
Mu Haocun menyadari tatapan Mu Lian sepanjang sarapan berlangsung, jadi dia segera mengundurkan diri untuk berbicara dengan Mu Lian.
"Lian'er, kami akan membantu Paman Huang," kata Meimei kemudian melihat Mu Haocun yang sudah menghampiri mereka.
"Duluan saja, aku akan bicara dengan kakek," kata Mu Lian.
"Lian jie, kalo sudah selesai langsung ke tenda saja. Zhou ge sedang berburu di hutan takutnya Lian jie tidak ada yang menemani," kata Xiaoxiao.
"Ok," kata Mu Lian sambil meninggalkan Xiaoxiao dan Meimei.
"Ada yang ingin Lian'er bicarakan pada kakek?" kata Mu Haocun setelah berhenti di depan Mu Lian.
"Sini kakek, kita duduk," kata Mu Lian menarik lengan Mu Haocun ke batu besar tak jauh dari sana.
"Jadi, apa yang akan kakek lakukan pada Paman Huang dan istrinya?" kata Mu Lian tanpa basa-basi. Mu Haocun mengusap kepala Mu Lian.
"Memangnya apa yang akan kakek lakukan pada mereka? Kakek hanya menawarkan pilihan yang lebih baik dari pada yang ditawarkan orang-orang berpakaian hitam kepadanya," kata Mu Haocun tersenyum.
"Apa yang kakek tawarkan?" tanya Mu Lian penasaran. Matanya tanpa sadar menyapu tenda yang didiami Huang Yiming dan istrinya dan suara yang dikeluarkan Mu Lian semakin rendah hingga menjadi bisikan.
"Kakek menawarkan jika Huang Yiming mau membuka cabang di desa ini. Tapi rincian pekerjaannya bisa dibicarakan dengan Dongshan.
Huang Yiming bisa mengunjungi Dongshan terlebih dahulu di Lembah Ufuk Timur setelah istrinya baikan. Mungkin bisa mendapat pelatihan yang lebih dalam mengenai ilmu meracik dan segala hal tentang jenis penyakit," kata Mu Haocun.
"Benarkah?" kata Mu Lian tak percaya.
Tak disangka ternyata kemampuan Huang Yiming cukup baik dalam pandangan Mu Haocun sehingga Huang Yiming berhasil menarik perhatian Mu Haocun dan mendapat pengakuan darinya.
Mu Lian menatap Mu Haocun. Karena dengan begitu, sebenarnya Huang Yiming memiliki bakat dalam pengobatan.
Sudah menjadi rahasia umum jika sebenarnya peracik obat pun sebenarnya bukanlah orang biasa.
Meski tidak dapat disandingkan dengan Ahli Alkimia, kemampuan para peracik masih banyak dicari di dunia ini.
Dahulu kala, masih banyak yang mencemooh peracik obat dan menyebut mereka Ahli Alkimia gagal. Padahal sebenarnya, meracik merupakan anak dari Alkimia itu sendiri.
Seseorang yang berprofesi menjadi peracik masih memiliki kualitas energi spiritual yang cukup tinggi di kalangan kultivator-kultivator lain.
Mu Lian menyadari hal tersebut kemudian berkata, "Berarti, Paman Huang cukup berkualifikasi?"
"Masih dibawah Yi Xue, tapi bisa diatur," kata Mu Haocun sambil mengelus dagu.
__ADS_1
"Apa kakek berniat membuka cabang bisnis pengobatan di desa ini karena masalah obat berbahaya itu?" kata Mu Lian.
"Benar. Memang sekarang kakek tidak akan begitu memikirkan masalah itu terlalu dalam tapi sebaiknya kakek mulai bersiap-siap menghadapi masalah itu dari sekarang," kata Mu Haocun.
Mu Haocun telah mengatakan bahwa Mu Lian harus fokus pada perjalanannya ke ibu kota. Dan entah mengapa ucapan Mu Haocun membangkitkan rasa penasaran dalam hati Mu Lian.
