah anggota pendekar banyangan dibawah pimpinan Zhi Yuefeng, pasukan khusus yang dibuat oleh Zhi Yuefeng.


Pemuda itu menjelaskan bagaimana bisa rumah persembunyian mereka menjadi seperti saat ini. Setelah Zhi Yuefeng pergi ke negeri Si membawa beberapa orang terdekatnya, beberapa hari kemudian rumah persembunyian diserang.


Saudara Chao membuat pengakuan bahwa anggota sekte aliran sesat mengetahui keberadaan rumah persembunyian karena kecerobohannya.


Saudara Yang, anggota pendekar bayangan yang bertugas di negeri Yin dan juga adalah teman masa kecil Saudara Chao, tertahan di pos pemeriksaan bola dunia.


Saudara Yang, hendak membawa pesan mengenai kejadian di negeri Yin ke rumah persembunyian. Seharusnya semua yang datang menuju dan keluar negeri menggunakan bola dunia memang harus melakukan beberapa prosedur di pos pemeriksaan.


Namun kebetulan Saudara Chao sedang berpatroli di sekitar pos pemeriksaan dan mendengar kabar mengenai Saudara Yang.


Dari kabar tersebut, Saudara Yang berada di bawah pengaruh zat abyssal. Dan sepertinya anggota dewan mulai memberi perhatian terhadap masalah tersebut setelah kejadian di ujung dunia negeri Mao.


Saudara Chao mengatakan bahwa dia dibutakan oleh emosinya dan membuat masalah semakin runyam, dia membawa Saudara Yang secara diam-diam, membuat semua yang ada di pos pemeriksaan heboh.


Ternyata ada oknum di dalam pos pemeriksaan dan jejak Saudara Yang dan Saudara Chao terlacak hingga rumah persembunyian akhirnya diserang.


Yang membuat orang-orang di rumah persembunyian terkejut adalah orang yang menyerang mereka hari itu terasa berbeda dari yang biasanya.


Kekuatan tujuh orang yang menyerang rumah persembunyian dapat menandingi kekuatan Saudara Gu, pendekar terkuat yang ditugaskan menjaga rumah persembunyian kala itu.


Banyak anggota yang terluka meski semuanya berhasil melarikan diri. Saudara Chao menceritakan kejadian itu sambil terisak-isak.


Tuan muda menuliskan sesuatu di atas kertas namun mata Saudara Chao terlalu bengkak untuk dapat membaca tulisan tersebut.


"Saudara Chao, tuan muda bertanya apa yang membuatmu kembali ke rumah persembunyian?" kata Mu Lian membantu menyampaikan perkataan Zhi Yuefeng.


"Huwaa, maafkan aku tuan muda! Aku pantas dihukum mati! Hik-a-ak-aku, meninggalkan stempel pendekar bayangan!" kata Saudara Chao. Tubuhnya seperti menggigil kedingingan.


"Aduh, ini tidak baik. Sebaiknya anda dirawat dulu, bagaimana tuan muda? Aku akan memberinya obat penenang," kata Mu Lian mencari persetujuan ke arah Zhi Yuefeng. Zhi Yuefeng mengangguk.


Bagaimanapun juga, pemuda di hadapannya ini sudah babak belur dan kondisinya sangat memprihatinkan.


"Mei jiejie, tolong pegangi dia, aku akan memberinya obat," kata Mu Lian. Lebih tepatnya Mu Lian mencekoki Saudara Chao dengan obat tidur yang sama dengan yang pernah Zhi Yuefeng minum.


Zhi Yuefeng menatap obat tersebut dengan tatapan kompleks, setelah meminumnya sekali dia tidak mau meminumnya lagi!


"Uff!Ugh!" Saudara Chao berusaha menolak obat yang disodorkan ke arah mulutnya namun Mu Lian menghalangi lubang hidung Saudara Chao sehingga mulutnya terbuka dan obat itu berhasil dimasukan secara paksa.


Kemudian Mu Lian memberikan bercangkir-cangkir air agar obat tersebut tidak dimuntahkan oleh Saudara Chao. Meski ada beberapa tetes obat yang lolos dari pinggir mulutnya, tetap saja, sebagian besar obat berhasil masuk.


Dan keefektifan obat tersebut sangat tinggi karena Saudara Chao langsung hilang kesadarannya saat itu juga.


Mu Lian memutuskan untuk memindahkan Saudara Chao ke kamar yang berada di kediaman Mu Haocun, letaknya bersebelahan dengan kamar Zhi Yuefeng.


Zhi Yuefeng menggendong Saudara Chao tanpa ragu, membuat Mu Lian dan Meimei kagum karena Zhi Yuefeng adalah atasan yang sangat memperhatikan bawahannya.


Sementara Zhi Yuefeng merawat serta mengganti pakaian Saudara Chao, Mu Lian kembali ke ruang kendali bersama Meimei untuk membuat pil.


Meimei menjaga pintu masuk ke ruang kendali agar Mu Lian bisa dengan bebas menggunakan api pilnya yang telah dilarang untuk ditunjukkan ke orang lain oleh Mu Haocun.

__ADS_1


Awalnya Mu Lian hanya membuat beberapa botol pil internal dan kehidupan namun pada akhirnya membuat pil raga, pil kultivasi dan semua yang dapat dibuatnya dengan bahan yang dimilikinya saat itu.


"Mei jiejie, sementara ini minum pil purifikasi dulu ya," kata Mu Lian menyodorkan satu botol porselen berisi pil purifikasi.


"Ah, benar juga, kertas mantranya habis ya," kata Meimei menerima botol tersebut dan meminum satu pil purifikasi.


