Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Kakek Duyung


__ADS_3

"Dia...Ketua Mo?!"


Semua yang ada di ruang pertemuan terkejut ketika melihat wajah makhluk itu menyerupai Mo Fan. Meski begitu, masih banyak yang berasumsi bahwa makhluk itu bukan Mo Fan, hanya menyamar sebagi Mo Fan saja. Jun Mo menggeleng.


Meski banyak yang tidak percaya bahwa makhluk disampingnya itu adalah Mo Fan, Jun Mo tetap menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


Mo Fan mengeluarkan inti rumah lelang. Dia menjelaskan kepada semuanya bahwa setelah inti direbut dari Mo Fan, Mo Fan meledak.


Mo Fan seharusnya meninggal namun tidak. Jun Mo mendapati makhluk menyerupai larva seukuran jari orang dewasa berada di genangan darah.


Jun Mo tidak langsung membunuh larva tersebut melainkan mengamati perubahan yang terjadi pada larva itu, perubahan yang dapat tertangkap oleh mata.


Larva itu terus membesar hingga menumbuhkan tangan dan kaki. Lama-lama tumbuh kepala dan wajahnya menyerupai Mo Fan.


Cerita itu membuat semua yang ada di sana membelalakkan matanya. Omong kosong apa yang dikatakan Jun Mo?


"Katakan sesuatu, Mo Fan. Kenapa, kau mau mengingkari perjanjian kita lagi? Kau tahu bukan apa akibatnya jika perjanjian ini dibatalkan?" kata Jun Mo dingin.


Makhluk itu gemetar. Matanya yang tidak fokus mencari-cari sesuatu diantara kerumunan di depannya.


"Ketua Rong! Ketua Rong!" seru Mo Fan.


Ketua transportasi, yang bernama Rong langsung membuang muka. Ketua Rong mengalami patah tulang rusuk, belum lagi rusuknya itu menusuk paru-parunya. Tangan kanannya patah dan tendon kaki kirinya sobek.


Dia sedang duduk di antara orang-orang yang baru saja di bawa ke ruang pertemuan, bersama ketua pelelangan dan anak-anak buah mereka.


"Ketua Rong?" kata ketua pelelangan dengan tatapan bertanya.


"Ketua Rong, panggil mereka! Tolong aku! Aku, aku jadi setengah makhluk abyssal! Aku kira setelah memberikan setengah tubuh makhluk itu aku tidak akan berubah menjadi makhluk abyssal. Ternyata aku tetap berubah! Tapi-tapi usiaku jadi pendek..." Mo Fan terus berbicara tanpa henti.


"Sepertinya anda harus menjelaskan apa yang dikatakan Mo Fan, bawa Ketua Rong kesini," kata Jun Mo.


Ketua Rong diseret oleh orang-orang berpakaian hitam, dari kelompok penyusup dibawah kepemimpinan Jun Mo.


Ketua Rong mengaduh kesakitan namun orang-orang yang menyeretnya tidak memperdulikannya.


Ketika diseret pun Ketua Rong berusaha melawan, menambah semuanya semakin curiga dengan Ketua Rong.


Kalau memang ketua Rong tidak bersalah seharusnya dia tidak menunjukkan perlawanan yang sangat kuat.


"Tidak, tidak. Anda salah sangka. Aku tidak tahu apa yang dibicarakan Mo Fan," kata Ketua Rong ketakutan.


"Periksa seluruh tubuhnya cepat!" kata Jun Mo.


Orang-orang yang menyeret Ketua Rong langsung berhenti untuk memeriksa seluruh Ketua Rong. Ketika pakaiannya mulai melorot karena Ketua Rong tidak mau diam, Ketua Rong tambah panik.


Dia seperti seorang gadis yang takut pakaiannya dilepas. Orang-orang memegangi tangannya kemudian melepas pakaiannya. Itu adalah salah Ketua Rong sendiri, reaksinya terlalu kuat sehingga orang-orang tambah curiga kepadanya.


"Akh!" usaha Ketua Rong untuk menutupi tanda kegelapan di dadanya sia-sia.