Namun sepertinya Mu Lian takut untuk menanyakannya karena sebenarnya Mu Lian memiliki harapan yang tinggi pada perjalanannya menuju ibu kota. Mu Lian mengalihkan perhatiannya kepada topik yang sedang dibicarakannya dengan Mu Haocun.
"Apa yang akan kakek lakukan kepada penipu-penipu lain," kata Mu Lian.
"Mereka? Oh, kakek serahkan sepenuhnya pada Master Zhengheng," kata Mu Haocun tak begitu memikirkannya.
Mu Lian baru menyadari bahwa yang menarik perhatian Mu Haocun hanyalah Huang Yiming jadi dia tidak begitu memedulikan atau bahkan menyadari keberadaan rekan-rekan penipu Huang Yiming
Setelah puas berbicara dengan Mu Haocun, Mu Lian pergi ke tenda Huang Yiming. Di depan tenda, Mu Lian mengeluarkan sehelai kain dari kantung dimensionalnya dan mengikatkannya menutupi hidung serta mulutnya.
Ketika Mu Lian masuk, hanya ada Meimei dan Huang Yiming yang duduk di samping istri Huang Yiming. Mereka sudah menggunakan 'masker' dan dengan hati-hati menyuapi istri Huang Yiming.
Pada malam sebelumnya Mu Haocun menjelaskan bahwa penumonia yang diderita istri Huang Yiming disebabkan infeksi bakteri jadi penyakitnya tidak terlalu menular. Mereka hanya harus menghindari kontaminasi dengan cairan droplet yang keluar dari tubuh istri Huang Yiming saja.
Sehingga Mu Haocun mengingatkan kepada Mu Lian, Xiaoxiao, Meimei serta Huang Yiming agar setiap selesai merawat istri Huang Yiming mereka harus mencuci tangan.
Selain itu, mereka harus menggunakan kain untuk digunakan layaknya masker. Dan tidak lupa pakaian harus diganti setiap kali selesai merawat istri Huang Yiming.
Kini kekhawatiran Huang Yiming sedikit demi sedikit reda apalagi setelah melihat Mu Haocun, Mu Lian, Meimei dan Xiaoxiao membantu dalam merawat istrinya.
Mu Lian memberi tahu keberadaan dirinya kepada Huang Yiming yang terlihat sangat fokus menyuapi istrinya yang dibalas dengan senyuman.
Mu Lian kemudian ikut mengamati kondisi istri Huang Yiming dari samping. Karena baru sehari meminum obat yang diracik Mu Haocun, belum ada perubahan pada kondisi istri Huan Yiming.
Dia masih sangat lemas hingga tidak bisa bicara. Makan, minum, menyeka tubuh semuanya harus dibantu orang lain. Selain itu karena demamnya tak kunjung reda, kesadaran istri Huang Yiming timbul tenggelam.
Huang Yiming harus menepuk pelan istrinya agar tidak tertidur di tengah-tengah makan dan meminum obat.
Namun Mu Lian dapat melihat dari ekspresi pada wajahnya jika wanita itu tidak lagi menderita. Setidaknya keningnya tidak berkerut dan bibirnya tidak dirapatkan saking sesak yang dirasakannya.
Dengan disediakannya tempat hangat dan diberi obat untuk mengurangi gejala demamnya serta sesaknya, ekspresi istri Huang Yiming terlihat lebih damai.
Siangnya, Mu Haocun memeriksa kondisi istri Huang Yiming. Begitu pula malamnya, Mu Haocun terus mengawasi keadaan istri Huang Yiming hingga satu minggu ke depan.
Mu Haocun memutuskan untuk tinggal lebih lama hingga kondisi istri Huang Yiming lebih stabil sebelum akhirnya pengobatan dapat dilanjutkan oleh Huang Yiming sendiri berdasarkan apa yang telah diresepkan Mu Haocun hingga istrinya benar-benar sembuh.
__ADS_1
Xiaoxiao yang kini telah beralih profesi menjadi Ahli Array pun ikut membantu meracik obat. Setiap hari Mu Lian dan Xiaoxiao membantu Mu Haocun meracik obat untuk istri Huang Yiming.
Xiaoxiao sampai merasa dirinya masih berada di Lembah Ufuk Timur, hanya saja tidak ada ayahnya, Dongshan, dan Yi Xue yang menemani.
