
Setelah memutuskan semua inderanya dari lingkungan di sekitarnya, dunia menjadi gelap gulita. Namun hal tersebut membuat Meng Zhi dapat menggunakan kesadarannya dengan sempurna.
Kesadaran Meng Zhi segera memasuki ke dalam dantiannya, dimana individu sekunder miliknya yang berbentuk versi mini dirinya juga sedang dalam sikap meditasi sempurna.
Ketika Meng Zhi memfokuskan kesadarannya kepada individu tersebut, Meng Zhi mini perlahan-lahan membuka matanya dan secara otomatis Meng Zhi pun melihat dari sudut pandang versi mini dirinya.
Meng Zhi meregangkan tubuh mininya, sudah lama ia tak menggunakan individu sekundernya ini. Terakhir kali ia menggunakannya untuk mengalahkan monster mutasi itu.
Tak mau berlama-lama, Meng Zhi segera memfokuskan individu sekundernya kepada area luka yang dipenuhi kontaminasi.
Chi yang diselimuti aura abyssal itu milik Saudara Heng. Meng Zhi menggeleng menunjukkan keengganannya menyentuh chi terkontaminasi itu namun tidak ada jalan lain.
Meng Zhi pun menggerakkan lengan mungilnya ke arah chi yang terkontaminasi itu. Ketika bersentuhan dengannya, Meng Zhi merasa bulu kuduknya berdiri, padahal itu hanya imajinasinya saja. Versi mini dirinya mana mungkin memiliki bulu kuduk.
Dengan membulatkan tekad, Meng Zhi pun terus menyusuri chi yang terkontaminasi untuk mencapai sumbernya, dantian Saudara Heng.
Kini Meng Zhi berjalan di lingkungan yang penuh dengan kontaminasi. Versi mini Meng Zhi berlari kecil, maksudnya, berlari sekuat tenaga agar segera tiba di tujuan.
Versi mini Meng Zhi mulai mabuk akibat kontaminasi yang sangat banyak itu. Namun versi mini dirinya masih harus melakukan tugas yang sangat besar. Dia tidak boleh berhenti.
Tak lama, Meng Zhi merasa telah melewati lapisan tak kasat mata. Tubuhnya terasa seperti telah melewati gelembung, perlahan tapi pasti Meng Zhi masuk ke balik gelembung.
Pengalaman memasuki dantian orang lain bukan pengalaman yang menyenangkan. Kalian akan merasa bahwa diri kalian tidak diterima. Setelah berhasil 'menginvansi' pun kalian akan merasakan lingkungan disekitar kalian sangat tidak nyaman.
Meng Zhi menghiraukan perasaan tidak nyamannya itu dan mulai berlari mengelilingi ruangan gelap tersebut.
Meng Zhi yakin dirinya masih berada di tepi dantian Saudara heng. Jadi dia terus berlari menuju pusat dantian.
Jika tubuh Saudara Heng masih normal, seharusnya Meng Zhi akan bertemu dengan kembaran Saudara Heng.
Xuanwu, sebagai satu-satunya Makhluk Suci yang terlahir kembar, memiliki karakteristik istimewa ini. Mereka disebut kembar dalam satu tubuh yang sama.
Dua individu yang berbeda menempati satu tubuh yang sama. Kembarannya akan bergantian tempat dengan individu utama setiap beberapa hari sekali.
Karena memiliki kembaran, Xuanwu memiliki sedikit perbedaan dalam dantiannya. Yang menempati dantian Xuanwu adalah kembarannya.
Kembarannya berfungsi sebagai inti dari dantiannya sendiri. Jadi sebenarnya semua klan Xuanwu mengkultivasi saudara kembar mereka sendiri.
Setelah lama berlari, akhirnya Meng Zhi melihat sesosok orang semungil dirinya. Saat individu sekunder berada di dalam dantian, seharusnya individu tersebut berada dalam sikap meditasi sempurna.
Namun individu sekunder yang dilihat Meng Zhi berada di dalam pohon beringin berwarna hitam. Akar-akar yang menggantung di sekitarnya terlihat hidup seperti ular. Mata mereka sehitam intan.
Individu sekunder tersebut ditelan pohon hingga tinggal kepala serta kedua tangannya saja yang terlihat. Sulur-sulur berwarna hitam menghiasi seluruh wajah serta kedua tangannya.
Aura abyssal yang dikeluarkan pohon tersebut sangat dahsyat hingga tanpa sadar Meng Zhi mundur beberapa langkah. Kini Meng ZHi mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melindunginya dari terkontaminasi aura tersebut.
