
Setelah mencoba beberapa kali melakukan open chat dan gagal di bawah arahan Zhi Yuefeng, akhirnya Mu Haocun pun menerima kenyataan bahwa dirinya tidak bisa menguasai hal tersebut.
Mu Haocun menyuruh Zhi Yuefeng dan rekannya untuk istirahat penuh hari itu kemudian berniat untuk kembali. Namun salah satu diantaranya tiba-tiba berkata,
"Maaf, bagaimana dengan Saudara Heng?"
"Hei! Tuan muda kan sudah bilang nanti dibicarakan lagi!"
"Tapi-"
"Oh, apakah anda yang bertemu dengan Ah Yi? Tenang saja, kami sudah menemukan petunjuk. Kami menghentikan pencarian karena keselamatan anda semua lebih penting," kata Mu Haocun.
"Benarkah? Apa anda bisa memberitahuku apa yang anda temukan? Tolong," kata Zhi Yuefeng.
"Haish. Baiklah, tapi tolong anda mendengarkan kata-kata ku ya! Jangan gegabah!" kata Mu Haocun memijat keningnya.
"Aku akan menjelaskannya nanti. Mari kita bertemu di ruang tamu Huai Shan, sore ini," kata Mu Haocun tegas. Setidaknya biarkan kakek ini beristirahat sejenak.
Zhi Yuefeng dan rekan-rekannya mengantarkan Mu Lian, Mu Haocun dan Meng Zhi keluar. Di tengah perjalanan, mereka kebetulan melewati ruang tamu.
Mu Lian menunjuk bangunan tersebut dan menjelaskan bahwa ada dapur mini, cukup untuk menyiapkan teh.
Salah satu rekan Zhi Yuefeng mendengarkan Mu Lian kemudian menanyakan beberapa pertanyaan mengenai bangunan tersebut.
Setelah Mu Lian, Mu Haocun dan Meng Zhi pergi. Beberapa anggota klan Xuanwu pergi ke ruang tamu untuk menyiapkan ruangan.
"Kakek, Zhi Ge, apa yang kalian temukan di Lereng Kaca?" kata Mu Lian.
Mu Lian, Mu Haocun dan Meng Zhi berjalan menuju ruang kendali. Ketiganya melewati jalan kecil yang diapit oleh Gedung Pertemuan Utara dan Gedung Pertemuan Barat.
"Apa yang kalian temukan di Lereng Kaca? Apa benar ada rekannya tuan muda di sana?" kata Mu Lian.
Ketiganya memasuki ruangan kendali. Tidak ada diapa-siapa disana. Ketiga nya pun mencari posisi duduknya masing-masing di pinggir kolam yang nyaman kemudian melanjutkan perbincangan.
"Semua petunjuk yang ditemukan Ah Yi berujung pada rumah lelang itu. Dan setelah kakek selidiki, kakek mendapatkan ini," kata Mu Haocun menyerahkan selembar kertas.
Mu Lian mengamati labirin berbentuk lingkaran tergambar pada kertas tersebut. Mu Haocun menjelaskan bahwa gambar itu menggambarkan denah rumah lelang.
Alasan dibalik mengapa gambarnya berbentuk bulat adalah karena apa yang dilihat Mu Haocun melalui jurusnya itu memang seperti itu.
"Yang ada di pusat lingkaran itu adalah tempat mencurigakan yang tidak dapat kakek lihat menggunakan jurus kakek,"
"Hmm? Apa yang kakek lihat menggunakan jurus ini berwarna hitam putih dan hanya dapat digambarkan seperti pada gambar ini?" kata Mu Lian penasaran.
"En, hmm, kakek agak sulit menjelaskannya. Kau harus mengalaminya sendiri baru tahu bagaimana rasanya. Apa kau mau mempelajarinya?"
"Eh? Bisakah? Apa boleh aku mempelajarinya?"
