Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Huang Yiming


__ADS_3

"Dasar $#%$$@! Menghadapi anak kecil saja tidak becus!" kata seorang pria berpakaian hitam. Tubuhnya tinggi dan kekar.


Pria itu memukul pria dengan sash kuning menggunakan punggung tangan kanannya. Meski tidak terlalu keras, pria dengan sash kuning terlempar sejauh tiga meter.


Kedua teman pria berpakaian hitam langsung menahan pria berpakaian hitam tersebut agar tidak dengan sengaja membunuh si pria dengan sash kuning yang sudah tidak sadarkan diri itu.


"Senior! Kita masih membutuhkannya untuk menyebarluaskan obat ini, kumohon untuk menahan dirimu," kata pria kurus ceking.


Pria bertubuh tinggi dan kekar akhirnya berhenti berontak kemudian mengatur napasnya untuk menenangkan diri.


Dia melihat ke sekelilingnya agar tidak terlalu lama menatap pria dengan sash kuning dan menyulut kemarahannya lagi.


Mereka berada di tengah hutan yang tak berpenghuni. Bagaimana tidak, pertemuan ini mereka lakukan di tengah hutan 15 km dari desa.


Di sekitar mereka hanya ada pohon-pohon cemara serta batu-batu alam. Pria bertubuh tinggi dan kekar kemudian mendongak untuk melihat langit di atasnya.


Penuh bintang. Dia selalu benci dengan malam yang cerah seperti ini! Cuih! Kapan dia akan membuat dunia ini dipenuhi kegelapan?


Mood pria bertubuh tinggi dan kekar itu semakin buruk. Beberapa bulan yang lalu, rencana-rencana mereka mulai berantakan.


"Bangunkan pria itu!" kata pria bertubuh tinggi dan kekar.


Temannya yang satu lagi, berjalan menghampiri pria dengan sash kuning dan mengeluarkan sebuah botol porselen. Dia membuka tutupnya kemudian mendekatkan botol porselen ke hidung pria yang tidak sadarkan diri tersebut.


"Ukh..." erang pria dengan sash kuning.


"Aku sudah tidak suka denganmu semenjak pertama kita bertemu. Makhluk rendah sepertimu mengemis meminta bantuan pada kami tapi tidak berkontribusi banyak pada kami,"


Pria dengan sash kuning hanya diam dan mengelus pipinya yang sakit. Dia tahu persis apa yang sebenarnya dikatakan si pria bertubuh tinggi dan kekar, namun dia hanya diam.


"Hei, Huang Yiming! Sepertinya kau menjadi bisu ya setelah kupukul!" kata si pria bertubuh tinggi dan kekar. Pria itu maju beberapa langkah dengan tangan terangkat.


"Senior. Sudahlah. Huang Yiming sudah memberi tahu bahwa ada beberapa orang mencurigakan. Lebih baik kita berkumpul dengan yang lain untuk mendiskusikan bagaimana menangani orang-orang tersebut," kata pria kurus ceking sambil menarik lengan pria bertubuh tinggi dan kekar.


"Cuih! Awas saja, Huang Yiming! Kalau kami menemukan istrimu..." kata pria bertubuh tinggi dan kekar sebelum akhirnya merasakan ada sesuatu tak kasat mata menyapu hingga menembus tubuhnya.


"Apa itu barusan? Apakah itu indera spiritual milik seseorang?" kata teman satunya.


"Tidak mungkin. Aku baru saja memeriksa sekeliling kita tapi tidak ada siapapun," kata pria bertubuh kurus ceking.


Pria bertubuh tinggi dan kekar hanya diam. Diantara ketiganya, hanya pria bertubuh kurus cekinglah yang memiliki indera spiritual paling kuat.


"Di dunia bawah ini hanya ada kultivator pembentukan pondasi dan pembentukan inti yang mampu mengerahkan indera spiritual sejauh beberapa ratus meter," kata pria bertubuh tinggi dan kekar meyakinkan kepada dirinya sendiri. Namun kedua temannya mendengar ucapannya dan mengangguk menyetujui ucapannya tersebut.


