
Lima hari kemudian. Mu Lian berdiri di depan gerobaknya dan dengan bangga menunjukkannya kepada Ling Zizhou, Master Yi, Meimei dan Meng Zhi.
"Maaf telah membuat kalian menunggu lama! Aku sudah tak sabar membawa kalian berkeliling!" kata Mu Lian bersemangat.
Sebenarnya kemarin sore Mu Lian telah menyelesaikan tempat itu, namun karena terlalu lelah dan Mu Lian harus segera menemani Xiaobai, Mu Lian pun meninggalkan gerobaknya di pekarangan rumah orang.
Baru setelah sarapan keesokan harinya Mu Lian segera menarik Mu Haocun, Ling Zizhou, Master Yi, Meimei dan Meng Zhi untuk melihat gerobaknya.
"Lian'er sudah bekerja keras, gadis pintar," kata Meimei sambil mengelus kepala Mu Lian.
"Wah, benar-benar seperti gerobak!" kata Ling Zizhou sambil mengelilingi gerobak diikuti Meng Zhi dan Master Yi.
"Hmm, kalian tidak akan menyangka pemandangan yang ada di dalamnya!" kata Mu Lian memulai tur kelilingnya dengan menjelaskan spesifikasi gerobak ajaibnya.
Mu Lian menjelaskan bahwa gerobak ini tahan dari serangan apapun. Baik itu serangan fisik, serangan yang disertai chi maupun serangan energi spiritual, tak akan mampu menembus pertahanan gerobak.
Hal tersebut membuat semua yang ada di dalam gerobak termasuk orang-orang yang ada di dalamnya tidak akan merasakan apapun. Seolah-olah mereka tidak terpengaruh lingkungan di luar gerobak.
Selain itu, kain yang menyelimuti gerobak dapat meneruskan pemandangan yang telah dilaluinya kepada cermin langit yang berada di ruang kontrol.
"Kita akan mengunjungi ruang kendali untuk mendaftarkan kalian sebagai penghuni kediaman. Hal ini dilakukan agar kalian bisa bebas keluar masuk tanpa diserang," kata Mu Lian sambil masuk melalui pos penjagaan.
Mu Lian, sebagai orang yang membuat gerobak, secara otomatis didaftarkan oleh ruang kendali. Sedangkan untuk yang lain, mereka harus di daftarkan secara manual.
"Kalau terasa sempit, mohon dimaklumi. Nah, sofa ini bisa diangkat agar kalian bisa lewat," kata Mu Lian sambil menunjukkan cara mengangkat sofa.
Semuanya mendengarkan seperti murid teladan. Mereka kemudian melihat Mu Lian menunjukkan wajahnya di depan benda berbentuk kotak. Cahaya biru menyapu wajah Mu Lian dari kening hingga ke dagu.
"Ini namanya alat identifikasi. Setelah kalian terdaftar di ruang kendali, kalian bisa menunjukkan wajah kalian di depan benda ini setiap akan masuk ke kediaman. Ayo, masuk. Aku harus tetap berdiri di depan benda ini agar kalian bisa masuk," kata Mu Lian cepat-cepat.
Yang pertama masuk setelah mendengar Mu Lian menyuruh cepat-cepat masuk adalah Mu Haocun kemudian diikuti dengan Master Yi. Sebenarnya Mu Haocun sudah tidak sabar ingin segera melihat isi gerobak.
Berbeda dengan Meng Zhi yang sangat penasaran dengan alat identifikasi, namun melihat Mu Lian mendesak agar mereka segera masuk, akhirnya Meng Zhi hanya bisa diam dan masuk setelah Meimei.
"Astaga! Indah sekali!" seru Meimei ketika melihat banyak lampion kecil yang melayang lima meter di atas kepalanya.
"Woah!" kata Ling Zizhou yang akhirnya melihat lampion-lampion mungil itu. Mu Lian berjalan di belakang Ling Zizhou dan melihat lampion-lampion mungil itu juga.
Lampion-lampion tersebut menyingkap dinding berwarna hitam yang permukaannya sehalus marmer. Dinding itu menjulang tinggi dan puncaknya tak terlihat.
Meimei kemudian mengamati anak-anak tangga yang membawanya terus turun ke sepetak tanah yang jaraknya cukup jauh dari pintu masuk. Jalan itu terasa seperti gang sempit yang membawa mereka menuju ruang bawah tanah.
