
"Yi, aku akan memeriksa Lian'er," kata Mu Haocun sambil melewati gerbang.
Master Yi menghentikan meditasinya kemudian segera mengikuti Mu Haocun. Sudah dua minggu berlalu sejak Mu Lian dan Xiaoxiao tidak sadarkan diri.
Belum ada tanda-tanda mereka akan bangun dalam waktu dekat ini. Namun Mu Haocun tidak khawatir dan terus merawat Mu Lian dan Xiaoxiao dengan sabar. Mu Haocun pun telah mengabarkan keadaan Xiaoxiao kepada Dongshan agar Dongshan tidak cemas.
Mu Haocun dan Master Yi masuk ke penginapan dan menyapa Paman Guo ketika bertemu dengannya di pekarangan.
Seperti yang dikatakan Mu Haocun, bahwa tubuh Mu Lian dan Xiaoxiao sangat rapuh. Memindahkan tubuh mereka dengan jarak tempuh yang cukup jauh akan membuat kondisi mereka menurun.
Mu Lian dan Xiaoxiao pun menempati kamar yang ada di penginapan. Hal ini membuat Meimei tenang karena dapat memantau kondisi Mu Lian dan Xiaoxiao secara terus menerus.
Meimei hanya harus keluar kamar dan berjalan beberapa langkah saja menuju kamar kedua gadis itu. Tak hanya Meimei yang merasa tenang, Han Tengfei juga merasakan hal yang sama.
Tak peduli itu pagi, siang atau malam, Han Tengfei terlihat keluar masuk kamar Xiaoxiao untuk memeriksa keadaan gadis itu. Selain mengunjungi Xiaoxiao, Han Tengfei pun mengunjungi kamar Mu Lian.
"Master," kata Meimei dan Ling Zizhou.
Mu Haocun dan Master Yi masuk ke dalam kamar kemudian berdiri di pinggir tempat tidur. Mu Lian terlihat seperti sedang tidur dengan wajah yang damai.
"Warna di wajahnya sudah terlihat biasa, bagus. Kondisi Lian'er akan menjadi lebih baik lagi dari sekarang," kata Mu Haocun.
"Syukurlah," kata Meimei.
Wajah Mu Lian dan Xiaoxiao di hari pertama mereka tidak sadarkan diri terlihat sangat pucat. Semua warna hilang dari wajah mereka.
Setiap saat wajah mereka dibanjiri keringat dan ekspresi mereka terlihat seperti sedang kesakitan.
Mu Haocun berkata reaksi itu wajar karena mereka menghabiskan energi spiritual mereka hingga titik kritis.
Dipercaya jika energi spiritual seseorang mencapai titik kritis, dampak negatifnya akan mengenai langsung ke dalam jiwa orang tersebut.
Mu Haocun dan yang lain tidak bisa berbuat apapun untuk meringankan dampak tersebut, membuat semuanya yang mengunjungi Mu Lian dan Meimei sangat khawatir. Yang bisa Mu Haocun sarankan adalah merawat tubuh Mu Lian dan Xiaoxiao dengan teliti.
Seperti ketika tubuh mereka nyaris kehilangan cairan karena terus menerus mengeluarkan keringat, atau menjaga asupan nutrisi kedua gadis itu.
Akhirnya setelah dua minggu yang terasa sangat lama, terlihat ada kemajuan dalam diri Mu Lian dan Xiaoxiao. Tentu saja Meimei lega mendengarnya. Begitu pula dengan Ling Zizhou.
Pemuda itu masih tetap tinggal di rumah Mu Haocun bersama gurunya, Master Yi. Namun sebelum matahari terbit, Ling Zizhou selalu pergi ke penginapan untuk mengunjungi Mu Lian.
Master Yi sampai tidak bisa berbuat apa-apa karena dirinya pun khawatir dengan keadaan Mu Lian.
Jadi Master Yi selalu berangkat bersama dengan Mu Haocun ketika waktunya tiba dan menyeret pemuda itu untuk berlatih. Tak lupa juga menyeret Han Tengfei.
"Azhou," kata Master Yi mengarahkan pandangannya ke arah pintu.
"...Baik, master," kata Ling Zizhou berjalan keluar pintu dengan lesu. Ling Zizhou tahu maksud dari gestur gurunya itu.
"Sampai jumpa nanti malam, Yi," kata Mu Haocun. Master Yi hanya mengangguk.
