
Lian jie, kenapa kami tidak boleh menemui Xiaofu dan Xiaoqi? Bukannya tadi pagi kami boleh menemui mereka?" kata Xiaohan.
"Tadi pagi mereka sudah membaik tapi hanya untuk sementara. Untungnya aku sudah menemukan obat untuk Xiaofu dan Xiaoqi jadi saat ini mereka sedang dalam proses penyembuhan.
Kakek berpesan agar tidak ada yang mendekati Xiaofu dan Xiaoqi selama proses penyembuhan selain aku. Aku akan segera mengabari kalian jika kondisi Xiaofu dan Xiaoqi membaik," kata Mu Lian.
Xiaohan dan Xiaqiu menyerahkan nampan berisi makan malam kepada Mu Lian dan menunggu dengan tenang di depan pintu.
"Lian'er...apa kau tidak apa-apa?" kata XU Jing wajahnya pucat. Sepertinya Xu Jing cukup sensitif sehingga merasakan keberadaan 'sesuatu' itu.
"Aku tidak apa-apa. Hei, setelah ini aku ingin bicara empat mata denganmu. Aku tahu rahasiamu! Jangan menghindar lagi, kau tidak bisa membohongiku, mengerti?!
Sana pergi jauh-jauh dari sini, sebelum kondisimu memburuk!" perintah Mu Lian dengan tegas kepada Xu Jing. Xioahan dan Xiaoqiu terkejut karena baru pertama melihat amarah di wajah Mu Lian.
Dengan gesit Mu Lian membawa nampan-nampan yang diterimanya masuk ke dalam kamar kemudian menutup pintu begitu saja di depan wajah Xu Jing.
Xiaohan dan Xiaoqiu menyipitkan mata mereka, dengan tatapan menuduh mereka menatap Xu Jing sepanjang jalan menuju Gedung Pertemuan Utara.
Disana, Xu Jing diinvestigasi secara brutal oleh Xiaohan dan Xiaoqiu dengan hukuman digelitik jika memberikan jawaban tidak memuaskan.
Gelitikan bagi Xu Jing adalah siksaan, karena dia tidak pernah kuat menahannya dan tubuhnya sangat sensitif terhadap sentuhan.
Selain Xu Jing, malam itu, Mu Lian juga tersiksa. Apalagi Mu Lian harus mengalami pengalaman seperti di dalam film horor.
Melihat keadaan Xiaofu dan Xiaoqi yang tidak bisa ditinggalkan, Mu Lian memutuskan untuk bermalam di kamar sebelah.
Mu Lian merasa baru saja memejamkan matanya selama beberapa saat tiba-tiba mendengar suara ketukan halus dari arah kamar Xiaofu dan Xiaoqiu beserta bisikan-bisikan tak karuan.
Mu Lian bergidik namun memberanikan diri untuk memeriksa Xiaofu dan Xiaoqiu karena suara-suara tersebut semakin keras terdengar. Mu Lian takut anak-anak yang lain bangun karena suara ini.
Ketika Mu Lian membuka pintu kamar betapa terkejutnya Mu Lian melihat kamar Xiaofu dan Xiaoqiu lebih gelap dari biasanya.
Benar-benar tidak ada cahaya sama sekali, hanya terlihat siluet benda-benda di sekeliling ruangan. Dan ketika Mu Lian masuk, Mu Lian tidak mendengar suara lain selain suara-suara yang didengarnya pertama kali.
Semakin dekat dengan tempat tidur Xiaofu dan Xiaoqi, semkin jelas siluet orang yang sedang duduk, tepat dimana seharusnya Xiaofu dan Xiaoqi terbaring.
Anehnya, wujud 'orang' tersebut seperti pohon kelapa yang diterjang angin kencang. Orang tersebut terlihat akan rubuh namun bisa kembali ke posisi semula.
Rambut mereka terkibas-kibas sampai ke dinding di belakang, ternyata itulah yang menyebabkan suara ketukan.
Melihat pemandangan ganjil didepannya, Mu Lian menggigil meski tidak ada angin kencang sekalipun. Mu Lian hanya bisa pasrah ditelan ketakutan yang menyebabkannya diam di tempatnya berdiri.
Semakin lama wujud orang tersebut semakin tinggi hingga akhirnya siluet yang sedang duduk kini terlihat sedang berdiri, wujudnya masih mengayun-ayun ganjil.
Parahnya lagi, selama proses tersebut cahaya kembali ke sekeliling kamar. Mulai dari daerah dekat pintu kamar menuju tempat tidur Xiaofu dan Xiaoqi.
Mu Lian tidak pernah merasakan dilema separah yang dirasakannya saat ini. Dia tidak mau melihat rupa 'orang' tersebut, namun Mu Lian harus tetap mengamati orang-orangan itu, bersiap-siap jika Xiaofu dan Xiaoqi membutuhkan bantuannya.
