Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Woah! Astaga kita dimakan hidup-hidup!


__ADS_3

"Tentu saja," kata Meng Zhi.


Dalam keadaan sekacau ini Meng Zhi kesulitan mengendalikan laju perisainya, rasanya seperti berjalan di tengah lumpur. Untungnya Meng Zhi tiba dengan selamat.


Meng Zhi melihat kondisi mereka cukup buruk. Meski pria paruh baya yang pernah ditemuinya menggunakan alat ajaib tingkat tinggi untuk melindungi rekan-rekannya, banyak yang terluka cukup parah.


Di tengah formasi alat-alat ajaib itu, sebuah perisai yang bentuknya sama seperti milik Meng Zhi, yaitu berbentuk lingkaran, Xu Jing dan seorang pemuda yang sedikit lebih tua darinya duduk dengan ekspresi khawatir.


Yang pertamakali melihat kedatangan Meng Zhi adalah Xu Jing sendiri. Keterkejutan terpancar dari mata Xu Jing, tidak menyangka orang yang biasanya menanyakan pil apa yang sudah habis ternyata memiliki kultivasi yang mampu memanipulasi chi seleluasa itu.


Meng Zhi mendekati pria paruh baya yang sudah tak asing baginya. Pakaiannya compang-camping setelah tubuhnya terbentur patahan pohon, tercakar spirit beast, tersayat ujung tajam bebatuan. Darah mengalir dari luka-luka yang membengkak itu.


"Selamat siang, senang berjumpa dengan anda disini," kata Meng Zhi.


"..."


Semua yang ada disana diam. Mereka juga senang sih, melihat Meng Zhi disini, tapi ucapan Meng Zhi terdengar kurang tepat saja di saat seperti ini.


"Aku tidak akan berbasa-basi, aku butuh alat ajaib yang bisa mentransfer chi kepadaku dengan durasi yang sangat lama.


Aku tidak tahu kapan semua ini akan berakhir makanya kalau bisa durasi alat ajaib itu harus benar-benar lama," kata meng Zhi yang menyampaikan maksudnya untuk membantu mereka.


Namun karena Meng Zhi tidak hanya hendak menyelamatkan kelompok Xu Jing melainkan semua kelompok yang juga merupakan kenalan Xu Jing dan rekan-rekannya, Meng Zhi membutuhkan alat ajaib untuk membantunya mempertahankan jurus yang akan ia gunakan nanti.


Mendengar penjelasan Meng Zhi, harapan terpancar dari mata pria paruh baya itu. Pria itu berkata, "Aku ingat pria ceroboh itu memiliki alat ajaib tingkat tinggi sesuai yang anda deskripsikan,"


Ketika Meng Zhi bertanya siapa pria ceroboh yang pria paruh baya itu maksud, Meng Zhi hanya diam ketika mendapati bahwa pria ceroboh yang dimaksud adalah pria bermata satu yang dilewatinya begitu saja.


Meng Zhi tidak ambil pusing dan mengerahkan chi miliknya untuk membuat perisai yang lebih besar agar kelompok Xu Jing terisolasi dari lingkungan luar seperti dirinya, Xiaohan dan Xiaoqiu.


Dengan menciptakan perisai lebih besar, konsumsi chi Meng Zhi semakin besar dan Meng Zhi tidak bisa mempertahankannya lama-lama. Meng Zhi segera mencari kelompok bermata satu itu.


Karena keadaan disana mirip dengan pusaran badai, Meng Zhi tidak menemukan pria bermata satu di lokasi yang baru saja dilewatinya. Arah memang tidak bisa ditentukan, jadi Meng Zhi berjalan kemana yang ia bisa dan menemukan klien-klien Mu Lian yang lain.


Untungnya ada yang memiliki alat yang Meng Zhi butuhkan saat ini. Selain itu, ada beberapa ahli array di antara klien-klien Mu Lian yang baru saja Meng Zhi selamatkan.


Tanpa basa-basi, Meng Zhi mengeluarkan senjata kesayangannya. Senjata yang sudah lama menemaninya sejak masih kecil.


