Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Spirit beast mutan


__ADS_3

Ling Zizhou mengobrol selama beberapa saat dengan Xu Jing dan Xu Ke sebelum akhirnya menyadari bahwa Xiaohan dan Xiaoqiu tidak ada diantara mereka.


"Kemana perginya kedua bocah itu?" kata Ling Zizhou menoleh ke arah Xiaoleng dan Xiaojia. Master Yi sudah pergi entah kemana, hanya Xiaoleng dan Xiaojia saja yang saling menatap.


"Xiaohan dan Xiaoqiu, diam-diam menyusul Paman Du," kata Xiaojia ragu-ragu. Xiaoleng hanya diam. Karena Master Yi pasti mengetahui kepergian Xiaohan dan Xiaoqiu jadi mana mungkin Xiaohan dan Xiaoqiu pergi tanpa sepengetahuan Master Yi.


"Ck, dasar," kata Ling Zizhou.


"Apa kami jemput saja mereka berdua?" tanya Xu Ke.


"Tidak perlu Ke ge, dengan adanya Master Yi dan si tua Du, pasti Xiaohan dan Xiaoqiu baik-baik saja. Lagipula masih ada orang-orang dari sekte Petir Ketigabelas," jawab Xu Jing terkekeh.


"Benarkah?" kata Xu Ke.


"Hmm, mereka mungkin tidak akan kenapa-kenapa, hanya sial saja," kata Ling Zizhou. Xiaoleng dan Xiaojia mengangguk dengan syahdu.


...


"Senior Du, sepertinya hanya sampai disini saja. Udara di bawah sana semakin menipis dan sepertinya ada zat racun yang tercampur disana. Lihat, ada banyak kabut berwarna hijau yang menutupi dasar," kata seorang pria dengan tatapan mata tajam.


Matanya terus melekat di sisi kanan wajah pria yang ada di sampingnya itu. Kelopak mata kanan pria itu terpejam, seolah-olah ada hanya sebagai hiasan saja.


"Kalau kau bilang begitu, berarti kita harus berhenti. Kenapa? Ada sesuatu diwajahku?" kata Du Luhan meraba-raba wajahnya.


Du Luhan yakin bahwa semua luka-lukanya sudah sembuh. Hanya bola matanya saja yang hancur yang tidak bisa dikembalikan.


Seajaib-ajaibnya pil yang dibuat oleh Ahli Alkimia, pil tersebut tidak akan bisa menumbuhkan kembali organ yang telah hancur.


"Tidak, bukan apa-apa," kata pria bermata tajam itu. Du Luhan hanya diam. Dia tahu rekannya ini khawatir terhadapnya. Kehilangan salah satu mata membuat daya tempurnya sedikit menurun.


Namun setelah nyaris mati, Du Luhan yakin sebentar lagi dia akan mendapat pencerahan dan dapat menghancurkan dinding yang telah menghalanginya untuk naik ke tingkat kultivasi yang lebih tinggi.


"Apa kau bisa mengidentifikasi racun yang terkandung dalam kabut itu?" kata Du Luhan.


"Maaf, saya hanya asisten peracik. Pengetahuan saya tidak seluas Peracik-peracik di luar sana apalagi dibandingkan dengan Ahli Alkimia," kata pria itu.


"Sayang sekali, aku sangat penasaran dengan apa yang ada dibalik kabut itu," kata Du Luhan.


Du Luhan menatap kabut yang berada beberapa ratus meter dibawahnya dengan penasaran. Kabut itu sangat tebal sehingga terlihat seperti sungai yang mengalir.


Perbedaannya, mereka tidak mendengar gemericik air melainkan suara menyerupai geraman binatang buas.


GRRRRR.


Kontras dengan penampakannya yang terlihat begitu damai, suara-suara dari balik kabut tersebut membuat semua orang yang mendengar bergidik.


"Apa boleh buat. Ayo kita naik junior Qi, mereka pasti sudah menunggu," kata Du Luhan. Du Luhan dan pria dengan tatapan tajam mulai memanjat.


Setelah memanjat selama 20 menit, mereka bertemu dengan seorang pemuda yang juga berpakaian sama dengan mereka.


Pakaiannya basah karena keringat. Dengan keringat yang masih mengucur dan belum sempat mengatur napasnya pemuda itu berkata,


"Senior Du, gawat! Dua anak asisten Ahli Alkimia terhormat itu terjebak diantara spirit beast mutan!"


"Apa kau bilang?!" kata Du Luhan.


Du Luhan mengingat dengan jelas ketika dirinya


menyadari siapa kakek yang membawa serta Xiaoleng, Xiaojia, Xiaohan dan XIaogi.


