Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Ini...


__ADS_3

Namun kerusakan yang diakibatkan jurus Master Yi semakin lama semakin menggerogoti si lipan hingga akhirnya, tubuhnya menjadi serpihan-serpihan kecil.


Master Yi selalu enggan menghadapi spirit beast karena Master Yi tidak pernah bisa mengendalikan kekuatannya.


Spirit beast yang berhadapan dengannya selalu bernasib seperti si lipan yang ada dihadapannya ini, tinggal serpihan-serpihan kecil.


Apalagi, Master Yi dapat mengerahkan kekuatan aslinya di dalam perut makhluk raksasa ini. Sepertinya dunia di dalam perut makhluk raksasa merupakan dimensi lain yang terpisah dari dunia luar.


Master Yi dan semua yang ada di dalam perut makhluk raksasa ini bebas dari batasan yang berlaku ketika mereka di dunia bawah.


Master Yi menghela napas panjang. Sedikit kecewa karena tidak bisa mengambil inti spirit beast dari si lipan namun sudah terbiasa dengan keadaannya tersebut. Master Yi segera pergi menyusul Du Luhan dan junior Qi.


Sosok Master Yi segera menghilang dari sana. Seolah-olah memang tidak pernah ada orang disana.


Beberapa kilometer dari serpihan-serpihan si lipan, Du Luhan dan Junior Qi akhirnya bertemu dengan rekan-rekannya.


Sebelumnya, junior Qi telah memerintahkan beberapa rekannya untuk mengevakuasi semuanya dari wilayah si lipan namun karena banyak juga yang terluka, proses evakuasi berjalan lambat.


Ketika Du Luhan dan junior Qi tiba, Master Yi menerima mereka dengan anggukan. Master Yi sedang dikelilingi Xiaohan dan Xiaoqiu yang tak henti-hentinya mengadu apa yang telah dilakukan para spirit beast itu kepada mereka berdua.


Du Luhan dan junior Qi refleks melihat ke belakang mereka. Apa boleh buat, kalau tidak begitu, mereka tidak bisa memastikan apakah Master Yi yang mereka lihat sebelumnya hanya ilusi atau bukan!


"Tenang saja, makhluk itu sudah dibereskan," kata Master Yi menenangkan Du Luhan dan junior Qi. Namun Xiaohan dan Xiaoqiu yang menanggapi ucapan Master Yi tersebut.


"Benarkah?! Bagus, kakek tau tidak, mereka benar-benar menyebalkan!" kata XIaohan.


"Benar, selain mereka...mereka melakukan..." kata Xiaoqiu.


"..." (Du Luhan dan junior Qi)


Untungnya, Xiaohan dan Xiaoqiu lebih mengadukan soal spirit beast diatas segalanya. Du Luhan dan junior Qi sempat berpikir bahwa Master Yi akan menyalahkan mereka karena tidak menjaga Xiaohan dan Xiaoqiu dengan baik.


"Sudah. Ayo kita pulang," kata Master Yi sambil mengeluarkan gondola ajaib.


Master Yi menyuruh orang-orang yang terluka cukup parah dan tidak bisa berjalan untuk naik ke gondola ajaib. Mereka pun pulang dengan tanpa hambatan.


Ketika Master Yi, Xiaohan, Xiaoqiu dan yang lain sedang dalam perjalanan pulang, Ling Zizhou Xiaoleng dan Xiaojia sangat terkejut mendengar kabar bahwa Mu Lian siuman.


Xiaobao berlari keluar gerobak sampai terjatuh beberapa kali untuk menyampaikan kabar gembira tersebut.


Ling Zizhou, Xiaoleng dan Xiaojia pun meninggalkan Xu Jing dan Xu Ke yang terlambat bereaksi. Membuat mereka berdua bingung apakah mereka harus menunggu Ling Zizhou atau tidak.


"Lian'er!"


"Lian jie!"


Ling Zizhou, Xiaoleng dan Xiaojia memasuki Gedung Pertemuan Utara kemudian segera memeluk Mu Lian yang sedang meminum teh.


"Hei, kalian ini! Hihi, aku baik-baik saja, kok," kata Mu Lian tersenyum pasrah setelah tidak bisa bergerak karena dipeluk dengan sagat kencang kemudian tersiram air teh dari cangkirnya.

__ADS_1


"Loh, kok. Dimana semuanya? Memangnya mereka tidak tahu kalau kau sudah siuman?" kata Ling Zizhou setelah menyadari hanya ada dirinya, Mu Lian, Xiaoleng, Xiaojia dan Xiaobao.


"Tahu tidak? Aku sampai kaget setengah mati melihat Lian jie sudah duduk sambil minum teh disini, sendirian! Aku kira aku melihat hantu!" kata Xiaobao kepada Ling Zizhou.