Senjata tersebut tumbuh bersama Meng Zhi dan memiliki kesadaran setelah tingkat Meng Zhi sebagai Ahli senjata semakin tinggi.


"Qinren, mohon bantuannya ya," kata Meng Zhi.


"Ah Zhi? Kau mau mengeluarkan jurus pamungkasmu? Bukannya kau sedang berada di dunia bawah?" suara seorang pemuda terdengar melalui koneksi batin Meng Zhi dengan senjata lahiriyah miliknya.


"Bukan jurus pamungkas, keluarkan jurus dasarmu. Dibawah naungan langit," kata Meng Zhi.


Berdasarkan aturan yang berlaku, semua orang dari dunia Zhongjian tak terkecuali Meng Zhi, akan kehilangan setengah kekuatannya ketika berkunjung ke dunia bawah. Yang artinya, tingkat kultivasinya akan turun satu tingkat dari tingkat yang dimilikinya.


Jika awalnya Meng Zhi memiliki tingkat kultivasi pembentukan jiwa, saat ini dirinya hanya setingkat tahap awal pembentukan inti.


Dan setiap Meng Zhi memanggil Qinren, Meng Zhi selalu memintanya mengeluarkan senjata pamungkas.


Makanya Qinren sempat bingung ketika dipanggil, karena seharusnya, Meng Zhi tidak bisa menggunakan jurus pamungkas yang ada bersamanya.


"Hanya jurus dasar? Untuk apa membuang-buang tenagamu? Apa orang-orang ini penting bagimu?" kata Qinren. Ketika dipanggil oleh Meng Zhi, Qinren merasakan keberadaan orang-orang disekitar Meng Zhi dan kondisi berbahaya di luar.

__ADS_1


"Ya, mereka penting bagiku, bagi kami semua," kata Meng Zhi melanjutkan dalam hati, karena mereka klien-klien kami yang berharga.


Mendengar ucapan Meng Zhi, Qinren menuruti permintaan Meng Zhi tanpa bertanya lebih jauh. Qinren mewujudkan diri dalam genggaman individu sekunder Meng Zhi.


Dan ketika individu sekunder Meng Zhi mengarahkan Qinren ke atas, cahaya menyilaukan keluar dari tubuh Meng Zhi.


Sebuah mata pedang pun muncul di dunia nyata. Ukurannya sangat besar. Mata pedangnya mengarah searah kemana daya isap membawa Meng Zhi dan yang lain pergi, seakan melindungi mereka dari apa yang sedang mengisap mereka.


Meng Zhi dan orang-orang yang berada di dalam lindungan Qinren terisolasi dari amukan badai. Akhirnya semuanya bernapas lega setelah beberapa menit berusaha mempertahankan nyawa mereka.


"Obati diri kalian sendiri, cepat! Semua ini belum selesai dan baru akan dimulai. Tak jauh didepan, ada makhluk yang sedang mengisap kita dan seluruh Gua Suci," kata Meng Zhi mengingatkan orang-orang yang ada bersamanya.


Meng Zhi menyampaikan informasi yang diberikan oleh Qinren. Bahwa Qinren bisa merasakan keberadaan makhluk yang sedang mengisap mereka.


Semua yang ada disana terlihat pucat pasi. Ternyata yang mengisap mereka adalah makhluk yang tidak diketahui asal usulnya! Mereka tidak bisa memperkirakan kekuatan makhluk tersebut dan hanya bisa melakukan apa yang disuruh Meng Zhi.


Sebaiknya mempersiapkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Semuanya pun bergerak dengan cepat. Meski persediaan pil mereka tinggal sedikit, setidaknya masih bisa mengobati luka-luka yang sedang mereka alami meski tidak sampai sembuh sepenuhnya.


Karena semua yang ada disana saling mengenal, tak jarang ada yang saling meminjam pil-pil yang mereka butuhkan. Meng Zhi mengangguk puas melihat orang-orang didepannya ini tidak egois meski dalam keadaan berbahaya seperti ini.