Untungnya ada lampion-lampion indah yang dapat dijadikan sebagai atraksi, sehingga suasana di jalan sempit itu tidak mencekam.
"Jalan ini...apakah digunakan sebagai sistem keamanan kita?" gumam Meng Zhi setelah lama diam mengamati sekelilingnya.
Jalan satu arah yang hanya cukup dilalui satu orang. Meng Zhi pasti menggunakan jalan ini untuk memasang jebakan.
"Apa yang terjadi jika orang tak dikenal menerobos masuk?" kata Mu Haocun tiba-tiba dapat menghubungkan jalan ini dengan benda yang disebut Mu Lian sebagai alat identifikasi.
"Jebakan yang ada di jalan ini akan diaktifkan," kata Mu Lian.
Awalnya, Mu Lian hendak memasang jebakan di dalam pagoda, seperti yang disarankan oleh Mu Haocun. Namun pada akhirnya, Mu Lian memasangnya di jalan menuju Lobby.
Untungnya Meng Zhi dan Mu Haocun setuju dengan keputusan Mu Lian untuk memasang sistem keamanan di jalan ini.
"Woah! Lampion-lampion ini banyak sekali, aku sampai tak bisa menghitungnya!" seru Ling Zizhou.
Semuanya menikmati pemandangan lampion yang melayang di sekitar mereka. Karena lampion-lampion itu berukuran sangat mungil, mereka tampak seolah seperti kunang-kunang.
Jujur, meski Mu Lian-lah yang memiliki ide untuk membuat jalan ini dipenuhi lampion-lampion mungil, baru kali ini Mu Lian melihatnya secara langsung. Satu kata, indah!
Namun yang tak diungkapkan Mu LIan adalah bahwa lampion-lampion yang terlihat tidak berbahaya itu bisa menjadi sesuatu yang sangat mengerikan bagi orang-orang yang menerobos masuk.
Beberapa saat kemudian Mu LIan dan yang lain tiba di dasar tangga. Setelah berjalan beberapa meter, terlihat bukaan berbentuk lingkaran pada dinding kayu.
Dinding tersebut memiliki celah sehingga menampakkan sedikit pemandangan yang ada di baliknya.
Ketika Mu Haocun, Ling Zizhou, Master Yi, Meimei dan Meng Zhi melewati bukaan tersebut, mereka terpana melihat ruangan yang Mu Lian sebut sebagai Lobby.
(Lobby Utama)
__ADS_1
"Aku menyebutnya sebagai *Lobby Timur Laut karena dari Lobby ini, kalian bisa memilih untuk pergi ke Pagoda Utara atau ke Pagoda Timur. Sini, kutunjukkan caranya," kata Mu Lian sambil berjalan menuju gerbang bulan yang ada di seberang ruangan.
"Luar biasa, Lobby ini tak kalah megahnya dari gedung dewan," kata Meng Zhi.
"Bahkan melebihi. Aku sangat suka Lobby ini," kata Meimei.
Mu Haocun hanya mengangguk puas melihat sekeliling Lobby sedangkan Ling Zizhou dan Master Yi hanya mengikuti dalam diam.
Master Yi berjalan dengan ekspresi yang tidak dapat dibaca sedangkan Ling Zizhou diam karena saking terkejutnya melihat ada Lobby semegah ini di dalam gerobak. Sepanjang jalan, pemuda itu melihat ke kanan dan ke kiri dengan mulut terbuka.
"Aku akan mengambil Pagoda Utara. Lihat tulisan 'Pagoda Utara' yang ada di lampion? Nah, dengan begitu kalian tidak akan salah naik," kata Mu Lian.
Lampion yang awalnya berdiri diam, tiba-tiba membuka 'pintu' ketika Mu Lian dan yang lain berdiri di depannya.
Setelah semuanya masuk, pintu ditutup dan lampion melayang selama beberapa saat. Pintu dibuka setelah lampion sepenuhnya berhenti.
"Oh, apakah kita sudah sampai di Pagoda Utara?" kata Mu Haocun.
"Benar. Tapi kita harus naik lagi ke lantai 15 untuk masuk ke area kediaman karena lantai ini berada di bawah tanah" kata Mu Lian. Mu Lian mengajak semuanya berjalan menuju pusat pagoda.
Ditengah pilar-pilar serta patung yang mengelilinginya, berdiri bangunan dengan atap runcing. Ukuran bangunan tersebut cukup untuk dinaiki Mu Lian dan yang lain secara bersamaan.