Ternyata sumbernya pohon ini! Atau makhluk ini? Karena makhluk yang ada didepan Meng Zhi seperti hybrid antara tumbuhan dan binatang.
Meng Zhi sedikit bernapas lega karena tidak harus bersusah payah mencari pintu masuk ke area spiritual Saudara Heng.
Karena meski Meng Zhi dapat memasuki area spiritual melalui dantian, dalam kasus Saudara Heng Meng Zhi dapat masuk setelah mendapatkan ijin dari saudara kembarnya ini.
Tetap saja, memasuki area spiritual seseorang membutuhkan energi spiritual yang sangat besar. Belum lagi versi mini Meng Zhi harus kembali ke tubuh aslinya.
Selama beberapa saat Meng Zhi mengitari makhluk aneh itu. Meng Zhi pun mencoba untuk mendekatinya.
Ketika makhluk itu menggeliat, merespon tindakan Meng Zhi, individu sekunder yang terperangkap terlihat kesakitan. Wajahnya mengernyit.
"Permisi! Halo? Anda mendengar saya!?" seru Meng Zhi berusaha membangunkan individu sekunder itu.
Jika individu sekunder tersebut masih dapat merasakan sakit, Meng Zhi yakin individu itu juga dapat mendengar suara Meng Zhi.
Meng Zhi pun mulai menceritakan kejadian di rumah lelang, mengambil poin-poin pentingnya saja. Individu sekunder itu mulai menunjukkan respon yang sangat kuat ketika Meng Zhi menceritakan kondisi tubuh aslinya yang menyerang rekannya sendiri.
Kelopak mata individu sekunder bergetar, terlihat usaha kerasnya untuk membuka mata. Tak lama, Meng Zhi bertemu dengan mata individu sekunder itu. Sebelah matanya telah berwarna hitam sepenuhnya sedangkan sebelahnya masih normal.
__ADS_1
"Parasit ini...bunuh..."
"Apa anda tahu dimana bagian vitalnya? Maaf, aku tidak punya banyak waktu lagi, aku sudah mencapai batas," kata Meng Zhi dengan suara lemah.
Individu sekunder itu menunjuk dirinya sendiri sambil tersenyum. Meng Zhi hanya diam. Apakah hanya itu jalan satu-satunya setelah dia melakukan hal sejauh ini?
Sementara Meng Zhi dihadapkan pilihan yang sulit, Ling Zizhou dan yang lainnya juga sedang mengejar-ngejar Saudara heng yang melarikan diri.
Alasannya adalah tepat saat Meng Zhi berhasil membuat hubungan antara dantian miliknya dengan dantian Saudara Heng, tubuh asli Saudara Heng dan Meng Zhi diselimuti aura yang sama.
Dan Saudara Heng merasakannya. Dia pun menghentikan pertarungannya dan segera melarikan diri.
"Kejar, jangan sampai hubungannya putus!" kata Ling Zizhou dengan keringat dingin. Dia benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi jika hubungannya putus oke? Yang jelas hal buruk akan terjadi pada Meng Zhi.
Saudara Bei dan rekannya berhasil menahan Saudara Heng. Pertarungan berlangsung kembali. Tak lama, Saudara Heng berbalik arah menyerang Ling Zizhou yang sedang menggendong Meng Zhi.
Jun Mo segera menahan Saudara Heng, dibantu oleh rekan Saudara Bei. Saudara Heng terus melakukan serangan ke dua belah pihak secara bergantian.
Saudara Bei dan rekannya berusaha menyadarkan kembali Saudara Heng. Mereka percaya Saudara Heng pasti sudah lelah setelah berada dalam pertarungan cukup lama.
Benar saja, kedua mata Saudara heng terlihat hidup kembali. Saudara Bei menghela napas lega dan berusaha memulai percakapan,
"Saudara Heng, Tuan Zhi sedang memeriksa ke dalam dantianmu, apa kau merasakannya?"
"...iya...Ah Hong...dia sadar! Aku merasakannya," kata Saudara Heng. Setelah merasakan saudara kembarnya kembali, Saudara heng terlihat lebih stabil.
Saudara Bei tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut kemudian bertanya apa yang terjadi kepadanya dan apa maksud dari ucapannya sebelum dirinya hilang kesadaran.
Saudara Heng pun menceritakan saat dirinya dibawa kehadapan Mo Fan dan ditanam benda yang disebut parasit.
