Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Maukah kalian tinggal bersamaku?


__ADS_3

Seminggu telah berlalu sejak kematian Bai Wenlan.


Mu Lian tidak bisa membuatkan acara pemakaman yang layak untuk Bai Wenlan karena setelah menghembuskan napas terakhirnya, tubuh Bai Wenlan berubah menjadi cahaya yang sangat terang kemudian masuk ke dalam tubuh Mu Lian.


Mu Haocun mengatakan bahwa memang itulah yang terjadi jika Bai Wenlan bersedia mengabulkan satu permintaan Mu Lian.


Dan Mu Hoacun mengatakan bahwa Mu Lian harus segera merealisasikan apa yang telah dipikirkan Mu Lian. Karena jika tidak, cahaya seukuran bola tenis tersebut akan mengabulkan permintaan Mu Lian secara sembarang.


Jadi, Mu Lian hanya bisa mengesampingkan rasa sedihnya atas kematian Bai Wenlan, makhluk paling lembut yang pernah Mu Lian temui, dan memulai proyek membuat rumah impiannya.


Mu Lian membagi waktunya menjadi dua, yaitu melakukan kegiatannya di dunia nyata bersama yang lain saat pagi dan setelah makan malam, Mu Lian akan menemani Xiaobai sampai pagi.


Dengan kata lain, Mu Lian kini hidup di dunia nyata dan dunia semu. Sebenarnya Mu Lian hanya menemani Xiaobai yang belum bisa tidur sendiri saja.


Selain itu, Xiaobai merasakan keberadaan ibunya di dalam diri Mu Lian, jadi makhluk mungil itu tak mau jauh-jauh dari Mu Lian.


Ling Zizhou, Master Yi, Meimei dan Meng Zhi menyadari perubahan pada sikap Mu Lian. Mereka tahu jika ada rahasia yang harus Mu Lian dan Mu Haocun jaga meski itu dari mereka sendiri. Keempatnya menghargai Mu Lian dan Mu Haocun sehingga tidak menanyakan apapun.


Mendengar Mu Lian mendapat benda yang sangat berharga saja keempatnya sampai tidak bisa berkata apa-apa selama satu hari penuh. Apalagi mendengar Mu Lian telah bertemu dengan sang Baize, bisa masti berdiri!


Ling Zizhou, Master Yi, Meimei dan Meng Zhi baru mengetahui bahwa Mu Lian mendapatkan benda paling berharga di dunia ini ketika gadis itu menanyakan bagaimana versi rumah idaman mereka sendiri.


Keempatnya, termasuk Mu Haocun masih ingat waktu itu. Mu Lian mengumpulkan mereka pada satu tempat, yaitu di kamar Mu Lian kemudian mengajukan proposal yang membuat hati mereka tersentuh.


["Aku tahu ini sangat terlambat tapi setelah menghabiskan waktu dengan kalian, aku sadar bahwa karena kalian aku kuat menjalani hidup di dunia ini. Kalian terus mendukungku kapanpun dan dalam bentuk apapun.


Perasaan sedih karena tidak bisa bertemu lagi dengan keluargaku pun tidak begitu menyakitkan karena ada kalian. Terimakasih...


Mulai saat ini, aku, Mu Lian resmi menjadi penghuni dunia ini. Dan karena masih banyak sekali yang tidak ku ketahui, jujur, aku sangat membutuhkan kalian.


Dan entah bagaimana, takdir membawaku kepada benda paling berharga ini, yang akan kujaga meski mempertaruhkan nyawaku sendiri.


Dengan harta ini, aku bermaksud membuat rumah untuk kita-maksudku, ehem. Yang ingin kukatakan adalah...maukah kalian tinggal bersamaku Berpetualang melihat-lihat keindahan dunia ini? Bersamaku?"]


Pengalaman tersebut adalah pengalaman paling tidak terlupakan bagi Mu Haocun, Ling Zizhou, Master Yi, Meimei dan Meng Zhi. Tentu saja mereka menerima proposal yang diajukan Mu Lian.


Mereka sudah satu keluarga, kemanapun Mu Lian pergi, mereka akan mengikuti. Dengan satu episode menyentuh hati itu, semuanya ikut andil dalam proyek pembangunan rumah dengan sangat antusias.


Mu Haocun, Ling Zizhou, Master Yi, Meimei dan Meng Zhi mempertimbangkan fasilitas apa yang kiranya perlu ditambahkan agar rumah mereka nyaman.


Mu Lian menggambar denah sederhana, mencatat fasilitas-fasilitas yang perlu ditambahkan, serta rumah-rumah yang akan dibangun berdasarkan permintaan dari masing-masing individu.


Kemudian Mu Lian mulai membayangkan semua yang telah ia tulis di dalam pikirannya. Tanpa sadar, Mu Lian membuat pemandangan di sekitar rumah menyerupai pemandangan di sekitar Lembah Ufuk Timur dan gunung-gunung yang telah Mu Lian lalui pada perjalanannya menuju ibu kota.