Tak lama, akhirnya Meng Zhi menemukan kelompok pria bermata satu. Mungkin karena memiliki alat ajaib tingkat tinggi kondisi mereka masih bisa dibilang lebih mending daripada yang lain.


Pria bermata satu itu melambaikan tangannya kepada Meng Zhi. Akhirnya kami dijemput juga! batin pria bermata satu.


Meng Zhi tidak mengatakan apa-apa dan segera memasukkan kelompok pria bermata satu ke dalam lindungan Qinren.


Untuk membuka jalan agar kelompok pria bermata satu bisa masuk, Meng Zhi harus menelan beberapa pil sekaligus. Pil-pil ini adalah pil yang dibuat oleh Mu Haocun untuk memulihkan chi scara cepat.


Total ada 15 kelompok yang berhasil Meng Zhi selamatkan. Dan kelompok-kelompok tersebut memiliki sekitar 30 - 50 orang anggota.


Meng Zhi memberikan beberapa pil kehidupan dan internal kepada pria bermata satu dengan menggunakan telekinesis.


"Bayarnya nanti saja," kata Meng Zhi dengan ekspresi murah hati.


"..." (pria bermata satu)


Setelah semuanya berada dalam keadaan yang siap bertarung lagi, semuanya menyadari bahwa Meng Zhi adalah ahli senjata pada tingkat pemusatan. Senjata Meng Zhi telah berubah menjadi senjata lahiriyah.


Padahal, sebenarnya Meng Zhi baru berada di tingkat kesadaran. Dimana Qinren baru terbangun dan mendapatkan kesadarannya sendiri beberapa tahun belakangan.


Dan Meng Zhi hanya bermodalkan tekadnya untuk mewujudkan Qinren di dunia nyata. Dengan menggunakan bantuan dari individu sekunder Meng Zhi dapat melakukannya meski harus membuang tenaga yang cukup banyak.


Sangat tidak efektif makanya Qinren tidak merekomendasikan melakukan hal tersebut kepada Meng Zhi.


Meng Zhi merasakan tatapan yang melekat pada dirinya, untungnya pandangan orang-orang beralih kepada suara ledakan yang disertai dengan jeritan frustasi beberapa orang. Asap berwarna hitam yang terlihat familier terlihat mengelilingi daerah tersebut.


"Mereka! Ternyata disana mereka sembunyi!" kata Meng Zhi. Benar. Mereka yang dimaksud oleh Meng Zhi adalah 7 anggota elit sekte aliran sesat.


Kondisi mereka lebih buruk dari pada Meng Zhi dan yang lain karena selain mempertahankan nyawa di tengah badai, mereka juga harus menahan serangan-serangan yang dikeluarkan oleh Master Yi.


"Kakek Yi!" seru Xiaohan dan Xiaoqiu.


Master Yi mendengar kedua anak itu dan menoleh ke arah mereka. Ketujuh orang sekte aliran sesat itu segera melarikan diri.


Karena Master Yi tidak tertarik untuk bertarung dengan orang-orang dari sekte aliran sesat yang lari terbirit-birit itu, Master Yi segera menghampiri Meng Zhi, Xiaohan dan Xiaoqiu.

__ADS_1


"Ckck, kalian ini tidak beruntung sekali," kata Master Yi kepada Xiaohan dan Xiaoqiu. Diantara yang lain, kenapa harus mereka berdua yang terbawa? Seingat Master Yi, Xiaohan dan Xiaoqiu juga sering tersengat ikan aneh.


"..." (Xiaohan dan Xiaoqiu)


"Ah Yi, sini masuk," kata Meng Zhi mengajak Master Yi masuk ke dalam lindungan Qinren. Master Yi menggeleng.


Master Yi tahu bahwa menggunakan Qinren seperti ini membutuhkan tenaga yang sangat banyak jadi Master Yi tidak mau membebani Meng Zhi. Master Yi menolak ajakan Meng Zhi namun tetap mendarat di permukaan Qinren.