Mo Fan adalah seorang penakut, dia tidak mau menyimpan satu parasit utuh dalam tubuhnya sehingga membaginya menjadi 2. Setengah parasit tersebut ditanam pada saudara kembarnya.
Saudara Heng berkata bahwa dengan parasit, seseorang yang memiliki kendalinya, juga dapat mengendalikan dirinya dan Mo Fan.
Saudara Heng harus melihat dengan matanya sendiri ketika rekan-rekannya dibunuh dengan tangannya sendiri.
"Mo Fan tidak mau mati karena dia akan berubah menjadi makhluk abyssal setelah mati...huh dasar...orang itu busuk sampai ke akar-akarnya.
Saudara Bei...kau adalah orang yang aku anggap saudaraku sendiri. Jadi biarkan aku mati dalam keadaan terhormat," kata Saudara Heng kemudian memejamkan matanya.
Ling Zizhou dan Jun Mo mengira bahwa Saudara Heng hilang kesadaran lagi namun serangan-serangannya masih tumpul dan terasa setengah hati seperti sebelumnya.
Saudara Heng hanya memejamkan mata untuk menunggu jawaban dari dua rekannya. Saudara Bei dan rekannya saling menatap.
"Saudara heng, kau telah membuat sumpah memberikan nyawamu untuk tuan muda. Aku tidak berani mengambil keputusan," kata Saudara Bei dan rekannya secara bersamaan.
"Kumohon... Ah Hong sudah menunggu, dia sudah sangat menderita karena parasit itu. Aku juga sudah muak dikurung di dalam pagoda itu," kata Saudara Heng memohon.
Saudara Bei dan rekannya diam. Mereka baru mengetahui informasi mengenai bibit kehidupan dari Master Zhengheng dan mereka anggap sudah luar biasa, apalagi benda yang disebut parasit ini.
Saudara Bei dan rekannya melihat Saudara Heng yang terlihat sangat menderita kemudian menimbang informasi yang didapat darinya. Akhirnya keduanya mengangguk. Mata kedua pendekar bayangan itu memerah.
Pendekar bayangan di bawah kepemimpinan Zhi Yuefeng adalah satu keluarga, namun misi mereka yang paling penting adalah melakukan semua perintah serta melindungi nyawa Zhi Yuefeng.
Kalau mereka memaksakan diri untuk membawa Saudara Heng ke hadapan Zhi Yuefeng apakah ada jaminan kalau Saudara Heng tidak akan melukai tuan mereka?
Menangani bibit kehidupan saja mereka kerepotan apalagi ini, benda asing yang tidak mereka ketahui asal-usulnya.
Dan juga kalau memang mereka menemukan solusi bagaimana menangani parasit, apakah Saudara heng masih sama seperti yang dahulu kala?
Banyak sekali ketidakpastian dan ketidakpastian tersebut akan menghalangi Zhi Yuefeng dari misi utamanya datang ke dunia ini.
"Terimakasih..." kata Saudara Heng segera memejamkan matanya. Dia mengerahkan kekuatan terakhirnya untuk menyampaikan informasi bahwa rekan-rekannya telah setuju dengan keputusannya kepada Meng Zhi dan saudara kembarnya.
Meng Zhi dan saudara kembarnya terlihat sudah berada pada batasnya namun keduanya tetap bergeming dan menunggu.
__ADS_1
Setelah mendapat informasi dari luar, Meng Zhi segera mengubah tangannya menjadi pedang dan menerjang akar-akar hidup yang berusaha menghalangi dirinya menghampiri individu sekunder.
"Ini, tusuk tepat disini," kata individu sekunder. Meng Zhi menangkap permukaan batang tiba-tiba bolong seperti tersulut rokok.
Asap mengepul dari lubang tersebut dan dibalik asap, Meng Zhi melihat permukaan transparan. Jantung mungil terlihat berdetak dan mengeluarkan aura abyssal.
Tanpa ragu, Meng Zhi menusuk jantung itu sekuat tenaga. Individu sekunder, meski dalam keadaan jantungnya tertusuk, membantu melindungi Meng Zhi dari akar-akar pohon dan aura abyssal.
Kemudian dengan menjentikkan jarinya, tubuh Meng Zhi terlempar menjauhi pohon yang mulai bergetar hebat.
"Kekuatanku sudah habis...lari...keluar...dari...sini juga..." kata individu sekunder. Tubuhnya mulai hancur seperti debu ditiup angin.
