Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Bibit Kebencian


__ADS_3

Malam itu merupakan malam yang tenang di dalam gerobak. Kebetulan tidak ada yang mengalami kobaran.


Mu Lian menceritakan informasi yang didapatkannya dari Xiaobai dan Mu Haocun secara refleks menjelaskan alasan kenapa informasi dari Xiaobai dapat dipercaya sepenuhnya.


"Pada dasarnya kobaran adalah gejala ketika kultivasi mengalami retakan. Ada yang pernah menulis jurnal bahwa ikatan batin antara seorang ibu dan anaknya sangat kuat.


Ikatan tersebut kemudian menjadi insting dan akhirnya berubah menjadi reaksi alami tubuh. Seorang calon ibu yang berasal dari kalangan kutivator secara alami menghancurkan kultivasi mereka dengan sendirinya.


Bayangkan, bertahun-tahun mereka berkultivasi tiba-tiba saja hanya dalam jangka beberapa bulan tubuh mereka bereaksi untuk menghancurkan kultivasi tersebut," kata Mu Haoucun menjelaskan.


Solusi yang berhasil didapatkan dari teka-teki Xiaobai adalah menggunakan resep pil Tu Na dan resep pil raga.


Yang berbeda adalah Mu Lian harus memodifikasi beberapa katalisator hingga mendapatkan efek yang diinginkan.


Selain itu, Mu Lian tidak membuat kedua resep tersebut melainkan menjadi obat racik. Setelah diracik nanti akan dimasukkan ke dalam adonan yang terbuat dari sari batang pohon-pohon raksasa disekitar mereka.


Xiaobai pernah menunjukkan bahwa sari batang pohon tersebut memiliki kemampuan untuk mengentalkan suatu cairan.


Mu Lian menyuruh Xu bersaudara untuk membawa sari batang pohon sebelum mereka ke gerobak untuk mengajar.


Xu bersaudara mengumpulkan ber barel-barel sari batang pohon berwarna kehijauan itu dalam tiga hari. Selama tiga hari juga, Mu Lian memodifikasi racikan dari resep pil Tu Na dan pil kultivasi.


Pil Tu Na awalnya digunakan untuk membersihkan pori2 tubuh supaya bisa mempraktikkan pernapasan Tu Na (mengeluarkan qi keruh menarik qi murni dari alam).


Setelah dimodifikasi, pil Tu Na memiliki efek untuk menghambat pori-pori kulit, memperkeruh chi di dalam tubuh.


Pil kultivasi awalnya digunakan untuk memperkuat tubuh agar siap melangkah ke tingkat kultivasi yang lebih tinggi.


Namun setelah di modifikasi, pil kultivasi membuat tubuh berhenti berkembang dalam hal kultivasi. Tubuh seolah-olah percaya bahwa dirinya adalah kultivator tingkat rendah sehingga akan monoton di satu tingkat atau bahkan menurun di tingkat yang lebih rendah.


Intinya, racikan yang dimodifikasi tersebut membantu untuk menghancurkan kultivasi dengan cara yang lebih aman.


Suatu malam ketika Mu Lian terlalu lelah untuk membantu walau satu wanita hamil yang saat ini sedang mengalami kobaran, Mu Lian hanya berbaring di lantai ruang kerja Mu Haocun.


Hari itu Mu Lian kehabisan tenaga setelah membantu keponakannya yang hanya bisa tertidur.


Bau tanaman herbal menyelimuti Mu Lian, menenangkan pikirannya yang berkecamuk. Suara lumpang dan alu saling bertumbuk menjaga kesadaran Mu Lian.


Kebiasaan jeleknya ketika mencium bau tanaman herbal, dia bisa ketiduran begitu saja jika hanya berbaring dan tidak melakukan aktivitas apapun.


Xiaobao dan Xiaohua menumbuk bahan-bahan dasar dari resep pil Tu Na dan pil kultivasi. Untuk proses mencampur katalisator dan sari batang pohon diserahkan seluruh nya kepada Mu Lian. Sedangkan Mu Haocun hanya bertindak sebagai supervisor saja.


Dua hari kemudian, Mu Lian telah membuat beberapa adonan racikan herbal yang sudah mengental.


