
"Yi? Melupakan sesuatu?" kata Mu Haocun kepada Master Yi yang berdiri di depan pintu gudang.
"Ada surat dari Fei'er," kata Master Yi. Master Yi membawa sebuah gulungan kertas dari Han Tengfei.
"Hmm? Ada apa?" kata Mu Haocun dengan enggan.
"Haocun, jangan bersikap seperti anak kecil," kata Master Yi.
"Eh? Maksudnya?" kata Mu Haocun sambil terus menatap buku-buku ditangannya.
Mu Haocun berniat melanjutkan penelitian ekstrasi chi dengan Mu Lian. Jadi hari itu dia menyiapkan buku-buku yang akan membantu mereka.
"Burung yang mengantar surat Fei'er kemarin tidak kunjung kembali, suratnya pun ikut menghilang," kata Master Yi.
"Yi, apa kau menuduhku?" kata Mu Haocun.
"Entahlah. Seingatku lima hari yang lalu ada burung panggang yang disajikan di atas meja," kata Master Yi.
Sebuah buku tergelincir dari tangan Mu Haocun, buku itu jatuh ke lantai kayu dengan suara bruk. Namun Mu Haocun tak mengacuhkannya dan mengalihkan perhatiannya ke buku yang lain.
"Ahem. Apa isi suratnya?" kata Mu Haocun.
"Bertanya kabar Lian'er-"
"Bukan. Maksudku, surat ditanganmu itu. Apa isinya," kata Mu Haocun.
Mu Haocun sebisa mungkin mengalihkan perhatian Master Yi pada surat ditangannya itu. Master Yi menghela napas panjang, tidak tahu harus berbuat apa pada sahabatnya.
Master Yi membiarkan masalah surat tersebut berlalu, lagipula dirinya terlalu malas untuk menjelaskan. Master Yi menyerahkan gulungan yang ada di tangannya pada Mu Haocun.
"Hmm apa Master Chu ikut serta dalam misi ini?" kata Mu Haocun.
"Ya," kata Master Yi.
Lima belas hari yang lalu, Master Yi menulis surat pada Han Tengfei untuk memberitahu bahwa Mu Haocun dan Mu Lian membutuhkan bangkai spirit beast dalam jumlah yang sangat banyak.
Master Yi juga menyampaikan bahwa jangan sampai banyak orang yang mengetahui mengenai masalah ini.
Master Yi mengijinkan Han Tengfei untuk meminta bantuan kepada orang terpercaya. Dan sepertinya pemuda itu memilih Chu Minishen dan beberapa murid Chu Minishen.
Dalam surat yang sedang dipegang Mu Haocun, Han Tengfei mengatakan bahwa misi berjalan tanpa hambatan. Jumlah yang dibutuhkan mungkin akan cukup untuk memenuhi kebutuhan Mu Haocun dan Mu Lian.
Han Tengfei memperkirakan bahwa dia dan kelompoknya akan tiba di Lembah Ufuk Timur pada awal musim dingin.
Dimana awal musim dingin tersebut akan jatuh bertepatan pada keesokan harinya. Mu Haocun memuji kecekatan Han Tengfei dalam menjalankan misi yang diberikan dirinya dan Master Yi.
"Ahem. Bagus. Sebaiknya kita persiapkan jamuan yang mewah untuk mereka," kata Mu Haocun.
"Dimana kau akan menjamu mereka?" kata Master Yi.
Er.
Mu Haocun menghitung dalam hati orang-orang yang kemungkinan besar datang di jamuan makan malam untuk memperingati musim dingin.
Kelompok Master Zhengheng, kelompok Chu Minishen dan Han Tengfei. Belum lagi ada Meng Zhi dan Meimei yang dalam lima belas hari ini hanya berkunjung tiga kali ke rumahnya.
Sepertinya dua sejoli itu sedang menikmati masa-masa berdua mereka. Mu Haocun menggelengkan kepala.
"Kau benar, Yi. Apa pekaranganku cukup luas untuk memfasilitasi jamuan makan malam?" kata Mu Haocun.
"Cukup tapi tidak dengan meja dan kursinya," kata Master Yi.
"Hmm. Kita harus segera menyiapkannya. Kemana Lian'er?" kata Mu haocun.
"Seperti biasa," kata Master Yi.
Mu Haocun menepuk keningnya sendiri. Selain menghabiskan waktu dengan dirinya untuk belajar serta mendiskusikan masalah ekstrasi chi, Mu Lian selalu bermain dengan keempat muridnya.
Bicara soal keempat muridnya, sebentar lagi mereka akan menyelesaikan studi mereka dan diijinkan untuk meneruskan tinggal di sekte atau dikirim ke cabang sekte di negeri lain.