Setelah itu, Mu Lian dan Meimei memeriksa kondisi saudara Chao, sekalian memberikan pil untuk menyembuhkan luka luar serta luka dalamnya.


Ketika Mu Lian dan Meimei tiba di kamar, Zhi Yuefeng sedang duduk di samping Saudara Chao. Matanya terpejam dan pikirannya sedang dalam keadaan meditasi sempurna.


Napasnya panjang dan teratur, jika tidak merasakan aliran chi yang berputar di seluruh tubuh Zhi Yuefeng, Mu Lian mengira bahwa Zhi Yuefeng sedang tertidur.


Sepertinya Zhi Yuefeng bermeditasi untuk segera memulihkan tubuhnya. Zhi Yuefeng dalam keadaan berkonsentrasi penuh pada meditasinya dan tidak menyadari kedatangan Mu Lian dan Meimei.


Untungnya Zhi Yuefeng segera membuka mata dan mengangguk untuk menyapa Mu Lian dan Meimei. Baru sebentar bermeditasi namun wajahnya sudah dibanjiri keringat.


"Selamat malam tuan muda, maaf mengganggu. Kami minta ijin untuk memeriksa Saudara Chao," kata Mu Lian sambil menghampiri Saudara Chao.


Zhi Yuefeng tetap diam di kursinya, membiarkan Mu Lian melakukan apapun yang diperlukan untuk membantu kesembuhan Saudara Chao.


Mu Lian mengerahkan indera spiritualnya ke arah Saudara Chao yang sedang terbaring. Dan tanpa sengaja tingkat kultivasi Saudara Chao tebongkar, ternyata Saudara Chao berada di tahap awal pembentukan inti.


Kemudian memeriksa kondisi dantiannya yang nyaris kosong. Setelah itu Mu Lian fokus kepada luka-luka dalam yang dialami Saudara Chao.


"Tuan muda. Ini pil internal untuk luka dalam, pil kehidupan untuk luka sayatan pada lengan dan kaki, pil. Untuk meringankan gejala kontaminasi, akan kuberikan pil purifikasi.


Sementara bertahanlah menggunakan pil purifikasi hingga kakek datang," kata Mu Lian menyerahkan beberapa botol porselen.


Zhi Yuefeng menerima botol tersebut dan terkejut mendapati kualitas pil didalamnya. Seorang Master! Kekhawatiran Zhi Yuefeng terhadap Saudara Chao pun mereda.


Wajahnya nampak lebih rileks dan terus menyuapi Saudara Chao yang tak sadarkan diri, dari pil internal hingga pil purifikasi.


Setiap selesai memberi satu jenis pil Zhi Yuefeng menunggu beberapa menit hingga efek pil tersebut selesai bekerja setelah itu menyuapi pil yang baru.


Sekitar tiga puluh menit kemudian, Mu Lian menangkap ada tanda-tanda kemajuan pada Saudara Chao.


"Wajahnya nampak lebih berseri. Bagus, pilnya sudah bekerja. Kalau begitu, kami undur diri dulu. Apa tuan muda ingin makan juga? Kalau mau, kami akan mengantar makanan ke kamar tuan," kata Mu Lian sambil menarik lengan Meimei.


Zhi Yuefeng menggeleng namun akhirnya mengangguk karena merasa perlu banyak asupan nutrisi.


Mu Lian dan Meimei segera keluar kamar meninggalkan Zhi Yuefeng yang masih menyelidiki pil ditangannya itu.


Meimei dan Mu Lian kembali ke Gedung Pertemuan Utara. Mu Lian mengikuti Meimei ke dapur dan membantunya memasak makan malam.


Setelah mengantarkan makan malam ke kamar tuan muda, makan malam dengan Meimei dan membaringkan tubuhnya, Mu Lian langsung jatuh tertidur.


Mu Lian dan Meimei tidak berani kembali ke kediaman masing-masing karena takut terjadi keadaan mendesak.


Keduanya langsung kembali ke ruang kendali dan mengamati suasana di sekitar gerobak. Namun sayangnya lelah mengalahkan tekad Mu Lian untuk begadang sehingga jadinya seperti saat ini.


Mu Lian terbaring di lantai dekat kolam. Bantal-bantal untuk duduk di kumpulkan Mu Lian untuk membuat kasur darurat.


Meski begitu, Mu Lian tertidur dengan pulas dan untungnya bagi Mu Lian, tidur adalah salah satu cara meditasi yang sangat ampuh.


Baik itu meditasi untuk memulihkan chi-nya maupun untuk memulihkan energi spiritualnya. Namun baru saja Mu Lian merasakan kenikmatan bermeditasi, tubuhnya digoncang dengan keras.


"Lian'er, Saudara Chao sudah siuman. Dia terus saja merengek meminta kita untuk menolongnya," kata Meimei sambil mengguncang bahu Mu Lian.


"Ukh, pangsitku, emm? Mei jiejie? Saudara Chao? Sekarang?" kata Mu Lian berusaha membuka matanya yang sangat rapat.


Mu Lian mendengar suara langkah kaki dalam kegelapan, tidak sebenarnya ruangan tidak gelap, hanya saja mata Mu Lian masih tidak mau terbuka.

__ADS_1


"Maafkan aku! Tapi tolong kami! Rekan-rekanku sangat membutuhkan pil karena mengalami luka yang cukup serius," kata Saudara Chao.


Meski suaranya bergetar namun Mu Lian dapat menangkap bahwa kondisi Saudara Chao sudah jauh lebih baik.


__ADS_2