Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Liuzhi dan Jiaojiao


__ADS_3

Disaat yang sama ketika Mu Lian menginjakkan kaki di Desa Jinan, Liuzhi dan Jiaojiao sedang berada di negeri Chou.


Lingkungan rawa-rawa mendominasi negeri Chou karena negeri Chou memiliki iklim peralihan dari musim dingin ke musim semi.


Membuat salju di gunung-gunung yang mengelilingi negeri Chou meleleh setiap detiknya sedangkan tanah belum menyerap air secara sempurna sehingga membuat tanah tergenangi air lelehan salju.


Dan setelah terendam selama beberapa waktu, bangkai hewan yang telah mati serta pembusukan beberapa mikroorganisme lainnya, air berubah menjadi kehitaman.


Semua orang yang pertama kali datang ke negeri Chou pasti tidak menyangka bahwa air yang menggenangi seluruh tanah negeri ini dulunya adalah salju dari barisan pegunungan yang membatasi negeri Chou dengan negeri Yin.


Dapat dikatakan bahwa negeri Chou adalah tempat yang aneh. Tempat ini tercipta karena drainase yang jelek.


Anehnya lagi, jajaran pegunungan yang saljunya selalu meleleh setiap detik itu tak pernah kehabisan salju sejak dunia tercipta.


Begitu pula sebaliknya, meski rawa-rawa mendapat asupan air lelehan salju, tidak membuat daratan yang ada di sekitar rawa-rawa tengelam.


Negeri Chou merupakan salah satu dari empat negeri yang tidak memiliki perubahan iklim. Keempat negeri ini merupakan perwujudan dari peralihan iklim diantara dua negeri yang mengapitnya.


Contohnya saja yang dialami negeri Chou. Negeri ini di apit oleh negeri negeri Zi yang beriklim utama dingin dan Yin yang beriklim utama hangat.


Saat ini, Liuzhi dan Jiaojiao berada di salah satu daratan yang cukup luas hingga bisa disebut pulau. Dari pulau ini mereka akan pergi ke ibu kota negeri Chou.


Masalahnya adalah uang mereka habis sebelum mereka bisa mencapai negeri Zi. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya mulut yang harus mereka beri minum. Bukan makan melainkan minum.


Minuman yang diminta oleh orang tersebut sebagai biaya menjadi bodyguard mereka adalah minuman yang sangat spesial.


Orang-orang menyebutnya minuman para kultivator elit. Orang yang meminum minuman spesial itu dapat membersihkan gerbang-gerbang kultivasi yang ada di dalam tubuh sehingga memudahkan mereka untuk meningkatkan tingkat kultivasi mereka.


Nama minuman itu adalah mata air kabut. Dinamakan mata air kabut karena strukturnya memang seperti kabut.


Kalau kalian pernah memakan gulali, kalian pasti pernah merasakan suatu zat yang langsung lumer ketika menyentuh lidah kalian.


Minuman yang mahalnya selangit itulah yang membuat uang yang dibawa Liuzhi dan Jiaojiao kandas tak bersisa.


Mengapa Liuzhi dan Jiaojiao menjadikan orang itu sebagai bodyguard? Alasannya adalah agar tidak menjadi santapan seekor spirit beast yang mereka temui ketika mereka hendak keluar dari negeri Yin.


Lu Yiming, nama orang itu, mengalahkan spirit beast tanpa mengedipkan mata. Jadi Liuzhi menawarkannya untuk menjadi bodyguard dan mengikuti Liuzhi dan Jiaojiao pergi berkeliling dunia. Lu Yiming menerima tawaran Liuzhi asalkan dibayar dengan mata air kabut.


Mampu Liuzhi akui, dirinya dan Jiaojiao merupakan anggota sekte paling kaya diantara anggota yang lain di Embun Pagi. Jika Liuzhi dan Jiaojiao bukan murid Mu Haocun, keduanya tidak akan mampu membayar Lu Yiming.


"Liu! Kita sudah kehabisan uang! Cepat putuskan, mau berjualan pil atau tidak!" kata Jiaojiao dengan kesal.


Tangannya terus mengganggu Liuzhi yang berada disampingnya, membuat tubuhnya menggeliat seperti cacing. Meski begitu, Jiaojiao tetap mempertahankan tubuhnya agar tetap rata dengan tanah.


"Ssst! Jangan keras-keras! Sudah kubilang tunggu sebentar lagi! Kalau kondisinya sudah memungkinkan baru kita jualan pil!" kata Liuzhi sambil melihat ke sosok Lu Yiming yang sedang berdiri tak jauh dari pinggir daratan.


Jarak mereka cukup jauh dari Lu Yiming, namun kultivator mana yang pendengarannya tidak bagus? Liuzhi dan Jiaojiao selalu berhati-hati ketika di dekat Lu Yiming agar identitas mereka sebagai pembuat pil tidak ketahuan.