Di dunia ini, sekte-sekte memiliki jaringannya masing-masing. Misalnya saja sekte Embun Pagi di negeri Mao dan dan negeri-negeri lain di dunia bawah ini merupakan cabang dari sekte Embun Pagi di Zhongjian.
Kemudian sekte di Zhongjian merupakan cabang dari dunia atas. Namun Mu Lian tidak mengetahui hal itu dan tidak pernah menanyakannya.
Keempat murid Mu Haocun semakin mendekati akhir pelatihan mereka sehingga pertemuan dengannya menjadi semakin sedikit.
Sehingga dalam lima belas hari itu Mu Lian mengajak keempat muridnya ini bermain dengannya jika mereka tidak ada jadwal bertemu dengan Mu Haocun.
Selain dengan keempat murid Mu Haocun, Mu Lian pun mengajak serta Ling Zizhou. Hal ini membuat Master Yi merasa serba salah.
__ADS_1
Di satu sisi Master Yi merasa bahagia untuk Ling Zizhou karena akhirnya mau bergaul dengan anak-anak seusianya.
Hal tersebut baik untuk mengobati luka di hati Ling Zizhou. Sudah lama pemuda itu tenggelam dalam luka hatinya.
Di sisi lain, waktu yang dimiliki Ling Zizhou untuk membantu Master Yi berpatroli semakin sedikit. Master Yi tidak mau menggunakan waktu latihan Ling Zizhou digunakan untuk membantunya berpatroli.
Jadi Master Yi memutuskan untuk mencabut Ling Zizhou dari tugas patrolinya dan menggunakan waktu luang Ling Zizhou untuk berlatih dan berkultivasi saja.
Master Yi merencanakan akan menjadikan waktu luang Ling Zizhou sangat bermakna dengan latihan yang sangat intensif.
...
"Azhou? Kau baik-baik saja?" kata Mu Lian.
"Hmm, aneh rasanya bulu kudukku berdiri," kata Ling Zizhou.
"Oh? Bukannya Zhouzhou sudah tingkat akhir pembentukan pondasi? Bukankah seharusnya dia lebih tahan terhadap udara dingin dibanding kita?" celetuk Jiaojiao.
Mu Lian dan yang lain, kecuali Ling Zizhou, mengenakan pakaian yang lebih tebal daripada hari-hari biasa.
Mereka duduk berdempetan untuk saling menghangatkan satu sama lain. Meskipun Ling Zizhou, Changyi dan Liuzhi membuat lingkaran sendiri dan memisahkan diri dari lingkaran dimana Mu Lian dan para gadis berada.
"Aku tahu. Mungkin saja Zhouzhou sedang menghadapi krisis dalam hidupnya," kata Mutong.
"Maksudmu ada sesuatu yang sedang mengancam nyawa Azhou?" kata Mu Lian.
"Ahem! Tidak! Itu hanya perasaanku saja. Jangan pedulikan. Dan jangan memanggilku Zhouzhou!" kata Ling Zizhou.
"Kau mungkin harus memeriksa tubuhmu saudara Zhouzhou," kata Liuzhi. Changyi mengangguk.
"Tidak perlu, aku baik-baik saja. Kembali ke topik pembicaraan kita, bagaimana keadaan sekte Embun Pagi akhir-akhir ini?" kata Ling Zizhou.
Yang tidak diketahui oleh Mu Haocun dan Master Yi adalah sebenarnya selain menghabiskan waktu dengan bermain, Mu Lian dan yang lain sering mendiskusikan beragam topik.
Mulai dari bidang Alkimia, tanaman-tanaman herbal, spirit beast, kejadian yang akhir-akhir ini terjadi dan lain sebagainya.
Pemuda-pemudi cemerlang tersebut duduk melingkar saling mengemukakan pendapat serta saling bertukar informasi.
Mereka tidak sadar bahwa dengan sering melakukan kegiatan tersebut akan membantu mereka di masa yang akan datang.
"Oh. Akhir-akhir ini sekte mulai berjalan seperti biasanya, tapi suasana disekitar sekte menjadi sangat tegang setelah kabar bahwa ada anggota sekte yang berkhianat beredar," kata Mutong.
"Awalnya kami pun tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tapi akhir-akhir ini, para tetua jadi semakin terang-terangan mencurigai satu sama lain," kata Liuzhi.
Semua yang ada disitu gugup, terdengar seseorang menelan ludah dengan keras hingga terdengar oleh Mu Lian dan yang lain.
"Ngomong-ngomong, siapa yang bisa menangkap suasana tegang diantara tetua sekte dengan sangat cepat?" kata Ling Zizhou.
"Hmm, menurutku itu Shaoting," kata Changyi.
"Ada satu lagi bukan?" kata Jiaojiao.
"Maksudmu Yunhao?" kata Mutong.