Qinren sudah tahu kedatangan Master Yi jadi Qinren tidak menyerang Master Yi. Lagipula jurus yang sekarang ini Qinren keluarkan adalah jurus bertahan bukan untuk menyerang.


"Ah Zhi, sebentar lagi kita akan tertelan makhluk itu," kata Master Yi mengalihkan pembicaraan. Beberapa saat kemudian, meski jarak pandang sangat buruk, mungkin hanya 3-5 meter saja, semuanya dapat melihat mulut makhluk yang Master Yi maksud.


Dan karena penglihatan orang-orang terganggu dengan banyaknya benda-benda berterbangan, suasana semakin mencekam.


Xiaohan dan Xiaoqiu menarik napas dengan tajam ketika melewati deretan gigi setajam silet yang tersusun seperti gigi hiu.


"Woah," kata keduanya bersamaan.


Lalu lintas semakin padat merayap di mulut makhluk itu apalagi ketika sedang melewati kerongkongannya, seperti sedang melewati leher botol. Semuanya tampak saling berdekatan dan berbenturan.


Gulp.


Seseorang menelan ludah dengan keras. Kalau mereka tidak dilindungi Meng Zhi, entah akan sesakit apa saat terbentur-bentur dengan benda-benda itu.


Dung.


Sesuatu membentur lapisan pelindung Qinren, namun karena bunyinya berbeda dari apa yang sering mereka dengar ketika benda-benda lain yang membentur Qinren, semuanya menoleh ke arah sumber suara.


Ternyata yang membentur mereka adalah sebuah kelompok beranggotakan 60 orang. Mereka dilindungi oleh lapisan juga yang dibuat oleh alat ajaib tingkat tinggi.


Alat-alat ajaib kelompok itu terlihat mewah. Selain itu, Meng Zhi dan Master Yi menyadari bahwa pakaian orang-orang itu sering dikenakan orang-orang dunia Zhongjian.


Jubah dengan desain berlebihan menjadi ciri khas orang-orang dunia Zhongjian, kecuali Master Yi, Meng Zhi dan Ling Zizhou.


Mu Haocun? Entahlah, kakek itu sering melakukan cosplay sehingga Master Yi dan Meng Zhi tidak bisa berkomentar apa-apa.


Kerongkongan makhluk itu sangat panjang dan entah sejak kapan, semuanya tenang kembali, tidak ada gaya yang mengisap mereka dengan kuat.


Saat ini mereka terdorong masuk lebih dalam oleh gerak peristaltik, kontraksi ritmik otot saluran pencernaan.


"Astaga, kita dimakan hidup-hidup!" kata seseorang. meski suaranya lemah namun semua yang ada disana bisa mendengarnya.


...


Tak jauh berbeda dengan orang-orang diluar sana, Mu Lian juga merasakan sensasi ketika tubuhnya terbentur dengan sangat keras.


Mu Lian sempat jatuh ke dalam kondisi vegetatif karena tak kuat menahan sensasi benturan tersebut. Untungnya Mu Lian segera sadar dan diajarkan bagaimana caranya menggunakan chi untuk membuat perisai atau pun untuk menyerang.


Mu Lian melakukan kursus super kilat bersama Mu Haocun dan segera mengaplikasikannya kepada gerobak. Melalui beberapa kali siklus mencoba dan gagal akhirnya Mu Lian bisa melapisi gerobak menggunakan chi miliknya.


Tidak ada penjelasan Mu Haocun yang bisa langsung Mu Lian aplikasikan pada gerobak, Mu Lian harus melalui proses panjang hingga menemukan cara yang tepat berdasarkan instingnya.


Mu Lian beruntung sudah setengah langkah dari pembentukan pondasi sehingga dirinya dapat meminum pil untuk memulihkan tubuhnya.


Setelah berhasil melewati semua cobaan itu, Mu Lian bisa mengamati pemandangan yang dipantulkan Cermin Langit.

__ADS_1


__ADS_2