Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Tuan Muda


__ADS_3

Xiaoxiao mengikuti Master Zhengheng dan dua pria berpakaian hitam menembus keramaian.


Orang-orang dengan ciri khas tanduk berwarna kecoklatan yang tumbuh dari dahi mereka, telinga yang menyerupai sirip ikan, sisik kuning kecoklatan yang menyelimuti leher mereka, serta alis tebal memikat sangat mencolok di lautan manusia ini.


Apalagi warna rambut, telinga serta alis mereka terlihat mendekati warna pirang, padahal sebenarnya tidak. Mereka adalah *Dilong, penduduk pribumi negeri Chen.


Warna tubuh asli mereka sebenarnya kuning kecoklatan, namun ketika bertransformasi menjadi manusia, orang-orang dari negeri lain menyebut penduduk negeri Chen memiliki rambut pirang.


Beberapa kali Xiaoxiao mencoba mengamati sisik-sisik yang menyembul dari balik kerah pakaian orang-orang yang dilaluinya.


Master Zhengheng mengatakan bahwa sisik-sisik yang menyelimuti leher mereka dapat menentukan seberapa kuat orang tersebut.


Orang paling kuat memiliki sisik lebih banyak serta lebih mengilap di banding yang lain. Sisik tersebut merupakan kelemahan mereka.


Makanya orang-orang Dilong sering menggunakan pakaian dengan kerah tinggi untuk melindungi sisik mereka.


Xiaoxiao merasakan angin malam menerpa wajahnya. Meski begitu, Xiaoxiao tidak merasa kedinginan karena suhu di negeri Chen tergolong hangat.


Malahan, Xiaoxiao memilih untuk berkeliling kota pada malam hari ketika suhu tidak terlalu panas ketimbang siang hari.


Xiaoxiao menatap masternya yang menjejakkan kakinya dengan mantap di atas rerumputan.


Sedangkan Xiaoxiao berjalan dengan langkah canggung karena tidak terbiasa dengan perasaan licin ketika kakinya menginjak rumput.


Sejatinya, jalanan di kota Yz masih menyerupai kondisi alaminya, yaitu *padang rumput.


Namun karena terdapat bangunan-bangunan yang mengapit di sisi kanan dan kirinya, kota Yz terlihat seolah-olah memiliki 'jalan'. Beberapa pohon *akasia serta semak-semak belukar terlihat tumbuh menghiasi kota Yz.


Xiaoxiao dan Master Zhengheng terus berjalan hingga ke daerah yang sepi. Daerah tersebut merupakan rumah orang-orang kaya.


Sehingga rumah yang berada di daerah tersebut sangat *luas dan megah. Pekarangannya sendiri mungkin seukuran lapangan futsal.


Tiba-tiba Master Zhengheng berjalan semakin pelan sehingga dirinya dan Xiaoxiao tertinggal jauh di belakang.


"Xiao'er, master lupa memberi tahu. Hal ini berkaitan dengan kondisi tuan muda," bisik Master Zhengheng. Xiaoxiao terheran-heran kemudian mendekat,


"Ada apa dengan tuan muda, master?"


"Tuan muda lahir dengan kemampuan yang sangat kuat, namun hal tersebut membuat dirinya jadi tidak bisa bicara.


Sebenarnya tuan muda lahir dengan normal, tapi entah mengapa tuan muda lebih memilih untuk tidak berbicara," kata Master Zhengheng membuat Xiaoxiao terkejut.


Hening. Melihat Xiaoxiao tidak memberi tanggapan apapun mengenai tuan muda, Master Zhengheng menjadi penasaran.


"Kau tidak penasaran? Contohnya saja bagaimana tuan muda berkomunikasi dengan orang-orang sekitar?" kata Master Zhengheng.


Xiaoxiao ragu-ragu. Sebenarnya ada rasa penasaran yang dirasakannya namun Xiaoxiao menganggap dirinya hanyalah bawahan tuan muda, jadi untuk apa dirinya penasaran mengenai hal tersebut.


Sepanjang perjalanan, Xiaoxiao menuruti Master Zhengheng untuk menyiapkan dirinya jika bertemu dengan tuan muda. Dia hanya dituntut untuk melayani tuan muda dengan segenap kekuatannya.


Master Zhengheng akhirnya membaca wajah Xaoxiao yang menunjukkan bahwa 'dia hanya ada untuk melayani tuannya, jadi untuk apa memikirkan hal yang tidak penting?'


Master Zhengheng pun tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia mengajak Xiaoxiao untuk bergabung dengan kedua pria berpakaian hitam karena sepertinya sebentar lagi mereka tiba di tujuan.


Benar saja. Kedua pria berpakaian hitam berhenti di sebuah rumah megah dengan aura mencekam.


Dua orang berpakaian hitam yang tak kalah menakutkan menjaga pintu gerbang rumah tersebut.