Semua yang ada di ruangan dapat melihat dengan jelas sulur-sulur hitam menjalar pada punggung Ketua Rong yang ternyata sejajar dengan dada kirinya, seolah-olah tanda tersebut tembus dari punggung ke jantungnya.


"Astaga apa itu?"


Semua yang melihat tanda itu bergidik dibuatnya. Berbeda dengan orang-orang, Mo Fan tertawa histeris. Suara tawanya menggema di seluruh ruang pertemuan.


Malam itu adalah malam panjang bagi Lereng Kaca. Mereka menemukan bahwa Lereng Kaca dijadikan sebagai lokasi "eksekusi", entah apa artinya Jun Mo masih harus menggali lebih dalam dari Mo Fan dan Ketua Rong.


...


Sementara Jun Mo menyelesaikan masalah di rumah lelang, Meng Zhi berhasil kembali ke gerobak dengan selamat.

__ADS_1


Meng Zhi masuk ke dalam kondisi koma meski luka pada perutnya sudah disembuhkan. Mu Lian bertugas menangani luka pada perut serta mempurifikasi aura abyssal pada sistem tubuh Meng Zhi.


Sedangkan Mu Haocun memutuskan untuk memeriksa ke dalam dantian Meng Zhi. Mu Haocun berbaring disebelah Meng Zhi, memasuki posisi meditasi sempurnanya, Mu Haocun memanggil Juejiang.


"Yaho! Aku kembali lagi! Aku dengar kalian butuh bantuanku untuk memeriksa si tampan Ah Zhi? Tenang saja, serahkan padaku!" kata Juejiang, suaranya tetap menggema meskipun di tengah-tengah memasuki tubuh Meng Zhi.


"..." (Meimei)


Entah mengapa Meimei khawatir kalau Juejiang melupakan tugasnya dan malah bermain di dalam tubuh Meng Zhi. Tunggu, kenapa kedengarannya sedikit salah?


"Tenang saja, Mei jie. Aku yakin Juejiang akan melakukan tugasnya dengan baik," kata Mu Lian. Lagipula, Mu Haocun tetap terhubung dengan Juejiang sehingga dapat menegurnya jika Juejiang lupa dengan tugasnya.


Meimei mengangguk. Ling Zizhou hanya bisa menepuk pundak Meimei untuk menghiburnya. Zhi Yuefeng yang merasa bersalah, menemani Mu Lian, Meimei dan Ling Zizhou di dalam kamar.


Zhi Yuefeng merasa sangat lelah karena baru pulih tapi sudah menggunakan kekuatannya terus menerus. Namun tetap bersikeras menunggu perkembangan kondisi Meng Zhi sebelum dia bisa beristirahat di kamarnya.


Sayangnya, kelelahan Zhi Yuefeng tidak luput dari mata Mu Lian. Mu Lian mengamati Zhi Yuefeng selama beberapa saat.


"Tuan muda, anda menolak untuk diperiksa. Sepertinya anda tidak baik-baik saja ya? Anda tidak bisa membohongiku, sini kuantarkan anda ke kamar-"


"Eh! Ngapain! Dia punya kaki, dan kelihatannya masih bisa berjalan, biarkan dia kembali ke kamarnya sendiri!" kata Ling Zizhou memotong ucapan Mu Lian.


"Benar, anda tidak perlu merasa bersalah dengan kondisi Ah Zhi. Master Mu bisa menanganinya, jadi anda kembali ke kamar anda dan beristirahat ya?


Atau Ah Zhou saja yang mengantar anda ke sana, Ah Zhou, cepat!" kata Meimei menyikut Ling Zizhou yang masih menatap tajam Zhi Yuefeng.


"Ayo, tuan muda!" kata Ling Zizhou akhirnya mengalah. Meimei sudah memelototinya untuk segera membawa Zhi Yuefeng pergi dari sini. Bisa gawat kalau Zhi Yuefeng berniat mendekati Mu Lian!


Zhi Yuefeng mengangguk kemudian mengikuti Ling Zizhou keluar kamar. Meimei membawa Mu Lian kedalam pelukannya kemudian berkata,


"Huff, hampir saja. Jangan cepat-cepat dewasa ya, Lian'er. Kami masih belum puas main bersamamu," gumam Meimei sambil menatap Meng Zhi.