Suasana tegang membuat Mu Lian lupa untuk bernapas. Untungnya semuanya hanya berlangsung beberapa saat dan siluet orang tersebut tidak menunjukkan wujud yang menakutkan seperti di dalam film horor.
Dua bayangan hitam setinggi Xiaofu dan Xiaoqi berdiri tepat di atas dada kedua anak itu. Dua bayangan hitam itu adalah sumber penyakit Hati yang Tersesat.
__ADS_1
Untungnya, Mu Haocun telah menjelaskan bagaimana cara menanggulangi orang yang berhasil mengeluarkan sumber dari penyakit tersebut.
Mu Lian segera mengeluarkan tanah liat yang sudah lama menjadi kelemahannya itu. Sejak pertama Mu Haocun memberikan tanah ajaib itu kepadanya, Mu Lian tidak bisa membuat tanah liat tersebut bergerak.
Hasil akhir yang diinginkan sebenarnya adalah membentuk tanah liat tersebut hanya menggunakan energi spiritualnya namun Mu Lian tidak bisa membuatnya bergerak sedikit pun.
Itu artinya manipulasi energi spiritualnya belum cukup kuat untuk menggerakkan tanah liat tersebut.
Namun setelah setahun lebih berlatih, setidaknya Mu Lian bisa menyimpan sedikit energi spiritualnya di dalam tanah liat dan membuatnya bersinar lemah.
Sinar tersebut menarik perhatian dua bayangan hitam itu. Kedua bayangan itu bergetar dan seolah memanjangkan apa yang seperti lengannya untuk menggapai cahaya tersebut.
Selama beberapa menit Mu Lian menatap dua bayangan yang semakin lama memudar seiring berjalannya waktu setelah terpapar cahaya dari tanah liat di tangannya ini.
Mu Lian sudah banjir keringat dan lututnya hampir menyerah namun Mu Lian harus bertahan hingga kedua bayangan itu lebih transparan lagi.
Mu Haocun berkata bahwa bayangan kesengsaraan itu tidak bisa hilang sepenuhnya dengan cahaya yang Mu Lian keluarkan dari tanah liat tersebut.
Butuh waktu dan proses yang panjang hingga akhirnya bayangan tersebut hilang sepenuhnya jadi Mu Lian tidak perlu memaksakan diri.
Mu Lian bisa berhenti setelah bayangan menjadi transparan, seperti permukaan gelembung busa yang yang bisa dipecahkan kapan saja.
"Ukh..." Akhirnya setelah menahan lututnya yang sudah tidak bisa diluruskannya lagi itu, kedua bayangan tersebut berwujud transparan.
Mu Lian duduk dengan pakaiannya yang basah, kelelahan dan kelaparan. Memanipulasi energi spiritual memang lebih berat daripada memanipulasi chi.
...
Xiaofu dan Xiaoqi juga jadi lebih ekspresif, tidak malu mengutarakan keinginan mereka dan mengijinkan semuanya memanjakan mereka berdua.
Lucunya adalah ketika anak-anak pertama kali menyaksikan dua bayangan transparan yang hilir mudik di sekitar kediaman mereka, banyak yang menangis ketakutan.
Butuh waktu beberapa hari hingga semuanya terbiasa. Mu Lian mengatakan bahwa dua bayangan itu adalah bagian dari Xiaofu dan Xiaoqi jadi anak-anak lebih cepat menerima keberadaan dua bayangan itu di sekitar mereka.
Yang membuat Mu Lian jengkel akhir-akhir ini adalah Xu Jing yang tak tahu entah kemana. Kakaknya Xu Ke juga kadang kelihatan kadang tidak.
"Maaf, aku harus siap-siap berangkat, dalam beberapa hari lagi aku dan yang lain harus pergi eksplorasi," kata Xu Ke tersenyum canggung. Ada yang disembunyikannya, Mu Lian tahu itu.
"Apa Ah Jing-" belum selesai Mu Lian bicara, Xu Ke berbalik dan pergi meninggalkan Mu Lian.
Mu Lian ingat dengan jelas ekspresi Xu Ke sebelum meninggalkannya saat itu. Terlihat tidak nyaman harus berbohong kepada dirinya namun ada tyang membuatnya tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
Mu Lian kembali ke gerobak dengan cemberut. Untungnya, keesokan harinya, Mu Lian bertemu dengan Meng Zhi yang membawa kabar langsung dari Ling Zizhou.
"Anak itu jadi aneh karena tidak mau pulang dan terus mengikuti kami, tolong..." kata Meng Zhi menyampaikan pesan dari Ling Zizhou.
Setiap Ling Zizhou dan Master Yi hendak pulang, Xu jing pasti bisa menggunakan keahlian membujuknya untuk membujuk Master Yi agar tidak pulang dan meneruskan latihan.