Setelah dua orang itu pergi. Mu Haocun duduk di kursi dan mengeluarkan kuali milik Mu Lian dari kantung dimensionalnya.
"Aku akan membuatkan anda teh," kata Meimei sambil keluar kamar.
Kuali itu melayang di telapak tangan Mu Haocun. Dia ingat ketika pertama menerima kuali itu dari Ling Zizhou.
Tiga hari setelah menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk merawat Mu Lian dan Xiaoxiao, Mu Haocun memeriksa gumpalan yang ada di dasar kuali.
Betapa terkejut dirinya ketika menyadari bahwa pengekstraksian chi yang dilakukan kedua gadis itu memiliki tingkat keberhasilan 80%!
Warna gumpalan terlihat abu kehitaman, lebih gelap dari yang pernah dihasilkan dirinya. Mu Haocun kemudian memanggil Ling Zizhou dan Han tengfei untuk menceritakan apa yang dilakukan Mu Lian dan Xiaoxiao 'hari itu'.
Kedua pemuda itu kemudian menceritakan dari awal hingga pengekstraksian terakhir yang dilakukan Mu Lian dan Xiaoxiao tanpa ada yang terlewat sedikitpun.
Namun tetap saja kedua pemuda itu tidak bisa menjelaskan alasan mengapa Mu Lian memutuskan untuk meracik kelima tanaman katalis itu.
Untung saja Mu Haocun tidak terlalu memikirkan hal tersebut karena Mu Lian pun sebenarnya meracik kelima tanaman katalis itu karena sudah putus asa!
...
__ADS_1
"Lian'er," kata Mu Haocun tersenyum geli.
"Hei kakek! Kenapa menganggunya?!" kata Ling Zizhou yang sudah keluar kamar namun kemudian berbalik ketika mendengar Mu Haocun berusaha membangunkan Mu Lian.
"Jalan!" kata Master Yi sambil memegang kepala muridnya itu kemudian membuat Ling Zizhou menatap ke depan.
"Master?" kata Meimei bingung.
"Sudah saatnya," kata Mu Haocun mengangguk.
Dan benar saja, bola mata Mu Lian terlihat bergerak kesana kemari dibalik kelopak. Tak Lama, kelopak matanya terbuka, perlahan namun pasti.
"Lian'er!" kata Meimei menghampiri sisi tempat tidur. Ling Zizhou dan Master Yi buru-buru kembali ke dalam kamar dan ikut berdiri di sisi tempat tidur.
Kedua mata yang tidak fokus menyapa mereka. Pupilnya melebar dan menyempit berusaha beradaptasi dengan cahaya karena sudah lama tidak melihatnya.
Mu Lian mengerutkan dahi, tidak, bahkan seluruh wajahnya mengerut. Membuat wajahnya terlihat lucu. Ekspresinya seperti seseorang memakan lemon yang sangat asam.
"Bagaimana perasaanmu? Apa kau haus? Lapar?" kata Mu Haocun sambil mengusap kepala Mu Lian.
"Huwa..." kata pertama yang diucapkan Mu Lian sambil menghela napas panjang.
"Oi! Kenapa? Apa masih terasa sakit?" kata Ling Zizhou tak sabar.
Mu Lian hanya memutar bola matanya. Meski begitu, Mu Lian menatap pemuda bersumbu pendek itu yang sudah sangat lama tak ia lihat.
Benar. Mu Lian merasa perjalanannya terasa sangat panjang hingga dirinya merindukan orang-orang yang ada di depannya ini.
Meimei dan Ling Zizhou dengan sigap keluar untuk menyiapkan congee dan obat racikan Mu Haocun untuk Mu Lian minum.
Sedangkan Mu Lian mendengarkan cerita setelah dirinya kehilangan kesadaran. Tak banyak yang terjadi jadi Mu Haocun berhenti bercerita setelah lima menit kemudian.
Mu Lian terkejut ketika mendengar tiga hari lagi musim dingin berakhir. Mu Lian hendak menjelaskan jika dirinya dan Xiaoxiao berhasil mengekstraksi chi namun Mu Haocun mengatakan untuk menyimpan masalah tersebut hingga dirinya pulih seratus persen.
"Xiao'er?" tanya Mu Lian.
"Xiao'er belum bangun. Tapi kuyakin tak lama lagi pasti dia bangun. Sebaiknya kau mengisi perutmu dulu. Tidak baik membiarkannya kosong selama hampir sebulan," jawab Mu Haocun.