Namun, belum genap satu minggu, Master Zhengheng meminta ijin untuk berangkat menuju ibu kota karena terdesak waktu.
Master Zhengheng berencana berangkat dengan Xiaoxiao lima hari lagi setelah salah satu anak buahnya datang.
Sebelumnya, Master Zhengheng telah mengirimkan surat kepada anak-anak buahnya untuk mengantarkan Yi Xue ke desa ini. Mereka diperkirakan akan tiba sepuluh atau dua belas hari kemudian.
Mengapa Master Zhengheng berangkat lima hari lagi adalah karena ada dua anak buahnya yang berada tak jauh dari desa dan setelah menerima surat dari Master Zhengheng, mereka menghentikan investigasi yang sedang mereka lakukan dan segera datang memenuhi panggilan.
Xiaoxiao yang mendengar keberangkatannya yang tak jauh di depan mata pun semakin lengket kepada Mu Lian. Sebentar lagi secara resmi, dia akan memulai perjalanan edukatifnya dengan masternya.
Master Zhengheng menyebutnya sebagai perjalanan edukatif dikarenakan di dalam prosesnya, diselipkan kegiatan-kegiatan pembelajaran.
Biasanya perjalanan ini dilakukan oleh para kultivator independen. Karena sebagai kultivator independen, mereka tidak diberikan hak istimewa layaknya kultivator yang tergabung dalam sebuah sekte.
Memang untuk mengklaim sumber daya kultivasi, anggota sekte harus berkontribusi dalam sebuah misi terlebih dahulu, namun setidaknya mereka tidak dipusingkan dalam mencari sumber daya kultivasi tersebut.
Sedangkan untuk kultivator independen, mereka harus mencari sendiri sumber daya kultivasi mereka sendiri langsung dari sumbernya masing-masing.
Oleh karena itu para kultivator independen selalu berkelana demi mencari sumber daya kultivasi mereka sendiri.
Dan kini Master Zhengheng membawa Xiaoxiao melakukan perjalanan demi mencari sumber daya kultivasi pertamanya.
Master Zhengheng menatap Xiaoxiao yang berusaha menghabiskan waktunya lebih lama dengan Mu Lian dengan tatapan iba.
Dia dapat berempati dengan Xiaoxiao karena memang perjalanan pertama adalah rintangan paling berat yang harus dijalankan seorang kultivator independen.
Mereka akan bertemu dengan orang-orang yang mereka kenal tapi mungkin di waktu yang akan datang. Mungkin satu atau dua tahun lagi, atau mungkin sedikit lebih lama.
Keesokan harinya, kedua anak buah Master Zhenghengpun datang. Master Zhengheng kemudian memberikan Xiaoxiao waktu sehari untuk berpisah dengan Mu Lian dan yang lain.
"Sayang sekali aku harus berangkat duluan, Lian jie," kata Xiaoxiao sambil memeluk Mu Lian erat. Satu hari berjalan dengan sangat cepat, hingga tak terasa ketika pagi menjelang, Xiaoxiao sudah harus berangkat.
"Benar. Nanti kalau aku datang, kau harus membawaku keliling ibu kota ya. Kau kan sudah lebih dulu sampai disana dibanding denganku, pastikan berkeliling ke tempat-tempat menarik agar nanti kau bisa menunjukkannya padaku. Oh, jangan lupa makanannya yang paling enak," kata Mu Lian.
Xiaoxiao hanya tersenyum. Setelah berpamitan kepada semua yang ada disana, istri Huang Yiming hanya bisa membalas dengan anggukan, Xiaoxiao pun berangkat bersama Master Zhengheng dan seorang anak buahnya.
Mu Lian hanya bisa menatap punggung Xiaoxiao yang semakin jauh kemudian berbalik untuk kembali meracik obat.
__ADS_1
Hari-hari berlalu dan akhirnya terlihat adanya perubahan pada kondisi istri Huang Yiming. Matanya kini terlihat lebih fokus dan dia sudah mampu membalas pertanyaan-pertanyaan dengan singkat.