"Kita kembali. Huang Yiming! Bilang pada dua cecunguk itu untuk menyerahkan shift mereka kepadamu selama beberapa hari ini! Tugasmu adalah mengawasi ketiga anak kecil itu, paham?" kata pria bertubuh tinggi dan kekar.


Setelah mendapat konfirmasi dari Huang Yiming, ketiga pria berpakaian hitam pergi dengan kecepatan tinggi.


Huang Yiming tetap duduk dalam posisinya selama beberapa menit. Dia mencerna kata-kata yang diucapkan ketiga pria berpakaian hitam. Dia pun sebenarnya merasakan ada sesuatu yang menembus dirinya.


Melihat ketiga pria berpakaian hitam cukup waspada terhadap orang yang mengerahkan indera spiritual tersebut, keraguan kembali memasuki hati Huang Yiming.


...


Disaat yang sama ketika Huang Yiming bertemu dengan ketiga pria berpakaian hitam, Mu Haocun dan yang lain sedang mendiskusikan masalah obat berbahaya itu dikamarnya.


Mu Lian dan Ling Zizhou tidak ikut dalam diskusi ini dan sedang menemani Xiaoxiao di kamarnya.


Diskusi tersebut diadakan seusai makan malam dan baru selesai setelah dua jam lamanya.


"Jadi sesuai ucapan Master Mu, kita akan memperpanjang masa sewa kamar untuk dua malam lagi.


Dan agar tidak membuat mereka waspada, Lian'er dan Ah zhou yang akan mengawasi gerak-gerik mereka? Ada tambahan lain, Ah Cun?" kata Meng Zhi sambil menatap Mu Haocun.

__ADS_1


Semenjak tiba di desa ini, Meng Zhi dan Master Yi sudah merubah nama panggilan Mu Haocun. Meng Zhi dan Master Yi yang sudah mengenal lama Mu Haocun, merasa tidak kesulitan memanggil Mu Haocun dengan nama panggilan baru tersebut. Namun Meimei dan Master Zhengheng sedikit kesulitan menemukan panggilan baru untuk Mu Haocun.


Meimei, Master Yi dan Master Zhengheng ikut menatap Mu Haocun, menunggu jawaban darinya. Tidak ada jawaban.


Mu Haocun sedang menutup matanya. Jika saja mereka tidak merasakan sesuatu yang menembus tubuh mereka, mereka akan menduga Mu Haocun sedang tertidur.


"Wah,"


"Hmm,"


"Oh!"


Reaksi Meimei, Master Yi dan Master Zhengheng berbeda-beda, namun mereka sama-sama sedikit terkejut karena Mu Haocun tiba-tiba mengerahkan indera spiritualnya.


"Sebaiknya Mei'er ikut dengan Lian'er dan Ah Zhou," kata Mu Haocun setelah lama diam.


"Kau menemukan sesuatu?" tanya Master Yi.


"Ada empat orang yang sepertinya memiliki niat buruk," jawab Mu Haocun. Master Yi dan Meng Zhi langsung mengerti maksud ucapan Mu Haocun.


"Baiklah, aku juga sebenarnya sejak awal sudah ingin mengikuti mereka. Tenang saja, master, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Lian'er!" kata Meimei dengan semangat.


Setelah menyampaikan beberapa patah kata lagi, semuanya bubar dan kembali ke kamar masing-masing.


Master Zhengheng bertugas untuk memberi informasi mengenai obat berbahaya itu kepada anak-anak buahnya.


Untuk sementara Master Zhengheng hanya berpesan untuk mencegah penyebar luasan obat berbahaya tersebut.


Keesokan harinya, sebelum berangkat, Mu Haocun berpesan agar Mu Lian membawa 'barang bukti' untuk di periksa lebih teliti lagi oleh Mu Haocun. Mu Lian, Ling Zizhou dan Meimei pun berangkat dengan misi baru yang diberikan pada mereka.