Setelah makan dan minum serta minum obat, Mu Lian merasa lebih hidup. Mu Lian berbincang dengan Meimei dan Ling Zizhou sebelum akhirnya dipaksa untuk beristirahat kembali.
Selama dua hari itu pun Mu Lian hanya bisa makan dan tidur. Tentu saja, kondisi tubuhnya meningkat hingga Mu Lian bisa bangun dan berjalan.
Di hari ketiga, dimana musim dingin akan segera berakhir, Mu Haocun serta orang-orang yang bertugas secara bergiliran terlihat berdiri bersama. Mereka membuat lingkaran dan terlihat sedang mendiskusikan sesuatu.
Bahkan ketiga murid Chu Minishen pun terlihat sedang 'bermain' menggunakan senjata masing-masing, tentu saja Han Tengfei dan Ling Zizhou ada di tengah permainan itu.
Mu Lian berhenti di depan jendela, penasaran dengan kelima pemuda itu. Melihat mereka loncat kesana kemari tanpa dipengaruhi tumpukan salju membuatnya iri!
"Sialan! Beraninya! Kemari kalian!" seru Ling Zizhou pada ketiga murid Chu Minishen.
"Senior Han, juniormu ganas sekali, kalau begini caranya kita akan kalah," kata murid Chu Minishen.
"Kita gunakan formasi langit," kata Han Tengfei.
Han Tengfei dan ketiga murid Chu Minishen kemudian terlihat seperti melompat di udara dengan koordinasi sempurna.
Ling Zihzou mengejar keempat pemuda itu dengan tangkas. Kakinya menginjak salju kuat-kuat, bukannya melesak ke dalam salju, salju di bawah kaki Ling Zizhou malah berhamburan kemana-mana.
Denting logam beradu dan sumpah serapah yang keluar dari mulut Ling Zizhou membuat suasana semakin gaduh namun Paman Guo tidak peduli dengan perkelahian kecil diantara keempat pemuda itu.
Paman Guo kini telah terbiasa di tengah kulitivator dan sudah tak ada lagi yang bisa membuatnya terkejut.
Paman Guo malah berdiri di jarak yang aman, bersama Saudara Chen, Saudara Su dan pemuda He menonton pertarungan kecil tersebut.
Mu Haocun yang pertama menyadari keberadaan Mu Lian, keluar dari lingkaran diskusi dan menghampiri Mu Lian.
"Lian'er. Di luar dingin sekali, sebaiknya kau diam saja di kamar," kata Mu Haocun. Master Yi, Meng Zhi, Master Zhengheng dan Chu Minishen tersenyum untuk menyapa Mu Lian.
Memang benar kata Mu Haocun. Hari ini terasa sangat dingin dibanding hari sebelumnya, bahkan di jam-jam terakhir pun suhu masih bisa turun.
__ADS_1
Hingga akhirnya sesaat sebelum matahari terbit, suhu kembali naik secara drastis dan menyebabkan fenomena ledakan panas.
"Aku sudah merasa lebih baik dan ingin melihat persiapan sebelum ledakan panas," kata Mu Lian sambil membalas senyuman Master Yi dan yang lain.
"Oh, benar. Sebentar lagi kami akan meletakkan alat ajaib di sekitar rumah," kata Mu Haocun.
Mata Mu Lian berbinar. Alat ajaib yang dimaksud Mu Haocun terbuat dari bahan batu mineral yang dimasukan ke dalam rangka besi berbentuk persegi.
Alat ini berfungsi untuk melindungi lingkungan sekitar dari perubahan suhu yang sangat ekstrim yang bisa menciptakan fenomena ledakan.
Orang-orang dunia ini mendapatkan alat ajaib ini scara gratis. Setiap ada kerusakan akan diganti dengan yang baru oleh pihak berwenang.
Selain penasaran melihat benda tersebut, tentu saja Mu Lian penasaran dengan fenomena ledakan panas itu sendiri.
"Oh. Sepertinya Xiao'er sudah bangun," kata Mu Haocun tiba-tiba.
"Maaf?" kata Mu Lian bingung.
Mu Lian mengira dirinya salah dengar. Namun ketika Mu Haocun membawanya ke kamar Xiaoxiao, gadis itu sedang melamun menatap langit-langit kamar.
"Xiao'er!" kata Mu Lian, buru-buru mengahampiri Xiaoxiao.
Master Yi dan yang lain yang sedang berdiri di lorong mendengar kegaduhan di kamar Xiaoxiao. Mereka segera mengintip dan melihat Xiaoxiao bangun.