(Lantai Dasar Pagoda)
Mu Lian dan yang lain naik dan melewati beberapa lantai dengan ruangan tak kalah megah dari lantai pertama.
Tiba-tiba tubuh Mu Haocun, Ling Zizhou, Master Yi, Meimei dan Meng Zhi terasa seperti terlempar ke samping, perasaan itu sama ketika mobil sedang berbelok.
(Sketsa Lantai 14)
Kemudian, ruangan semakin menyusut hingga ruangan tersebut hanya cukup dilalui satu bangunan yang sedang mereka naiki saja. Dan akhirnya berhenti di sebuah lantai, tepatnya lantai 15.
"Omong-omong, barusan kita melewati sungai loh. Sayang sekali aku tidak kepikiran untuk membuat dindingnya dari kaca," kata Mu Lian terlihat sangat menyesal.
"Maksudmu?" kata Meimei bingung.
Tepat di depan Pagoda, tanah lapang membentang hingga ke pagar rendah yang dirambati tanaman. Tanahnya terlihat gembur dan siap untuk ditanami.
Mu Haocun menaikkan sebelah alisnya kemudian berhenti berjalan. Memahami jika di tanah lapang inilah tanaman herbal akan dibudidayakan.
Namun yang lebih mengejutkan adalah pemandangan diluar pagar pembatas. Tempat ini benar-benar luas!
Mu Haocun, Ling Zizhou, Master Yi, Meimei dan Meng Zhi dapat melihat dengan jelas sampai ke puncak pegunungan sekalipun karena tingkat kultivasi mereka yang tinggi.
Tempat ini tak hanya luas. Langit biru, cahaya matahari serta udara yang mereka rasakan disini sama seperti di luar, padahal mereka masih ada di dalam gerobak.
Ling Zizhou, Master Yi, Meimei dan Meng Zhi seketika itu juga berhenti untuk mencerna semua yang mereka lihat. Keempatnya berhenti tak jauh dari Mu Haocun.
"Gila! Matahari di dalam gerobak!" kata Ling Zizhou.
"Itu...sungai dan matahari?" kata Meimei ragu-ragu.
Meng Zhi dan Master Yi hanya menatap Mu Haocun dalam diam. Mu Haocun memberitahu mereka bahwa ada yang ingin bertemu dengan Mu Lian.
Kemudian tiba-tiba Mu Lian mendapat harta berharga yang mampu membantunya menciptakan tempat seperti ini.
Tanpa diberitahu pun, keduanya langsung tahu bahwa Mu Lian mendapat harta paling berharga di dunia dan seseorang yang bertemu dengan Mu Lian bukan orang sembarangan!
Mu Lian saat itu sedang memimpin yang lain berjalan di jalan setapak yang membelah taman herbal secara diagonal. Jalan setapak itu dimulai dari pintu masuk pagoda dan berakhir di pintu pagar pembatas.
Ketika merasakan tidak ada seorang pun yang berjalan di belakangnya, Mu Lian berhenti dan mendapati semuanya tengah melihat pemandangan di sekeliling mereka.
"Kalian bisa naik gondola dan mengarungi sungai untuk melihat-lihat tempat ini lebih jelas," kata Mu Lian tersenyum.
(Sungai)
"Tunggu, kita mau kemana tadi? Ruang kendali? Apa kita bisa ke sana melalui sungai? Kalau tidak, lebih baik kita ke ruang kendali dulu," kata Meng Zhi menyadarkan semuanya.
__ADS_1
"Tidak bisa, karena ruang kendali berada di tengah-tengah tempat ini. Kita harus berjalan kaki ke sana," kata Mu Lian jujur.
Dia sedikit menyesal karena tidak membuat jalan dari sungai langsung menuju ruang kendali. Namun Mu Lian kesulitan untuk menghubungkan keduanya.
"Kalau begitu, tunjukkan tempatnya," kata Mu Haocun.
Mu Lian dan yang lain pun melanjutkan perjalanan. Mereka melewati bangku serta meja yang terbuat dari batu dan dikelilingi taman yang indah.
(Teras)
Mu Lian menjelaskan tempat itu sebagai teras. Tempat itu digunakan untuk duduk sambil menikmati pemandangan.
Ketika dihitung, jumlah tempat seperti ini ada enam. Dan di belakang taman-taman tersebut berdiri dinding tinggi berwarna putih.