Liuzhi hanya ingin memastikan bahwa kemampuan Lu Yiming sangat mumpuni dan dapat melindungi mereka dari tangan kultivator ambisius yang menginginkan ahli Alkimia eksklusif untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Dan saat inilah mengapa Liuzhi mengajak Lu Yiming ke pulau yang tidak ada penduduknya ini. Di bawah permukaan air yang hitam itu bersembunyi spirit beast yang ketika tepat tengah hari keluar ke permukaan untuk berjemur di bawah cahaya matahari.


Liuzhi dan Jiaojiao, mengorbankan makan siang mereka, lagipula mereka sudah tidak punya uang, dan mengajak Lu Yiming ke tempat ini dengan alasan hendak memetik tanaman herbal.


"Ck, kau sudah memberitahu identitas kita sebagai pembuat pil ketika mengajaknya pergi kesini untuk memetik tanaman herbal!" kata Jiaojiao berusaha menyeka wajahnya yang dikotori tanah lumpur.


"Bisa saja untuk kita jual bukan? Sst, dia ke sini. Diam," kata Liuzhi menyeka wajah Jiaojiao kemudian mengamati pria berusia tiga puluh tahun itu.


Lu Yiming menghampiri Liuzhi dan Jiaojiao dengan sebuah botol yang terbuat dari tanah liat di tangan kanannya.


"Aku sudah memastikan bahwa spirit beast yang akan muncul di tempat ini hanya ada satu dan sebentar lagi dia akan muncul ke permukaan," kata Lu Yiming menatap Liuzhi dan Jiaojiao yang sedang berusaha tetap sejajar dengan tanah.


"Syukurlah, tapi aku tidak bisa membayangkan akan sebesar apa spirit beast itu. Kau yakin hanya tubuh mereka saja yang besar?" kata Liuzhi bergidik. Jiaojiao hanya mendengarkan dalam diam.


"Seratus persen pasti hanya tubuh mereka saja yang besar. Kalian, tetaplah diam disini seperti seonggok kayu.


Karena seberbahaya apapun keadaannya, kalian dipastikan akan mati jika kalian berusaha lari dengan kultivasi serendah itu.


Baiklah, dalam 30 detik spirit beast itu akan muncul, semoga beruntung," kata Lu Yiming kepada Liuzhi dan Jiaojiao.


Mengapa Lu Yiming mengucapkan semoga beruntuk kepada Liuzhi dan Jiaojiao? Hal ini dikarenakan berada sangat dekat dengan pertempuran antara Lu Yiming dan spirit beast saja dapat mengancam nyawa keduanya.


Contohnya saja serpihan-serpihan benda yang dapat berubah menjadi misil ketika didorong oleh gelombang kejut yang diakibatkan dari pertarungan, benda tersebut dapat melukai atau bahkan membunuh Liuzhi dan Jiaojiao.


Namun tentu saja Lu Yiming berusaha sebisa mungkin berada jauh-jauh dari Liuzhi dan Jiaojiao, karena dirinya tidak mau kehilangan dua ahli Alkimia yang dapat membantu pertumbuhan kultivasinya...


Benar. Lu Yiming sudah mengetahui identitas Liuzhi dan Jiaojiao sebagai ahli Alkimia semenjak keduanya meributkan akan memulai berjualan pil untuk memperbaiki finansial mereka atau tidak.


Awalnya Lu Yiming tidak percaya pada keberuntungannya menemukan ahli Alkimia. Rasanya seperti mendapat harta karun yang tiba-tiba jatuh dari langit.


Untungnya, Lu Yiming bukan seseorang dari organisasi hitam yang memiliki niat jahat ataupun sekte aliran sesat. Dalam hal ini, Liuzhi dan Jiaojiao sangat beruntung.


Melihat sikap Liuzhi danJiaojiao yang sedang mengevaluasi kemampuannya dan sifat dirinya yang dapat dipercaya atau tidak, Lu Yiming hanya diam mengikuti kemauan dua remaja tersebut.


"Heh, cepat atau lambat juga mereka pasti tahu kemampuanku. Ayo maju, dan menjadi batu loncatan untukku, makhluk jelek!" kata Lu Yiming kepada sosok yang membuat permukaan air berwarna hitam beriak.


Riak-riak itu menciptakan gelombang setinggi 3 meter, membasahi daratan hingga nyaris ke tempat Liuzhi dan Jiaojiao yang sedang sibuk tengkurap.


Sosok yang sedang berenang mendekati daratan dari bawah permukaan air kehitaman tersebut mulai muncul ke permukaan.


"BUM!"


Liuzhi dan Jiaojiao merasakan getaran di sekujur tubuh mereka ketika kaki mahkluk itu memijakkan kakinya di daratan.


Tubuh makhluk itu yang awalnya seperti ikan buntal, bulat, kembung dan dipenuhi duri-duri hitam. Namun kemudian mengempis setelah sepenuhnya muncul ke permukaan.


Duri-duri hitam yang awalnya terlihat sangat kokoh dan tidak mampu dipatahkan itu berubah menjadi tentakel ubur-ubur.