"Tentu saja boleh. Kakek akan mulai mengajarimu sekarang juga! Oh, iya Lian'er belum bertemu dengan partner kakek ya? Namanya Juejiang, nah untuk melakukan jurus ini, kakek harus dibantu oleh Juejiang,"
"Bagaimana kabar Juejiang? Sudah lama aku tak berjumpa dengannya," kata Meng Zhi
"Hahahaha! Aku belum menceritakannya padamu ya? Burung Rajawali yang membantumu di ujung dunia itu Juejiang!" kata Mu Haocun.
"Ah Cun, jangan bercanda!"
"Sumpah! Juejiang memiliki kemampuan baru, yaitu dapat berubah menjadi burung yang pernah diburu-ehem dikalahkannya!" kata Mu Haocun.
"Dugaanku benar. Jadi kau yang mengganggu Fei'er," kata Master Yi tiba-tiba muncul begitu saja dari udara.
"UWAA! Ah Yi! Jantungku mau copot!" kata Mu Haocun setengah berteriak.
Mu Lian mengusap dadanya kemudian mengamati ekspresi wajah Mu Haocun. Wajahnya terlalu santai untuk dapat dipercaya.
"Kakek bohong. Lihat, inilah ekspresi orang yang terkejut," kata Mu Lian menunjuk dirinya sendiri.
Master Yi dan Meng Zhi menatap Mu Haocun dengan tatapan curiga. Mu Haocun mengangkat tangannya.
"Baiklah, baiklah aku mengaku! Habisnya bocah ingusan itu berkirim surat terus dengan Lian'er! Jadi aku ingin sedikit menjahilinya..." kata Mu Haocun tidak meneruskan kata-katanya.
"Huft, tentu saja. Asal tidak melewati batas. Itu burung pembawa pesan yang penting atau bukan?" tanya Meng Zhi. Mu Haocun menggeleng.
__ADS_1
Burung pembawa pesan memiliki tingkatan masing-masing. Tingkatan itu akan menentukan tingkat perawatan si burung pembawa pesan.
Tingkat tertinggi adalah burung pembawa pesan penting. Burung ini memiliki kekuatan di atas rata-rata, di latih untuk mengantarkan pesan penting dengan selamat. Dan burung tingkat tinggi tersebut biasanya dibedakan dengan diberi tanda pada lehernya.
Mu Haocun menjelaskan bahwa ia sudah menyuruh Juejiang memastikan bahwa burung yang dikirim Han Tengfei untuk Mu Lian tidak memiliki tanda di lehernya.
"Umm, bukankah burung itu yang pernah kita makan?" kata Mu Lian mengingat-ingat burung panggang yang pernah disantapnya.
"Oh, Juejiang hanya mengambil intinya saja. Dia tidak butuh yang lainnya," kata Mu Haocun melempar senyum tak berdosa ke arah Mu Lian dan yang lain.
"Apa kau ingin bertemu dengan partner kakek?" kata Mu Haocun dengan mata penuh harap. Mu Lian merasakan bahwa Mu Haocun lah yang memiliki keinginan kuat untuk mempertemukan Juejiang dengannya.
"Tentu saja mau!" kata Mu Lian tersenyum.
"Ah Yi, Ah Zhi. Jangan biarkan apapun terjadi kepadaku!" kata Mu Haocun tiba-tiba seperti anak kecil ketakutan.
"Ah, ini dia sikap manjanya keluar lagi," kata Master Yi mengejek, Mu Haocun membalas ejekan Master Yi kemudian sedikit bertengkar dengannya. Mu Lian hanya menatap Meng Zhi dengan bingung.
"Haha, Lian'er pasti tidak mengerti kenapa kakek itu tiba-tiba ingin dilindungi. Akan kujelaskan, jadi kakekmu dan Juejiang terikat jiwanya. Juejiang menggunakan energi spiritual milik Mu Haocun sebagai penyambung kehidupannya.
