Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Hati yang Tersesat


__ADS_3

"Apa yang terjadi kepada Xiaoqi dan Xiaofu?" kata Mu Lian.


"Nama penyakitnya adalah Hati yang Tersesat. Ku tahu kan bahwa orang didunia ini memiliki dasar kultivasi sejak mereka lahir? Dan penyakit tersebut bisa dialami oleh orang dengan kultivasi rendah seperti Xiaoqi dan Xiaofu.


Trauma masa lalu bisa memperparah tingkat penyakit tersebut. Dan bisa menghambat kultivasi seseorang bahkan bisa menyebabkan efek seperti yang dialami Xiaoqi dan Xiaofu.


Kakek sudah memasukkan penyakit ini di diagnosis tapi tidak kakek umumkan karena belum ada bukti nyata.


Sekarang Xiaoleng sudah menceritakan peristiwa yang dapat menyebabkan trauma pada Xiaoqi dan Xiaofu, kakek yakin dengan Hati yang Tersesat," kata Mu Haocun menggeleng.


"Masalahnya adalah penyakit ini tergantung sepenuhnya kepada si penderita. Jika mentalnya kuat, orang yang menderita penyakit ini pasti bisa melaluinya,"


"Dan?"


"Cukup banyak yang gagal...tapi kita tidak bisa menyerah karena kita tidak tahu separah apa penyakit hati yang dialami Xiaoqi dan Xiaofu," kata Mu Haocun.


Mu Haocun pun menjelaskan metode yang efektif untuk membimbing pasien penderita Hati yang Tersesat agar dapat sembuh dengan sendirinya.


Tidak akan ada obat racik maupun pil yang bisa membantu sepenuhnya, hanya bermodalkan tekad dan keinginan dari sang pasien.


Mu Lian sampai lupa menyerahkan rancangan pembelajaran. Untungnya masih ada sesi sore hari ketika anak-anak sedang mengikuti peregangan. Tepatnya setelah kelas selesai dan anak-anak berbondong-bondong kembali ke kediaman mereka.


"Ada sesuatu yang sangat urgent hingga kau lupa memberikan rancangan ini kepada kami?" kata Xu Ke.


"Ah, iya, maaf. Aku harus merawat anak-anak yang sakit," kata Mu Lian.


"Xiaoqi dan Xiaofu bukan?" kata Xu Jing. Mu Lian mengangguk.


"Apa ada kemajuan dari mereka?" kata Xu Ke.


"Belum...untuk saat ini. Tapi sudah ada cara yang tepat untuk mereka berdua. Doakan saja," kata Mu Lian berjalan bersama Xu bersaudara menuju Gedung Pertemuan Utara.


Ketiganya melanjutkan perbincangan mereka sambil membantu Du Luhan menyiapkan makan malam.


Ketika sedang menata piring-piring di meja, Xu Jing melihat tidak ada siapa-siapa di sana kemudian memunculkan ekornya yang terlihat sangat halus dan nyaman dipegang itu.


Xu Jing dengan santainya memegang ujung ekornya yang terlihat seperti ujung kuas tulis dan menggerak-gerakkannya seolah-olah bulu itu berbicara.


Suara yang lebih tinggi dan terdengar kekanak-kanakan keluar dari mulut Xu Jing, meskipun mulutnya tertutup, Mu Lian yakin suara berasal dari mulut Xu Jing.


"Lian'er, bagaimana kabarmu? Apa makanmu teratur? Apa tidurmu cukup? Jangan lupa minum yang banyak!"


Mu Lian tersenyum. Setiap saat hanya ada dirinya dan Xu Jing saja, Xu Jing pasti melakukan hal tersebut. Sehingga kelelahan dan kegundahan hilang begitu saja digantikan dengan keriangan.


"Aku akan makan yang banyak nanti, tenang saja. Kalau minum, semenjak kau memberiku kendi indah itu aku jadi selalu ingat untuk minum, terimakasih," kata Mu Lian penuh senyuman.

__ADS_1


"Syukurlah... kalau tidur? Jadilah anak yang baik dan tidur lebih awal, jangan begadang terus!" kata Xu Jing, maksudnya, mahluk berbulu di tangan Xu Jing.