Sebenarnya kecurigaan Du Luhan terhadap jati diri kakek tersebut sudah mengarah kesana namun Du Luhan masih berusaha menyangkal.

__ADS_1


Master Yi. Orang terdekat Master Mu yang telah menghilang sejak 3 dekade yang lalu. Menghilangnya kedua orang itu menggemparkan Zhongjian bahkan Langit Agung.


Namun setelah menyaksikan jurus-jurusnya, Du Luhan semakin yakin dengan identitas Master Yi. Pengguna Asura merupakan golongan kultivator eksentrik yang tidak akan pernah gagal dikenali meski sudah lama tidak muncul ke permukaan.


Mengingat identitas Master Yi, kemudian hubungannya dengan dua anak yang sering bertemu dengannya, Du Luhan tidak bisa memikirkan apa akibatnya kalau terjadi apa-apa pada dua anak tersebut.


"Apa yang kau tunggu? Cepat, bawa aku kesana!" seru Du Luhan.


Pemuda itu membawa Du Luhan dan pria bertatapan tajam menyeberangi beberapa pohon. Lokasi yang mereka tuju ternyata cukup jauh.


Pohon-pohon yang mereka lewati banyak sekali jaring laba-laba. Kini mereka berada di wilayah spirit beast.


GRRR.


Du Luhan menangkap keberadaan si rakus tak jauh darinya, jumlahnya ada 3 namun Du Luhan terus berlari tanpa henti.


Salah satunya memiliki kecepatan yang tak biasa sehingga mampu mengejar mereka. Selain itu, si rakus ini terlihat sangat ngotot mengejar mereka.


"Senior serahkan si raku ini pada saya," kata junior Qi.


"Berhati-hatilah, junior Qi. Kau hanya harus mengalihkan perhatiannya dan segera bergabung dengan kami. Hindari pertarungan yang tak perlu," kata Du Luhan. Junior Qi mengangguk.


Meski hanya spirit beast tingkat 1, mereka tidak tahu karakteristik spirit beast di dalam perut makhluk raksasa ini.


Belum lagi junior Qi harus waspada dengan sergapan dari spirit beast-spirit beast yang mengintai di sekitar sini. Lebih baik berhati-hati daripada nanti menyesal.


Du Luhan dan junior Qi segera berpisah. Du Luhan melihat punggung junior Qi yang semakin menjauh, junior Qi yang dikenalnya tidak akan melakukan sesuatu yang ceroboh.


Du Luhan akhirnya tiba setelah 10 menit berlari dengan kecepatan tinggi. Rekan-rekannya terlihat sedang mengalihkan perhatian beberapa spirit beast yang berusaha menerjang Xiaohan dan Xiaoqiu.


Xiaohan dan Xiaoqiu berada ditengah-tengah kelompok spirit beast tersebut. Kaki mereka terperangkap pada sesuatu yang menyerupai lumut.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Du Luhan.


"Bahaya, Xiaohan dan Xiaoqiu terperangkap dalam jebakan," jawab seorang rekannya yang berada tak jauh dari sana.


"Perangkap? Apakah makhluk itu tipe penjebak?" kata Du Luhan.


"Tidak dia mutan. Campuran dari tipe penjebak dan pelacak," kata rekannya lagi,


"Tubuh aslinya sedang dibawa jauh-jauh dari sini. Kami tidak berani membiarkan makhluk itu mendekati Xiaohan dan Xiaoqiu karena kalau tidak, makhluk itu bisa naik sebanyak 2 tingkat,"


"2 tingkat sekaligus? Aku kan sedang tidak ada, siapa yang membantu kalian menahan makhluk itu?" kata Du Luhan. Hanaya dirinya dan pria bermata tajam dengan kultivasi pembentukan inti.


"Kami menggunakan harta berharga yang kita temukan di gua suci. Sayangnya benda tersebut sekali pakai jadi setelah digunakan benda tersebut menjadi debu. Saya tidak bisa menunjukkannya kepada anda, senior, maaf,"


"Tidak apa-apa, kerja bagus. Ke arah mana tubuh asli mutan penjebak itu? Yang disini kuserahkan kepada kalian ya," kata Du Luhan segera pergi ke arah yang ditunjuk rekannya.


Junior Qi juga tidak tinggal diam. Dia menghunuskan jian miliknya kemudian melancarkan serangan demi serangan kepada spirit beast-spirit beast yang masih berada di dekat Xiaohan dan Xiaoqiu.


Satu spirit beast hendak menelan Xiaohan dan Xiaoqiu bulat-bulat.