Ketika Juejiang dikeluarkan, kakekmu akan berada di dalam kondisi seperti bayi. Tidak dapat menggunakan energi spiritualnya. Energi kehidupan (Chi) nya pun akan sulit dikendalikan. Bahkan tidak dapat melihat dengan matanya sendiri. Indra-indra lainnya pun menjadi tumpul.
Tapi ya itu, penglihatannya akan disinkronisasikan dengan Juejiang. Dapat dikatakan bahwa kakekmu melihat melalui mata Juejiang yang dapat menembus benda terkeras apapun dan menghasilkan gambar yang sekarang kau lihat," kata Meng Zhi.
"Itu secara garis besarnya saja. Kau pun tidak tahu bagaimana kehebatan jurusku ini bukan?" kata Mu Haocun bangga.
"Iya, iya. Tolong jelaskan kepada kami, Mu Haocun yang bijaksana!" kata Meng Zhi tersenyum geli.
"Cepat keluarkan saja, disini kan tidak ada siapa-siapa!" kata Master Yi menyuruh Mu Haocun tidak bersikap khawatir berlebihan dan langsung melakukannya saja.
"Ya maaf, aku selalu lebih sensitif ketika harus mengeluarkan Juejiang," kata Mu Haocun namun tetap melakukan sikap meditasi sempurna sambil memejamkan matanya.
Mu Lian melihat sulu-sulur cahaya putih keluar dari tubuh Mu Haocun. Sulur-sulur itu berkumpul di atas kepala Mu Haocun, menjadi cahay terang benderang yang menyilaukan mata.
Mu Lian menghalangi cahaya itu dengan telapak tangannya. Tak lama, sebuah kicauan terdengar yang kemudian berubah menjadi suara manusia,
"Akhirnya kau memanggilku! Apa kau akan mengenalkanku dengan cucu kesayanganmu itu, hmm? Mana! Mana orangnya!"
Mata Mu Lian bertemu dengan mata makhluk itu. Mu Lian seperti melihat susunan galaksi melalui teleskop, sangat indah.
"Ah, apakah kau ini cucunya? Iya kan?! Halo?! Kau masih saja lama beradaptasi ketika aku sudah keluar dari tubuhmu," kata makhluk itu sambil mematuk-matuk kepala Mu Haocun.
"Anu, Juejiang? Dia dalam kondisi rentan, jadi tolong bersikap lebih halus kepadanya," kata Meng Zhi membujuk Juejiang.
"Ah Zhi! Astaga sudah lama tidak berjumpa! Kau tambah tampan saja! Loh? Bocah penuh dendam ini masih hidup? Hmph! Baguslah, kalau saja wajahmu masih rupawan seperti dahulu!" kata Juejiang hinggap di bahu Mu Lian.
"Kalau kau masih pilih kasih kepada Ah Yi, nanti dia menangis loh!" kata Mu Haocun. Ketika membuka matanya, Mu Lian terkejut mendapati bahwa kedua mata Mu Haocun seperti diselimuti kabut. Warnanya menjadi keabuan.
"Oh, iya. Aku lupa, dia anak yang cengeng, selalu menangis," kata Juejiang tertawa. Wajah Master Yi sedikit memerah.
"Nah, bagaimana, Lian'er? Maaf sikapnya agak...tapi dia adalah partner terbaik dan paling setia. Dia menemani masa-masa sulit kakek dan masa bahagia kakek," kata Mu Haocun.
"Anda sangat cantik," kata Mu Lian tersenyum.
"AH! Manisnya!!!" kata Juejiang mengelus-elus pipi Mu Lian dengan kepalanya. Bulunya terasa sangat halus di kulit Mu Lian.
"Kalau kau ingin menguasai jurus ini hingga membuat kontrak dengan burung tingkat tinggi, kau harus mampu memanipulasi energi spiritualmu ke tingkat yang lebih tinggi lagi," kata Mu Haocun.