"Iya,iya. Kau ini kecil tapi cerewet juga ya!" kata Mu Lian tanpa sadar berusaha menggapai makhluk berbulu yang tak jauh di sampingnya.


Xu Jing segera menghindar dengan lihai dan menjaga jarak dari Mu Lian. Ekornya tidak lagi menjadi makhluk berbulu yang selalu menghibur Mu Lian melainkan menjadi ekor sewajarnya.


Penampakannya saat ini semua bulunya berdiri menyebabkan ekornya terlihat lebih besar. Ekornya berdiri tegak.


Mu Lian menangkap emosi terkejut dan cemas dari wajah Xu Jing. Selalu saja. Setiap didekati, Xu Jing selalu saja bereaksi seara berlebihan. Seperti takut akan sesuatu, misalnya rahasianya terbongkar.


Xu Jing tidak kuat dengan tatapan Mu Lian yang dapat menembus ke dalam jiwanya itu kemudian segera mengalihkan pembicaraan,"Aku serius. Lian'er, jangan memaksakan diri. Kau juga pantas untuk beristirahat.


Kau tidak pernah sadar ya? Kau itu bekerja paling keras diantara semua yang ada disini, aku yakin yang kau bicarakan dengan kakekmu itu pasti masalah pekerjaan,"


Eh. Mu Lian terkejut karena Xu Jing bisa tahu bahwa apa yang dibicarakan dengan Mu Haocun kebanyakan masalah tanaman herbal dan yang lainnya.


Mu Lian juga terkejut bahwa ada kemiripan dirinya dengan Mu Haocun dalam masalah jarang mengeluarkan isi hatinya yah meskipun dalam hal ini Mu Haocun lebih parah dari dirinya.


Mu Haocun bahkan terus memendam apa yang ada di dalam hatinya dan tidak pandai mengutarakan isi hatinya.


"Hmm, sebenarnya aku sering menulis dia-maksudku jurnal harian tapi terimakasih atas sarannya. Akan aku coba.


Untuk masalah siapa yang bekerja paling keras, bukannya kau da orang-orang yang berada di dalam tim eksplorasi juga bekerja sangat keras untuk menunjang kehidupan semua yang ada di sini?" kata Mu Lian tersenyum.


Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar mendekat dan tak lama Mu Haocun beserta anak-anak yang sehat memasuki Gedung Pertemuan Utara.


"Kakek, ehem maksudku, Master Mu!" kata Xu Jing menghampiri Mu Haocun dengan ceria.


Mu Haocun mendadak berhenti, membuat Xiaohan menabrak punggungnya dan mengaduh kesakitan.


"Buset! Ini punggung atau besi!" kata Xiaohan meringis sambil mengusap hidungnya.


Mu Haocun berusaha menghindari Xu Jing yang sok kenal sok dekat dengannya, ekspresi jijik terpasang di wajahnya hingga akhirnya Mu Haocun duduk.


Alasan kenapa tidak ada ekspresi jijik lagi di wajah Mu Haocun adalah karena Xu Jing memijit pundak Mu Haocun dan melakukan apa yang diminta Mu Haocun.


Ekspresi Mu Haocun saat ini adalah ekspresi majikan yang senang kepada peliharaannya karena peliharaannya 'berguna'.


Ketika Du Luhan memanggil bahwa hidangan sudah dapat disajikan, Mu Lian, Xu Jing, Xu Ke, Xiaohan, Xiaoqiu, Xiaoniu dan Xiaotian (anak perempuan sebaya dengan Xiaohan dan Xiaoqiu) membantu membawakan hidangan tersebut ke anak-anak yang sedang sakit.


Tak lupa dengan Meimei yang saat ini sangat membutuhkan nutrisi yang sangat tinggi. Setelah itu, sarapan berjalan lancar begitu juga dengan pelajaran hari itu.


Sepanjang hari, Xiaobai muncul dan menghilang secara tiba-tiba di sisi Mu Lian namun karena masih di sekitaran sana, Mu Lian tidak terlalu khawatir apalagi akhir-akhir ini kondisi Xiaobai lebih stabil daripada kondisi anak-anak yang masih sering kambuh sakitnya.


Menjelang makan malam, ketika Du Luhan, Xu Ke dan Xu Jing diusir secara halus oleh Mu Haocun, Xu Jing menyelipkan selembar kertas ke dalam telapak tangan Mu Lian.