Mu Lian menjelaskan bahwa bangunan itu lah yang dinamakan kompleks kediaman. Dan satu kompleks tersebut terdiri dari kamar-kamar, ruang tamu, ruang kerja serta kamar mandi yang berdiri sendiri.
(Komplek Kediaman)
Mendekati pusat dari tempat ajaib ini, semuanya dapat melihat puncak sebuah pohon rindang yang menyembul di antara atap gedung di depan mereka.
"Karena searah, aku akan menunjukkan Gedung Pertemuan Barat," kata Mu Lian membawa semuanya ke sebuah gedung yang ternyata di pusat gedung, tepat di atas permukaan air, berdiri panggung panggung serta meja dan bangku kayu.
Langit biru terpantul dari permukaan air di bawah meja-meja tersebut. Membuat suasana keseluruhan terlihat cerah dan ceria.
"Dapur hanya ada di Gedung Pertemuan Utara, Timur, Barat dan Selatan. Jadi kita akan sering menggunakan gedung ini," kata Mu Lian tersenyum yang membuat Ling Zizhou dan Meimei bergidik.
Dengan adanya Ling Zizhou dan Meimei, tentu saja Mu Lian tidak lupa untuk membangun dapur dengan fasilitas lengkap yang dapat membantu keduanya memasak santapan lezat!
Setelah keluar dari Gedung Pertemuan, Mu Lian membawa semuanya ke bangunan berbentuk lingkaran yang ternyata tidak memiliki atap sama sekali.
Akhirnya, mereka menemukan keberadaan pohon misterius itu. Sebuah pohon yang cukup besar, melayang dengan ketinggian beberapa meter dari permukaan kolam.
Mu Lian menunjukkan cermin langit, begitu yang telah dijelaskan di awal, adalah seluruh permukaan kolam.
Dan benar saja, kolam sedang menampilkan pekarangan rumah kosong lengkap dengan langit biru tanpa awan. Pemandangan yang sama ketika terakhir kali pekarangan itu mereka tinggalkan.
Mu Haocun, Ling Zizhou, Master Yi, Meimei dan Meng Zhi melihat sekilas pemandangan yang tergambar pada permukaan kolam sebelum sepenuhnya tertarik kepada benda yang melayang di atas kolam.
Akar pohon besar tersebut melilitkan diri pada sebuah kristal yang sangat besar yang berwarna biru. Keduanya terlihat sangat serasi dan terlihat diciptakan untuk satu sama lain.
Tepat dibawah ujung runcing kristal berwarna biru, Mu Haocun, Ling Zizhou, Master Yi, Meimei dan Meng Zhi melihat benda berbentuk bunga yang sedang mengapung dalam diam di atas permukaan air.
(Ruang Kendali)
Mu Lian berdiri di pinggir kolam dan kelopak bunga secara otomatis menghampiri Mu Lian.
"Ayo kakek, kita daftarkan diri kakek dulu," kata Mu Lian. Gadis itu telah berdiri di tengah kelopak bunga dan sedang mengulurkan tangannya kepada Mu Haocun.
Mu Haocun menyambut tangan Mu Lian. Kemudian setelah kelopak bunga itu mengapung kembali ke tempatnya semula, Mu Haocun merasakan energi spiritual dari kristal menyapu dirinya.
"Oke, selanjutnya!" kata Mu Lian.
"Aku! Aku!" kata Ling Zizhou bersemangat ingin segera mengamati duo kristal dan pohon misterius itu dari dekat.
Mu Lian pun mendaftarkan Meimei, Ling Zizhou, Master Yi dan Meng Zhi pada kristal. Proses tersebut memakan waktu tak lebih dari lima belas menit.
"Sudah beres!" kata Mu Lian melanjutkan "Kakek, bisa ajari aku bagaimana cara menjalankan gerobak ini?"
Meski Mu Lian mengetahui bagaimana prinsip kerja alat transportasi ajaib, namun pada kenyataannya Mu Lian tidak memiliki pengalaman untuk menjalankan transportasi ajaib.
**SEASON 1: TRANSMIGRASI**
Note:
*Selain Lobby Timur laut yang ada di bagian depan gerobak, ada juga Lobby Barat Daya yang bisa diakses melalui pintu yang ada di bagian belakang gerobak.
__ADS_1
*Gambar selain sketsa lantai 14 dan ruang kendali, author dapatkan dari google dan pinterest untuk ilustrasi.
SOURCE: GOOGLE & PINTEREST