"OH! Kau ingin mempelajari jurus ini? Bagus! Bagus! Mari kita rencanakan perjalanan ke gua suci untuk mencari spesies burung tingkat tinggi yang cocok untukmu!" kata Juejiang bersemangat.
"Apa kau melewatkan banyak langkah? Lian'er harus belajar memanipulasi energi spiritualnya lebih dulu ke tingkatan yang lebih tinggi lagi," kata Meng Zhi tersenyum geli. Master Yi menggeleng.
"Aku sih percaya pada anak ini, dia pasti bisa melakukannya!" kata Juejiang antusias. Master Yi dan Mu Haocun mengangguk.
"Sampai mana tadi kita?" kata Mu Haocun kembali menjelaskan langkah pertama yang harus Mu Lian ambil.
Mu Haocun mengeluarkan sebongkah tanah liat berwarna hitam. Tanah tersebut berasal dari gua suci dan merupakan kenang-kenangan masa mudanya.
Mu Haocun menjelaskan bahwa ketika muda, dia melatih energi spiritualnya menggunakan 'mainan ini'.
Tanah ini sebenarnya tidak begitu responsif terhadap energi spiritual. Membutuhkan konsentrasi yang besar dan pengendalian energi spiritual yang mendetail hingga dapat mengaktifkan tanah tersebut.
__ADS_1
Mu Haocun menyerahkan bongkahan tanah liat kepada Mu Lian dan berpesan untuk menjaganya baik-baik.
"Ayo kembali. Aku harus mempersiapkan pertemuan dengan tuan muda. Selain itu aku pusing melihat pemandangan ini," kata Mu Haocun kepada Juejiang.
"Eh...aku ingin bermain lebih lama dengan anak ini. Lagipula, bukankah kau sudah terbiasa ya dengan penglihatanku ini?" kata Juejiang menolak beranjak dari bahu Mu Lian.
Mu Haocun menggeleng. Dia terlahir sebagai manusia, tentu saja dia tidak akan terbiasa melihat pemandangan hitam putih dan struktur-struktur yang sulit dibedakan itu.
Sebenarnya, yang membuat Mu Haocun pusing adalah penglihatannya yang seperti melihat melalui mata ikan itu. Tidak. Mu Haocun segera membujuk Juejiang untuk kembali ke dalam tubuhnya.
Setelah beberapa menit membujuk, akhirnya Juejiang kembali. Mu Lian menanyakan beberapa pertanyaan mengenai latihan mengendalikan energi spiritualnya itu.
Sesi tanya jawab selesai ketika Ling Zizhou memanggil semuanya untuk makan siang. Meimei datang bersama anak-anak dan menaruh lebih banyak perhatian kepada mereka.
Sepertinya peristiwa satu minggu terakhir ini membuat anak-anak sedikit ketakutan. Apalagi ketika Mu Lian dan Mu Haocun melakukan purifikasi, ada beberapa anak yang sensitif menjadi sangat ketakutan.
Untungnya, anak-anak itu sangat percaya kepada Mu Haocun, Mu Lian dan yang lain. Jadi mereka lebih tenang setelah dijelaskan apa yang terjadi.
Mungkin ke depannya Mu Haocun akan mulai mendidik anak-anak yang mampu merasakan energi spiritual.
Namun untuk saat ini, tentu saja anak- anak itu sedang menikmati makan siang mereka dengan meriah karena sudah lama tidak merasakan masakan Ling Zizhou.
Seusai makan, Mu Lian kembali ke ruang kendali untuk memulai latihannya menggunakan bongkahan tanah liat. Mu Haocun mengawasi Mu Lian sambil sesekali mengoreksi kesalahan yang Mu Lian buat.
Master Yi dan Ling Zizhou segera keluar gerobak sedangkan Meimei dan Meng Zhi menemani anak-anak.
Mu Lian terus mengerahkan segenap kemampuannya untuk mengaktifkan bongkahan tanah liat namun belum juga berhasil.