Adonan tersebut akan dilumuri ke seluruh tubuh dan didiamkan selama satu malam. Waktu penggunaannya harus sebelum terjadi kobaran.

__ADS_1


Karena sudah terlanjur mengalami kobaran, rencananya Mu Lian akan memberikan wanita-wanita hamil itu obat racik ini setelah tubuh mereka sepenuhnya beradaptasi pasca kobaran.


"Terimakasih Xiaobai, karenamu kami bisa menemukan racikan untuk mengurangi gejala kobaran," kata Mu Lian. Mu Lian tidak mengatakan solusi karena ia tidak sepenuhnya yakin dengan racikan itu.


Berbeda dengan di Bumi, di dunia ini semua racikan baru langsung diberikan kepada manusia tanpa diuji coba terlebih dahulu.


Meskipun telah dibantu dengan perhitungan Mu Haocun, racikan tersebut hanya bisa dikategorikan ke dalam mendekati bukan benar-benar sepenuhnya sama dengan apa yang akan diperkirakan.


Yah, pada akhirnya hanya takdir yang mampu menentukan nasib wanita-wanita hamil itu. Mu Lia harus menunggu kira-kira satu bulan untuk mendapatkan jawaban atas keraguannya.


Tepat minggu kedua, 5 dari selusin wanita hamil itu meminta racikan yang telah Mu Lian dan Mu Haocun buat.


Mereka tidak keberatan menggunakan racikan Mu Lian dan Mu Haocun karena toh nyawa mereka pasti tidak terselamatkan kalau diam saja tanpa berbuat apa-apa.


Mu Lian mendengarkan permintaan kelima sukarelawan tersebut dan mendoakan yang terbaik bagi mereka.


Hari-hari pun berlalu dengan sangat mencekam. Kabar mengenai racikan tersebut diberitahukan kepada pasangan dao dari wanita-wanita hamil itu.


Namun sepertinya menyebar kepada kerabat serta rekan mereka sehingga bisa dikatakan seluruh kelompok mengetahui racikan ajaib itu.


Meski Mu Lian menjelaskan bahwa kemungkinan berhasilnya 50/50, tetap saja orang-orang banyak yang berharap cemas.


Semuanya menunggu selama dua minggu hingga kabar duka pertama datang. Salah seorang wanita tidak kuat dan mungkin takdir berkata lain.


Sang ibu dan anak meninggal, membuat pasangan daonya depresi. Dan suatu malam, pasangan dao dari wanita tersebut menghilang tanpa jejak.


Setelah mendapatkan privilege kehidupan yang nyaman, seluruh anggota kelompok merasa terpukul.


Mereka lupa betapa kerasnya hidup di dalam gua suci apalagi ini di dalam gua sejati. Mereka beruntung saja karena ada Mu Lian dan yang lain.


Karena pada dasarnya sifat manusia yang memiliki rasa serakah dan dengki, akhirnya muncul bibit kebencian diantara anggota kelompok yang semakin lama jumlahnya semakin menyusut itu.


Xu Tian yang pertama menyadari perubahan hati dari 2 ketua kelompok yang telah menjalani waktu-waktu tersuram bersama Xu Tian.


Xu Tian pun mengabari hal tersebut melalui Xu bersaudara. Malam itu, Mu Lian sedang memeriksa Ling Zizhou. Terlihat lingkaran gelap di bawah matanya.


"Astaga, kita digempur dengan dua masalah sekaligus. Yang satu masalah internal satu lagi masalah eksternal," kata Mu Lian memijat keningnya.


"Gila, orang-orang biadab dari sekte aliran sesat itu memperalat orang-orang dari sekte lain untuk menangkap lebih banyak orang dan kini mereka bergerak semakin berani karena jumlah mereka semakin banyak?" kata Xu Jing menggeleng.


"Sudah sampai mana? Senior Zhi dan Master Yi, apa mereka baik-baik saja membuntuti orang-orang itu?" kata Xu Ke.


"Mereka berdua? Heh, butuh 100 abad menangkap dua monster itu kalau mereka hanya punya orang segitu. Jangan cemas berlebihan, yang penting saat ini adalah apa yang harus kita lakukan kedepannya," kata Ling Zizhou. Semuanya menatap dirinya.


"Apa?" kata Ling Zizhou bingung.