Tak lupa, Mu Lian menambahkan kolam-kolam indah agar rumahnya nampak seperti kota Venesia di Italia. Entah mengapa, Mu Lian senang senang sekali menambahkan nuansa air di lingkungan sekitar.


Selama seminggu Mu Lian berkutat dengan denah-denahnya, Mu Lian akhirnya hampir menyelesaikan rencana pembangunan rumahnya.


"Lian'er, jangan lupa untuk membuat aula resepsionis yang indah dan megah. Ruangan itu sangat penting karena berfungi seperti 'wajah' dari rumah kita," kata Meimei mengingatkan.


Sore itu, sambil menunggu makan malam siap, Mu Lian memeriksa kembali kalau-kalau ada yang hendak ditambahkannya.


Benar saja, ketika Meimei ikut mengintip dari balik bahu Mu Lian, Meimei baru teringat akan hal tersebut.


"Hmm, Ah Zhou butuh tempat latihan," kata Master Yi tiba-tiba.


"Ah, bagaimana dengan sistem keamanan?" timpal Meng Zhi.


Tangan Mu Lian berhenti mencatat. Matanya mencari tempat yang kosong untuk meletakkan fasilitas yang baru saja disebutkan Meimei, Master Yi dan Meng Zhi.


Permasalahannya adalah tidak ada lagi tempat kosong untuk menggambarkan fasilitas-fasilitas tersebut! Mu Lian memijat keningnya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau aula resepsionis dan sistem keamanan diletakkan di dalam salah satu pagoda-pagoda yang kau buat ini?


Untuk tempat latihan, sebaiknya hilangkan beberapa bangunan untuk dijadikan sebagai lapangan luas. Lian'er bisa meletakkannya di salah satu gunung.


Satu lagi. Karena nanti rumah ini dibuat dari benda paling berharga di dunia, sebenarnya bisa dijadikan sebagai tempat pembudidayaan beberapa tanaman herbal. Bagaimana? Lian'er tertarik untuk mencoba menanamnya disini?" kata Mu Haocun.


"Baiklah," kata Mu Lian akhirnya.


Mu Lian mengosongkan gunung Timur Laut dan Barat Daya sebagai tempat latihan. Selain tempat latihan, lapangan luas tersebut dapat dijadikan tempat piknik atau tempat jalan-jalan santai.


Lagi pula siapa yang akan mengisi bangunan-bangunan itu? Ambil Contoh bangunan paling kecil, yaitu bangunan yang berada di sepanjang pesisir sungai Timur Laut dan Barat Daya.


Misalnya, An Xi Xiang. Bangunan itu memiliki dua bangunan utama yang terdiri dari kamar tidur, ruang kerja, ruang untuk menerima tamu, dan ruang santai. Belum lagi Dua bangunan yang berfungsi sebagai kamar mandi.


Satu bangunan itu saja dapat dihuni oleh dua keluarga. Sedangkan kelompok Mu Lian hanya terdiri dari enam orang saja.


Mungkin ditambah anak-anak Desa Jinan yang untuk sementara ini akan tinggal bersama mereka. Jika di masa depan ada yang ingin pergi untuk mengejar cita-citanya, maka dipersilahkan.


"Bagaimana kalau seperti ini?" kata Mu Lian dengan mata penuh harap.


Semuanya diam menatap 'denah' Mu Lian. Masalahnya, mereka hanya dapat mengidentifikasi bentuk kotak sebagai bangunan, bentuk bulat sebagai pagoda serta ruang kendali dan bentuk garis meliuk yang menghubungkan antar pagoda sebagai sungai.


Melihat kebingungan pada wajah kelima orang tersebut, Mu Lian pun menunjukkan catatannya mengenai penambahan Lobby serta keamanan selain pada pos penjagaan.


Setelah itu, semuanya hanya bisa mengangguk. Semuanya berpikir yang penting Mu Lian sudah mencatat semua poin penting agar tidak lupa saat proses pembuatan.


"Ehem, omong-omong pegunungan ada dimana ya?" tanya Meng Zhi karena di catatan Mu Lian, tidak ditunjukkan letak pegunungan.


"Oh, pegunungan adalah pola garis-garis hijau ini. Aku menyisakan gym pemula dan gym profesional karena gym juga termasuk tempat latihan. Tidak apa-apa kan?" jawab Mu Lian sambil melihat ke arah Mu Haocun.


Namun yang menanggapi ucapan Mu Lian adalah Ling Zizhou, Master Yi, Meimei dan Meng Zhi. Semenjak pertama mendengar penjelasan apa itu gym, keempatnya begitu antusias dan ingin segera mencoba semua peralatan yang ada.


Mu Lian memang baru mencoba peralatan dasar yang ada dalam gym namun karena sudah mengamati dalam jarak dekat, Mu Lian dapat membayangkan seluruh peralatan yang ada dalam gym.


Semuanya sudah Mu Lian catat, hanya saja tidak dapat dilihat dengan mata karena denah yang Mu Lian buat sangat sederhana dan tidak menunjukkan detail-detail seperti apa yang dicatat oleh Mu Lian.