"Mama!" jerit Xiaoqiu.


"Mei jie!" jerit Xiaohan.


Untungnya junior Qi berhasil memukul mundur spirit beast tersebut. Junior Qi terus menangkis serangan-serangan yang datang dari spirit beast yang berhasil lolos dari rekan-rekannya.


"Maafkan kami, kami lengah," kata salah seorang rekannya.


"Hmmph. Tunggu saja, saat kembali nanti, aku akan meminta Senior Du untuk menambah waktu latihan kalian," kata Junior Qi melanjutkan,

__ADS_1


"Sekarang serang dengan segenap kemampuan kalian! Jangan biarkan makhluk-makhluk itu menyentuh kedua anak ini!"


"Baik!"


GRAAAAA.


Spirit beast-spirit beast itu semakin mengamuk melihat perlawanan dari kelompok Du Luhan. Satu persatu spirit beast berdatangan dari berbagai arah. Seharusnnya spirit beast-spirit beast ini sedang ditangani oleh rekan-rekan mereka yang lain.


Ada yang bentuknya seperti lipan, ada yang bentuknya seperti laba-laba, ada juga yang


Tubuhnya seperti ikan sapu-sapu, hanya saja makhluk tersebut menggunakan kedua siripnya untuk berjalan.


Ketika tubuhnya melewati lumut-lumut berwarna kecoklatan, tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat. Sirip yang ada dipuncak punggungnya berwarna semakin transparan.


Junior Qi merasakan fluktuasi chi pada spirit beast bertubuh ikan sapu-sapu tersebut kemudian menyuruh rekan-rekannya untuk menjauhi makhluk tersebut.


DUAR!


"Astaga, makhluk itu tipe penjebak!"


"Hati-hati!"


CLANG.


Meski terlihat ringkih, anehnya, suara metal saling beradu terdengar ketika senjata mereka kontak langsung dengan tubuh spirit beast-spirit beast itu.


Apalagi dengan spirit beast bertubuh laba-laba yang sedang dihadapi Junior Qi. Spirit beast itu menggunakan 8 kakinya seperti jian dan mengadukannya dengan jian milik Junior Q.


Namun karena seekor spirit beast, laba-laba itu kalah tehnik dari Junior Qi. Laba-laba itu menggeram frustasi yang anehnya membuat mood spirit beast-spirit beast lain disekitar semakin tidak rasional dan agresif.


Spirit beast-spirit beast menyerupai ikan sapu-sapu di dekat mereka mulai meledak satu persatu. Membuat beberapa anggota kelompok Du Luhan terluka.


"Ini...karakteristik si rakus dan penjebak," gumam Junior Qi.


"Untuk spirit beast berbentuk ikan, gunakan serangan jarak jauh! Tetap berhati-hati," kata Junior Qi.


"Baik!"


Dengan meledaknya spirit beast bertubuh ikan sapu-sapu, jumlah spirit beast yang mengepung mereka semakin berkurang.


Namun belum sempat bernapas lega, tiba-tiba sesuatu mendekati mereka dengan kecepatan tinggi.


"Posisi bertahan! Amankan kedua anak ini!" kata Junior Qi. Rekan-rekannya mengelilingi Xiaohan dan Xiaoqiu sementara dirinya sendiri berada paling depan, menghadang spirit beast yang melaju dengan kecepatan tinggi tersebut.


Tidak disangka, ternyata spirit beast tersebut adalah tubuh asli tipe pelacak yang sedang dihadapi oleh Du Luhan.


"Hati-hati! Jangan biarkan makhluk itu mendekati anak-anak!" suara Du Luhan terdengar sayup-sayup dari kejauhan.


"Kalian dengar? Tetap waspada!" kata Junior Qi, tatapannya tidak pernah lepas dari tubuh asli si pelacak itu.


Junior Qi segera menghampiri si pelacak agar makhluk itu tidak terlalu dekat dengan Xiaohan dan Xiaoqiu.


"Apa... makhluk ini tidak tertarik lagi dengan Xiaohan dan Xiaoqiu?" kata Junior Qi dengan tatapan bertanya.


Saat Junior Qi mengarahkan spirit beast tersebut menjauhi Xiaohan dan Xiaoqiu, spirit beast itu tidak menunjukkan perlawanan yang berarti.


Makhluk itu hanya berganti arah, tepatnya ke arah spirit beast berbentuk laba-laba didekatnya. Kemudian memakannya dengan sekali suap.


Awalnya junior Qi tidak tahu apa yang dilakukan spirit beast ini, namun tiba-tiba sebuah ide terbersit dalam pikirannya.


"!"

__ADS_1


__ADS_2