"?"


"Lian jie!" Xiaobai loncat kedalam pelukan Mu Lian. Hidungnya mengusap-usap pipi Mu Lian.


"Maaf, masalah diluar sana cukup rumit jadi aku baru bisa melihatmu, Xiaobai,"


"Aku sampai bosan menunggumu disini sendirian! Mainan-mainan itu tidak bisa kuajak ngobrol!"


Mu Lian menatap Xiaobai dengan sedih. Meski Baizhe tidak suka hidup berkelompok, tidak suka keramaian, tatap saja, seorang anak Baizhe masih bisa mengobrol dengan kedua orang tuanya.


Mu Lian merasa bersalah. Mu Lian pernah membujuk Xiaobai untuk keluar dunia semu namun Xiaobai menolak.


Baizhe yang masih kecil belum memiliki tanggung jawab membawa pengetahuan tentang dunia bersamanya jadi masih bebas melakukan apa saja.


Sayangnya, Xiaobai memiliki sifat seperti Baizhe-Baizhe pada umumnya. Enggan melakukan kontak dengan orang lain ataupun dunia diluar kalau tidak begitu penting.


Jadi, meskipun Xiaobai menyadari kehadiran Master Yi, Ling Zizhou, Meimei, Meng Zhi dan anak-anak Desa Jinan didekatnya, Xiaobai tidak memiliki niat untuk menemui mereka. Alhasil, Mu Lian yang harus rajin menemui Xiaobai.


"Aku harap kedepannya tidak ada masalah besar seperti ini lagi," kata Xiaobai.


Mu Lian hanya diam. Dia tak bisa menjamin apalagi setelah melihat keaktifan sekte aliran sesat akhir-akhir ini.


"Oh, ya aku mau cerita tentang kejadian malam ini..."


Untuk menghilangkan kekhawatiran Xiaobai, Mu Lian mulai menceritakan kejadian malam ini. Mungkin karena terlalu lelah, ditengah-tengah cerita, Mu Lian ketiduran.


"Ih...Lian jie! Ceritanya belum selesai..."


Saking lelapnya, Mu Lian tidak mendengar protes dari Xiaobai. Dan karena lelah setelah protesannya tak didengar, Xiaobai pun jatuh tertidur.

__ADS_1


Keesokan harinya, Mu Lian dan Xiaobai bangun terlambat. Keduanya mengobrol selama beberapa saat sebelum Mu Lian membuat pil untuk Xiaobai kemudian keluar dari dunia semu.


"Ah, akhirnya keluar juga! Lian jie! Kami sarapan duluan karena Lian jie tidak keluar-keluar. Sekarang Lian jie ditunggu Kakek Haocun di Gedung Pertemuan Utara," kata Xiaohua. Xiaobao terlihat sedang membaca buku tanaman herbal disebelahnya.


"Terimakasih. Kalian giat sekali belajarnya. Kalau ada yang tidak dimengerti, tanyakan padaku," kata Mu Lian.


"Baik!" kata Xiaobao dan Xiaohua.


Mu Lian berjalan keluar ruang kendali. Karena penasaran dengan Zhi Yuefeng dan orang-orang dari klan Xuanwu, Mu Lian mengedarkan indera spiritualnya.


Mu Lian tidak takut ketahuan Zhi Yuefeng dan rekan-rekannya karena ada Mu Haocun. Pasti mereka menduga Mu Haocun lah yang memeriksa mereka, bukan Mu Lian.


Mu Lian terkejut ketika mendapati hanya beberapa orang saja yang ada di dalam gerobak. Maka hal pertama yang ditanyakanya ketika memasuki Gedung Pertemuan Utara adalah orang-orang klan Xuanwu.


"Tentu saja mereka masih membereskan masalah di rumah lelang. Tuan muda juga masih menyamar sebagai dirimu sebagai balasan atas jasa kita yang telah menyelamatkan rekan-rekannya," kata Mu Haocun agak ketus.


Mu Haocun kesal karena hal pertama yang ditanyakan Mu Lian adalah kura-kura itu! Mu Lian terdiam.