Meng Zhi berhasil mencapai batas aman dari pusat dimana badai terjadi. Aura abyssal membumbung tinggi seperti tornado berskala F4, atau bahkan F5.
Meng Zhi berlari meninggalkan tornado yang sedang mengamuk di belakangnya. Dengan adanya badai, lapisan pembatas tidak berusaha menolak Meng Zhi dan membiarkannya keluar.
Tepat ketika Meng Zhi berhasil keluar, penghubung mulai menyusut, terputus sedikit demi sedikit. Saat itu Ling Zizhou khawatir terjadi apa-apa pada Meng Zhi, jadi dia berjalan mendekati Saudara Heng.
"Hei, jangan terlalu dekat," kata Jun Mo menahan Ling Zizhou.
Meski kini Saudara Heng telah melepaskan pedangnya dan sedang meringkuk kesakitan, Jun Mo dan dua pendekar bayangan mengambil jarak aman.
"UAAARGH!"
Suara Saudara Heng menggelegar sebelum orang-orang yang berdiri tak jauh darinya mendengar ledakan disertai cipratan darah.
Saudara Heng membatukkan darah berwarna hitam kemudian terbaring lemas. Saudara Bei dan rekannya segera menghampiri.
"Saudara Heng!"
Saudara Bei meletakkan kepala Saudara Heng di pangkuannya. Darah hitam terus mengalir dari mulutnya menyebabkan Saudara Heng tidak bisa berbicara selama beberapa saat.
"Uhuk,"
Akhirnya setelah batuknya mereda, Saudara Heng menjelaskan kondisi terkini parasit yang ada di dalam dantiannya. Tanpa memperdulikan kata-kata terakhir yang ingin diucapkan, Saudara Heng memilih memberi informasi kepada rekannya.
Sampai akhir hayatnya, Saudara Heng menjalankan tugasnya dengan baik. Sehingga dia dapat dikenang sebagai pendekar yang gugur dengan terhormat dalam tugas.
Menurut informasi, kini parasit kembali ke dalam bentuk larva. Sangat lemah dan tidak berbahaya, apalagi larva tersebut telah dibagi menjadi 2 oleh Mo Fan.
Makhluk itu sangat menyukai chi. Bagaimana kalau tempat tinggalnya tidak ada chi? Kemungkinan besar larva itu mati secara alami tanpa menimbulkan efek samping seperti mengubah seseorang menjadi makhluk abyssal.
Itu yang diyakini Saudara Heng setelah melihat larva tersebut lama-kelamaan menjadi mumi hingga kering seperti kerupuk.
Tak lama, Saudara Heng meninggal. Saudara Heng berniat memeriksa ke dalam dantiannya namun Saudara Heng tidak pernah membuka matanya lagi. Saudara Bei pun menutupi tubuhnya menggunakan jubah.
Karena ada Meng Zhi yang tidak sadarkan diri dan jenazah Saudara Heng yang harus dilindungi, Ling Zizhou dan satu pendekar bayangan bertugas menjaga keduanya sedangkan Jun Mo dan Saudara Bei menuju lokasi penyanderaan.
Meski Saudara Bei yakin 100% rekan-rekannya telah tiada, Saudara Bei harus mengambil jenazah mereka.
...
"Tuan muda, bagaimana kalau kita kembali ke gerobak?" kata Saudara Chao. Dua jam telah berlalu namun kelompok Meng Zhi belum juga kembali.
Zhi Yuefeng sangat gugup hingga jantungnya terasa naik hingga kerongkongannya namun Zhi Yuefeng menyuruh pendekar bayangannya agar tetap menunggu.
Instingnya mengatakan agar dia menunggu di ruangan ini jika ingin segera bertemu dengan pendekar bayangannya.
Saudara Chao pun kembali duduk di kursinya. Tatapannya terus kembali ke arah pintu, tidak mau kehilangan satu detik pun untuk memeriksa apakah kelompok Meng Zhi sudah kembali atau belum.
Namun yang membuatnya terkejut setengah mati adalah sesosok burung yang menembus pintu begitu saja.
"Uwah!" jerit Saudara Chao hampir terjatuh dari kursinya.
"Ups, maaf membuat kalian terkejut! Astaga anda tampan sekali~
__ADS_1
Oh, jangan khawatir, aku adalah partner Mu Haocun! Aku datang untuk menjemput kalian!" kata Juejiang sambil menghampiri Zhi Yuefeng dan mengitarinya.
"Juejiang? Kau menemukan mereka?" kata Meimei sambil membuka pintu.