__ADS_1


Namun ketika keduanya mengenali Master Zhengheng, mereka segera memberi hormat dan mempersilahkan Master Zhengheng masuk dengan sopan.


"Master Zhengheng?" kata seorang pria tinggi dan besar. Sebelumnya dia yang sedang berbicara dengan dua orang berpakaian hitam.


Kedua orang yang sedang diajak bicara itu pun menoleh ke arah Master Zhengheng. Tak hanya ketiga orang tersebut, ada banyak pasang mata yang mengamati kedatangan Master Zhengheng dari sepenjuru rumah.


Xiaoxiao juga merasakan tatapan-tatapan itu dari lantai dua. Namun ia tidak tahu pasti dari mana arah datangnya. Xiaoxiao yang memiliki sifat pemalu, hanya bisa bersembunyi di balik punggung masternya.


Master Zhengheng merasakan kegugupan Xiaoxiao kemudian menyapa pria tinggi dan besar sebelum akhirnya menanyakan keberadaan tuan muda.


"Oh, tuan muda. Dia ada di ruang pertemuan. Pantas saja, ternyata hari ini anda datang," kata pria tinggi dan besar.


Master Zhengheng hanya mengangguk. Master Zhengheng mengikuti pria tinggi dan besar dengan langkah pelan, takut Xiaoxiao tertinggal.


Dengan begitu, Xiaoxiao masih bisa bersembunyi di balik punggungnya. Entah ada apa dengan dirinya, Master Zhengheng malah merasa senang ketika Xiaoxiao sedikit bergantung pada dirinya.


"Master Zhengheng,"


"Master, bagaimana kabar anda,"


"Selamat malam, master,"


Pria tinggi dan besar memimpin Xiaoxiao dan Master Zhengheng berjalan ke lantai dua. Dan benar saja, meski tidak seberapa, orang-orang berpakaian hitam terlihat berlalu lalang di sepanjang lorong.


Laki-laki, perempuan, remaja dan dewasa.


Mereka mengenali Master Zhengheng dan berusaha menyapa serta membuka pembicaraan namun Master Zhengheng menolak dengan halus.


Orang-orang tersebut pun tidak keberatan karena tahu bahwa Master Zhengheng harus menghadap tuan muda.


Xiaoxiao mengamati keadaan di sekelilingnya melalui ujung matanya. Lorong tersebut berpenerangan temaram dan jendela-jendelanya ditutup rapat.


Setelah melalui beberapa pintu, Xiaoxiao akhirnya tiba di sebuah pintu yang terbuka. Ketika Xiaoxiao masuk, ruangan tersebut cukup luas dengan hanya diisi dengan meja persegi panjang serta kursi di sisi kanan dan kirinya.


Seorang pemuda berumur dua puluh tahunan yang duduk di kursi paling ujung, terlihat sangat mencolok karena ketampanannya yang tidak dapat dijabarkan dengan kata-kata.


Eksistensinya sendiri dapat mewakili manusia dengan penampilan paling sempurna di dunia. Tidak ada cela yang terlihat di wajahnya yang mulus seperti pualam.


"Master Zhengheng, apakah ini murid yang kau maksud" kata seorang pria paruh baya dengan kharisma yang tidak dapat dihiraukan.


Xiaoxiao baru tersadar bahwa dirinya tengah tertegun di depan pintu. Master Zhengheng hanya mengisyaratkan agar Xiaoxiao segera masuk dan memberi hormat.


Xiaoxiao masuk ke ruangan dengan gugup kemudian memberi hormat kepada dua pemuda dan satu pria berkharisma di hadapannya.


"Xiaoxiao memberi hormat," kata Xiaoxiao dengan suara bergetar.


Suaranya terdengar sangat kecil bagi ukuran orang-orang awam namun ketiga orang di hadapannya itu adalah kultivator. Dengan pendengaran mereka yang tajam, mereka dapat mendengar Xiaxiao.


"Oh? Gadis yang cantik! Bagaimana Ah Feng?" kata pemuda di sebelahnya.


"Tuan Zhi Xiaosu! Gadis ini murid Master Zhengheng, setidaknya anda harus lebih menghormatinya," kata pria berkharisma.


Xiaoxiao menatap pemuda bernama Zhi Xiaosu dengan bingung. Zhi Xiaosu mengedipkan sebelah matanya kepada Xiaoxiao. Xiaoxiao tertegun melihat sikap pemuda itu.


"Hoho, aku merasa tersanjung, tuan Zhi Xiaosu. Benar kan? muridku memang cantik kan?" kata Master Zhengheng riang.


"Hmm? Setelah kulihat-lihat memang gadis ini cantik juga. Apalagi untuk ukuran manusia," kata pria berkharisma sambil mengelus dagu.

__ADS_1


"Tuh kan? Apa kubilang? Kalian tidak bisa meremehkan mataku yang mampu mengidentifikasi gadis cantik!" kata Zhi Xiaosu dengan bangga.