__ADS_1


"Ceritakan keluh kesahmu kepada makhluk yang lucu ini! Dijamin, rahasia apapun itu akan dijaga oleh makhluk keren ini!"


Itu bunyi surat yang diberikan oleh Xu Jing. Gambar bulat menyerupai awan kecil tertera di sudut kanan bawah tempat biasanya membubuhkan tanda tangan.


Mu Lian tersenyum melihat kontradiksi pada kalimat dalam surat. Katanya lucu tapi kok keren juga?


...


Sudah 3 hari berlalu sejak diagnosis Mu Haocun terhadap Xiaofu dan Xiaoqi. Dengan sangat terpaksa, Xiaobao, XIaohua, Xiaoleng dan Xiaojia dipindahkan ke kamar seberang, tak jauh dari kamar Xiaofu dan Xiaoqi.


Mu Haocun mengatakan bahwa yang bisa mereka lakukan saat ini membujuk Xiaofu dan Xiaoqi dengan terus mengajak kedua anak itu berbicara.


Namun tidak sembarang bicara, Mu Lian harus segera menemukan kata-kata yang tepat untuk menenangkan hati dan membawa kembali hati Xiaofu dan Xiaoqi yang tersesat.


Karena kalau tidak, sama seperti orang-orang yang menderita deviasi qi, muncul iblis dalam hati dan menggerogoti hati mereka hingga jatuh ke kegelapan.


Dampak paling ringan, orang-orang tersebut cat (dantian mereka hancur), menunggu waktu kematian yang datang secara perlahan.


Dampak paling buruk adalah jatuh menjadi makhluk abyssal yang saat ini sangat jarang bahkan tidak pernah ditemui semenjak perang besar selesai.


Selama 3 hari dan seterusnya Mu Lian mengajak Xiaofu dan Xiaoqi bicara. Bahkan kasus yang baru-baru ini diungkapkan oleh Xiaoleng.


Sempat terjadi penurunan drastis sehingga Xiaofu dan Xiaoqi masuk masa kritis dan tidak bisa ditinggalkan.


"Kau berhasil meng-trigger penyembuhan Hati yang Tersesat. Sayangnya kita tidak punya waktu banyak," kata Mu Haocun. Mu Lian benar-benar panik. Mu Haocun pun begitu.


Kepanikan tersebut akhirnya tertangkap anak-anak juga. Namun anak-anak hanya bisa mengandalkan Mu Haocun dan Mu Lian jadi mereka berusaha untuk tidak menambah kepanikan yang sudah ada.


Karena sangat urgent, Mu Lian akhirnya menceritakan yang terjadi kepada Xu bersaudara. Karena Mu Lian yakin bahwa mereka berdua lebih familier dengan urusan hati.


Mu Lian memiliki pengamatan (observasi) yang sangat tajam, dia peka terhadap sekelilingnya, namun bukan berarti dia penuh kasih seperti Xu bersaudara. Oleh sebab itu Mu Lian sempat berkonflik dengan Xiaoxiao (chapter awal).


Perhatian Xu bersaudara kepada siapa saja dibarengi dengan limpahan kasih sayang dari hati mereka yang paling dalam.


Itulah sebabnya mengapa Xu Jing sangat cepat meluluhkan hati Mu Haocun, mengubah ketidak sukaan kepada dirinya menjadi suka.


"Ah, aku sepertinya pernah mendengar kasus yang sama dengan yang dialami Xiaofu dan Xiaoqi, kami turut berduka cita terhadap apa yang menimpa mereka berdua.


Gege, apa kau masih ingat? Sepertinya aku lupa-lupa ingat," kata Xu Jing.


"Kami berharap apa yang menunggu mereka di masa depan hanya kebahagiaan. Aduh, yang itu ya," kata Xu Ke mengernyit berusaha menunjuk apakah benar yang itu yang Xu Jing maksud.


"Iya yang itu," kata Xu Jing yang juga berusaha memberi petunjuk namun dirinya pun belum terlalu ingat.


Melihat kebuntuan dalam pembicaraan, Mu Lian segera bangkit dari kursinya kemudian berkata, "Segera kabari aku jika kalian mengingat kasus yang 'itu',"

__ADS_1


__ADS_2