Spirit beast yang sedang dihadapi Lu Yiming adalah si rakus dalam versi binatang aquatik. Makhluk itu tetap memiliki empat kaki namun tubuhnya tidak menyerupai anjing, seperti yang pernah Mu Lian temui di Gunung Kaki Langit.

__ADS_1


Tubuh si rakus ini seperi ikan buntal ketika di bawah permukaan air dan seperti ikan pari, tubuhnya gepeng dengan empat kaki yang menopang tubuhnya setelah muncul ke permukaan.


Dengan tubuh seluas itu (bola kalo digepengkan jadi lingkaran berdiameter) hanya memiliki empat kaki, sangatlah tidak proporsional. Maka dari itu, tentakel-tentakel disekujur tubuhnya berfungsi sebagai kaki juga.


"GRAAA!"


Si rakus mengaum marah ketika melihat makhluk hidup di daratan yang telah ditandainya. Biasanya spirit-spirit beast lain akan langsung menghindar ketika melihat dirinya, namun makhluk kecil di depannya ini, Lu Yiming, malah menunjukkan nafsu membunuh dihadapan dirinya.


Si rakus pun menerjang Lu Yiming tanpa ampun. Tubuhnya yang tidak proporsional membuat gerakannya sangat lamban. Namun tentakel-tentakel di sekujur tubuhnya menutupi kekurangan tersebut.


Tentakel-tentakel menjijikkan, maksudnya mengerikan itu seperti pertahanan terakhir untuk menjaga makhluk itu dari berbagai ancaman.


Meski terlihat seringkih agar-agar yang hanya ditekan sedikit saja langsung hancur, kenyataannya tidak begitu.


Terbukti ketika Lu Yiming menyerang tentakel-tentakel itu, sabetannya tidak mampu memutus satu tentakel pun. Yah, mungkin menggores sedalam lima senti yang membuat si rakus semakin mengamuk.


Lu Yiming menghindar serta terus berusaha mencari kelemahan si rakus sambil tetap menjaga jarak dari Liuzhi dan Jiaojiao.


Berbeda jauh dari struktur agar-agar, ternyata tentakel tersebut sangat kuat dan lentur. Tentakel-tentakel itu dapat meliak-liuk dengan bebas tanpa menyangkut satu sama lain.


Hal ini menyebabkan serangan yang disebabkan oleh tentakel sangat cepat dan tajam. Namun Lu Yiming tampak tidak kesulitan untuk menghindar, menangkis, bahkan melukai tentakel-tentakel itu.


Tetap saja, Lu Yiming harus masuk ke dalam jarak serang jika ingin menumbangkan si rakus. Si rakus menjadikan serangan tentakel sebagai serangan jarak jauh agar Lu Yiming tidak dapat melukai tubuh utamanya.


"Hanya segini kemampuanmu? Ayo, tunjukkan kemampuan memanipulasi tentakel terbaikmu!" kata Lu Yiming setelah berhasil mendekati si rakus.


"Astaga, kini aku yakin kalau kekuatan Lu Yiming hampir setara dengan Mei jiejie," kata Liuzhi berdecak kagum.


"Tentu saja tidak. Menurutku, dia masih satu atau dua tingkat di bawah Mei jiejie? Tapi lebih kuat dari Ah Zhou?" kata Jiaojiao menimbang-nimbang.


"Hmm, kau benar," kata Liuzhi menyetujui.


Sayang sekali Liuzhi dan Jiaojiao tidak dapat melihat seluruh kemampuan Lu Yiming karena batasan yang diterapkan pada dunia bawah.


Jelas-jelas Lu Yiming setara dengan Meimei,tingkat pembentukan inti. Namun hanya bisa mengeluarkan beberapa jurus tingkat menengah dan mengandalkan kultivasi senjatanya.


Kultivator tingkat tinggi baru dapat mengerahkan seluruh kemampuan mereka di dunia yang lebih tinggi, yaitu dunia Zhongjian atau Langit Agung.


Batasan bagi kultivator tingkat tinggi ini sebenarnya untuk melindungi makhluk hidup serta lingkungan di dunia bawah. Jika tidak begitu, dunia bawah tidak akan kuat menanggung kekuatan kultivator tingkat tinggi dan akhirnya hancur.


Contohnya saja saat ini, gelombang kejut yang dihasilkan akibat pertemuan antara senjata Lu Yiming dan si rakus membuat lubang dalam di sekitar mereka.


Membuat air merembes dari lubang tersebut. Gelombang kejut juga menciptakan angin menyerupai angin ****** beliung, membuat Liuzhi dan Jiaojiao basah kuyup terkena air yang bergejolak akibat angin tersebut.


"Ya ampun, lihat keelastisan tentakel-tentakel itu. Benda itu hampir mengenai kita! Apa kita akan baik-baik saja?" kata Jiaojiao khawatir melihat lubang yang berada tak jauh di depan mereka.


"Tidak apa-apa, aku akan melindungimu. Ingat, kita tidak boleh bergerak sa-"


"Awas!" jerit Jiaojiao.

__ADS_1


__ADS_2