"Cantiknya...seperti dewi,"


"Sst, suaramu terlalu keras,"


Mu Lian yang sedang meminum supnya langsung berhenti setelah mendengar kata 'cantik seperti dewi' yang dilontarkan oleh salah seorang pemuda dari meja tersebut.


Orang yang dibicarakan seperti dewi itu adalah Meimei yang tanpa peduli keadaan di sekitarnya, tetap meminum sup miliknya.


Mu Lian mengintip dari balik mangkuknya, hanya bisa tersenyum kecil. Kecantikan Meimei memang mampu menyihir setiap orang yang melihatnya!


Apakah kini misi penyelundupan mereka akan gagal karena ada Meimei yang terlalu menarik perhatian? Lihat saja, orang-orang yang duduk di meja terdekat hingga meja terjauh, semuanya menyempatkan diri untuk mencuri pandang ke arah Meimei.


"Hmm, apa kita terlalu menarik perhatian?" gumam Ling Zizhou.


Mu Lian pun merasa kesulitan untuk memeriksa ke arah pintu restoran. Setiap ada yang masuk ke restoran itu biasanya Mu Lian berusaha mengidentifikasi orang tersebut dari ujung matanya.


Namun kini, setiap kali Mu Lian menggerakkan matanya, dia jadi tidak bisa fokus karena keburu bertemu tatap dengan seseorang.


Yah, sebenarnya orang tersebut sedang mencuri pandang ke arah Meimei, namun tanpa sengaja bertemu tatap dengan Mu Lian.


"Akhirnya datang juga," kata Ling Zizhou. Ucapannya membuat Mu Lian fokus kembali pada misinya.


Orang itu adalah pria dengan sash kuning, Huang Yiming. Huang Yiming sangat terkejut ketika mendapati Mu Lian dan Ling Zizhou sedang duduk menikmati sup.


Huang Yiming sampai mengagumi keberanian Mu Lian dan Ling Zizhou untuk berurusan dengan orang-orang berpakaian hitam itu.


Namun Huang Yiming mengetahui betapa kejinya orang-orang berpakaian hitam itu. Huang Yiming menghampiri meja yang posisinya tak jauh dari Mu Lian sambil memikirkan bagaimana caranya membujuk agar Mu Lian berhenti berurusan dengannya.


Huang Yiming merasa bersalah jika terjadi apa-apa kepada kedua remaja itu. Dirinya pun sudah sangat lama menantikan menjadi seorang ayah. Oleh karena itu, Huang Yiming selalu menganggap penting anak-anak.


Dan jika anaknya sudah sebesar Mu Lian dan Ling ZIzhou, pasti Huang Yiming pun tidak ingin terjadi hal yang mencelakakan nyawa anak itu. Huang Yiming menoleh ke arah Mu Lian dan Ling Zizhou. Jika saja istrinya tidak sakit...


Tak lama, seorang pemuda datang dan duduk di hadapan pria itu. Mu Lian, Meimei dan Ling Zizhou segera menghabiskan makanan yang ada di meja mereka.

__ADS_1


Ketika Ling Zizhou membayar makanan, Huang Yiming sudah berjalan keluar meninggalkan pemuda yang sedang memeriksa obat yang diberikan kepadanya.


"Mei jie, kita harus mengikuti pemuda itu. Kakek meminta kita untuk membawa pulang obat yang diracik para penipu itu," bisik Mu Lian.


"Baiklah. Apa rencanamu supaya pemuda itu mau memberikan obat tersebut kepada kita?" kata Meimei.


Pemuda itu sudah membayar mahal dan pasti tidak akan mau memberikannya meski sudah ditawarkan uang yang banyak.


"Hmm, rencanaku adalah berbicara dengan pemuda itu dulu," kata Mu Lian setelah berpikir sejenak.


Pemuda itu terlihat bangkit dari kursi dan dengan langkah panjangnya keluar restoran. Mu Lian dan Meimei segera menyusul, diikuti Ling Zizhou yang kali ini berhasil membayar dengan cepat.


"Kita mau kemana?" tanya Ling Zizhou.


"Ke rumah pemuda itu," jawab Mu Lian.