"Kalau kau melihat wajah Ah Zhou yang ingin menangis itu, pfft," kata Meng Zhi menggeleng kemudian melanjutkan,
"Ngomong-ngomong, kau ini kenapa sih mencari bocah tak bisa diam itu?"
__ADS_1
Mu Lian pun menceritakan ketika pertama kali mereka bertemu dengan Xu Jing. Mu Lian memberitahu dugaannya tentang penyakit Xu Jing kepada Meng Zhi.
"Pantas saja aku merasa ada yang ganjil pada bocah itu," kata Meng Zhi mengangguk.
"Aku khawatir karena tiba-tiba semua chi yang kacau itu menjadi sangat hening bahkan jadi tidak terasa sama sekali. Kan aneh jika keramaian di hutan belantara mendadak hening begitu saja?
Fenomena itu seperti menandakan akan datang suatu bencana atau sesuatu yang buruk," kata Mu Lian. Meng Zhi mengangguk.
Mu Haocun pun setuju dengan pendapat Mu Lian ketika Mu Lian menceritakan apa yang terjadi pada Xu Jing.
"Sudah lama aku ingin membicarakan kondisi Ah Jing dengan kakaknya tapi sepertinya kakaknya pun melindunginya," kata Mu Lian.
"Wah, kau tidak tahu kalau Ah Ke itu akan melakukan apa saja untuk adiknya. Aku curiga bocah itu melarang Ah ke mengungkit kondisinya kepadamu," kata Meng Zhi mengedikkan bahu.
"Hmm, tidak bisa begitu, aku penasaran dengan kondisi Ah Jing. Aku akan coba bertanya kepada kakek, mari kita lihat apakah ada solusinya?" kata Mu Lian. Mu Lian beranjak dari tempatnya dan berjalan keluar rumah.
"Aku akan mencoba menangkap Ah Ke dan membawanya kepadamu, tolong sampaikan salamku untuk Mei'er! kata Meng Zhi sambil terus menyampaikan salam sayang sebanyak-baynyaknya, bahwa dia merindukan Meimei, bahwa ia sangat menantikan buah hati mereka.
Mu Lian meyakinkan Meng Zhi bahwa pesannya akan langsung disampaikan begitu tiba di gerobak.
Mu Lian berjalan sangat cepat karena sudah lama dia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjdi pada Xu Jing. Mu Lian bahkan menggunakan tehnik qiggongnya agar segera mendiskusikan kondisi Xu Jing dengan Mu Haocun.
Mu Haocun baru saja selesai cek yang dilakukan rutin setiap malam sebelum Meimei tidur. Mu Lian menyampaikan salam dari Meng Zhi, membuat Meimei jadi semangat lagi.
Siapa yang tidak akan bersemangat kalau tidak bisa menemui orang yang paling disayangi? Meimei merasa kesepian. Untungnya, setiap ada waktu luang, anak-anak menghabiskan waktu dengan Meimei.
Meimei terbaring lemah di tempat tidurnya yang kini banyak sekali selimut-selimut yang diletakkan disekitar Meimei.
Seluruh ruangan kamar juga dibuat menjadi lebih hangat. Kain-kain khusus dibuat oleh Mu Haocun agar bisa lebih lama menyimpan panas.
Di sebelah tempat tidur, tepatnya diatas nakas, diletakkan kendi-kendi air minum dan cangkir agar bisa Meimei minum kapan saja.
Mu Haocun menjelaskan bahwa manusia yang mengandung anak makhluk legenda memang lebih repot ketika hamil.
Belum lagi saat wanita didunia ini hamil, mereka akan kehilangan beberapa tingkat kultivasi mereka supaya mereka bisa melindungi janin mereka dari chi yang sangat murni di dunia ini.
Makanya tak banyak wanita 'karir' yang mau mengandung anak dari pasangan dao mereka sekalipun.
Prosesnya sangat beresiko tinggi hingga tingkat keselamatan ibu dan janin rendah, jika lingkungan tidak mendukung.
"Mei jie, selamat beristirahat. Besok aku akan menyampaikan pesan lagi kepada Zhi ge," kata Mu Lian.
"...terimakasih, kau juga...kalau ada apa-apa cerita padaku ya..." kata Meimei lemah. Mu Lian terkejut ketika ketahuan sedang menyembunyikan 'masalah' dari Meimei.
Cukup lama mereka bersama jadi Meimei sudah hapal bagaimana ketika Mu Lian sedang memendam sesuatu dalam hatinya.
"Akan kuceritakan kapan-kapan. Situasinya, hmm bisa dikatakan cukup genting jadi dengan berat hati aku menunda menceritakannya pada Mei jie," kata Mu Lian. Meimei mengangguk.
Mu Lian dan Mu Haocun segera berjalan keluar kamar setelah melihat Meimei memejamkan matanya.
"Jadi, apa yang ingin kau tanyakan?" kata Mu Haocun.
__ADS_1