"Hei, aku belum mati. Kakek sih sepertinya sudah tahu makanya setelah beberapa saat duduk disini, kakek datang memeriksa keadaanku sebentar kemudian segera pergi ke Zhi ge," kata Mu Lian sambil menjitak kepal Xiaobao dengan lembut.


Ling Zizhou, Xiaoleng dan Xiaojia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Mu Lian. Namun seperti yang dikatakannya, Mu Haocun dan Mu Lian bisa saling merasakan keberadaan satu sama lain dengan sangat cepat.


Bagi Mu Lian, jika jaraknya tidak terlalu jauh, dia bisa merasakan keberadaan Mu Haocun. Tidak tahu bagaimana Mu Haocun, mungkin jaraknya bisa melebihi Mu Lian.


Mu Lian juga sempat terkejut menemukan fakta tersebut. Dia baru merasakannya setelah mengikuti festival spirit beast.


Ling Zizhou tidak memusingkan perkataan Mu Lian kemudian berkata,


"Apa kau lapar? Kalau iya, akan kumasakan sesuatu yang enak. Jangan makan sarapan pagi ini. Orang yang baru siuman butuh nutrisi lebih banyak,"


Ketika melewati dapur, Ling Zizhou mencium aroma masakan yang ia masak pagi ini. Makanan tersebut masih tersisa cukup banyak dan disimpan di dalam wadah.


Sebenarnya, Ling Zizhou dan Meimei selalu menyediakan makanan yang tinggal dihangatkan saja. Makanan-makanan ini disimpan agar anak-anak yang lebih besar bisa memanaskannya jika mereka dan anak-anak yang lebih muda masih lapar.


Mu Lian dengan senang hati menyebutkan makanan yang diidam-idamkannya. Namun karena Mu Lian baru saja siuman, Ling Zizhou membuatkan makanan yang lembut dan mudah dicerna usus.


"Lian jie, apa ini teh buatan Lian jie dan kakek?" kata Xiaobao. Xiaobao mencium aroma teh yang tumpah di pakaian Mu Lian.


Aroma herbalnya cukup kuat sehingga Xiaobao yang sudah akrab dengan tanaman herbal bisa dengan mudah mengidentifikasi teh herbal tersebut.


"Betul. Aku masih menyimpan sedikit di kantung dimensional. Tapi kini sudah habis," kata Mu Lian.


"Kakek memberikan beberapa bungkus kepadaku kemarin. Katanya boleh untuk dipelajari boleh untuk diminum. Tunggu sebentar, aku akan memanaskan air dulu,"


Mu Lian mengalihkan perhatiannya kepada Xiaoleng dan Xiaojia dan mendapati kedua anak di hadapannya itu terlihat semakin atletis dan aura kultivator muda semakin terpancar.


Mu Lian tersenyum kemudian mulai menanyakan kabar mengenai keduanya baru kemudian menanyakan semua kejadian yang terjadi setelah Mu Lian tidak sadarkan diri.


"Baguslah jika semuanya sudah memiliki tempat tinggal masing-masing. Untuk kegiatan eksplorasi, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Mungkin 3 hari ini aku ingin istirahat sebelum kembali membuat pil.


Dengan adanya pil, kita dapat meminimalisasi orang-orang yang terluka. Tolong sampaikan kepada klien-klien kita," kata Mu Lian.


"Lian jie yakin? Kenapa tidak beristirahat lebih lama lagi?" kata Xiaoleng.


"Xiaoleng benar. Jangan memaksakan diri dulu," kata Xiaojia khawatir.


"Xiaoleng, Xiaojia. Cepat atau lambat bahan makanan kita akan habis. Selain itu, bahan-bahan untuk membuat pil juga menipis. Tanaman herbal yang kita tanam belum ada yang bisa dipanen.


Ada dua cara untuk me-restock bahan-bahan untuk membuat pil. Yang pertama adalah mencari di luar, apakah ada tanaman herbal yang tumbuh disini. Yang kedua, mencari tempat yang tepat untuk menyerap chi dari lingkungan sekitar.


Makanya, eksplorasi adalah prioritas kita. Dan untuk memastikan eksplorasi berjalan lancar, aku harus menyediakan pil," kata Mu Lian tersenyum.


"Baiklah, kami akan mulai menyebarkan berita ini," kata Xiaoleng.

__ADS_1


"Tapi, ngomong-ngomong, apa mereka masih punya harta untuk dibarter dengan pil yang Lian jie buat?" kata Xiaobao yang baru saja datang dari dapur.


"Tenang saja, sebelum dimakan makhluk raksasa ini, mereka nampaknya berhasil memanen harta berharga cukup banyak," kata Mu Lian mulai menuangkan teh.


"Xiaobao, kau lupa ya? mereka kan pergi ke wilayah perairan," kata Xiaojia.