"Oh. Bagaimana kabar Zhi ge?" kata Mu Lian.


"Kondisinya sudah stabil. Tapi karena sangat lelah mungkin Ah Zhi baru akan siuman setelah 3 hari," kata Mu Haocun. Mu Lian menghela napas panjang.


Ternyata kondisi Meng Zhi separah itu. Mu Haocun juga mengatakan bahwa dirinya harus terus menerus memantau ke dalam dantiannya.


"Tidak apa-apa. Ah Zhi baik-baik saja, percayakan pada kakek. Tugasmu adalah membuat pil karena kudengar kita akan panen banyak.


Ehem, kali ini korban luka-luka cukup banyak baik itu dari pihak Lereng Kaca maupun dari kalangan kura-kura itu. Oh, ya. Kapan kau akan membuat penawar obat pencahar itu?" kata Mu Haocun.


Mu Lian menepuk keningnya. Saat ini, orang-orang yang memakan makanan ringan campur obat pencahar sudah bolak-balik ke toilet selama lebih dari 12 jam.


"Sarapan dulu, setelah itu bekerjalah dengan semangat!" kata Mu Haocun menyemangati. Mu Lian mengangguk. Saatnya mencari uang.


Mu Lian bekerja dengan sangat giat selama 3 hari itu. Setelah membuat obat penawar, Mu Lian membuat pil selama hampir 8 jam. Sisanya dia gunakan untuk menghabiskan waktu bersama Xiaobai.


Mu Lian tidak perlu khawatir dengan Meng Zhi karena selain dirawat oleh Mu Haocun, ada Meimei dan Ling Zizhou yang menjaganya.


Akhir-akhir ini, Ling Zizhou sangat lengket baik itu kepada Mu Lian, Mu Haocun, Master Yi, Meimei maupun kepada Meng ZHi yang masih tak sadarkan diri.


Mu Lian menyimpulkan sikap manja Ling Zizhou muncul setelah Ling Zizhou terperangkap ke dalam ilusi. Itu yang Mu Lian dengar dari Mu Haocun.


Darimana Mu Haocun mendengarnya? Tentu saja dari mulut Ling Zizhou sendiri. Ling Zizhou membeberkan pengalamannya terperangkap di dalam ilusi kepada Master Yi dan Mu Haocun, tak lupa kepada Meimei. Hanya Mu Lian saja yang tidak sempat mendengar ceritanya dari Ling Zizhou.


Tiga hari pun berlalu. Prediksi Mu Haocun meleset satu hari. Ternyata Meng Zhi siuman pada hari keempat.


Ketika siuman, hanya ada Mu Haocun disisi Meng Zhi karena saat itu Meimei dan Ling Zizhou sedang memasak sarapan.


"Ukh," kata Meng Zhi. Kepalanya pusing karena telah tertidur cukup lama.


"Selamat pagi," kata Mu Haocun.


"Selamat pa..." Meng Zhi berhenti kemudian memalingkan wajahnya ke arah suara Mu Haocun. Meng Zhi bingung karena mendengar suara Mu Haocun di sampingnya. Bukankah saat ini dirinya sedang berbaring di tempat tidurnya?


Matanya menangkap sosok Mu haocun yang sedang berbaring pada sisi tubuhnya sambil menopangkan kepalanya pada tangannya.


Pemandangan yang seharusnya indah kalau yang berbaring dalam posisi tersebut adalah putri duyung yang sangat jelita, menjadi sedikit menakutkan karena dilakukan oleh Mu Haocun.


"Bagaimana perasaanmu?" tanya Mu Haocun.


"...buruk," jawab Meng Zhi setelah lama diam. Meng Zhi bingung harus menjawab apa jadi menjawab itu saja.


"Eh? Aku yakin individual sekunder dan dantianmu baik-baik saja. Aku mengawasinya selama 4 hari!" kata Mu Haocun bangun kemudian duduk.

__ADS_1


Meng Zhi hanya menggeleng, tidak berbicara lebih jauh mengenai hal tersebut. Meng Zhi mengalihkan pembicaraan.


"Bagaimana dengan Lereng Kaca?" kata Meng Zhi.


__ADS_2