"Lian'er, kau yakin akan menggunakan bentuk gerobak sebagai bentuk transportasinya?" tanya Meimei.


Semuanya menatap gambar 'gerobak' yang dimaksud Meimei dengan pandangan rumit. Meski begitu tidak ada yang mengatakan apa-apa karena menurut mereka, ide 2 in 1 (alat transportasi merangkap sebagai rumah) yang dikemukakan Mu Lian sangat cemerlang.



...(1)...



...(2)...


Secara keseluruhan, gerobak berbentuk seperti pada gambar 1. Terlihat sederhana dan sedikit unik karena yang sering digunakan sebagai transportasi ajaib adalah transportasi yang berbentuk tandu, kapal gondola atau bahkan hanya berbentuk kapal rakitan saja.


"Tentu saja. Aku ingin memulai bisnis pil jadi sekalian saja gerobak ini kujadikan sebagai tempat transaksinya," jawab Mu Lian.


Jika dilihat pada gambar 2, Mu Lian akan menggunakan bagian belakang gerobak sebagai tempat untuk jual beli. Semua pil yang telah dibuatnya akan dipajang pada etalase.


Kalau tak salah, jumlah pil yang dimilikinya saat ini serta yang disembunyikan oleh Mu Haocun, sangat mencukupi untuk memulai bisnisnya.

__ADS_1


Mu Lian tinggal mencari cara agar dapat membujuk Mu Haocun untuk 'menyerahkan' pil yang disembunyikannya.


Pos penjagaan sebenarnya ada dua, yaitu yang ada di pada pos penjagaan resmi dan seseorang yang bertugas sebagai penjaga etalase.


Mengapa orang yang duduk di muka gerobak tidak disebut sebagai 'sopir'? Karena yang mengendalikan gerobak adalah orang yang ada di ruang kontrol/kendali, yaitu pada denah awal yang memiliki bentuk lingkaran.


"Kakek rasa ini sudah sangat bagus. Bagaimana kalau kita mulai besok?" kata Mu Haocun. Mu Lian mengangguk kemudian membereskan kertas-kertasnya karena Ling Zizhou sudah memanggil untuk makan malam.


Keesokan harinya, Mu Lian berdiri di tengah pekarangan rumah salah satu penduduk Jinan. Letak rumah tersebut berada tak jauh dari rumah kerabat Tuan Xiaoman.


Di sinilah Mu Lian akan membuat gerobak sekaligus rumah. Yang terlihat menemani Mu Lian hanya Mu Haocun karena Mu Lian membutuhkan tempat yang sepi untuk berkonsentrasi penuh.


"Kakek ingatkan sekali lagi. Kosongkan pikiranmu dan hanya memikirkan apa yang ada pada denah serta catatan-catatan yang kau buat. Kalau dirasa terlalu berat, bagi menjadi empat mata angin. Misalnya hari ini Lian'er membangun seluruh fasilitas yang ada pada arah Timur laut atau yang paling mudah bagimu bagaimana," kata Mu Haocun.


"Baik," kata Mu Lian.


Bagaimana pun juga, Mu Lian akan membangun tempat yang hanya dapat ditemukannya di dunia fantasi. Mu Lian tak akan bisa melakukannya tanpa bantuan dari Bai Wenlan.


Meski begitu, Mu Lian tahu pasti bahwa perjalanan agar tempat tersebut terealisasikan akan sangat panjang.


.........


Note:


- Gambar gerobak author dapatkan dari pinterest dan digunakan author sebagai ilustrasi.


- Gambar denah tempat serta penampang gerobak ajaib adalah milik author. Author membuatnya dengan alat-alat yang ada. Jika kalian merasa gambar kecil, kalian bisa mengklik gambar tersebut kemudian memperbesarnya.


- Mu Lian memberi semua bangunan yang ada (kecuali gym) dengan nama tanaman herbal. Nama-nama menggunakan bahasa mandarin (maaf kalau salah) karena author mengambil nama-nama tersebut dari artikel di google dan beberapa jurnal medis yang membahas mengenai pengobatan tradisional cina.


Tanaman herbal tersebut tidak melulu digunakan sebagai bahan membuat obat karena jamur, kurma (dates), kayu manis, goji berry dan lain sebagainya digunakan juga sebagai bahan masakan.


14 nama tanaman herbal tersebut adalah:



An Xi Xiang (Leaf of Ary Wormwood)


Bo He (Peppermint)


Chang Shan (Root of Antifebrile Dichroa)


Chuang Xiong (Sichuan Lovage)


Dan Shen (Red Sage)


Dan Gui (Angelica Sinensis)


Dang Sam (Codnopsis Root)


Fu Shen (sejenis mushroom)


Gan Cao (Licorice Root)


Huai Shan (Chinese Yam)


Huang Qi (Astralagus Root)


He Shou Wu (Fleece Flower Root)


Hong Zhao (Red Dates)

__ADS_1


Kei Chi (Goji Berries)



__ADS_2