Meng Zhi pun turun untuk memberitahu Meimei agar membawakan congee. Dan tak lama, Han Tengfei datang bersama Ling Zizhou.
Selanjutnya, Xiaoxiao sibuk dirawat dan diperhatikan oleh Mu Lian, Mu Haocun, Meimei, Han Tengfei dan Ling Zizhou. Mu Lian juga tak luput dari perhatian, karena dirinya pun masih dipandang sebagai pasien.
Xiaoxiao yang baru saja sadar dipaksa untuk beristirahat kembali dan akan dibangunkan ketika ledakan panas terjadi.
Fenomena itu sangat penting bagi orang-orang dunia ini karena menyerupai simbol tahun baru di Bumi. Semua orang pasti tidak akan melewati perayaan tahun baru bukan?
Mu Lian turun ke pekarangan mengikuti Ling Zizhou dan Han Tengfei. Mereka akan meletakkan alat ajaib di sekitar penginapan.
Salah seorang murid Chu Minishen ditugaskan meletakkan alat ajaib di sekitar rumah Mu Haocun. Mesti tidak ada orang di rumah, namun di gudang penyimpanan banyak tanaman herbal.
Ling Zizhou menggendong Mu Lian dan membawanya ke luar penginapan. Ternyata alat ajaib itu di letakkan di empat titik penginapan yang membentuk persegi atau persegi panjang.
"Meski alat ini terlihat kecil, namun hanya dengan meletakkannya di empat titik saja sudah cukup untuk melindungi bangunan," kata Ling Zizhou.
Mu Lian mendengarkan penjelasan Ling Zizhou sambil mengamati alat ajaib yang sedang diletakkan pemuda itu di atas salju. Alat ajaib tersebut seukuran kerikil dengan batu mineral di dalam rangka besi yang mengilap.
Mu Lian sangat menantikan ledakan panas. Sehingga sisa harinya berjalan dengan sangat lambat.
Namun akhirnya Mu Lian dapat melalui hari ini dengan susah payah dan lima belas menit sebelum matahari terbit, Mu Lian dibangunkan oleh Meimei dan dibawa ke lorong lantai 2.
Jendela dibuka lebar-lebar sehingga Mu Lian dapat mengamati dengan jelas apa yang terjadi di luar sana. Suasana begitu hening, tak ada kicau burung atau suara apapun.
Terdapat lapisan tipis menyelimuti seluruh penginapan. Awalnya lapisan tersebut tak kasat mata, namun setelah mata Mu Lian beradaptasi, lapisan tersebut akhirnya terlihat juga oleh Mu Lian.
Xiaoxiao keluar kamar dibantu Han Tengfei dan berdiri di sebelah Mu Lian. Kedua gadis itu kemudian saling merapat agar lebih hangat. Begitu pula Meimei.
Mu Haocun, Master Yi serta yang lain keluar dari ruang makan sementara kemudian ikut bergabung bersama Mu Lian.
"Hoho, senang rasanya bisa berkumpul seperti ini," kata Chu Minishen.
"Benar, di hari yang spesial ini tentu lebih bermakna jika bisa berkumpul seperti ini," kata Master Zhengheng.
Suasana harmonis dengan percakapan hangat berlangsung beberapa saat hingga akhirnya Mu Lian merasakan adanya perubahan meski sangat kecil.
"Oh, sudah dimulai," kata Mu Haocun.
Benar saja perubahan kecil yang dirasakan Mu Lian barusan menjadi sangat nampak. Lapisan es tiba-tiba menyelimuti semua yang ada; salju di tanah, pohon-pohon hingga lapisan tipis yang di ciptakan alat ajaib.
Hingga akhirnya membuat semua yang dilapisi lapisan es tersebut terlihat seperti sebuah ukiran. Permukaannya sekeras dan sehalus balok es. Kemudian pecah berkeping-keping hingga tak menyisakan apapun.
Terdapat kilau-kilau biru seiringan dengan pecahnya es-es tersebut. Cahaya-cahaya biru itu berterbangan seperti kesana-kemari meski tidak ada angin.
Pemandangan yang awalanya mencekam berubah menjadi indah, seperti ketika melihat sekumpulan kunang-kunang.
__ADS_1
Seluruh kejadian itu terjadi hanya sekejap saja, membuat Mu Lian tercengang dan memahami arti dibalik 'tak ingin melewatkannya'. Kejadian tersebut tak bisa dijabarkan dengan kata-kata!