"Hah?!" kata Ling Zizhou sambil menatap Mu Lian tak percaya.


"Ikut saja," kata Mu Lian sambil menarik lengan Ling Zizhou.


Mereka mengikuti pemuda itu melewati pusat perdagangan. Dengan adanya Meimei dan Ling Zizhou Mu Lian percaya bahwa ia tidak akan kehilangan pemuda itu, sehingga Mu Lian menawar barang-barang yang dia suka ketika melewati kios-kios.


"Oh, pakaian itu warnanya bagus," kata Mu Lian.


"En. Warna itu cocok untukmu, beli saja," kata Meimei.


Mu Lian merasakan bahan pakaian yang sedang di genggamnya, ketika mendengar kata cocok dan beli saja dari Meimei, Mu Lian teringat bahwa dirinya sedang menjalankan misi untuk membawa pulang obat yang di racik si impostor.


"Oh, lihatlah, Master Mu yang bijaksana menghampiri kita," kata Ling Zizhou. Mu Lian menatap ke arah datangnya Huang Yiming.


Mu Lian pun sebenarnya terkejut ketika melihat Huang Yiming lah yang datang ke restoran hari itu. Karena menurut informasi yang didapatkan Mu Lian, ketiga impostor itu selalu datang secara bergantian.


Mu Lian sudah menduga bahwa Huang Yiming dapat mengenali mereka, namun tidak menduga bahwa Huang Yiming lah yang pertama mendatangi mereka seperti ini.


Meimei mengerutkan keningnya. Baru kali ini dia bertemu dengan salah satu impostor. Satu kata yang dapat Meimei katakan, menyedihkan!


Tingkat kultivasinya sangat rendah jika dibandingkan Ling Zizhou, dan energi spiritualnya seperti butiran debu di hadapan Mu Lian. Hmph! Meimei hanya bisa mendengus kepada Huang Yiming.


"Pakaian itu cocok untukmu, nona," kata Huang Yiming. Mu Lian membuka kipasnya kemudian menutupi seringai di wajahnya.


"Terimakasih, Master Mu. Ada urusan apakah sampai anda menghampiri kami? Anda tidak mungkin menghampiri kami hanya untuk mengatakan bahwa pakaian ini cocok untukku, bukan?" kata Mu Lian.


"Tentu saja bukan," kata Huang Yiming sambil mengeluarkan sebuah botol porselen "Ini adalah obat yang sama dengan pemuda barusan. Aku kebetulan meracik obat ini sangat banyak jadi masih tersisa dua botol lagi,"


"Oh? Terimakasih atas kebaikan hati anda Master Mu. Tapi sepertinya obat ini sangat mahal ya?" kata Mu Lian sambil menerima botol porselen tersebut.


"Harga obat ini tidak sebanding dengan nyawa kalian. Aku sarankan kalian berhenti berurusan dalam setiap transaksiku dengan seorang pelanggan," kata Huang Yiming dengan nada serius.


"Apa anda mengancam kami, Master Mu?" kata Meimei sambil menggertakkan gigi.


"Tidak. Aku hanya mengatakannya demi kebaikan kalian sendiri," kata Huang Yiming bersungguh-sungguh kemudian melanjutkan "Aku harap setelah kalian menerima obat ini, kalian berhenti mencampuri 'urusanku',"


Ling Zizhou hendak menggapai lengan Huang Yiming yang sudah berbalik dan melangkah namun ditahan oleh Mu Lian.


"Kenapa kau menghentikanku?" kata Ling Zizhou kesal.


"Sepertinya kita sudah menarik perhatian orang-orang yang berada di belakang penipu itu. Bagaimana menurutmu, Mei jie?" kata Mu Lian.


"En. Makanya kemarin malam master menyuruhku untuk mengikuti kalian," kata Meimei.


"Tapi sepertinya mereka belum bergerak?" gumam Mu Lian.


"Cih, aku yakin penipu itu hari ini datang untuk mengawasi kita," kata Ling Zizhou.

__ADS_1


__ADS_2