"Satu si kutu buku satu si ingin tahu," kata Liuzhi megangguk.
Ling Zizhou meminta informasi lebih jauh mengenai kedua pemuda tersebut. Diskusi kemudian berlanjut hingga mereka memutuskan untuk mendekati pemuda bernama Shaoting dan Yunhao.
Berdasarkan informasi Changyi dan Mutong, Shaoting adalah seorang kutu buku. Entah bagaimana caranya pemuda itu sangat diperhatikan oleh pedagang dari ibu kota.
Pedagang tersebut memiliki informan dimana-mana dan jaringan perdagangannya terkenal sangat luas. Shaoting diperhatikan layaknya anak pedagang itu sendiri.
Bahkan ada kabar burung jika Shaoting merupakan anak dari hasil hubungan gelap pedagang kaya itu. Ling Zizhou tak menghiraukan informasi terakhir dan meminta informasi mengenai Yunhao.
"Lian'er, Zhouzhou," kata Master Yi yang muncul tiba-tiba di belakang Mu Lian.
"Uwa!" jerit Xiaoxiao, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi.
Wajah mereka sangat pucat. Mu Lian menjadi kasihan kepada keempat sahabatnya ini. Jika saja mereka sering bertemu dengan Master Yi yang sering muncul tiba-tiba hingga akhirnya kebal terhadap kemunculan Master Yi yang tiba-tiba itu...
"Master," kata Ling Zizhou ambil bangkit dan memberi hormat.
"Master Yi, ada apa?" kata Mu Lian sambil memberi hormat juga.
"Haocun mencari kalian, ayo pulang," kata Master Yi dan berbalik tanpa mengucapkan apa-apa lagi.
Master Yi mengangguk sekilas kepada Xiaoxiao, Changyi, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi sebelum berbalik dan berjalan menjauh.
Master Yi menyerahkan tugas menjelaskan pada sahabatnya, Mu Haocun mengenai kedatangan Han Tengfei, Chu Minishen dan beberapa muridnya serta rencana jamuan makan malam.
__ADS_1
"Aku pulang dulu. Kalian juga cepat pulang dan hangatkan tubuh kalian di dalam kamar," kata Mu Lian.
"En. Sampai jumpa besok," kata Jiaojiao.
"Atau mungkin lusa," kata Mutong.
"Jiejie minum teh herbamu dan jangan sampai sakit!" kata Xiaoxiao.
"Saudara Zhouzhou, jangan lupa untuk mengajarkanku trikmu itu," kata Liuzhi.
"Hati-hati dijalan, Lian'er, saudara Zhouzhou. Sampaikan salam kami pada Master Mu," kata Changyi.
Master Yi memimpin Mu Lian dan Ling Zizhou menyusuri deretan rumah dan menyapa beberapa tetangga yang berpapasan dengan mereka.
Selebihnya, Mu Lian hanya berjalan dalam diam disamping Ling Zizhou sambil mengamati pohon-pohon yang tumbuh disekitar rumah-rumah penduduk.
Mu Lian masih tetap tidak percaya terhadap pemandangan di depan matanya. Seharusnya sebelum memasuki musim dingin, daun-daun pohon menguning dan berguguran, menandakan masuknya musim gugur.
Namun tidak dengan dunia ini. Mu Lian sampai berkali-kali menanyakan sebenarnya ada berapa musim di negeri ini.
Dan jawaban yang Mu Lian dapat adalah negeri Mao, Yin dan Chen memiliki dua musim. Yaitu Musim semi yang berlangsung selama setengah tahun dan musim dingin yang berlangsung kurang lebih empat bulan.
Mu Haocun mengatakan dua musim itu seperti yin dan yang, saling melengkapi. Jika musim semi artinya banyak tumbuhan dan makhluk hidup lainnya tumbuh dan berkembang,Musim dingin akan membiarkan makhluk hidup memiliki waktu untuk beristirahat.
Dua bulan sisanya adalah musim peralihan. Dimana akan sering terjadi angin yang sangat kencang seperti tornado diakibatkan adanya perbedaan suhu panas dan dingin. Dengan penjelasan tersebut, Mu Lian mengetahui bahwa di dunia ini, dalam satu tahun ada 12 bulan. Sama dengan di Bumi.
Changyi dan lain bercerita bahwa ketika Mu Lian pergi untuk berlatih di Gunung Kaki Langit lah banyak orang-orang datang ke Lembah Ufuk Timur untuk mencari obat.
Di beberapa daerah, bencana angin kencang sangat buruk hingga menyebabkan korban luka-luka, bahkan ada korban jiwa.
Mu Haocun sampai meminta keempat muridnya untuk membantu Dongshan dan Xiaoxiao meracik obat sesuai permintaan orang-orang tersebut.