Memang pantas disebut sebagai manipulasi energi spiritual tingkat tinggi. Membutuhkan ketekunan dan dedikasi untuk dapat menguasainya.
Meski begitu, Mu Lian tidak patah semangat dan dengan gigih mengulang langkah pengaktifan bongkahan tanah liat tersebut dari awal.
Karena terlalu fokus pada latihannya, Mu Haocun menyelinap pergi keluar ruang kendali. Hari semakin sore dan sebentar lagi waktunya bertemu dengan tuan muda.
Dan diperjalanan menuju Huai Shan, Mu Haocun bertemu dengan Meng Zhi. Keduanya pun pergi bersama-sama menuju Huai Shan.
Gerbang Huai Shan terbuka lebar dan beberapa orang menunggu kedatangan Mu Haocun dan Meng Zhi.
Ketika Mu Haocun dan Meng Zhi tiba, mereka langsung mengantarkan keduanya ke ruang penerimaan tamu.
Ukuran bangunan itu terlalu besar jika hanya digunakan sebagai ruang penerimaan tamu. Interiornya terasa megah karena saking luasnya.
Perabotan-perabotannya terbuat dari kayu terbaik dan terlihat mengkilap. Gerbang bulan dan sekat dari kayu menghiasi sepenjuru ruangan, menambah keindahan ruangan itu.
Banyak meja dan bantal duduk bertebaran di sepenjuru ruangan, namun Zhi Yuefeng memilih meja dekat pintu.
"Selamat datang, Master Mu. Silahkan duduk dan minum teh dulu," kata Zhi Yuefeng sambil berdiri dan menunggu Mu Haocun serta Meng Zhi duduk sebelum akhirnya kembali duduk.
"Haha, sepertinya anda sudah terbiasa di tempat ini, tuan muda?" kata Mu Haocun tersenyum puas.
"Tempat ini sangat luar biasa," kata Zhi Yuefeng.
Pil yang disediakan termasuk yang paling baik kualitasnya dari yang pernah dilihatnya, tempat istirahatnya nyaman luar biasa, makanannya tidak ada duanya, tidak ada yang bisa Zhi Yuefeng keluhkan kalau pelayanannya sesempurna ini.
"Kami tersanjung mendengar pujian anda. Terimakasih," kata Meng Zhi mengangguk puas.
"Pelayanan disini luar biasa, tentu saja, sudah sepantasnya anda sekalian mendapat pujian. Aku berjanji akan membayarnya dengan harga yang setimpal," kata Zhi Yuefeng melanjutkan
"Tapi kalau bisa, kita diskusikan hal tersebut nanti saja setelah rekan-rekanku berhasil diselamatkan,"
"Tentu saja. Nyawa seseorang lebih penting daripada harta. Aku akan bersabar dan menunggu pembayaran itu," kata Mu Haocun melanjutkan
"Nah, anda harus melihat ini. Ini semua kami dapatkan setelah beberapa hari mencari informasi di rumah lelang yang bernama Lereng Kaca,"
Mu Haocun mengeluarkan beberapa lembar kertas yang sepertinya terlihat memiliki gambar yang sama, labirin berbentuk lingkaran.
"Ini..." kata Zhi Yuefeng terkagum-kagum. Tidak percaya karena akhirnya menyaksikan jurus yang hanya dikuasai oleh keluarga Mu itu.
Tanpa basa-basi Mu Haocun menjelaskan gambar-gambar tersebut. Selain itu, Meng Zhi juga menjelaskan dari awal hingga akhir invetigasi yang dilakukannya bersama Master Yi dan Ling Zizhou. Tanpa ada satu informasi pun yang tertinggal.
Mu Haocun menyisihkan satu kertas dari kertas-kertas yang ditunjukkannya kepada Zhi Yuefeng,
"Inilah tempat paling mencurigakan dari semua tempat yang telah kami selidiki. Mataku mendapatkan reaksi paling kuat di tempat ini,"
__ADS_1