__ADS_1


"Tumben..." kata Xu Jing. Xu Ke mengangguk, "Iya tumben,"


Wajah Ling Zizhou memerah. Dengan kondisi Mu Lian yang terlihat lelah seperti ini, setidaknya Ling Zizhou mencoba menjadi dewasa!


"Jangan kemana-mana sendirian. Situasi diluar sana semakin menegang. Banyak sekali pertemuan rahasia dan bisik-bisik mencurigakan," kata Xu Ke megingatkan Mu Lian. Mu Lian mengangguk.


Untungnya Xiaohan dan Xiaoqiu belum pernah keluar lagi semenjak pertama kali terperangkap di dalam Gua Sejati.


Xu bersaudara dan Ling Zizhou memantau kondisi terbaru di sekitar pemukiman. Semuanya kini tidak seaktif yang dulu. Tidak ada gelak tawa dan ajakan tantangan ingin mengetaui siapa yang kultivasinya lebih cepat berkembang.


Dari keadaan tersebut semua orang bahkan sudah melupakan kompetisi kecil mereka, yang pada akhirnya mempererat persahabatan mereka.


Kini pemukiman semakin sunyi, rumah-rumah pohon ditutup bahkan ada yang menggunakan alat ajaib untuk menambah keamanan.


Kini semuanya memiliki rencana mereka masing-masing. Dan setiap malam rencana-rencana tersebut semakin nyata di depan mata.


Ling Zizhou tidak berani mengontak Meng Zhi dan Master Yi karena tidak mengetahui mereka dimana dan sedang apa. Kalau misalnya keduanya sedang menyusup ke base musuh bagaimana?


Kedua orang itu sama gilanya jadi tidak ada yang tidak mungkin dilakukan. Bahkan kalau ada kesempatan berpura-pura menjadi sekte aliran sesat pasti menjadi salah satu rencana mereka berdua!


Suatu hari. Ada wanita yang meninggal bersama janinnya dan Mu Lian harus mengabarkan kematian wanita tersebut kepada pasangan dao wanita itu.


Mu Lian berjalan paling depan menuju daerah yang dihuni oleh sekte fluorite. Xu Ke dan Xu Jing membawakan jenasah wanita itu menggunakan tandu yang dibuat dari anyaman bambu.


Entah sejak kapan Mu Haocun memiliki tandu tersebut. Dibilang terbuat dari anyaman bambu biasa, tidak bisa. Karena anyaman bambu tersebut lebih keras dari batu sungai manapun.


"Sayang!" pria berusia 30an meraung sedih.


"Maaf. Aku sudah berusaha sebisa mungkin, tapi..."


"-tidak apa\=apa. Kami berterimakasih karena nona Lian bersedia membantu Hue'er hingga akhir hayatnya," kata ketua kelompok yang bertanggung jawab atas anggota-angggota sekte fluorite.


Anggota wanita sekte fluorite yang lain memandu Mu Lian dan Xu bersaudara masuk ke rumah pasangan dao tersebut.


Ling Zizhou berhenti sejenak untuk melihat gelagat mencurigakan diantara anngota-anggota sekte fluorite yang lain.


Namun Ling Zizhou pura-pura tidak melihat dan berjalan menyusul Mu Lian dan Xu bersaudara. Di rumah duka, jenasah diletakkan di kamar pasangan dao tersebut.


Mu Lian dan yang lain kemudian dibawa pindah ke rumah sebelah agar kedua pasangan dao yang sudah dipisahkan oleh maut itu bisa berpisah untuk terakhir kalinya.


Meski sudah menolak berkali-kali, ketua fluorite bersikeras untuk menjamu Mu Lian dan yang lain minum teh sebentar.


Mu Lian memberi sinyal kepada Ling Zizhou dan Xu bersaudara. Sepertinya ada yang ingin dibicarakan ketua fluorite.


Benar saja, ketua fluorite memiliki pesan untuk Mu Lian dan gerobak ajaib, "Ketua dari sekte Zhongjian punya rencana tersembunyi dan rencana itu dilaksanakan malam ini, maaf, kalau bisa kalian menunggu disini sampai suasana tenang kembali,"

__ADS_1


"HAH?! YANG BENAR SAJA!"


__ADS_2