Xiaoxiao semakin menunduk. Wajahnya sudah merah padam. Melihat Xiaoxiao yang sudah ingin mengubur dirinya ke dalam tanah, Master Zhengheng berhenti menggoda muridnya tersebut.


"Ehem. Seperti yang telah ku jelaskan kemarin bahwa sebelumnya dia merupakan anggota sekte Embun Pagi," kata Master Zhengheng.


"Seorang ahli Alkimia?" kata Zhi Xiasu.


"Berarti energi spiritualnya cukup mumpuni, maaf aku akan memeriksamu sebentar," kata pria berkharisma. Beberapa saat kemudian Xiaoxiao merasa tubuhnya ditembus gaya tak kasat mata.


"Hoho, anda penasaran sekali dengannya, Master Zhi Shentan," kata Master Zhengheng terkejut karena Zhi Shentan mengedarkan indera spiritualnya hanya untuk mengecek energi spiritual milik Xiaoxiao.


Tiba-tiba pemuda tampan yang sedari tadi mengamati dalam diam itu menoleh ke arah Zhi Shentan.


"Baik. Maaf atas kelancanganku, tuan muda. Aku tidak akan mengulanginya lagi," kata Zhi Shentan. Xiaoxiao mengamati Zhi Shentan yang seperti seorang anak dimarahi ibunya.


Xiaoxiao kebingungan karena Xiaoxiao tidak mendengar tuan muda mengatakan apapun namun Zhi Shentan seperti sedang membalas ucapan tuan muda.


"Tidak, tidak masalah, tuan muda. Lagi pula sepertinya Xiao'er tidak keberatan, bukan begitu, Xiao'er?" kata Master Zhengheng sambil mengedipkan mata kepada Xiaoxiao.


Xiaoxiao hanya bisa mengikuti Master Zhengheng, mengkonfirmasi bahwa dirinya tidak keberatan dengan mengangguk.


Kalau kalian pernah berkumpul dengan teman-teman kalian namun teman-teman kalian mulai membicarakan topik yang tidak kalian ketahui, rasanya seperti bukan bagian dari kelompok itu lagi.


Hal yang sama dirasakan Xiaoxiao saat ini. Xiaoxiao hanya bisa pasrah melihat Master Zhengheng, Zhi Xiaosu dan Zhi Shentan berbicara bergantian dengan tuan muda tanpa tahu topik pembicaraan mereka.


...


"Haish, mau gadis yang seperti apa hingga akhirnya kau mau bergerak? Bibi Qinran sudah mengeluh karena kau belum menemukan tambatan hati!" kata Zhi Xiaosu sambil berselonjor di atas tempat tidur.


Zhi Yuefeng tidak menanggapi ucapan Zhi Xiaosu dan terus membaca dokumen yang ada di depannya.


Di ruangan itu hanya ada tempat tidur berkanopi dan sebuah meja kerja dengan dokumen-dokumen berserakan.


Zhi Yuefeng sedang berusaha membaca dokumen-dokumen tersebut jika saja Zhi Xiaosu tidak mengikutinya sampai ke kamar hanya untuk mengeluh mengenai hal yang tidak penting.


Di mata Zhi Yuefeng tidak sepenting kasus yang disebabkan sekte aliran sesat yang sedang mereka investigasi.


Zhi Yuefeng mengerahkan energi spiritualnya untuk menegur Zhi Xiaosu karena mengalihkan perhatiannya pada sesuatu yang tidak penting.


"Tidak penting katamu! Coba kau jadi aku dan mendengar keluhan Bibi Qinran dari pagi hingga malam! Untung saja aku ikut denganmu ke dunia bawah," kata Zhi Xiaosu merajuk kemudian berkata


"Lagipula kenapa sih Bibi bukannya mengeluh langsung padamu,"


Zhi Yuefeng berusaha menghiraukan saudaranya yang sedang merajuk itu. Tiba-tiba pintu kamar di ketuk. Zhi Yuefeng mengerahkan energi spiritualnya untuk membiarkan orang yang mengetuk pintu tersebut masuk.


"Tuan muda, aku membawa surat dari kelompok Z," kata Zhi Shentan.


.........


Note:


* Dilong (Earth Dragon). Berdasarkan cerita-cerita yang pernah author baca, Dilong termasuk naga tingkat paling rendah. Sedangkan yang dianggap paling tinggi itu yang masuk ke dalam the four auspicious beast yaitu Azure Dragon. Kalian yang sering baca ******** pasti sering menemukan ini deh 🤔


* Dikatakan luas karena rumahnya masih mengadaptasi rumah bergaya Hui dimana rumah tersebut hanya terdiri dari dua lantai dengan kamar-kamar berada di lantai dua.


*Padang rumput yang author bahas kali ini menyerupai padang rumput Sabana di Afrika. Dengan pohon akasia (pohon berkanopi) yang sering terlihat tumbuh di sana.

__ADS_1



__ADS_2