"Oh," kata Xiaobao yang kini tersenyum licik. Senyumannya kini mirip dengan senyuman Mu Lian. Xiaoleng dan Xiaojia saling menatap.


Lima belas menit kemudian, Ling Zizhou datang membawakan congee dan beberapa masakan menggugah selera.


"Hmm, setiap mencium aroma masakan Zhou ge, aku jadi ingin makan lagi," kata Xiaobao sambil terus menatap ke arah masakan yang sedang disantap Mu Lian.


"Ambil saja sarapan yang tadi pagi. Lian'er sudah memanaskannya," kata Ling Zizhou memutar kedua bola matanya.


Xiaobao hanya bisa memanyunkan bibirnya. Dia, Xiaoleng dan Xiaojia benar-benar ke dapur untuk mengambil masakan yang sudah dipanaskan Mu Lian.


Ruangan pun terdengar ramai karena Xiaobao yang tidak bisa makan dengan tenang. Meski yang makan disana hanya empat orang, kegaduhan yang ditimbulkan terasa seperti yang ditimbulkan oleh segerombolan orang.


Namun ruangan semakin gaduh ketika Master Yi masuk dengan tiba-tiba dengan dua anak laki-laki pada kedua bahunya.


"Ah Zhou, tolong buatkan makanan yang banyak dan mudah dicerna, sekarang! Xiaoleng, ambilkan air!" kata Master Yi sambil meletakkan kedua anak yang mirip dengan Xiaohan dan Xiaoqiu.


"Xiaohan, Xiaoqiu! Apa yang terjadi?!" kata Xiaobao meninggalkan makanannya yang tinggal sesuap. Xiaojia juga segera pindah dan duduk disamping Xiaohan dan Xiaoqiu yang terus mengucapkan kata 'lapar sekali' dengan lirih.


"Kakek Yi, apa yang terjadi?" kata Mu Lian.


"Lian'er? Ah...itu..." Master Yi terlihat bingung melihat Mu Lian disini tapi kemudian pulih dan mulai menceritakan apa yang terjadi pada Xiaohan dan Xiaoqiu.


Mungkin karena Master Yi rindu kepada Mu Lian, jadinya Master Yi berbicara lebih panjang daripada biasanya. Dia pun menjelaskan dengan sabar spirit beast mutan yang menyerang Xiaohan dan Xiaoqiu.


"Hmm, tipe pelacak yang tidak menyerap chi melainkan cairan tubuh," kata Mu Lian.


Saat ini Xiaohan dan Xiaoqiu bukan hanya kurus kering melainkan terlihat seperti kehilangan banyak cairan juga. Seperti benda yang telah dijemur terlalu lama dibawah sinar matahari. Atau bisa juga dibandingkan dengan mumi. Mata kedua anak itu juga begitu kering.


"Cairan tubuh? Entahlah. Awalnya tubuh mereka masih normal. Tapi lama-lama jadi seperti ini," kata Master Yi.


"Jika begitu, spirit beast itu berbahaya sekali. Korbannya tidak akan menyadari mereka telah dihisap sampai habis," kata Mu Lian. Master Yi mengangguk.


Meski yang diisap dari Xiaohan dan Xiaoqiu bukan chi melainkan semua nutrisi dari dalam tubuh kedua anak itu, tetap saja kondisi Xiaohan dan Xiaoqiu cukup membahayakan.


"Ini, pelan-pelan," kata Xiaoleng membantu menyuapi air menggunakan sendok kepada Xiaohan. Xiaobao membantu Xiaoqiu.


Mu Lian pun memberitahu kepada Master Yi untuk mengeksplorasi secukupnya saja, setidaknya hingga Mu Lian bisa membuat pil lagi. Master Yi menyetujuinya dan berencana memberitahu hal tersebut kepada klien-klien mereka sore ini.


"Ah, Yi. Kau sudah kembali. Loh, ada apa?" kata Mu Haocun berjalan memasuki ruangan.


Mu Lian menjelaskan bahwa kondisi Xiaohan dan Xiaoqiu disebabkan oleh spirit beast mutan tipe pelacak. Mu Haocun tertarik ketika mendengar bahwa yang diisap dari Xiaohan dan Xiaoqiu bukan chi mereka.


Lagi pula, Xiaohan dan Xiaoqiu masih melakukan pelatihan dasar dan baru melakukan pelatihan untuk merasakan chi di sekitar. Keduanya belum sama sekali mengumpulkan chi di dalam dantian mereka.

__ADS_1


Mu Haocun mengeluarkan kotak berisi jarum-jarum tipis nya dan memeriksa Xiaohan dan Xiaoqiu secara menyeluruh.


"Ini..." kata Mu Haocun dengan tatapan terkejut bercampur kagum.


__ADS_2