Mungkin karena itulah Xiaoxiao lebih mudah dekat dan berbaur dengan Changyi, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi.
Mu Lian merasa bersalah karena dirinya tidak ikut membantu Dongshan, Xiaoxiao dan Yi Xue. Pasti waktu itu mereka sangat sibuk hingga lupa makan dan tidur.
Mu Lian berhenti memikirkan hal tersebut ketika dirinya mulai mengingat kejadian sekte aliran sesat yang menyerang Embun Pagi.
Waktu itu pun karena Dongshan dan Xiaoxiao diculik, Mu Lian dan Yi Xue harus tidur hanya tiga jam saja. Mereka terus mengobati penduduk yang terluka hingga dini hari sebelum akhirnya terkapar tak sadarkan diri begitu menyentuh tempat tidur.
Mu Lian mengalihkan perhatiannya pada dedaunan yang masih berwarna hijau meskipun suhu sudah turun hingga lapisan tipis es mulai menyelimuti dedaunan tersebut.
Satu kata yang terus dilontarkan dalam hati Mu Lian. Indah. Permukaannya yang mengilap kehijauan karena daun yang berwarna hijau.
Daun-daun tersebut terlihat seperti sengaja diawetkan dan dipamerkan keindahannya. Tak lama, Mu Lian tiba di rumah Mu Haocun.
Mu Lian dan Ling Zizhou duduk bersama Mu Haocun dan Master Yi untuk membahas kedatangan Han Tengfei, Chu Minishen dan beberapa anggota Rajawali Agung.
Mendengar bahwa Han Tengfei akan mengunjungi Lembah Ufuk Timur, Mu Lian menjadi lebih bersemangat untuk meyiapkan jamuan terbaik.
Mereka memutuskan hidangan apa saja yang akan disajikan kemudian meminjam kursi dan meja kepada beberapa tetangga yang tinggal sendirian karena kerabatnya pergi jauh atau sudah meninggal.
Salah satunya Bibi Wang. Suaminya sudah meninggal sedangkan anak perempuan satu-satunya harus mengikuti suaminya ke desa yang jauh di sana.
Mu Lian meminta agar Bibi Wang diajak serta pada jamuan makan malam besok. Bibi Wang juga bisa membantu mereka memasak hidangan.
Malamnya, Meng Zhi dan Meimei yang sudah lima hari ini tidak datang akhirnya menampakkan batang hidung mereka.
Meimei meminta maaf sambil tersipu malu sedangkan Mu Lian dan yang lain tidak begitu memikirkannya.
Setelah makan malam, Mu Lian dan Ling Zizhou mulai mendatangi tetangga-tetangga yang akan menjadi penyewa meja dan kursi.
Karena sangat mendadak, mereka kekurangan tenaga hingga akhirnya Mu Haocun memanggil keempat muridnya serta Dongshan, Xiaoxiao dan Yi Xue.
Para pemuda menyusun meja-meja dan kursi-kursi sedemikian rupa sedangkan para gadis dipimpin oleh Meimei, merencanakan hidangan apa saja yang akan disajikan.
Keesokan harinya, sebelum fajar menyingsing, para gadis sudah berkumpul di depan rumah Mu Haocun untuk membeli bahan-bahan masakan.
Mereka membawa serta Ling Zizhou, Changyi dan Liuzhi untuk membawakan belanjaan mereka. Bisa dikatakan pekerjaan pemuda-pemuda itu sangat berat.
Malam sebelumnya mereka harus mengangkat meja-meja serta kursi-kursi. Sekarang mereka harus membawakan belanjaan para gadis.
Mu Lian, Meimei dan yang lain akan memastikan untuk membuat porsi masakan lebih besar daripada biasanya.
Karena waktu Mu Lian dan para gadis dihabiskan untuk memasak, mereka sampai tidak memiliki waktu untuk memasak sarapan dan makan siang untuk mereka sendiri.
Bibi Wang membelikan lauk dari Bibi Lin agar para gadis bisa makan. Setelah beristirahat makan, mereka melanjutkan kembali pekerjaan mereka.
Mu Lian sangat sibuk hingga tidak tahu jika siang itu kelompok Han Tengfei tiba. Meng Zhi dan Mu Haocun membawa mereka ke penginapan dimana Meng Zhi, Meimei dan kelompok Master Zhengheng menginap.
__ADS_1
Mu Haocun menyewa satu penginapan itu untuk tamu-tamunya. Dan tentu saja pemilik penginapan menyewakannya dengan bahagia.
Siapa sangka jika penginapannya akan penuh dengan orang-orang terkenal di dunia kultivasi? Hingga menjelang akhir hayatnya sang pemilik penginapan akan terus membangga-banggakan penginapannya yang sudah disewa oleh beberapa orang tersebut.